Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Mahardika


__ADS_3

Tirta segera melindungi dirinya dengan aji Lembu sekilan.


Pertarungan segera terjadi dengan dahsyat !


Pemuda tampan ini tampaknya sudah tidak mau berlama lama.


Ajian Tapak Geni yang di kuasainya segera dikerahkan sepenuhnya.


Tirta pun tidak mau bermain-main. Tapak Geni segera di trapkan !


Dua gulung cahaya merah keemasan saling libat dan saling serang.


Sang pemuda tampan tampaknya juga sangat terkejut ! pemuda lawannya ini ternyata juga menguasai Tapak Geni dan juga aji Lembu Sekilan yang juga di kuasainya..


"Siapakah sebenarnya pemuda yang di hadapi nya ini ?!" batin si pemuda pemimpin gerombolan orang-orang berjaket hitam ini.


Dua ajian yang sama saling bertemu ! tinggal kematangan dan dasar tenaga batin saja yang menentukan .


Benturan-benturan keras segera terjadi. Akan tetapi karena keduanya sama-sama mengetrapkan aji Lembu sekilan, keduanya sama-sama tidak bisa saling menyentuh. Tiap kali benturan terjadi keduanya sama-sama terlontar beberapa langkah kebelakang.


Sementara itu, lawan- lawan yang tadinya berhadapan dengan Tirta dan Bayu sekarang tinggal berjumlah lima orang dan sedang mengeroyok Adnan..


Walaupun di keroyok oleh lima orang sekaligus dan bersenjata tajam, Adnan tampak masih mampu meladeni..


Hingga tiba- tiba dua bayangan memasuki Arena..


Ya,, kang Damar dan bang Leo tampaknya sudah sampai di rumah pak Michael setelah di hubungi oleh Nadine.


"Maaf terlambat !" seru bang Leo yang segera mengambil dua orang lawan sekaligus.


Sedangkan kang Damar mengambil seorang lawan saja.


Kali ini pertarungan terjadi dalam empat lingkaran sekaligus.


Sungguh sial sekali pria-pria berjaket hitam ini yang bertemu bang Leo.


Mantan anggota pasukan khusus dan juga pembunuh bayaran yang sudah makan asam garam pertempuran ini benar-benar mempunyai cara bertarung yang ganas, brutal dan sadis !


Dua bilah kerambit ditangan kanan dan tangan kirinya bergerak sangat cepat laksana kilat membelah udara malam yang dingin di lereng gunung Ungaran ini.


Dalam beberapa gebrakan saja di tengah hujan sabetan pedang dan golok ! belati lengkungnya menyelinap dan langsung menancap di paha seorang lawan!


Dan begitu di cabut , darah mengalir dari luka menganga di paha pria berjaket hitam ini, dia langsung terjungkal tak mampu bangkit lagi.


Tidak cukup di situ, belati lengkungnya seakan-akan punya mata saja !

__ADS_1


Seorang lawan yang berada di belakangnya berniat membokong ketika Leo sedang mencabut belati lengkungnya yang menancap di paha sang lawan.


Belum sempat golok tajam membabat Leo dari belakang !


Mendadak belati satunya yang ada di tangan kiri Leo, bergerak secepat sambaran kilat mendahului menancap di dada sebelah kiri si penyerang !


"Arghh,,!!" teriak si penyerang dari belakang ! darah mancur dari luka di dada sebelah kirinya. Hanya beberapa centi di atas jantungnya.


Pria ini langsung mendekap dadanya,,


Untunglah, mereka-mereka ini menghadapi Leo ketika hati Leo dan tindak-tanduk Leo sudah agak "semeleh" sehingga kali ini Leo telah membatasi setiap gerakannya yang brutal dan ganas!


Setelah beberapa saat bergabung dan bergaul dengan para penghuni padepokan lainnya, hati Leo menjadi lembut dan tenang.


Nasehat- nasehat dari Mbah Hardjo yang bijak menjadi menu utama sehari-harinya.


Sementara dalam waktu yang hampir bersamaan kang Damar juga berhasil membekuk lawannya yang bersenjatakan pedang panjang dengan mudahnya.


Dan beberapa saat kemudian Adnan juga sudah dapat melukai salah seorang lawannya dengan sepasang belati lengkung pemberian bang Leo.


Pergerakan Adnan yang menggunakan aji "kidang kencono" membuat kedua lawannya merasa menghadapi setan saja.


Sehingga keduanya tidak dapat melihat dengan jelas pergerakan Adnan.


Tinggal seorang lawan lagi dari Adnan.


"Jika kamu menyerah, kami akan memperlakukanmu dengan baik tapi jika kamu terus melawan maka pasti kamu akan terluka atau bahkan mati!" gertak Adnan.


Akhirnya pria berjaket hitam tersebut memilih untuk menyerah saja.


Sementara di sudut lain, tampak mbah Hardjo sibuk merawat Bayu dengan mengalirkan tenaga batinnya.


Beberapa saat kemudian, wajah Bayu yang tadinya tampak pucat pasi berangsur-angsur memerah tanda mulai membaik.


***


Pertarungan antara Tirta Jayakusuma tampaknya mulai mendekati puncaknya.


Kali ini Tirta mulai meningkatkan landasan tenaganya , dia ingin melawan ajian Tapak geni melawan aji Tapak Geni pula.. Tenaga batin mulai di kerahkan mendekati puncak nya


Tiap gerakan Tirta dilambari dengan aji Bayu Bajra dan juga aji Lembu Sekilan.


Tiap terjangannya semakin nggegirisi,, ! lambat tapi pasti pemuda tampan ini mulai terdesak.


Tiap benturan tenaga, si pemuda tampan mulai tergetar mundur !

__ADS_1


Ajian Lembu sekilannya mulai tergempur oleh aji Tapak Geni yang di trapkan oleh Tirta Jayakusuma..


Tenaga Tirta Jayakusuma seakan-akan tidak ada habis-habisnya..


Setiap kali benturan tenaga terjadi, tenaga Tirta semakin bertambah kuat saja.


Hingga titik dimana tubuh Tirta semakin berwarna merah keemasan, maka aji Tapak Geni yang di kerahkan untuk menghantam pemuda tampan si pemimpin orang-orang berjaket hitam ini benar-benar tidak mampu di tahan oleh aji Lembu sekilan milik si pemuda tampan. Dan...


"Duarr,, !" sebuah benturan yang maha dahsyat antara dua aji Tapak Geni terjadi..


"Argh,,!!!" terdengar teriakan tertahan dari sang pemuda tampan yang terlontar oleh tenaga yang sangat dahsyat dari aji Tapak Geni yang di lepaskan oleh Tirta Jayakusuma.


Tampak tubuh pemuda tampan itu terlontar cukup jauh,


Ketika tubuh itu masih melayang di udara karena hajaran aji Tapak Geni yang luar biasa Dahsyat.


Mendadak berkelebat bayangan manusia menyambar dan menangkap tubuh pemuda itu.


Kemudian bayangan tersebut meletakkan tubuh pemuda itu di rerumputan di halaman rumah pak Michael...


"Eyang Pandu!?"" seru Tirta, Leo Adnan bersamaan. Mereka tampak terkejut ketika eyang Pandu ternyata yang menangkap tubuh pemuda tampan tersebut.


Tampak eyang Pandu memijit beberapa bagian tubuh si pemuda yang tampaknya mengalami luka dalam yang cukup parah akibat benturan dahsyat barusan.


Eyang Pandu tampak mengerahkan tenaga batinnya untuk meringankan luka dalam dari pemuda tersebut..


Beberapa saat berlalu.


Eyang Pandu segera berdiri dan berkata;..


"Maafkan eyang Angger Tirta ,, Dia ini adalah " Mahardika," cucu eyang mu ini," kata eyang Pandu..


Semua yang hadir di sana tampak terkejut. Tirta, Bayu, Andan dan lain-lain..


"Mahardika adalah cucu eyang yang paling berbakat, akan tetapi susah diatur dan semaunya sendiri," kata eyang Pandu.


Memang sejak kecil eyanglah yang mendidik nya secara langsung. Dan kebiasaan seorang kakek adalah memanjakannya!


Sampai disini terjawab sudah pertanyaan dalam hati Tirta Jayakusuma ! mengapa pemuda ini menguasai ajian Tapak Geni dan juga aji Lembu Sekilan.


"Eyang minta maaf pada kalian, terutama Angger Tirta, yang telah direpotkan oleh ulah cucuku ini, juga Angger Bayu yang di lukainya.. Tapi dia juga cukup mendapat pelajaran, karena selama ini dia sering membuat onar dan merasa tidak ada yang mampu menghentikannya," lanjut eyang Pandu.


Mahardika ini adalah cucu eyang pandu dari istri pertama nya. Dan dia adalah anak bungsu dari putra ke lima dari istri pertamanya itu.


Sejak kecil si Mahardika ini sudah dimanja oleh kedua orang tuanya dan juga eyang Pandu, sehingga ketika dewasa menjadi pemuda yang susah di atur dan cenderung berbuat kriminal.

__ADS_1


__ADS_2