Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Mr Budiman


__ADS_3

Mama nya Nadine sejak tadi hanya bisa diam, dia shock berat menyaksikan semua ini..


Nadine lah yang sejak tadi memeluk dan menenangkan sang Mama.


Beberapa saat kemudian Bayu Adnan dan Leo menyusul keatas. Mereka duduk di sebelah Tirta . sedang pak Michael, Nadia dan Mamanya duduk di sebelah pak Michael, sedangkan Tomy dan Joey duduk di sofa lainnya.


Bayu segera menceritakan hasil interogasi yang di lakukan oleh Leo.


"Abang leo memang luar biasa Ta!" kata Bayu.


"Hanya dengan beberapa patah kata saja mereka sudah gacor, tampaknya mereka benar-benar takut pada bang Leo,,!" tambah Bayu.


"Ternyata mereka adalah suruhan nya Mr Budiman!!


"Apa... !?? seru Tirta kaget .


"Mr Budiman yang menyuruh ki Suromenggolo dan kawan kawannya itu?" tanya Tirta.


"Benar, sepertinya demikianlah Ta..!"


Tirta merenung sejenak kemudian berkata;


"Apa hubungannya dengan konsorsium besar yang mengincar sahamnya pak Michael? Tirta melemparkan pertanyaan terbuka pada kawan- kawannya.


"Tampaknya konsorsium ini dikomandoi oleh orang yang bernama Mr Budiman ini!" Adnan mengemukakan pendapatnya.


"Bisa jadi!" jawab Tirta.


"Kemungkinan besar seperti itu mas Tirta", pak Michael juga setuju dengan analisis dari Adnan.


"Kalau Mr Budiman ada dibalik semua ini kita harus siap- siap menghadapi langkah berikut nya dari Mr Budiman itu," kata Adnan.


"Dari info yang kemarin, Mr Budiman ini seorang Bandar besar narkoba, juga terlibat dalam berbagai kejahatan, dan anak buahnya cukup banyak," lanjut Adnan.


"Mr Budiman ini adalah gengster besar yang bergerak di dunia hitam, segala kejahatan besar pasti di jalani, lalu apa untungnya ingin mengambil alih perusahaan perkebunan sawit yaa!?, Tanya Tirta.


"Jawabannya pasti adakah money laundering!" seru pak Michael keras,,


Ya sekarang dia mampu menggabung- gabung kan persoalan persoalan yang selama ini menjadi ganjalan di benaknya..


Tampaknya orang yang di sebut Mr Budiman ini ingin menjadikan perusahaan perkebunan dan pengolahan Sawit untuk di jadikan Money landry nya,, selain perusahaan sawit sendiri yang menguntungkan sehingga tidak terlalu di sorot oleh PPATK yang mengawasi pencucian uang.


"Oh ya pak Michael, bang Leo ini adalah teman kami," Tirta segera memperkenalkan Leo pada pak Michael.

__ADS_1


"Bang Leo ini kemarin saya minta berjaga-jaga agak jauh dari rumah ini !".


"Maaf saya tidak ijin pada pak Michael lebih dahulu" kata Tirta.


"Karena kalau ijin dulu pada pak Michael kemungkinan besar pasti tidak mengijinkan," kata Tirta sambil tersenyum.


"Iya Mas maaf, atas tindakan saya kemarin-kemarin karena kurang mempercayai dan meragukan kemampuan kalian," kata pak Michael penuh penyesalan.


"Dan tadi ketika ada penyerangan bang Leo ini saya minta untuk lansung kemari!" lanjut Tirta.


Pak Michael segera memandang pria di depannya ini, teringat betapa brutal nya dia dalam menghadapi lawan-lawanya seperti iblis yang turun ke bumi.. sungguh menakutkan sepak terjangnya.Untunglah pria yang menakutkan ini ada dipihaknya.


"Terimakasih sebesar-besarnya bang Leo," Pak Michael segera mengucapkan terima kasihnya pada Leo.


"Biasa saja pak Michael, saya kemari juga karena Mas Tirta ini, juga karena adik saya adalah sahabat Nadine putri pak Michael, jawab Leo.


Dalam pembicara selanjutnya Tirta menyarankan agar keluarga pak Michael untuk sementara berpindah dulu dari rumah itu.


Lebih baik mengungsi ke hotel yang mempunyai penjagaan ketat atau bisa juga pergi ke luar negri dulu sampai kondisi menjadi kondusif.


Tapi pak Michael menyatakan menolak ide ini , karena tampaknya kaki tangan Mr Budiman mampu menjangkau sampai keluar negeri, dan Leo pun menyatakan hal yang sama, karena dia beberapa kali mendapatkan job membunuh di Malaysia dan Hongkong.


"Aku akan merasa tenang kalau kalianlah yang menjaga kami, pak Michael menyatakan maksud hatinya pada Tirta dan Kawan kawannya..


"Tapi pak, sebenarnya kami berencana pulang dulu ke Semarang,, kuliah kami sudah Kami tinggalkan hampir dua minggu," jawab Tirta.


"Bagaimana kalao kalian pindah kuliah di jakarta saja, bisa masuk ke kampus tempat Nadine kuliah?" bujuk pak Michael pada Tirta Bayu dan Adnan.


Nadine yang mendengarkan ini menjadi bersemangat.


"Benar Ta, pindah saja kesini, sekalian bisa menjaga Nadine," seru Nadine bersemangat.


"Maaf pak Michael, Nadine, kami sudah cocok dengan tempat kami menuntut ilmu sekarang ini, mungkin kalau nanti kami ingin mengambil S2 ataupun magister, kami bisa pertimbangkan untuk kuliah disini," jawab Tirta.


" Lagian jarak Jakarta Semarang hanya satu jam perjalanan kalau naik pesawat," kata Tirta lagi.


"Aku akan memenuhi semua keinginan kalian!" kata pak Michael..berusaha membujuk.


"Kami membantu dengan ikhlas pak, tak ada sedikitpun keinginan dari kami untuk mendapatkan keuntungan!" jawab Tirta.


"Kami akan pergi ke Semarang dulu besok pagi dan akan segera kembali kemari," lanjut Tirta.


Pak Michael tampaknya agak keberatan dengan keputusannya Tirta, tapi dia tidak enak untuk memaksakan kehendak nya, karena Tirta sudah membantu keluarganya dengan bertaruh nyawa!

__ADS_1


"Bagaimana kalau untuk sementara keluarga pak Michael tinggal di hotel dulu, selain disana pengawasan cukup ketat juga dengan lokasi yang ramai akan mencegah para penjahat itu untuk turun tangan secara terang terangan ,," Leo mengemukakan pendapatnya..


Pak Michael berdiam diri sejenak memikirkan usulan dari Leo. Sesaat kemudian dia buka suara;


"Baiklah kami akan tinggal di hotel Hilton dulu tapi kami minta bang Leo untuk sementara menjadi pengawal keluarga kami."


Demikianlah di putuskan keluarga ini untuk sementara waktu akan berdiam di sebuah hotel mewah yang berada di Jakarta pusat.


Leo yang akan mengawal pak Michael dalam kegiatan nya sehari hari, bersama Jim, Gendon, juga Tiga orang anak buahnya yang lain.


Malam itu para pengawal yang baru datang segera membersihkan semuanya dari mengurus mayat sampai memmbersihkan rumah yang porak poranda akibat pertempuran seru malam ini.


juga menahan para penyerbu yang masih hidup untuk di mintai keterangan lebih lanjut.


Malam itu juga keluarga pak Michael langsung menuju ke sebuah Hotel mewah timur Jakarta pusat. Dua mobil segera keluar dari halaman rumah mewah tersebut.


Mobil pertama Mercedes Benz s 680 yang ditumpangi pak Michael dan Mamanya Nadine dengan driver bang Leo, sedangkan mobil kedua toyota alphard ditumpangi Tirta , Bayu Adnan Nadine serta kedua adik nya Tomy dan Joey.


Mereka menyusuri jalan-jalan yang lengang pada malam hari menuju sebuah Hotel mewah di Jakarta pusat.


**"


Sementara itu bertempat di suatu tempat entah dimana, tampaknya sebuah kamar mewah tampak seorang pria gemuk dan botak dengan ditemani dua orang wanita cantik dan sexy yang hanya memakai lingerie sexy sedang marah-marah sambil mendengarkan ponsel, tampaknya dia sedang marah-marah pada seseorang.


Ternyata dia adalah Mr Budiman. Dia sedang mendengarkan laporan dari anak buahnya yang malam ini di tugaskan menculik Michael.


Orang-orang terbaik nya sudah dikerahkan dan ternyata dia mendapatkan laporan kegagalan!


"Ternyata tiga anak muda itu lagi ! dan pengkhianat Leo!" serunya.


"Sekarang tampaknya aku harus lebih mengerahkan perhatianku pada tiga anak muda itu," batinnya,,


"Peter !" seru Mr Budiman memanggil seseorang dengan suara yang berat.


Seorang pria berbadan kekar dan berambut panjang di kuncir tergopoh gopoh memasuki kamar besar dimana Mr Budiman berada..


"Siapkan segera pasukan pembunuh . aku ingin secepatnya melenyapkan batu sandungan yang selalu mengganggu usahaku! juga panggil "tangan petir" dan "kaki kilat" dari Tiongkok kemari! Aku ingin meraka sudah sampai di Jakarta besok, seru Mr Budiman.


"Baik Mr Budiman" kata Peter, yang segera mengundurkan diri dari ruangan tersebut.


"Hmm kali ini ketiga pemuda itu harus mati!" geramnya.


Setelah itu dia segera sibuk bergumul dengan dua orang wanita sexy nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2