Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Devania


__ADS_3

"Siapa kalian yaa!?" tanya Bu Devania curiga dengan keberadaan. tiga pemuda ini ! yah terkesan sangat mencurigaan!


"Kami mahasiswa Bu Devania,,! kami mahasiswa ibu," jawab Adnan tergagap..


Walaupun terbiasa menghadapi lawan tangguh dan mempertaruhkan nyawanya untuk memberantas kejahatan, akan tetapi menghadapi dosennya yang terkenal disiplin dan killer ini tetap saja mereka grogi berat!


"Maaf ya, ibu tidak tidak pernah menerima mahasiswa ke rumah ibu! urusan kuliah kita bicarakan di kampus ! bukan di rumah ini! jawab Bu dosen cantik ini ketus!


"Maaf,,, maaf Bu! tapi ini penting bagi kami ! tolonglah Bu Devania,, kali ini Tirta yang menghiba minta belas kasihan pada sang ibu dosen cantik ini..


"Sekali tidak ya tidak, ! seru Bu dosen cantik ini lagi..


Silakan kalian keluar dari sini,,! usir sang dosen ini.


Memang dosen ini di kalangan mahasiswa memang terkenal killer dan judes nya minta ampun!


Dan Dengan gerakan gontai mereka bertiga berjalan keluar dari halaman rumah sang dosen judes tersebut..


Mereka tidak menyangka mengalami pengusiran sadis seperti ini.


Baru kali ini mendapat pengalaman di usir seperti anjing budug !


Dan memang selalu saja ada dosen dosen seperti bu Devania ini.


Mereka selalu memposisikan diri sangat tinggi sekali, dan sengaja membuat jarak yang lebar, sehingga kadang kala mahasiswa menjadi putus asa dalam menghadapi dosen seperti ini!


dan bahkan terpaksa harus meninggalkan bangku kuliah oleh dosen dosen yang seperti ini,, walau pun hal seperti ini jarang terjadi tapi memang nyata adanya.


Akan tetapi juga tidak bisa di jadikan patokan seperti ini, karena banyak sekali pendidik yang sangat dekat dengan anak didiknya dan selalu ada buat anak anak didiknya.


Jadi seorang pendidik memang harus ekstra sabar dan legowo membantu anak anak didiknya yang sedang mengalami masalah!


"Sudahlah, ayo kita pulang saja, kita coba lagi besok di kampus, semoga Bu Devania bisa berubah jadi merpati jinak! " kata Tirta menghibur diri dan kedua sohibnya ini..


"hmm, menjengkelkan sekali! seru Bayu. Sambil bersungut-sungut.


Mereka kembali ke mobil sambil membawa kembali oleh oleh dari toko roti virgin yang mereka siapkan sebelumya .


Dalam perjalanan pulang, dengan masih ngedumel Bayu melampiaskan dengan menyikat roti roti, Itu,,


" Eh Bay, jangan di sikat habis dong,, seru Adnan yang sedang memegang setir mobil.


" Hih, gemes aku,,, Hmm,, nyam, nyam,, habis kau Bu dosen Devania,, ! nyam,,, nyamm,,,?"


Lah, jengkel ya jengkel, tapi jangan di habisin semua dong rotinya!" seru Adnan lagi.


Ketika roti tinggal beberapa buah saja, barulah rasa jengkel Bayu agak sedikit berkurang.


Sehingga kali ini gantian Adnan yang menggerutu panjang dan pendek.


Tirta jaya Kusuma hanya bisa tersenyum menyaksikan kedua sahabatnya ini.


***


Keesokan harinya mereka bertiga terlihat sudah berdiri di depan ruang dosen.


Adnan melongok-longokkan kan kepalanya di jendela kaca untuk melihat apakah Bu Devania si dosen galak ini sudah masuk ke ruang dosen!


"Belum datang tampaknya Bu Devania!" Kata Adnan.


"Ya sudah kita tunggu saja." kata Tirta.


Mereka bertiga kemudian duduk-duduk di bawah sebuah pohon Angsana besar dan berdaun lebat yang ada di depan kantor para dosen.

__ADS_1


Mereka kemudian duduk sambil matanya mengawasi ke arah pintu masuk ruang dosen.


Setengah jam,.satu jam dua jam!


"Huh, ini dosen kemana dulu ya!" kata Bayu pada dua kawannya ini.


"mungkin belanja ke pasar dulu Bay!" sahut Adnan.


"Kali juga Ad?" jawab Bayu.


Mereka bertiga tampak mulai jenuh! banyak sekali anak-anak mahasiswa yang masih mengurus ini dan itu! seperti menunggu Yudisium atau juga mengurus kartu rencana studi atau juga sedang dalam bimbingan skripsi.


"kalau satu jam gak juga nongol itu dosen judes, kita pulang saja!" kata Bayu yang mulai tidak sabar!


"Iya,, iya kita tunggu sebentar lagi saja !" kata Tirta berusaha menenangkan si Bayu ini.


Dan beruntunglah sebelum mereka bertiga beranjak dari bawah pohon Angsana rindang tempat mereka menunggu, terlihat sesosok wanita berwajah dingin dan angkuh dengan sepatu hak tinggi nya berjalan dari arah parkiran kampus menuju ruangan dosen.


Ya , sosok wanita angkuh dan judes ini adalah Bu Devania.


Tanpa melihat sekeliling nya, Bu dosen ini langsung memasuki ruangan dosen. Padahal si ibu dosen judes ini tadi juga melewati tempat di mana Tirta, Bayu dan Adnan menunggu di bawah pohon Angsana!


"Ayo kita menghadap Bu Devania bersama-sama saja!" kata Adnan!


Dengan bertiga mereka merasa grogi yang dirasa sedikit berkurang..


Dengan langkah agak kurang percaya diri mereka melangkahkan kaki menuju ruangan dosen ini..


Meja Bu dosen Devania ini terletak di sudut paling belakang dari beberapa meja dan kursi yang ada di ruangan dosen tersebut!


Tirta, Bayu dan Adnan tampak berdiri di depan meja Bu Devania.


Tampak Bu Devania sedang memeriksa tumpukan kertas kertas yang ada di depannya!


"Selamat siang Bu! " sapa ketiga pemuda tersebut.


Maaf Bu Devania, kami ingin berkonsultasi sebentar tentang nilai kami yang tidak keluar Bu ! sahut Tirta Jayakusuma.


Oh,, ..... kalian sudah tahu permasalahan nya kan! jawab Bu Devania ketus!


"Iya Bu , kami tau kesalahan kami! " jawab Adnan..


Kalau sudah tau kenapa kalian kesini?..


"Mungkin Bu Dewania punya kebijakan lain buat kami Bu, supaya nilai kami bisa keluar?! kata Tirta .


Tampak Bu Devania mengangkat wajah dinginnya .dan mandangi ketiga mahasiswa nya ini..


Saya masih sibuk!....


"Datanglah lagi nanti sore jam lima.. !" lanjut. Bu Devania masih dengan suara judesnya!


Tirta, Bayu dan Adnan hanya bisa mengiakan saja keputusan Bu Dosen satu ini!


Tirta, Bayu dan Adnan segera melangkahkan kaki nya keluar ruangan..


Nunggu lagi nunggu lagi,,,! seru Bayu jengkel..


Dia merasa Bu dosen ini sengaja mempermainkan mereka bertiga.


Sudah lah Bay, yang penting kita sudah berusaha! berhasil atau tidaknya kita pasrahkan pada Tuhan saja! hibur Tirta pada Bayu yang memang diantara mereka bertiga Bayu lah yang paling tidak sabaran!


"Ayo kita keliling keliling saja giman!?" usul Adnan!

__ADS_1


"Keliling kemana Ad? tanya Tirta


Gimana kalau kita mancing saja! seru Bayu!


"Huh, siang siang begini mancing?


ikannya pada ngumpet kepanasan lah!." seru Adnan..


Maksud aku tuh kita mancing cewek lah seru Bayu sambil tersenyum..


"Heh, kamu lupa kalo kamu dah punya istri!


"Sudah sudah,,, kita ke rumah nya Dinda aja gimana ?" usul Bayu!


Belum juga Tirta dan Adnan menyetujuinya, Bayu sudah menghubungi Dinda,,,


Bayu tampak berbicara beberapa saat dengan gembira.


"Dah! aku dah ngomong sama Dinda kalau kita mau kerumahnya sekarang!" kata Bayu.


"Kamu bilang apa sama Dinda Bay? tanya Tirta!


"Aku bilang kalau kamu kangen sama masakan Dinda jadi Kita mau kerumahnya sekarang !" jawab Bayu tersenyum Bahagia!


"Hmm, dasar gila kau Bay,!" seru Tirta...


"Pasti di kiranya aku kelaparan Bay, padahal ujung ujungnya kamu yang habisin semua makanannya!


Setelah bersepakat akhirnya mereka menuju rumah Dinda yang jaraknya hanya sekitar dua puluh menitan dari kampus mereka.


Setelah sampai di rumah Dinda, tampak Dinda sudah menunggu di teras rumahnya!


Dinda tampak cantik dengan dandanan sederhana dengan hanya mengenakan celana selutut dan kaus putih sederhana tapi cukup untuk memperlihatkan tubuhnya yang indah!


"Ayo masuk saja! " ajak Dinda..


Tirta , Bayu dan Adnan memang sudah sangat terbiasa berkunjung ke rumah besar ini...


Setelah melewati ruang tamu, kemudian mereka di ajak menuju ruang santai yang ada di sebelah kolam renang.


Dan ternyata Dinda sudah mempersiapkan makanan di sana!


"Wah ada Eek goreng nih! seru Bayu.


Bayu uuu, ,,, jangan jorok gitu ah!" seru Adnan.!


Hi, hi, hi,, biar kalian tidak doyan!" seru Bayu riang.


"Ada banyak kok Ta, Adan ! gak akan habis di makan Bayu! " kata Dinda.


Mereka segera duduk mengelilingi meja makan sambil menghadap kearah kolam di luar.. karena pembatas ruangan dengan kolam terbuat dari kaca bening..


"Sebenarnya kalian dari mana sih, kok sampai kelaparan?" tanya Dinda..


" Tuh Bay, kamu yang cerita sama Dinda Sono! kamu kan yang ngajakin kita kemari!" kata Adnan.


Bayu kemudian menceritakan tentang hal ihwal mereka sampai menunggu Bu dosen Devania....


"Memang Bu Devania ini seorang dosen judes dan susah di hadapi! " kata Dinda..


"Maaf Kami tidak berani meng absen kan kalian! " kata Dinda.


"Karena ya ...Bu Devania Memang Dosen yang sangat disiplin !"

__ADS_1


"Pernah suatu kali ada seorang mahasiswa yang ketahuan meng absenkan rekannya dan ketahuan oleh Bu Devania,,, langsung deh , mahasiswa itu di usir keluar dari ruangan kuliah" lanjut Dinda lagi.


Mereka bertiga mendengar keterangan tentang Bu Devania dari Dinda sambil menikmat makanan yang memang sudah di sediakan oleh Dinda.


__ADS_2