Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
akhir dari markas cabang Cakar Iblis


__ADS_3

Bayu yang juga mendengar suara letusan senjata api segera saja mengerahkan tenaga gajahnya ke kaki dan


"Blaannng......!"


Terdengar suara sangat keras melebihi suara pistol ketika sebuah tendangan Bayu yang bekekuatan seperti gajah sudah membuat pintu gerbang markas Cakar Iblis yang besar itu seketika ambruk ke dalam !


Terbukalah markas Cakar Iblis ini lebar-lebar!


Serentak Irman Tomy dan si Kumbang segera melompat turun dari atas tembok dan langsung menyergap ke arah para anggota cakar iblis yang sudah menunggu di halaman markas!


Irman yang berhati lemah lembut tampak ragu untuk menyerang orang-orang yang ada di hadapannya!


Berbeda dengan Tomy yang dengan sigap sudah menerjang orang-orang Cakar iblis!


Demikian pula dengan si kumbang !


Auman nya memecahkan kesunyian malam dan menggetarkan jantung orang- orang Cakar Iblis di markas ini.


Sebenarnya Irman memang sudah menguasai ilmu- ilmu warisan dari eyang Wasis Jayakusuma, tetapi dia masih takut untuk menyakiti orang lain!


Hatinya yang lemah lembut selalu menolak untuk membuat orang lain terluka!


Kali ini pun dia bergerak dengan cepat dan tangkas! aji Tameng Waja dan lembu sekilan sudah di keluarkan!


Akan tetapi dua ajian ini hanya ditujukan untuk melindungi dirinya sendiri dari mara bahaya!


Beberapa kali peluru dari pistol-pistol dari anggota Cakar Iblis mengarah pada dirinya dan Tomy!


Dan Irman selalu berada di depan Tomy untuk melindungi sahabatnya ini..


Untuk diketahui ajian lembu Sekilan, Tapak Geni dan juga aji Tameng Waja adalah ajian yang tidak diwariskan pada selain keturunan eyang Wasis Jaya Kusuma!


Irman hanya bergerak menampar kesana kemari saja, dan itupun sudah membuat orang- orang Cakar Iblis sudah berjatuhan dan tumbang oleh tamparan Irman ..


Tapi akan tidak beruntunglah orang-orang cakar iblis jika mereka bertemu dengan si kumbang yang ganas, karena cakar nya yang sangat tajam dan juga gigitannya yang mampu meremukkan tulang lengan !


Teriakan kesakitan segera bergema di mana-mana ketika tamparan Irman dan juga gigitan dari si kumbang telah menyebabkan orang-orang Cakar Iblis menjadi korban gigitan, cakaran maupun tamparan Irman yang di lakukan secara asal-asalan saja tapi menyebabkan banyak orang terpelanting dengan wajah memar ataupun tulang patah.


Sementara para anggota cakar Iblis yg bertemu Tomy juga mendapat hajaran jauh lebih keras lagi karena selain kuat, Tomi juga tidak pernah ragu dalam setiap tindakannya .


Tubuh Tomy yang tinggi besar menjadi menjadi jaminan akan kuatnya tenaga yang tersembunyi dalam dirinya


Sebentar saja banyak lawan Tomy yang jatuh pingsan atau terluka berat akibat pukulan dan tendangan Tomy yang bagikan martil saja.


Di sudut halaman yang lain, begitu Bayu masuk dari pintu gerbang utama yang telah tubuh! Beberapa anggota Cakar Iblis langsung menyerang Bayu secara bersamaan !dan sebagian yang lain juga menyerang anggota kelompok Bayu yang mengikuti Bayu!.


Akan tetapi kali ini yang di hadapi adalah seorang Bayu!


Pemuda besar dan lebar layaknya anak gajah! .


Sekali Bayu menggambar maka dua orang yang berusaha menahan gamparannya kontan terpental tak kuat menahan tenaga yang luar biasa dari Bayu ini .


Selanjutnya Bayu melangkah dengan gagah dan perut besarnya tampak seperti di pamerkan!


Beberapa orang yang menghalangi langkah Bayu di sibakkannya dengan mudah.


Bahkan pukulan dan tendangan yang mengarah pada perut yang sebesar gentong itu di biarkannya saja!


Tujuan Bayu Ini hanya satu! ingin segera bertarung dengan Patrik yang berdiri di belakang anak buahnya yang sedang menghadang langkah Bayu!


Sesaat Bayu segera berhadapan dengan Patrik! si penguasa Cakar Iblis di Jakarta Pusat ini.


"Kita bertemu Lagi Patrik!" seru Bayu sambil tersenyum lebar...


Dengan merentangkan kedua tangannya seakan akan seperti dua sahabat yang lama tidak berjumpa...

__ADS_1


Tapi tampaknya sambutan Patrik tidak seperti yang di harapkan !


Tangannya yang menggenggam Cakar Emas yang merupakan simbol kekuasaan dari Cakar Iblis sudah mengayun deras kesehatan ke arah perut Bayu yang segede gentong, sambil berseru ..


"Bocah edan! kau bukan kekasihku!" seru Patrik..


Bayu tampak dengan ringan nya mengayunkan lengannya menepis cakar emas milik Patrik !


"Dess,, !" benturan pertama membuat Patrik hampir terjungkal karena tepisan Bayu yang di lakukan sambil lalu saja ternyata mengandung tenaga yang tidak kira-kira kuatnya!.


Patrik segera menyadari bahwa pemuda ini walaupun terlihat dari fisiknya yang besar dan gendut yang seakan akan tak punya otot tenyata menyimpan tenaga yang kuat luar biasa!


Patrik mulai waspada pada pemuda di depannya ini.


Setelah benturan pertama ini, Patrik mulai menyerang dengan kekuatan penuh! Tubuhnya yang tinggi besar dan berotot menjadikan kekuatannya juga kuat .


Patrik adalah petarung yang mempunyai kekuatan di tinjunya! Dia mampu memukul kepala seekor babi hingga langsung mati! pukulannya ini dinamakan. Tinju Maut!


Sejak kekalahannya dari Tirta Jaya Kusuma di lereng gunung Ungaran beberapa saat yang lalu, Patrik berlatih siang malam mengasah tinju Mautnya ini.


Dan sekarang dia mendapatkan kesempatan mengeluarkan tinju Mautnya melawan Bayu yang juga mempunyai kekuatan layaknya seekor Gajah!


Dan sekarang tiba kesempatan mencoba tinjunya Mautnya!


Setelah gagal di serangan pembuka , kali ini Patrik telah mengerahkan tinju Mautnya!


Selain kuat, kecepatan tinju dari Patrik ini sangatlah cepat!


Seakan akan tinju dari Patrik berubah menjadi puluhan tinju yang menyerang kearah Bayu!


Melihat ini Bayu tidak berani langsung menangkis tinju dari Patrik..


Bayu lebih dulu melangkah mundur untuk menghindari serangan tinju Patrik!


Dan tinju Patrik ternyata terus memburu tubuh Bayu!


Blarr...!"


Blarr...!"


Blarr ...!"


Beberapa kali benturan terjadi antara Bayu Bajra dengan tinju Mautnya Patrik.


Inisiatif penyerangan tampak lebih banyak dari Patrik!


Makin lama serangan dari Patrik semakin cepat dan kuat!


Selama ini Patrik sudah merasa kemampuan nya dalam penguasaan tinju Maut sudah meningkat dengan pesat akan tetapi ternyata kali ini tinjunya ini masih dapat di imbangi pemuda gendut yang dihadapinya ini!


Pemuda gendut yang terlihat lamban tapi ternyata menyimpan kekuatan yang luar biasa!


Patrik tidak tahu bahwa tiap hari di padepokan lereng gunung Ungaran ini selalu melakukan latihan keras dengan naik dan turun gunung Ungaran yang di lakukan hampir tiap hari!..


Dan ini yang membuat para penghuni padepokan ini meningkat pesat ilmu Kanuragan nya.


Kembali serangan bagai badai mengarah pada Bayu!


Benturan benturan keras kembali terjadi...


"Blarr...!"


"Blarr..!"


Makin lama benturan antara tinju Maut nya Patrik dengan aji Bayu Bajra semakin keras!

__ADS_1


Duel dua kekuatan raksasa ini benar benar menggetarkan bagi siapapun yang menyaksikan.


Tampaknya Patrik benar benar mulai kehilangan kepercayaan dirinya ketika berkali kali tinju mautnya terhadang oleh Bayu Bajra!


Seakan akan tinjunya ini tenggelam dalam Medan energi yang dalam yang tidak bisa di ukur kedalaman nya!


Patrik mulai putus asa ketika lambat laun tenaganya mulai terkuras sedangkan sang lawan dengan senyuman mengembang lebar tampak masih Trengginas gerakkannya!


Hingga dalam suatu kesempatan Bayu menawarkan pada Patrik untuk menyerah saja...


"Aku menawarkan mu untuk menyerah saja Patrik! percuma saja perlawanan mu! lihatlah itu anak buahmu! Semakin lama di lanjutkan maka korban di pihak mu akan semakin banyak! kata Bayu..


"Aku berjanji akan memperlakukan Kalian dengan baik ! aku tidak akan menyakiti kalian jika kalian menyerah!" lanjut Bayu.


Aku tidak ingin sombong, tapi kenyataannya kamu tidak bisa berbuat apa apa terhadapku!


Aku belum mengerahkan semua kekuatanku ! kata Bayu lagi.


Tampaknya Patrik memikirkan apa yang telah dikatakan oleh Bayu!


Dia menyadari bahwa markas ini tidak bisa lagi di pertahankan!


Akhirnya dengan berat hati dan dengan pertimbangan matang, akhirnya Patrik menerima tawaran Bayu untuk memyerah sehingga bisa mengurangi korban!


***


Demikianlah ketika malam yang panjang itu, seluruh cabang Cakar Iblis di seluruh Cabang di sekitar Jakarta, Bogor , Depok, Tangerang dan Bekasi sudah jatuh ke tangan Tirta Jayakusuma dan kawan-kawan..


Dan berita gugurnya Ludiro dan beberapa anggota mereka sudah sampai ke seluruh anggota dari padepokan Lereng Gunung Ungaran ..


Tirta Jaskusuma sangat bersedih mendengar gugurnya Ludiro!


Dirinya merasa bersalah karena dialah yang mengajak mereka semua memerangi kejahatan dari kelompok Cakar Iblis ini.


***


Semetara itu Jatuhnya markas cabang Cakar iblis di Jakarta dan sekitarnya sudah sampai di telinga Sang Big Bos yang ketika itu sedang berada di rumah kakak seperguruannya, setelah usai mengantar Windu Widagdo berguru pada Kyai Bogorame di tengah -tengah Alas Purwo!


Alngkah Marahnya Sang Big Bos ini, ketika di sini hari ponselnya berdering dan Jeni si Asisten pribadinya telah menghubungi dan memberitakan akan jatuh nya markas markas cabang mereka di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan serta Bogor!


Dan semakin marah dan sedih nya si big Bos ini, begitu mendengar tentang tewasnya tiga tetua Cakar Iblis yang sekaligus kakak kakak seperguruan nya!


Yakni Tetua Sangga Buana, tetua Sangga Bumi dan tetua Sangga Langit yang telah berjuang mendirikan organisasi Cakar Iblis bersamanya!


"Jeni, siapkan tiket pesawat untuk tiga orang besok siang ! " kata sang Big Bos pada Jeni dan kemudian menutup ponselnya.


Keesokan paginya , sang Big Bos Cakar Iblis atau Manggolo Yudho ini sudah berangkat menuju kota Banyuwangi bersama kakak seperguruannya yaitu Ki Lodaya!


Sebelum ke kota Banyuwangi, ternyata mereka terlebih dahulu menuju ke sebuah desa yang terletak beberapa kilometer dari rumah ki Lodaya..


Ternyata big Bos ini menuju ke rumah adik seperguruan nya yang bernama Semut Ireng!


Seorang pria seusia dengan Sang big Bos Cakar Iblis!


Sebelumnya memang Ki Lodaya sudah menghubungi Semut Ireng ini sehingga ketika mereka sampai di rumah yang juga sangat besar dan mewah seperti halnya rumah Ki Lodaya!


Tanpa banyak membuang Waktu ketiga orang ini segera berangkat ke kota Banyuwangi untuk segera terbang ke Ibukota .


***


Sore itu Manggolo Yudo sudah memanggil semua anak buah pentingnya !


Telah hadir di markas besar di daerah Kemang itu, sang asisten pribadi Jeni, Ujang, Julius serta beberapa pimpinan yang lain!


Kini sang big Bos merasa betapa sepinya markas nya ini setelah semua cabangnya harus takluk di tangan anak-anak muda yang di pimpin oleh Tirta Jayakusuma .

__ADS_1


Sementara sejak tadi, Ki Lodaya tak henti hentinya memandang Jeni, si asisten pribadi sang big Bos yang memang terlihat segar dan sexy yang bisa membuat para lelaki melotot matanya melihat body goal dari Jeni ini...


__ADS_2