Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
gerakan Mr Budiman


__ADS_3

Sementara itu di markas Mr Budiman.


Tampak Mr Budiman sedang berbicara dengan Peter.


"Bagaimana persiapan pertandingan bela dirinya Peter,?" tanya si Bos.


"Sudah siap Bos, sudah kita undang secara rahasia jagoan, penjahat, pembunuh dan semua yang bergelut di dunia hitam juga dunia bawah tanah ! semua sudah kita hubungi , juga praktisi-praktisi beladiri di seluruh negeri ini dan negeri-negeri tetangga." kata Peter .


"Kapan kira- kira dimulai Peter?" tanya si Bos lagi.


"Minggu depan sudah bisa kita mulai Bos. dan dalam minggu ini akan kita seleksi dulu orang-orang yang akan ikut pertandingan ini, biar kita dapat orang-orang yang bener-bener tangguh Bos." kata Peter.


"Bagus, peter.. lokasi untuk arenanya sendiri dimana ?" tanya si Bos lagi.


"Rencananya seleksi kita adakan di Jakarta, setelah lolos seleksi awal akan kita terbangkan ke salah satu markas kita yang ada di pulau kecil kepulauan Riau, itu untuk menjaga kerahasiaan acara ini Bos." Mr Budiman tampak mengangguk-angguk pertanda puas dengan kinerja Peter.


"Oh ya peter, aku tidak ingin para petarung ini nantinya ada yang mati, sebab selanjutnya nanti mereka kita manfaatkan sebagai petarung dan pasukan kita yang akan kita gunakan untuk menghadapi lawan-lawan kita!"


"Dan Jika ada yang menolak menjadi anggota kita, bunuh saja Peter!"


"Baik Bos!" jawab Peter.


Demikianlah, ternyata Mr Budiman sudah mempersiapkan acara pertandingan dunia bawah tanah dan mengundang para petarung petarung hebat dari seluruh negeri dan juga dari negara-negara terdekat.


***


Beberapa Hari kemudian.


"Ada empat puluh petarung yang lolos seleksi awal Bos. Mereka terdiri dari petarung dalam negeri dan luar negeri.


Tiga puluh dua petarung dari dalam negeri, sedang kan delapan dari negara tetangga.


Satu orang dari malaysia, Dua dari thailand, satu dari Vietnam, dari Tiongkok dua orang, dari Australia satu serta dari Philipina satu petarung," lapor Peter.


"Mereka akan segera kita terbangkan ke pulau milik kita di kepulauan Riau.." lanjut Peter.


"Bagus Peter,, nanti aku ingin menyaksikannya sendiri pertarungan itu ," kata Mr Budiman.


"Siapkan juga penjagaan yang ketat , aku tidak ingin, pertandingan ini bocor keluar, akan sangat berbahaya jika sampai ketahuan pihak luar," kata Mr Budiman.


***


Sementara di padepokan di lereng Gunung Ungaran terlihat kehidupan yang tenang dan tenteram.


kehidupan berjalan seperti biasa . latihan di Puncak ungaran sendiri tetap menjadi rutinitas tiap malam .


Leo semakin hari semakin akrab dengan kehidupan padepokan, Dia benar-benar mendapatkan ketenangan hidup di padepokan.


Dan seiring waktu mbah Hardjo menurunkan ilmu Batin pada Leo, sehingga sekarang ini kemampuan Leo semakin tinggi saja.

__ADS_1


Sebenarnya sebelumnya Leo di Jakarta hanya hidup sendirian. Istrinya sudah pergi meninggalkan dirinya bersama putri semata wayangnya.


Jadi dia tidak punya beban apapun ketika harus berlama lama di padepokan lereng gunung Ungaran ini.


Seperti pagi ini, tampak Leo sudah sibuk bersama kang Damar memanen beberapa tandan pisang yang terlihat sudah tua ditandai pisang yang berwarna hijau tua dan ada beberapa bagian yang mulai masak.


Leo juga membersihkan batang batang pohon pisang dari daun daun yang sudah kering.


Begitulah kehidupan Leo setiap harinya, hingga suatu saat terbersit dalam pikirannya untuk menetap saja di padepokan.


Seluruh penghuni padepokan menyambutnya dengan gembira atas keputusan Leo ini.


Dan sekarang Leo benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Sepasang belati yang biasa tersimpan di balik bajunya kini disimpan dan berganti dengan cangkul serta parang untuk menebas ranting juga pepohonan.


Akan tetapi tampaknya kehidupan yang tenang di padepokan lereng gunung Ungaran ini akan segera berubah, karena rencana dari Mr Budiman yang akan segera di laksanakan dalam waktu dekat.


Dan Sore itu ketika seperti biasa, para penghuni sedang berbincang bincang di teras padepokan dengan ditemani ubi rebus, jahe hangat dan rokok klobot khas buatan mbah Hardjo.


Leo mendapatkan telpon dari anak buahnya di jakarta yang mengabarkan akan gerakan dari Bandar narkoba besar yang tampaknya adalah Mr Budiman.


Kali ini bandar Narkoba ini mengundang para ahli bela diri seluruh Nusantara dan dari negara negara terdekat untuk mengikuti pertandingan yang diadakannya dengan hadiah yang cukup besar.


Mendengar ini Leo sangat terkejut.


"Benarkah yang kamu ceritakan ini Jim?" tanya Leo memastikan lagi.


"Ok Jim, terus pantau kalau ada perkembangan lebih lanjut,"


Leo kemudian membicarakan hal ini pada semua yang hadir.


"Tampaknya akan ada gerakan dari Mr Budiman lagi," kata Leo setelah dia selesai menceritakan info dari Jim pada segenap penghuni padepokan.


"Benar, Bang, tampaknya memang Mr Budiman akan bergerak." Adnan membenarkan pendapat Leo.


"Tinggal tujuannya apa mengadakan pertandingan seperti ini," kata Adnan lagi.


"Bisa saja Mr Budiman mengumpulkan jago-jago bela diri untuk balas dendam pada kita, atau hanya sekedar hobi dia melihat pertarungan bebas." lanjut Leo.


"Akan tetapi kelihatannya kali ini, aku cenderung melihat ada tujuan untuk membalas dendam pada kita," lanjut Leo mengemukakan analisanya.


Tirta dan lain- lain hanya mendengarkan dengan seksama pendapat Leo.


"Sebaiknya kita waspada bang Leo, kita harus memberitahukan hal ini kepada pak Michael.


Sebab pak Michael adalah target utama Mr Budiman waktu itu." kata Tirta.


"Sebaiknya memang Angger Tirta segera memperingatkan hal ini pada pak Michel," kata eyang Pandu.


"Baik eyang! nanti keluarga pak Michael akan Tirta peringatkan akan masalah ini.." kata Tirta.

__ADS_1


***


Malamnya Tirta melakukan panggilan Video call pada Nadine.


" Tirtaaa ,,,!!!" seru Nadine tampak kegirangan melihat Tirta menelponnya.


"Aku kangeeen banget !" seru Nadine dengan wajah terlihat sangat gembira..


Begitu melihat wajah Nadine yang cantik mempesona dengan bibir sensual, Tirta segera teringat bagaimana Nadine mengobrak-abrik pertahanan dirinya sebagai seorang pemuda, dan hampir saja terjatuh ke jurang....


"Akhir pekan ini kami mau ke Semarang, mau lihat kamu ! aku dah kangen berat..!" seru Nadine.


"Kami mau nganter Tomy, dia sudah enggak sabar belajar ilmu beladiri sama kamu Ta," seru Nadine..


Tirta yang mau bercerita tentang gerakan Mr Budiman jadi gak sempat karena Nadine terus saja ngomong tanpa celah buat di putus.


"Kamu besok Sabtu pagi jemput kami di bandara Ahmad Yani ya Ta," lanjut Nadine.


"Oh ya Tomy inginnya satu sekolahan sama adik kamu yang siapa itu Taa..!?"


"Irman?" jawab Tirta..


"Iya,,iya,,Irman !" seru Nadine..


"Sekalian besok kamu carikan rumah buat kami ya Ta.. !"


"Papa ingin kamu yang nyarikan!" lanjut Nadine lagi.


"Iya Nadine, besok sabtu akan aku jemput , kata Tirta..


"Sebenarnya Nadine, aku mau memberitahukan kamu juga papa kamu pak Michael, kalau Mr Budiman sedang melakukan gerakan yang mencurigakan." kata Tirta.


Selanjutnya Tirta menceritakan tentang apa yang di dengar olehnya dari bang Leo tadi.


"Baik ta, nanti aku akan bicara pada Papa," kata Nadine.


Nanti akan aku hubungi kamu lagi setelah aku bicara sama Papa , kata Nadine lagi.


Selanjutnya Tirta segera menutup panggilan Video Call nya walaupun tampaknya Nadine masih belum puas ngobrol dengan sang pemuda.


***


Di sebuah pulau terpencil di kepulauan Riau.


Empat puluh orang yang lolos seleksi sudah berada di pulau kecil markas Mr Budiman.


Di tengah-tengah kepulauan ini tampak sebuah bangunan yang cukup besar, juga halaman yang luas yang terlihat sebuah helikopter terparkir disana.


Sedangkan di sisi sebelah selatan terdapat beberapa speed boat dan juga kapal pesiar kecil tertambat di pinggir dermaga.

__ADS_1


__ADS_2