
Sejak hari dimana ada Bayu, Adnan juga Eyang Pandu, suasana padepokan jadi lebih ramai.
Bayu yang lucu dan suka bercanda membuat suasana padepokan berubah jadi seru.
Bayu sudah meminta ijin Mbah Hardjo untuk tinggal di padepokan, juga Adnan akhirnya mengikuti jejak Bayu untuk ikutan tinggal di padepokan juga. Tirta akhirnya meminta ijin sama Ibu untuk tinggal di padepokan juga. Tadinya sang Ibu tidak memberinya ijin, tapi setelah Tirta menceritakan pada Ibu dan Bapaknya, akhirnya kedua orangtuanya memberikan ijin.
Padepokan ini tidak terlalu besar tapi cukup untuk di tinggali beberapa orang sekaligus. Bilik juga hanya ada dua akan tetapi pendoponya cukup luas.
Sedangkan Eyang Pandu setelah mendapat pesan dari Kanjeng Adipati, juga sejak awal bermaksud tinggal di padepokan untuk ikut mendidik Tirta.
***
Hari itu di Kampus.
Tirta Bayu dan Adnan seperti biasa sedang di warung sebelah kampus bersama Dinda , Tia dan Nani.
Dinda merasa bahwa sejak Bayu dan Adnan menjadikan mereka menjadi susah untuk di ajak berkumpul.
"Sekarang kalian susah sekali di ajak kumpul dan bersama kita" kata Dinda.
"Kangen sama Tirta yaaa," goda Bayu. Biasa Bayu sukanya godain Dinda.
Dinda yang biasa digoda Bayu langsung menjawab;
"Gak ada yang salah kan! Tirta dan kalian juga sahabat aku!". balas Dinda.
"Jadi wajar dong aku kangen". Mendengar jawaban ini Bayu tekekeh ,
"Pinter ngeles ahh".
Sejak kejadian Dinda di tolong Tirta, Dinda sudah tidak malu-malu menunjukkan rasa sayang nya pada Tirta.
Ketika mereka sedang asyik ngobrol, tiba-tiba ada seorang mahasiswa yang berjalan kearah mereka, tanpa basa- basi dia langsung berkata;
"Kalian ditunggu bos Aldi di Dojo kami jam 8 malam nanti! Jika kalian tidak datang Bos Aldi akan membuat kalian menyesal." Begitu selesai berbicara tanpa menunggu reaksi dari Tirta dan kawan-kawannya, mahasiswa tersebut langsung nggeloyor pergi.
"Sampaikan pada Aldi kami akan datang!" seru Bayu.
"Sudah Bay jangan teriak begitu, Aku pasti akan kesana". Tirta memberikan kesanggupan.
"Kita akan ikut semua," kata Dinda.
Tia dan Nani segera mengiyakan.
***
Selepas Isya.
Tirta, Bayu, Adnan, Dinda, Tia dan Nani sudah bersiap-siap dari basecamp WanaHardi. Di sana ada Alex, Windu dan Jon juga beberapa senior. Para senior sepakat untuk mengiringi Tirta dan kawan-kawannya.
__ADS_1
Tepat jam delapan malam Tirta dan kawan-kawannya segera berjalan kaki menuju Dojo anak-anak karete yang letaknya hanya beberapa ratus meter saja dari Wanahardi.
Sesampainya di Dojo terlihat cukup ramai. Para anggota tampaknya dengan sengaja menunggu pertarungan kali ini.
Tirta Segera memasuki Dojo, terlihat Aldi berdiri dengan Gagahnya dengan pakaian karate bersabuk hitam dengan di kanan kirinya anggota-anggota terbaiknya.
Dan yang menarik perhatian adalah hadirnya seseorang yang sudah berumur pertengahan bertubuh tinggi besar dengan pakaian karate bersabuk hitam ber strip 3 dengan sorot mata tajam dan kelihatan sangat meremehkan Tirta dan kawan kawannya.
Aldi segera tersenyum sinis menyambut kehadiran Tirta dan kawan- kawannya.
"Ternyata kamu sangat gentle Ta, tidak kuduga kau akan berani berkunjung kesini.
Hari ini akan aku buat kamu babak belur dan berlutut minta ampun kepadaku!"
Mendengar omongan Aldi yang sombong ini Tirta hanya tersenyum saja kemudian membalas.
"Permasalahan kita sebenarnya adalah masalah yang tidak perlu di permasalahkan sampai sebesar ini Aldi. Bahkan hampir saja mencelakai orang- orang yang tidak bersalah. jawab Tirta.
Aku bersedia mengalah untukmu, jika kamu menginginkan Faiza, dekatilah dia dengan baik dan lembut.
"Tidak!" mendadak terdengar suara wanita Yang cukup keras dan tegas.
Semua orang yang hadir segera menoleh ke arah pintu masuk, dimana di sana sudah berdiri seorang gadis cantik dengan rambut panjang.
Ternyata dia Adalah Faiza.
Dia mengetahui kejadian ini dari rekan senior yang memberitahukan bahwa Tirta pada malam ini menerima tantangan dari Aldi.
"Kau sudah tau sendiri jawaban Faiza, kan. Jadi sebenarnya ini bukan masalahku?" Tirta menyahuti.
"Aku tidak perduli Tirta, hari ini Aku apa Kamu yang masih bisa berdiri di sini adalah pemilik Faiza!"
Aldi Tampaknya memang sudah tidak bisa di ajak kompromi.
Bayu yang sejak tadi sudah gatal dan ingin mencoba kemampuannya yang baru saja dipelajari di padepokan sudah panas saja hawanya.
Dia segera maju ke tengah tengah ruangan Dojo.
"Ayo hadapi aku dulu Aldi tengik!' Teriaknya sudah tidak sabar.
Aldi segera berseru!
"Heh anak Gajah, tidak perlu kamu melawanku! Frangky hajar anak Gajah ini." Aldi memberi perintah pada anggotanya yang bersabuk coklat untuk maju melawan Bayu.
Setelah Doni cedera, Frangky lah yang sekarang menjadi tangan kanan Aldi.
Franky segera melompat dan langsung menyerang dengan pukulan lurus (coki tsuki) .
Bayu yang memang gempal gendut dan besar apalagi di tambah gemblengan yang luar biasa di padepokan, sekarang ini berubah menjadi anak gajah yang cukup lincah dan kuat.
__ADS_1
Begitu di lihatnya pukulan Frangky yang mengarah wajahnya, dia tidak mengelak, tapi mengembangkan telapak tangannya untuk menangkis.
Begitu pukulan Coki Tsuki tertahan oleh telapak tangan yang besar, Frangky segera melanjutkan dengan pukulan Tate Tsuki (pukulan dari bawah keatas mengarah rahang) dengan tangan kirinya mengarah dagu Bayu.
Bayu segera saja menutup dagunya dengan tangan kanannya yang besar, sehingga pukulan Frangky masih belum berhasil mengenai sasaran.
Dalam bentrok ini, Bayu segera sadar Lawan memiliki kelebihan dalam hal pergerakannya yang lincah tapi tenaganya ringan saja.
Begitupun Frangky, dia menyadari dirinya kalah dalam hal tenaga dari Bayu.
Pertarungan segera berjalan kembali dengan seru. Bayu yang sekarang benar- benar berubah menjadi anak Gajah yang sedang marah. Gerakannya penuh tenaga dan mendebarkan.
Setiap dia memukul, Frangky harus susah payah menghindar atau menangkis dengan kedua tangannya.
Dan yang membuat Frangky tambah tertekan adalah ternyata gerakan Bayu sangat efisien dan cukup cepat, melebihi perkiraannya.
Dan dalam beberapa kali serangan yang di lakukan Frangky, Bayu dengan mudahnya mematah kannya. Dan beberapa kali pula pukulan-pukulannya sengaja di terima Bayu dengan perutnya yang sebesar gentong.
Pertarungan makin lama makin tidak seimbang. Bayu mulai bermain-main dengan lawannya.
Berbeda dengan Tirta yang menghargai lawan. Bayu bertarung langsung tanpa bertele-tele.
"Oh cuma segini saja kemampuan tangan kananmu Ya Aldi." Seru Bayu sambil tersenyum mengejek kepada Aldi.
"Kalo cuma segini saja tidak perlu Tirta yang menghancurkanmu! cukup aku saja bisa menghancurkan kau Aldi." Seru Bayu semakin menjadi.
Sambil bicara dia membiarkan Frangky yang menyerangnya tanpa di elakkan.
Bayu anaknya tinggi besar dan gendut, jadi pukulan Frangky hanya mampir di perutnya yang besar. Dia tidak merasakan pukulan Frangky.
Wajah Aldi merah membara mendengar ocehan Bayu.
Dia benar-benar kaget dengan kemampuan Bayu saat ini.
Semua penonton juga kaget dengan kekuatan Bayu yang luar biasa ini.
Dalam suatu kesempatan Bayu berhasil menagkap tangan dari Frangky, kemudian menariknya mendekati perutnya dan menekannya kearah perutnya dengan kedua lengannya.
Frangky sudah tidak mampu berbuat apa-apa dalam pelukan dua lengan yang kuat dan besar. Dia mulai tersengal-sengal karena kesulitan bernapas.
"Aku menyerah aku menyerah Bay, lepaskan aku, aku bisa mati!" teriak Frangky tersengal-sengal.
"Lepaskan dia Bay, Frangky sudah menyerah" seru Tirta.
Beberapa saat Bayu berdiam dengan masih menekan Frangky di perutnya.
"Cepat lepaskan dia Bay, bisa mati dia" Tirta mengulang seruannya.
Bayu segera sadar dan melepaskan Frangy dari dekapannya.
__ADS_1
Begitu dekapan di lepaskan, Frangky segera jatuh tergeletak, pingsan!