
***
Suatu ketika sekitar lima puluh tahun yang lalu..
Suatu saat Ranu muda dan Pradigdo muda sedang mengikuti pertemuan antar padukuhan di lereng Tengger ...
Singkat cerita mereka kemudian bertemu dengan seorang gadis manis yang bernama Wiratri..
Mereka berkenalan dan akhirnya bersahabat..
Ranu dan Pradigdo waktu itu adalah dua orang pemuda yang menonjol dan terkenal dari dukuh Srengseng dan Dukuh Wuni. Kedua- duanya adalah pemuda-pemuda gagah dan mumpuni dalam olah Kanuragan!
Hari hari dan bulan bulan berikutnya hubungan mereka menjadi bertambah erat.
Dalam hubungan dengan Wiratri selanjutnya, mulailah tumbuh benih-benih cinta dintara mereka bertiga!
Awalnya yang berani secara terang terangan menyatakan perasaannya adalah Pradigdo muda !
Akan tetapi tampaknya Wiratri masih bimbang untuk memilih Pradigdo!
Sebenarnya Ranu muda pun sangat tertarik pada Wiratri, akan tetapi Ranu muda segan untuk menunjukkan rasa tertariknya itu secara terang terangan! karena Pradigdo sejak pertama mengenal Wiratri , dia sudah mengatakan pada Ranu muda tentang rasa tertariknya itu pada Wiratri.
Ranu muda akhirnya memutuskan untuk menahan diri dan menyimpan erat erat perasaannya pada Wiratri.
Ranu muda hanya menunjukkan rasa tertarik lewat tatapan matanya yang lembut saja dan Wiratri pun merasakan akan hal yang sama yang dirasan oleh Ranu muda.
Ranu muda tidak ingin berebut dengan Pradigdo sahabatnya.
Dia sebisa mungkin menghindari tatapan mata Wiratri yang berharap padanya!
Dan pada suatu kesempatan Wiratri bersusah payah mendapatkan kesempatan untuk berbicara berdua dengan Ranu muda .
"Kang Ranu, katakan terus terang pada Ratri,,! kalau Kang Ranu mencintai Ratri! jangan biarkan Ratri menebak tanpa kepastian! " bisik Ratri penuh kesedihan!
"Kang Ranu tahu pasti, hati ini untuk siapa!! hanya untukmu kang!" kata Wiratri lirih..." air mata tampak mulai membasahi pipinya yang halus .
Ranu muda tampak memandang wajah manis gadis di depannya ini,,, gadis yang telah mengisi relung-relung hati Ranu muda.
Dia ingin memeluk gadis ini, ingin mengusap air matanya dan menghiburnya! tapi tidak ada keberanian dalam hatinya..
Hatinya menentang nya! dia tidak ingin menyakiti Pradigdo sahabatnya!
Dia tidak ingin melukai hati Pradigdo!
Tapi haruskah dia berkorban untuk sahabatnya? dengan mengorbankan kebahagiaan nya sendiri?!"
Ya dia harus berkorban untuk sahabat nya, Pradigdo!
"Aku tidak bisa Ratri!" jawab Ranu muda pelan,,, sangat pelan hampir hampir tidak terdengar oleh Ratri.
"Jangan menipu hatimu sendiri kang Ranu! jangan korbankan kebahagiaan mu demi orang lain!" kata Ratri.
Akan tetapi tampak Ranu masih tetap berdiam seribu bahasa!
__ADS_1
Dalam kediamannya itulah sebuah kalimat yang selamanya akan menyebabkan penderitaan bagi Ranu muda dan Wiratri..
"Terimalah Pradigdo demi aku Ratri!" kata Ranu muda pelan.
Wiratri terkejut dengan kata kata Ranu! tak di sangkanya Ranu lebih mementingkan persahabatan nya dengan Pradigdo di banding kebahagiaan nya sendiri!
Mereka berdua saling diam cukup lama! Hingga akhirnya Ratri berkata pelan...
"Baiklah kalau ini yang kang Ranu kehendaki! Aku akan menerima Kang Pradigdo!" kata Ratri tegas.
Ada sepercik rasa menyesal dalam diri Ranu muda, tapi segera di bantahnya sendiri!
"Ini demi kebahagiaan Pradigdo!" batin Ranu muda.
hatinya terasa sakit, sakit sekali,,, tapi semua sudah terlanjur di katakan pada Wiratri.
Setelah pembicaraan di malam itu, Ratri tampak menghilang dari kehidupan Ranu muda, hingga akhirnya Pradigdo memberitahu Ranu muda, bahwa dia akan segera menikah dengan Wiratri!
Mendengar berita ini, dunia. Ranu muda serasa gelap dan tak ada lagi tujuan hidup. Hampa! hampa semua.
Tapi semua sudah terlanjur! keputusan sudah di ambil. Tak mungkin untuk menariknya kembali.
Beberapa bulan kemudian mereka berdua menikah...
Pradigdo dan Wiratri.
***
Hari berganti hari,,, bulan berganti bulan,, dan tahun berganti tahun..
Ranu pun menengok mereka di dukuh Wuni.
Dalam kesempatan itu Pradigdo tampak sangat bahagia dengan kelahiran putra pertamanya itu! demikianpun dengan Wiratri!
"Ranu kapan kamu akan menikah menyusul kami !? " tanya Pradigdo dalam suatu kesempatan.
"Belum ada yang cocok Digdo!" jawab Ranu muda sambil tersenyum pada sahabatnya ini , senyum menyedihkan dan pahit!
***
Beberapa tahun kemudian , ketika Ranu muda sedang berada di pendopo rumahnya,, Tiba tiba datanglah Wiratri mengunjungi nya di padukuhan Srengseng bersama putranya yang baru saja bisa berjalan.
Wajah Ratri tampak sedih dan murung, penuh penderitaan.
Wiratri mulai bercerita tentang Pradigdo suaminya yang mulai berubah..!
Setelah kelahiran anak mereka, Pradigdo mulai berubah! Pradigdo sudah tidak seperti yang di kenal oleh Wiratri dulu!
Pradigdo mulai sering keluar rumah sampai berhari hari! kadang dia pulang dalam keadaan mabuk! dan parahnya dia pernah mengajak seorang wanita pulang kerumah nya dan di akui oleh Pradigdo sebagai istri mudanya!
Setelah menumpahkan segala keluh kesahnya akhirnya dengan diantar oleh Ranu muda, Wiratri kembali ke rumahnya di padukuhan Wuni.
Sesampai di rumahnya, Pradigdo tampaknya sedang di rumah dan dalam keadaan mabuk!
__ADS_1
"Hmm ,,, begitu sekarang kamu ya Ratri, berani Selingkuh di belakangku dengan Ranu! " kata Pradigdo muda.
"Aku tahu , dari dulu Ranu mencintaimu dan kamu juga mencintai dia kan!" seru Pradigdo!
"Kang Digdo! jangan mengalihkan permasalahan kita! " kata Wiratri.
"Lihatlah diri kakang sendiri! tiap hari pergi dan pulang pulang mabuk! dimana tanggung jawabmu kang!" seru Wiratri yang Tampaknya juga mulai tidak dapat mengendalikan dirinya!
Di depan Ranu muda, kedua nya bertengkar dengan hebat!
Ranu muda yang tidak kuat mendengar pertengkaran mereka kemudian secara diam-diam pergi meninggalkan mereka! karena pertengkaran suami isteri tidaklah baik di dengarkan oleh orang lain.
Beberapa bulan kemudian sejak kejadian pertengkaran hebat itu akhirnya Ranu mendengar kalau Wiratri telah jatuh sakit, sakit parah karena Wiratri sudah tidak punya keinginan untuk hidup!
Dan beberapa hari saja Wiratri sudah meninggal !
Dan sebelum meninggal dia telah menulis dan mengirimkan sepucuk surat yang dititipkan kepada pembantunya untuk di sampaikan kepada Ranu muda dengan pesan supaya di sampaikan kepada Ranu jika dia telah tiada!
Dan hari itu pembantu Wiratri telah datang untuk menyampaikan surat itu..
Ranu segera membuka lipatan surat itu.. tangannya tergetar hebat..
"Kang Ranu, jika kamu membaca surat ini berarti aku telah pergi dari dunia ini,
Dia dunia ini kita tidak bisa berjodoh, semoga kita bisa berjodoh dalam kehidupan yang lain.
Kang Ranu, aku sudah berusaha menerima kang Pradigdo sesuai permintaanmu dengan mengorbankan kebahagiaan kita,,
tapi hatiku yang terdalam tetap tidak dapat menerima kang Pradigdo sepenuhnya..
Hatiku masih tetap untukmu kang Ranu!
Aku bukanlah istri yang baik tapi aku tetap berusaha membahagiakan kang Pradigdo.
Dalam suatu pertengkaran aku telah kelepasan bicara dengan mengatakan semuanya pada kang Pradigdo tentang isi hatiku! ..
Maafkan aku kang Ranu...
Jagalah anakku dan jangan salahkan kang Pradigdo,,, semua kesalahan ada padaku."
Wiratri.
Demikianlah surat itu telah di baca Ranu muda,, Setitik air mata tampak menetes dari ujung matanya karena sedih ! ternyata keputusannya memberikan kesempatan Pradigdo untuk mendapatkan Wiratri adalah sebuah keputusan yang salah!
Keputusan yang memantik api dan membakar semuanya.. seperti menyimpan bara dalam sekam , yang menghanguskan semuanya..! dan inilah yang sekarang ini sedang terjadi..
Semuanya adalah kesalahannya yang membuat ini terjadi..
Wiratri telah meninggal karena hatinya yang sakit..
Akan tetapi permintaan dari Wiratri tidak menghendaki Ranu berbuat lebih !! Justru Ratri ingin Ranu ikut menjaga anaknya dan Pradigdo!
Sejak hari itu Ranu dan Pradigdo sudah tidak pernah bertemu lagi... Ranu hanya menemui dan menjaga anak Wiratri secara diam-diam.
__ADS_1
Dan beberapa tahun kemudian, Ranu di jodohkan dengan gadis pilihan orang tuanya! gadis yang baik dan lembut,,yang akhirnya secara perlahan lahan mampu mengobati hatinya!