Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Gandok baru


__ADS_3

Malam ini segenap penghuni padepokan berkumpul di pendopo.


Setelah berhasil menghancurkan kelompok cakar iblis di Semarang ini, tampak nya para penghuni padepokan mulai sadar akan berbahayanya organisasi ini, karena yang di Semarang ini hanyalah bagian kecil saja dari organisasi secara keseluruhan.


Leo menyatakan akan mengerahkan anak buahnya yang masih setia padanya untuk mencari informasi tentang organisasi cakar iblis ini di Jakarta karena dari Johan si anggota cakar iblis yang sekarang telah berada di padepokan Mbah Hardjo, katanya pusat organisasi ada di Jakarta.


Demikian pun dengan Tirta yang segera menghubungi pak Michael dan Nadine supaya lebih berhati-hati dan ikut melihat perkembangan dan situasi di Jakarta.


Sementara Adnan juga mengabarkan pada Mahardhika yang ada di Kota Surabaya untuk menyelidiki keberadaan kelompok cakar setan ini yang mungkin juga berkembang di kota Surabaya.


"Baik Adnan ! akan aku selidiki keberadaan kelompok ini di kota Surabaya ini!' janji Mahardhika!


Mahardhika ternyata sekarang ini membuat padepokan Watu Gunung di kota Surabaya dan membuka nya sebagai pusat persatuan perguruan silat se Jawa Timur Bali dan Madura.


***


Tanpa terasa satu Minggu telah berlalu!


Padepokan lereng gunung Ungaran beraktifitas seperti biasa, tiap malam berlatih. bersama di puncak Ungaran!


Dan para tawanan dari kelompok cakar setan ketika akan di lepaskan , mereka tidak berani kembali ke rumah atau tempat tinggal mereka!


Mereka sudah berkhianat pada kelompok cakar iblis! jika saja mereka sampai di temukan oleh orang-orang cakar iblis ini maka kematian lah yang akan menjadi hukuman nya! Dan bukan hanya Kematian yang di takutkan oleh mereka, akan tetapi siksaan sebelum ajal lah yang paling mengerikan.

__ADS_1


Tak segan mereka menyiksa di luar batas batas kemanusiaan! Siksaan yang sangat mengerikan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tak bermoral .


Johan dan dua anak buahnya serta Regas dengan lima anak buahnya segera bersumpah setia pada padepokan ini!


Sebenarnya bang Leo yang sangat berpengalaman Tidak begitu saja menerima mereka jadi penghuni padepokan ini,, bang Leo menyarankan agar para penghuni padepokan ini melihat dan mengawasi terlebih dulu. kesungguhan dari orang-orang ini?


Apakah sekedar cari selamat ataukah benar-benar bertaubat dari kesalahan mereka!


Karena ada nya mereka, maka pada pagi itu, segenap penghuni padepokan tampak bergotong royong mendirikan gandok/pondok sederhana tidak jauh dari pondokan yang di huni oleh Tirta , Bayu, Adnan dan lain lainnya yaitu di sebelah kanan padepokan.


Mereka mendirikan Gandok ini dengan model punggung , sehingga tidak memerlukan bahan yang rumit. cukup kayu, bambu, tali ijuk dan dengan atap dari daun ilalang kering!


Walaupun bahan bahan yang di gunakan sangat sederhana, akan tetapi begitu sudah berdiri ternyata membuat decak kagum dari seluruh penghuni padepokan ini?


Ya Gandok gandok baru ini terlihat sangat indah dan menarik walau pun terbuat dari bahan-bahan seadanya yang ada di sekitar padepokan!


Setelah seharian penuh bersama-sama mendirikan Gandok/pondok baru, mereka kemudian beristirahat dan berbincang-bincang dengan akrab.


Kerja bareng kayak gini memang menambah ke akraban dan menambah kedekatan dan semakin mencintai keberadaan padepokan yang mereka tempati ini.


Seperti biasa, rokok dan udud tingwe maupun klobot andalan mbah Hardjo selalu hadir menemani dan selalu saja Tirta yang mengompori para anggota baru bahwa udud ini adalah ritual wajib jika ingin tinggal di padepokan ini..


Bayu dan Adnan yang pernah jadi korban kejahilan nya Tirta pun ikutan mengipasi!

__ADS_1


" Ayo mas Regas, mas Johan dan semuanya,, ini udud klobot buat peresmian masuknya kalian di padepokan ini!" seru Bayu.


Tak ayal mereka berlomba menikmati udud buatan Mbah Hardjo ini, Udud klobot hand Made by Mbah Hardjo.


Beberapa kali Johan, Regas dan anak anak buah mereka terbatuk batuk! Kening mereka tampak berkerut..


Walaupun mereka rata-rata adalah ahli hisab, tapi merasakan udud klobot untuk pertama kalinya tetap saja mereka merasa aneh!


Jika saja ritual udud klobot ini bukan acara peresmian mereka masuk sebagai anggota baru padepokan , niscaya mereka tidak akan mau mencobanya!


"Uhg, ugh, ugh, Johan yang biasa menghisab rokok filter, merasa kan rasa yang aneh ?! dan juga bau yang menyengat hidungnya,,hampir hampir di pingsan karena baunya yang memusingkan kepala.


Ternyata, Johan salah mengambil udud klobot! Yang diambil ternyata udud yang ada menyan nya! hi, hi, hi,,,,....


Dan akibatnya seluruh ruangan tersiar bau kemenyan yang akan membuat pening kepala bagi orang-orang yang tidak terbiasa menghirup nya...


Bayu yang menyaksikan ini tertawa terbahak bahak sampai sampai air mata nya keluar dan perut sebesar gentong nya terguncang guncang...


Ha, ha, ha,,,,


He, he, he,,, Nikmatnya... mantap!?"...


Adnan, Tirta juga tersenyum senyum saja menyaksikan semua ini ...

__ADS_1


__ADS_2