
Kemunculan Bayu segera diikuti Adnan di belakangnya dan Terakhir Tira paling buncit.
Mereka berjalan menuju samping kolam renang dimana Dinda, Tia dan Nani berada.
"Kalian ini ada acara nikahan apa ya, kok serasa heboh begini," seru Bayu yang langsung saja tangannya comot sana comot sini mengmbil makanan -makanan yang enak-enak yang telah di sediakan disitu.
"Iya, ini acara nikahannya putri tidur nih" jawab Tia sambil melirik Dinda.
"Tapi sayangnya sang pangeran nya dateng terlambat, jadi batal deh acara nikahannya," terang Tia bercanda!
"Eh bener ini acara nikahan! kok gak ada tamunya,," kali ini Bayu bertanya pada Tia dengan agak serius.
"Apa kalian bener-bener tidak tahu hari ini acara apa ?" Tia balik bertanya.
"Suwer! kami tidak tau, ya kan Ta! ya kan Adnan!?"
Keduanya menggelengkan kepala tanda ketidak tahuan mereka.
"Tuh kan kami tidak tahu" jawab Bayu.
"Kalian ini bener-bener yaa, sahabat-sahabat bloon, tanya kek! atau gimana biar tahu." Balas Tia.
"Sudah-sudah , memang Dinda sengaja tidak memberi tahu mereka kok Tia, nanti malah merepotkan Tirta," Dinda menegahi mereka.
"Kalian tuh sudah ditunggu sejak Subuh tau!" kata Nani yang sejak tadi diam saja.
"Iya maafkan kami ya Dinda" kali ini Tirta yang berbicara.
"Kami sebenarnya berangkat agak pagi, tapi di jalan tadi, di daerah perbatasan Ungaran sama Semarang, terjadi kecelakaan beruntun, tepatnya di turunan Pudak Payung, banyak orang yang menjadi korban, jadi kami berhenti dan ikut menolong orang-orang yang terjepit di dalam mobil," Tirta menjelaskan pada mereka bertiga alasan dirinya serta Bayu dan Adnan terlambat hadir kali ini.
"Ihh ngeri banget,, berapa korbannya Ta, tanya Dinda.
"Tidak tahu Din, tapi kelihatannya cukup banyak," ada juga beberapa yang meninggal. Tirta menjelaskan lebih terperinci.
"Ya sudah ah, jangan membahas itu, ngerii?" Tia menyela.
"Sebenarnya hari ini ulang tahunnya Dinda! tuh lihat, Dinda udah dandan cantik sekali kan, sudah kayak putri tidur, Tia akhirnya memberitahukannya.
"Dan itu ada kue ulang tahunnya!" Tia kembali menunjuk satu meja yang memang terlihat kue ulang tahun yang sangat indah tapi tidak terlalu besar.
__ADS_1
Tirta Bayu dan Adnan segera menyadari bahwa hari ini benar-benar adalah acara ulang tahunnya Dinda.
"Ya sudah, ayo kita potong saja kuenya, aku dah gak sabar makan nih!" seru Bayu sambil mengelus perutnya yang besar.
Dinda segera masuk ke dalam rumah dan keluar lagi dengan menggandeng Mamanya dan di ikuti Pak Danu Papanya, juga ada Maya, Ratna, Dimas dan Anggara.
"Oh ada Mas Tirta to," sapa Mamanya Dinda, "Sudah dari tadi lho Dinda menunggu Mas Tirta, kata Mama melanjutkan
"Iya Tante, maaf, tadi ada sedikit halangan di jalan,."
Dinda segera meniup lilin dan memotong kue ulang tahunnya. potongan pertama diberikannya kepada Mama dan Papa nya, selanjutnya potonganvketiga di berikannya kepada Tirta.
Hal ini benar- benar membuat iri Andrew dan Dimas, keduanya datang dengan harapan tinggi bisa mendekati Dinda!
Dengan mata membara dibakar rasa cemburu, dipandanginya sosok pemuda yang menerima kue ulang tahun Dinda ini.
Dia merasa dirinya lebih segalanya daripada pemuda itu. Dari segi fisik, dia lebih gagah, berisi, dari segi penampilan, dia adalah exsecutive muda dengan baju dan celana perlente. Apanya sih yang kelebihan pemuda itu! pikirnya.
Maya yang disebelahnya segera menepuk pundaknya sambil berbisik,
"Tenangkan hatimu Drew, kamu hanya perlu lebih intensif mendekati Dinda, kamu punya segala-galanya di banding cowok itu! kakak akan selalu membantu dan mendukungmu," kata Maya.
Di sudut lain, Anggara juga memandang dengan iri keberuntungan yang didapatkan Tirta, Dia juga merasa tidak sepantasnya Pemuda itu mendapatkan hatinya sang putri, seperti cerita beauty and the beast saja. Putri cantik jelita mendapatkan pemuda kampungan dan miskin, batinnya.
Tapi sebagai pemuda yang berpendidikan dan halus sifatnya Anggara bisa menahan diri dengan tetap tenang.
Setelah acara potong kue, mereka bersama-sama menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan sejak pagi.
Pak Danu dan Mamanya Dinda tampaknya tidak ingin mengganggu acara anak-anak muda sehingga mereka segera masuk kerumah kembali.
Dinda segera mengajak para sahabatnya untuk menikmati hidangannya, dia membiarkan saja Andrew yang sejak tadi menungguinya tanpa memberi kesempatan untuk berbincang.
"Untunglah kalian datang, kalau tidak bisa-bisa makanan-makanan ini akan dibuang buat pakan ayam atau kucing, Tia membuka candaannya.
"Uhh mmh ,, dengan mulut penuh makanan Bayu segera menyahut;
" Weleh-weleh makanan seenak ini buat ayam, terus yang buat manusia enaknya seperti apa dong Din! Keluarin dong makanan yang buat manusia.. pasti jauh lebih dari ini!"
"Ahh ada-ada saja kau Bay, ini ya buat manusia." kata Dinda.
__ADS_1
Sejak kedatangan sahabat-sahabatnya ini suasana hati Dinda berubah cerah, senyumnya selalu mengembang di bibirnya, membuat siapapun ingin mengecupnya.
Begitupun dengan Andrew dan Anggara yang masih berada di situ.
Disudut lainnya.
Andrew dan Anggara melihat Dinda dengan terpesona dan mulut melongo, hampir saja ada cairan menetes dari sudut bibir mereka.
Rasa- rasanya sudah tidak sabar memiliki Dinda membulatkan tekad untuk mendapatkannya dengan cara apapun.
Tirta yang sejak tadi bersama Dinda, sebagai seorang lelaki, juga tidak munafik! Dinda sangat-sangat cantik hari ini, dengan gaun putih bak putri raja dan senyum manis yang selalu tersinggung untunkya,, ups ,,, tersungging! untuknya.
Benar-benar makhluk terindah yang pernah dilihatnya.
Walaupun Tirta kelihatan kalem dan culun, hatinya dan perasaannya juga seperti laki-laki normal lainnya, suka gadis cantik dan sexy. Wajar kan!
"Ta, hei Ta!" Nani yang ada di sampingnya mengibas-ngibas telapak tangan di mukanya Tirta, tapi Tirta yang terbengong hanya diam saja tidak menanggapi. Nani segera mencubit pipinya Tirta, sehinnga Tirta gelagapan dan bangun dari bengongnya.
Dinda yang mengetahui ini tersenyum simpul, tampaknya Tirta mulai mengerti kalau dirinya cantik.
"Din tubuhku gerah semua nih, tadi habis menolong korban kecelakaan belum sempat mandi, pagipun juga belum mandi, boleh dong mandi di kolam ini Tampaknya Bayu sudah ingin main di kolam saja.
"Iyaa, tapi sana mandi dulu di shower, dinda menunjukkan shower di sudut yang agak jauh.
"Woke deh!" Bayu beranjak dari duduknya sambil menyeret Adnan.
Bayu memang seperti anak Gajah saja, tubuh bulat dan besar dengan tenaga yang sangat besar apalagi ditambah sekarang dia belajar ilmu beladiri, makin bertambah kuat saja.
Adnan yang tidak bersiap-siap lansung saja terseret oleh Bayu.
Ketika Tubuh sebesar anak Gajah terjun ke kolam!
"Byur" langsung muncrat air kolam ke mana-mana dan menimbulkan gelombang di kolam renang itu.
Cipratan air sempat juga mengenai Andrew yang sedang main hape sendirian karena Maya tadi masuk kerumah mengikuti Pak Danu dan Mamanya.
Andrew yang kaget karena ada air yang mengenainya, membuat basah baju dan mukanya, seketika berdiri dan melotot ke arah Bayu.
"Eh anak Gajah sialan, pelan-pelan dong lompatnya," seru Andrew.
__ADS_1
Bayu ini jika dipanggil anak Gajah oleh sahabat-sahabatnya tidak akan marah bahkan cenderung suka, karena anak Gajah menunjukkan kekuatan tang besar. Akan tetapi jika orang lain yang belum mengenalnya memanggil dia dengan panggilan Anak Gajah, dia akan mencak-mencak dan marah besar.