
"Apakah pak Fajrul punya saudara yang bernama pak Suhendro dengan anaknya yang bernama Jody?" tanya Tirta.
"Ya, kemarin mereka barusan kamari !" jawab Iza ketus..
"Lihatlah video yang aku kirimkan padamu?" lanjut Tirta ..dan kemudian menutup panggilannya pada Iza.
Iza segera membuka video yang dikirimkan Tirta padanya..
Begitu menonton video yang di kirimkan oleh Tirta , alangkah terkejutnya Iza..
Dia segera bangkit dari ranjang nya dan keluar dari kamar menuju kamar papa dan mamanya..
"Pa!!! Maaa!!"
Seru Iza sambil menggedor-gedor pintu kamar tidur orang tuanya .
"Ada apa sih Za, malam malam ganggu in mama dan papa aja,,, kan mama dan papa juga butuh berduaan dan ehem ehem.."
protes Sang Mama..
"Mama ganjen banget sih.... dah mau punya cucu juga ...!" tegur Iza..
"Xi, xi,xi... kamu pasti pengin kan..." goda sang mama..
"Ih,,, apaan sih mama ini."
"Ini Ma, pa, ada kiriman video dari Tirta..
Om Hendro sama Jody katanya disuruh membunuh Tirta oleh Papa!" seru Iza..
"Hah,,, apa?!" nyuruh Mbunuh Tirta??"
"Gila apa papa, ini ? nyuruh Hendro membunuh calon menantu sendiri!" geram Papa..
Spontan pak Fajrul yang masih di atas ranjang besar dan mewah langsung loncat turun !
Tak sadar bahwa dirinya tidak mengenakan apapun di tubuhnya !
"Ih , pa,,, maluuu... anak sudah perawan !" seru mama Iza..
Pak Fajrul kaget dengan peringatan sang Istri, spontan dia menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut itu..
"Ini Ma, lihatlah video yang di kirim Tirta ini.." kata Iza.
Iza segera memutarkan video yang dikirimkan Tirta dengan volume mentok..
Alangkah kagetnya pak Fajrul menyaksikan video yang di kirimkan Tirta yang berisi pengakuan sepupu jauh istrinya dan anaknya yang bernama Jody ini.
"Bener papa yang menyuruh mereka ?!" tanya mama Iza..
"Gila apa , nyuruh orang mbunuh calon menantu sendiri!" seru pak Fajrul.
"Tirta sudah seperti anakku sendiri Ma,, sudah aku anggap sebagai pengganti putra kita yang sudah tiada..
Tidak mungkinlah papa nglakuin apa yang di katakan Hendro dan anak nya itu.." bantah pak Fajrul.
"Coba hubungi Tirta , Iza...
papa mau bicara pada Tirta.."
Sesaat kemudian Iza sudah tersambung dengan Tirta Jaya Kusuma..
"Halo....!"
" Iya Iza..?" Jawab Tirta.
"Ini papa mau bicara sama kamu!" kata Iza seraya menyerahkan ponsel nya pada sang Papa.
"Halo,,, mas ,,, mas Tirta...
Ini papa! seru pak Fajrul.
"Jangan salah paham mas,, itu ulah si Hendro! jangan percaya omongannya!" seru pak Fajrul..agak menahan emosi.
__ADS_1
"Itu fitnah besar mas Tirta!" lanjut pak Fajrul.
"Tidak mungkin papa melakukan hal segila itu mas Tirta!" seru pak Fajrul lagi
"Sekarang kamu ada di mana mas? apa mas Tirta masih menahan Hendro dan anak nya?" tanya pak Fajrul.
"Iya pak!, om Hendro dan anaknya masih bersama saya pak!" jawab Tirta jaya Kusuma.
"Papa akan kesana mas Tirta! kurang ajar benar si Hendro! " seru pak Fajrul.
"Kami ada di hotel Holiday In Pak! di lantai tiga kamar nomor 330!" jawab Tirta Jaya Kusuma.
"Papa langsung kesana ya mas?" kata pak Fajrul.
"Ma, Iza ! Papa mau ke Holiday In, ! kurang ajar sekali si Hendro dan anaknya Jody ! Berani beraninya memfitnah aku! kata pak Fajrul.
"Aku ikut Pa!" seru Iza..
"Mama juga ikut pa!" mama Iza juga ternyata juga ingin ikut.
Akhirnya pak Fajrul, Mama Iza dan Iza berangkat menuju hotel Holiday In malam itu Juga!
Waktu sudah tengah malam ketika pak Fajrul sampai di hotel Holiday In.
Sebenarnya securty sempat tidak mengijinkan pak Fajrul masuk , akan tetapi dengan pengaruh nya yang kuat, pak Fajrul bisa masuk dan segera naik ke lantai tiga.
Sampai di lantai tiga, pak Fajrul dan keluarganya segera menemukan kamar 330 dan langsung mengetuknya.
Pintu segera di buka oleh Bayu..
"Silahkan pak Fajrul " Bayu segera mempersilakan ketiganya masuk kamar hotel !
Kamar itu lumyan besar, sehingga walaupun beberapa orang berada di dalamnya tetap terasa masih lega!
Begitu Masuk pak Fajrul langsung menghadapi om Hendro yang duduk di pinggir pembaringan dengan tangan terikat sprei yang telah dirobek sehingga menjadi sebuah
"Hendro! apa yang telah kau Katakan hah!
"Itu tidak mungkin Hendro!" lanjut pak Fajrul..
"Ha, ha, ha, ha...
Ha, ha, ha, ha...!"
"Mas Fajrul, mas Fajrul !"
"Jangan berlagak suci mas!"
"Mas Fajrul dah lupa ya,,, kemarin mas Fajrul cerita sama aku kalau mas Fajrul tidak suka sama Calon menantu mas Fajrul yang bernama Tirta Jaya Kusuma?" seru Om Hendro.
"Katanya mas Fajrul kuatir harta mas Fajrul akan di kuasai oleh menantu mas Fajrul?" Om Hendro mulai dengan ceritanya..
"Huh , apa yang kau bicarakan ini Hendro!" bentak pak Fajrul, sambil melayangkan tamparannya ke wajah om Hendro!
"Plak"
Pipi om Hendro langsung membekas lima jari tangan kanan pak Fajrul.
"Hendro! apa yang kau omongkan ini!" seru mama Iza yang tampak mulai marah mendengar omongan om Hendro ini.
"Ha, ha, ha,ha..kamu takut kan Mas Fajrul? Rencana busukmu Ketahuan calon menantu dan anakmu kan?!" seru om Hendro..
"Jangan dengarkan ocehan orang gila ini mas Tirta!"
'Papa tak mungkin berbuat demikian jahatnya !" kata pak Fajrul.
"Kamu sudah aku anggap sebagai anak kami sendiri!" kata Pak Fajrul.
"Ha, ha,ha...ha.. ! Jangan percaya omongan calon mertuamu itu Tirta!" seru Om Hendro yang tampak nya ingin mengadu domba pak Fajrul dan calon menantunya ini..
"Kepalang basah , sekalian aku tanamkan duri dalam hubungan mereka!" batin Om Hendro!
"Fitnah!....sungguh lidahmu seperti ular berbisa Hendro." kata pak Fajrul yang kali ini sudah bisa mengendalikan dirinya.
__ADS_1
"Jangan di dengarkan semua omongan Hendro dan anaknya ini mas Tirta."
"Papa tak mungkin melakukan ini semua!" kata pak Fajrul.
"Untuk membuktikan semua perkataan Papamu ini,, besok juga akan aku nikahkan kalian berdua dan aku serahkan semua perusahaan papa untuk kalian kelola," kata pak Fajrul Tegas!
Mendengar perkataan pak Fajrul ini alangkah terkejutnya nya Tirta jaya Kusuma!
Dan lebih kaget lagi adalah om Hendro dan anak nya Jody..
Gagal total alias gatot usaha mereka dan keuntungan dan kemujuran justru menghampiri Tirta Jaya Kusuma..
"Aku, akan pensiun menikmati hari tua ya Mam... !" kata pak Fajrul pada Istri nya.
"Jangan pa,,, ! aku tidak menginginkan harta Bapak,," seru Tirta jaya Kusuma kaget!
"Kalau Iza mau, kami akan hidup sederhana saja sesuai hasil jerih payah kami Pak." kata Tirta.
"Tidak mas Tirta , ini adalah keputusan Bapak.."
"Semua akan kami serahkan pada kalian berdua setelah kalian berdua menikah besok!" kata pak Fajrul tegas.
***
Demikianlah masalah yang di timbulkan oleh Om Hendro dan anaknya Jody bisa diselesaikan malam itu juga..
Dan keputusan yang di ambil pak Fajrul sangat tegas dan tidak bisa di penggak lagi.
Malam itu sampai fajar menjelang, mereka bergadang di rumah Pak Fajrul.
Bayu dan Adnan juga tidak bisa kembali ke padepokan!
Tawanan-tawanan mereka segera di lepaskan !
Om Hendro dan Jody langsung di kirim Kembali ke asalnya dengan pengawalan ketat dari anak buah pak Fajrul.
"Pa,, apa gak terlalu mendadak menikahkan mereka?!" tanya mama Iza ketika mereka sudah merasa di rumah kembali!
"Tidak mam, aku pikir inilah keputusan yang terbaik!" kata pak Fajrul tegas.
"Biarlah mereka di persatukan lebih cepat..." Jawab pak Fajrul.
"Aku sudah yakin pada anak itu Mam..Pada Tirta!" lanjut pak Fajrul.
"Biarlah Iza belajar mengendalikan perusahaan! papa akan membimbingnya!" lanjut pak Fajrul.
"Ya sudah kalau keputusan papa seperti itu, Mama akan mendukung saja!" kata mama Iza.
Dan dalam suatu kesempatan Iza sangat berterima kasih pada Papanya ini...
"Makasih Paaa, ! Papa bener- bener baik, papa sudah membuat keputusan yang luar biasa untuk aku dan Tirta!" kata Iza seraya memeluk papanya dan memberikan satu kecupan sayang pada papanya ini..
"Iya iya,,, anak papa sayang.. papa ingin yang terbaik untuk putri cantik papa !" balas pak Fajrul.
***
Pagi itu pak Fajrul memanggil semua anak buah kepercayaan nya..
Ada sekitar sepuluh orang yang di panggil kerumah itu.
Pak Fajrul ternyata membagi-bagi tugas untuk mereka..
Ada yang di tugaskan mencari penghulu, ada yang ditugaskan membuat dekorasi, ada yang bertugas memborong makanan di restoran- restoran dan ada yang bertugas memanggil dan menjemput para sahabat dan kolega keluarga pak Fajrul . Juga ada yang bertugas menjemput orang tua Tirta Jaya Kusuma..
Semua di koordinir oleh orang kepercayaan pak Fajrul yang bernama pak Barja! Lelaki seumuran pak Fajrul yang sudah bekerja pada pak Fajrul lebih dari dua puluh tahun.
Tirta sendiri hari itu tidak di perkenankan untuk kemana- mana..
Di hari itu Tirta hanya bersantai saja di temani Iza..
Tirta yang tampak semalam tidak tidur pagi itu beristirahat di kamar yang sudah disiapkan untuk nya.
Sedangkan kamar Iza sedang di persiapkan untuk kamar pengantin mereka..
__ADS_1