Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
permainan kyai Wonokerti


__ADS_3

Nastiti segera memeluk eyang nya erat- erat sambil menangis histeris ..


Selama ini eyangnya lah yang mendidiknya sejak ibunya meninggal dan ayahnya pergi meninggalkan nya.


Eyang Ranu yang mendidik dengan kasih sayang nya dan sepenuh hatinya..


***


Sementara itu setelah gugurnya kedua gegedug dari dukuh Srengseng dan dukuh Wuni,,, para pengawal padukuhan Wuni yang di pimpin oleh Ki Sardulo segera menyerbu pengikut Ki Wigati yang memang berada di belakang Ki Ranu..


Pertempuran sesama warga dukuh Wuni segera terjadi!


Para pengikut ki Wigati ternyata jumlahnya jauh lebih banyak! Ditambah oleh beberapa orang dari orang-orang padepokan silat seperti ki Seno Aji, Ki Maruto juga Intan dan Nastiti, membuat para pengikut Aryo Seto dalam waktu singkat sudah berada dalam tekanan berat!


Mereka terdesak karena apa yang mereka yakini sebenarnya adalah salah sehingga mereka bertempur tidak sepenuh hati dan penuh keraguan apalagi yang di hadapi adalah kawan-kawan sepermainan yang telah merak kenal sejak kecil.


Sejak tokoh paling kuat mereka yaitu Ki Pradigdo yang ternyata sampyuh bersama Ki Ranu, membuat mental orang-orang ini jatuh! Semangat mereka telah runtuh.


Beberapa saat kemudian para pengikut Aryo Seto satu demi satu menyerah ataupun gugur dalam mengahadapi saudara- saudaranya sesama warga dukuh Wuni yang di pimpin Ki Wigati, kepala dusun lama yang telah di paksa lengser oleh Aryo Seto.


Akan tetapi di salah satu sudut halaman, masih terjadi duel maut antara ki Sardulo! Paman dari Aryo Seto yang menolak menyerah melawan Ki Wigati.


Pertarungan di antara keduanya sudah mendekati akhir,,, !


Ki Sardulo hanya bisa melompat dan melompat menghindari tiap sergapan Ki Wigati..


Hingga suatu saat golok di tangan Ki Wigati bersarang di perut Ki Sardulo akibat Ki Sardulo terlambat mengelak dari sabetan golok dari Ki Wigati!


Diiringi teriakan ngeri ,,, Ki Sardulo jatuh berdebam di bumi Wuni! Bumi tempat dia di lahirkan ! Bumi yang telah dirusak nya!


Berakhirlah sudah perlawanan para pengikut Aryo Seto di halaman pendopo rumah ini.


***


Sementara itu ki Singo Lodra yang sedang marah- marah mengejar bayangan yang telah mempermainkan nya..


Beberapa saat mereka berputaran saja di pinggiran dukuh Srengseng..


Sudah sekian lama Ki Singo Lodra mengejar bayangan di depannya akan tetapi dia seperti di permainkan saja!


Kadang kala jarak kedua nya cukup dekat seakan akan bisa di jangkaunya, kadang jarak nya menjauh .. sampai beberapa puluh meter.


Akhirnya Ki Singo Lodra menyadari bahwa dirinya sudah dipermainkan orang itu..

__ADS_1


Setelah menyadari bahwa dirinya dipermainkan oleh bayangan yang ada di depan nya itu, Ki Singo Lodra segera berhenti ...


"He,, he,, hee,, napas tuamu sudah mau putus, ya Singo tuo!" ejek bayangan itu yang ternyata bayangan itu juga berhenti menantinya dalam jarak dua puluhan depan di depan Ki Singo Lodra!"


"Persetan ,, denganmu,, siapa kamu heh,,, !" seru Ki Singo Lodra..


"Lagi lagi kamu sudah lupa..! dasar Singo tuo edyan! Pikun sisan!


Seru orang yang ada di depan Ki Singo Lodra..


"Barusan kita kan sudah ketemu di gunung Ijen,,,! masih lupa ??"" lanjut orang itu.


Ki Singo Lodra segera mengenalinya!


"Hmm, ternyata kamu , Wonokerti,... dasar tua gila,,,!" seru Ki singo Lodra makin marah saja begitu yang mempermainkan dirinya sejak tadi ternyata adalah kyai Wonokerti!


"Eh Singo tuo, kita kan sudah tua tua nih,, bagaimana kalau kita tidak usah ikut campur urusan anak- anak muda! kita main dakon saja atau main Mul-mulan saja !?" tawar kyai Wonokerti.


"Tidak, tidak! jawab Ki Singo Lodra marah...


Kemarahan Ki Singo Lodra tampaknya tidak makin Surut, tapi makin memuncak.


"Daripada kita ikut- ikutan urusan anak-anak muda kan lebih baik kalau kita main- main sendiri Singo edan!" kata Kyai Wonokerti.


"Bagaimana kalo kita adu jangkrik saja.. mau kan Singo edan?" kata Kyai Wonokerti berusaha membujuk!


"Tidak! sekali tidak ya tetap tidak wonokerti! bentak Ki Singo Lodra menggelegar karena dalam kejengkelannya dia telah mengerahkan aji Gelap Ngampar nya, seraya melompat menyerang kyai Wonokerti,,,!


kyai Wonolerti segera melompat menghindar...


"Blarrr,,!!" tempat dimana tadi Kyai Wonokerti berdiri terburai dan lebur terkena pukulan jarak jauh dari Ki Singo Lodra..


Belum sempat kyai Wonokerti berdiri tegak di sebuah batu gunung sebesar kepala kerbau,,, Pukulan tapak Lodra sudah datang memburu kyai Wonokerti.


Kali ini Kyai Wonokerti tidak berusaha menghindar ! tapi justru menerima pukulan aji Tapak Lodra yang kemudian seperti di pantulkan oleh telapak tangan nya dan kemudian di lontarkan kembali ke arah Ki Singo Lodra!


Walaupun tenaga pukulnya sudah berkurang banyak tapi hal ini membuat Ki Singo lodra sangat terkejut di buatnya..


Ki Singo Lodra pun terpaksa menerima pukulan nya yang tadi di lontarkan kembali lagi padanya!


"Blarrr... !" tenaga dari aji Tapak Lodra di terimanya kembali!


Ki singo Lodra tampak tergetar tubuhnya dan mundur satu langkah ke belakang..

__ADS_1


Belum sempat ki Singo Lodra memperbaiki posisi nya, kyai Wonokerti tampak duduk bersila di atas sebuah batu gunung yang cukup besar! kira-kira sebesar kerbau yang sedang duduk ndeprok!


Dari sela-sela tangannya yang menangkup seperti menyembah tampak keluar kabut tipis yang menyelimuti tubuhnya.


Kabut tipis itu menyebar kemana mana dan akhirnya juga melingkupi luas kira-kira sepuluh langkah! dan Ki Singo Lodra pun tampak terperangkap di dalamnya.


Tampak Ki Singo Lodra sangat kaget!


Ini adalah ilmu "Pedut putih" ilmu yang hanya di miliki tokoh-tokoh sakti Jaman dulu kala!


"Siapakah orang tua ini sebenarnya!?" batin Ki Singo Lodra..


Ki Singo Lodra tampak berusaha keluar dari lingkaran kabut tipis ini, akan tetapi alangkah terkejutnya dia,, karena ternyata tenaga batin nya membeku dan tidak bisa di kerahkan.


"Apa yang kau lakukan Wonokerti!" seru Ki Singo Lodra kaget setengah mati!


"He, he, he, he,,,,, malam ini kamu menemaniku di sini saja Singo Lodra..!" kata Kyai Wonokerti.


"Jika kamu bisa mengalahkan aku dalam permainan Dam-Daman dan Mul- Mulan, maka kamu boleh keluar dari sini." lanjut Kyai Wonokerti.


"Curang kamu Wonokerti!" seru Ki Singo Lodra marah-marah! Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa! Tenaga nya tak bisa di kerahkan!


"Hi, hi, hi,,, He, he,,he..ayo kita main- main Singo Edan..!" seru kyai Wonokerti sambil mengeluarkan gambar Dam Daman dari balik bajunya yang terbuat dari lembaran kulit sapi!


Dengan hati dongkol, Ki Singo Lodra terpaksa menuruti keinginan kyai Wonokerti untuk bermain Dam Daman!


Dan mulailah keduanya bermain Dam- daman di atas sebuah batu besar berpermukaan rata yang cukup bagi mereka berdua duduk bersila dan saling berhadapan.


Dan Ternyata Kyai Wonokerti adalah pemain yang tangguh dalam permainan Dam daman maupun Mul-mulan!


***


Sementara itu di halaman rumah perjudian , pertarungan yang seru dan dahsyat masih saja berlangsung.


Korban mulai berjatuhan dari kedua belah pihak!


Mayat- mayat dengan luka arang keranjang ( banyak luka yang menghiasi tubuh) tampak tersebar di mana- mana!



gambar Dam Daman, permainan tradisional Jawa.


__ADS_1


gambar Mul Mulan..


permainan ini sering di gambar di atas tanah ataupun batu yang permukaannya rata, sering di mainkan para gembala (bocah angon) di sela sela menunggu hewan ternak yang sedang merumput.


__ADS_2