DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A
BAB 187. BUAH DARI IKHLAS


__ADS_3

"Bii, ko diem, tamunya," tegur Aiswa kala ia telah selesai ber telpon ria dengan Umma.


"Iya Jo, aku temui. Suguhkan minum dulu," seru Amir lagi.


"Sudah Den Mas, tadi Mba Sri ke depan," balas Joanna kemudian meninggalkan kamar mereka.


"Ikut yuk sayang, temui tamunya. Biar kamu juga kenal," ajak Amir pada Aiswa, padahal ia hendak melepas hijabnya.


"Gak apa? kan project kalian Bii, aku ga paham nanti awalnya bagaimana," Aiswa menahan diri takut kecewa.


"Kan sudah ku bilang, aku mengawali dengan Qiyya dan melanjutkan denganmu. Ayok, pakai lagi, sini aku bantu," ujar Amir seraya meminta Aiswa duduk agar dia dapat memakaikan kaus kaki untuk membungkus kaki Aiswa yang bagai porselen.


Beberapa menit berlalu.


Amir menggandeng tangan istrinya menemui Mrs. Sheila di depan.


"Assalamu'alaikum, kok di sini Bu? masuk saja, agar lebih nyaman," sapa Amir seraya mengajak mereka masuk ke ruang tamu.


"Wa'alaikumussalam, Mas Amir. Apa kabar, enak di sini sejuk kok sekalian lihat yang kerja," ujar Sheila kemudian.


"Alhamdulillah baik. Dari Bandung atau Jakarta ini, sengaja ke sini atau sekalian kunjungan ke kota lain?"


"Sengaja ke sini, kan aku nungguin waktu itu kok ga datang-datang. Kebetulan aku dari Jogja, buka cabang Mitra di sana sekalian deh mampir. Ini aku dapat alamat tinggal dari web nya Queeny, karena aku bilang ingin nawarin colabs akhirnya di arahkan ke Mba Naya dan sampailah ke sini hari ini," ungkapnya panjang.


"Iya maaf, karena Qiyya itu sebetulnya sakit lalu drop hingga ia berpulang jadi aku belum sempat kemana-mana sejak dari Bandung. Kenalkan ini istriku, Aiswa," ucap Amir mengenalkan Aiswa.


"Oh pantas saja waktu itu terlihat lesu ya Mas, aku turut berduka cita ... maaf tidak mengetahui tentang hal ini sebelumnya," sesal Sheila.


"Bukannya ini Little A? yang di Malaysia Expo itu kan. Deep of the blue sea, i'm smitten by you, under your spell ... itu Anda kan?" tanya Sheila tak percaya.


(bab 120)

__ADS_1


"Benar. Anda hafal Nyonya?" Aiswa tersipu tak menyangka kegalauannya kala mengingat Amir menelurkan sebuah kalimat under your spell.


"Banyak yang terkesan saat Anda menjelaskan filosofi tentang gaun Biru itu Miss Little A. Ku pikir, tadi salah lihat kala Mas Amir keluar dengan Anda ... underestimate bahkan, masa sih Little A, nyasar kali ah. Eh nyatanya benar ... ini aku excited banget loh, ga nyangka ketiban rezeki begini...." Sheila antusias.


"Anda berlebihan, Nyonya. Aku masih bukan siapa-siapa jika tidak dengan Qolbi," ujarnya.


"Saint Martin ga mungkin mengirimkan team jika bukan siswi terbaik mereka. Oh aku dapat info tentang Anda saat akan mengajukan colabs beberapa waktu lalu. Kemudian aku diarahkan ke Manager Project lalu mengetahui bahwa asal Little A dari Indonesia. Sayangnya proposal kami ditolak. Ku kira malah Malay tadinya. Dan akhirnya takdir mempertemukan kita disini tanpa harus repot dengan regulasi...." jelas Sheila detail.


"Oh jadi Anda juga mencari tahu tentang istriku?"


"Benar Mas, aku tuh penasaran dengan filosofinya, cuttingnya, pewarnaannya bahkan cara beliau menyampaikan itu ngena ke emosi audiens... keren, aku speechless padahal masih belia," Sheila kagum pada Aiswa.


"Barokallah sayang," Amir mengusap kepala Aiswa.


"Ok, karena aku sangat antusias ketiban rezeki. Langsung saja ya... ini proposal kami, mengundang Quenny dan Qiyyam-"


"Qiswa, saat ini baru re-name label," Amir meluruskan.


"Aku akan meminta Anda untuk berpartisipasi dalam pagelaran launching setiap seriesnya. Karena kebetulan aku menemukan harta karun Miss Little A disini, maka partisipasinya akan kami pisahkan. Miss Little A, please Terima tawaran kami agar apa yang di unjuk oleh Quenny dan Sheila bisa semakin semarak dengan penjelasan Anda untuk setiap design saat launching nanti." Sheila meminta kerjasama dengan Aiswa langsung.


"Bii."


"Izinkan kami membuat proposal tambahan untuk Miss little A, Mas Amir," sambung Sheila lagi.


"Silakan, Bu."


Sheila meminta asistennya juga sekretaris beliau menyiapkan keperluan mereka siang itu. Sedangkan Aiswa pamit masuk. Hatinya bergemuruh, antara bahagia juga tak percaya. Ia memilih mengadu pada Robb nya.


Amir menyusul Aiswa ke kamar, khawatir dengan emosi istrinya. Dan benar saja, ketika membuka pintu kamar ia mendapati Aiswa tengah sholat sunnah. Lalu terisak diujung do'anya.


Benar, saat hati ikhlas menjalani justru Allah deras memberikan semua yang menjadi impian tanpa susah payah meraih. Demi aku, pindah ke sini, kuliah online dan sekarang hamil sedikit banyak menghambat aktivitas mu karena aku terlalu khawatir. Sayang, selamat ya, impianmu kembali terwujud.

__ADS_1


Amir membiarkan Aiswa dengan do'anya. Ia kembali ke depan menemui sang tamu. Karena waktu yang sempit, maka Sheila pamit lebih cepat. Pembahasan mengenai kontrak akan dilanjutkan pekan depan di Jakarta sembari menunggu Amir mempelajari kontrak.


...***...


London.


Rosalie membaca pesan yang di kirimkan oleh suaminya, Hermana Arya tentang niatan Ahmad. Ia diminta merahasiakan dari Dewiq sementara ini.


"Kejutan ya Ma, tapi pastikan pada Kakak lebih dulu tanpa membuatnya curiga. Itu misi Mama." Tulis sebuah pesan disana.


"Ok Pa, ko Mama deg-degan yaa." Balas Rosalie.


"Papa masih gak percaya pokoknya. Sudah ya Ma, jalankan misi dengan baik, semoga dia tidak kecewa ataupun marah pada kita semua karena ini demi kebaikan banyak pihak." Balas Papa lagi.


"In sya Allah, Kakak masih sakit Pa. Mama pelan-pelan deh nanti biar dia ga shock."


Rosalie masih memandangi gawai meski obrolan dengan sang suami telah usai. Entah, dia saja merasakan hatinya bergemuruh, bagaimana dengan sang putri nanti.


"Kakak, maafkan kami yaa... semoga ini yang terbaik bagi kalian," lirih Rosalie. Ia tanpa sadar terisak, mengingat semua kejadian kelam di masa lalu Dewiq akibat perbuatannya.


.


.


..._________________________...


...Aruni fauqiyya, punya prestasi sebelum bersama Amir dan makin bersinar dengan Queeny. Begitupun Aiswa, memang bakatnya sudah terlihat karena gigihnya belajar menjadi peraih beasiswa dan terpilih di berbagai project. Dengan Amir, dia kembali menemukan jalan menuju cita-cita nya. Ini intinya ya. ...


...❤❤❤❤...


...Hai Hai, mommy sebetulnya up rutin di jam mommy bisa nulis. Cuma sudah sejak satu bulan lalu selalu kena review editor apalagi weekend. Jadi lambat up bahkan hingga belasan jam kadang baru naik, maaf ya jika terlambat. Bukan karena mommy ga semangat tapi terkendala sistem....

__ADS_1


...Judul - Suara Untuk Dilara - jika lolos crazy up, dan sudah acc ... mommy bakal update 2-3 bab sehari ko, sama kayak Amir. Sabar ya kesayangan semua, do'akan semua karya mommy lolos biar mommy tetap setia jadi anak baik di sini, 🤭....


__ADS_2