DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A
BAB 73. MENANTI KEAJAIBAN


__ADS_3

Jakarta. Dua bulan kemudian.


Baik Aiswa maupun Aeyza, keduanya belum menunjukkan perubahan signifikan. Bahkan Aeyza sudah tidak dapat menerima rangsangan apapun, apabila semua alat penunjang hidup yang melekat di seluruh badannya dilepas, seiring nyawa akan melayang pulang kepada pemilik kehidupan.


Dewiq meminta kamar kedua adiknya itu bersebelahan, memudahkan dirinya untuk menemani keduanya.


Umma sebenarnya penasaran dengan pengamanan ketat kamar VVIP disebelah kamar Aiswa. Namun keluarga pasien sama sekali tak pernah dipergokinya masuk ataupun keluar dari sana, sesekali hanyalah aktivitas dokter yang hilir mudik serta beberapa wanita dengan setelan jas terlihat menyambangi.


Dokter yang kerap visit jua terasa enggan bila umma menanyakan pasien disisi kanan kamarnya. Umma hanya ingin berbagi duka yang sama, mencari kekuatan meski hanya sekedar kata-kata pelipur lara hati.


" Sepertinya orang penting, ketat banget ... Aish, kamu ga sendirian Nak, disebelahmu juga mungkin ada pasien yang sedang sama berjuang sepertimu ... tegarlah, kuatlah anak Umma, " lirihnya disela ayat Al-Quran yang dia baca.


Murottal selalu diperdengarkan sepanjang hari dikamar Aiswa, agar jiwa anaknya teduh selain dirinya sesekali mengaji secara langsung di waktu jeda menunggu adzan tiba.


Di dalam kamar berbeda. Kedua wanita beda jaman itu masih sama-sama mempunyai harapan bahwa insan tersayang mereka akan kembali pulih meski hati tak memungkiri berkata sebaliknya.


***


China, waktu yang sama.


Hari ini, Amir diundang oleh team dokter yang menangani Aruni. Setelah beberapa rangkaian test dan post test yang mereka jalani selama kurun waktu dua bulan, dokter menyimpulkan bahwa kondisi rahim Aruni jauh lebih baik dari sebelumnya.


Radang saluran telur atau salpingitis yang di vonis dokter merupakan radang pada tuba fallopi, yaitu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Karena tuba fallopi mengalami infeksi oleh bakteri yang berasal dari darah, ******, atau rahim.

__ADS_1


Amir menduga karena Aruni kerap kali melakukan pengobatan diberbagai negara maka infeksi ataupun reaksi hipersensitivitas atau kontra medicine itu bisa saja terjadi, dia memilih China sebagai jalan pemulihan secara medis dan pengobatan non medis yang telah teruji klinis.


Dokter juga menyampaikan bahwa kemungkinan Aruni dapat mengandung potensinya meningkat 60% dari diagnosa sebelumnya.


Amir tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, ikhtiar ikhlas masih akan dia yakini. Tiada sumber segala kesembuhan melainkan hanya dari-Nya.


" Mr. Amirzain kami akan terus mewaspadai agar tidak terjadinya sepsis yang dapat mengancam jiwa. Perlu diperhatikan konsumsi obat dan jenis terapi saat anda tiba di tanah air ... semoga semua berangsur baik, tidak terjadi lagi perdarahan saat menstruasi ... karena jika terulang infeksi yang sama maka akibatnya bisa terjadi infertilitas atau kehamilan ektopik. "


(Kehamilan diluar rahim : sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim. Jika dibiarkan tumbuh, kondisi ini dapat merusak organ vital terdekat dan menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa)


" Miomnya bagaimana dokter? " tanyanya lagi.


" Mr. Amirzain, karena anda berharap dapat terjadinya kehamilan maka kami tangguhkan operasi pengangkatan miomnya dengan harapan dia dapat mengecil seiring usia kehamilan. Selama dia tidak mengubah bentuk didalam rahim menjadi miom bertangkai. "


" Ok, thanks Dokter ... lakukan semua yang terbaik bagi kami, " ucap Amir puas terhadap penjelasan Dokternya.


Setelah tiga puluh menit berkonsultasi dengan team dokter, Amir kembali menemui istrinya di kamar rawat inap.


Aruni sedang menatap angkasa melalui jendela rumah sakit berlantai 15 itu tetap bergeming ketika mendengar suara pintu terbuka. Ia sibuk berkutat dengan perasaan jua kegundahan akankah dia sanggup bertahan lebih lama.


Amir tahu apa yang tengah dipikirkan istrinya itu, perlahan dia menghampiri, melingkarkan tangan dipinggang rampingnya sembari menyelusupkan kepala pada ceruk leher wanitanya.


" Sayang, kamu kangen rumah? kita akan pulang lusa bila kamu semangat sehat. "

__ADS_1


" Benarkah? bukan harapan palsu kan Mas? "


" Aku kira akan antusias mendengar kita akan pulang, kok sedih gini ... mau jalan-jalan sebelum pulang ga moms? "


" Aku takut Mas, setelah berharap malah nanti jatuh lebih sakit ... aku tahu waktuku sebentar lagi, " mulai terisak.


" Mulai deh, kan aku bilang jangan su'udzon sama Allah ... kamu tega ninggalin suami tampanmu ini sayang? "


" Ya gimana? kan ajal ga bisa ditawar Mas ... aku titip ke Aiswa aja kali yaa, " selorohnya.


" Qiyya! aku ga suka ... dia telah menikah ... sayang apa aku harus bilang ini padamu? "


" Ya kali karena dia sakit, Hasbi menceraikan dia, kan bisa aja Mas ... bilang apa sih? " menciumi kepala suaminya.


" Love you Qiyya, bertahanlah lebih lama denganku ya, dengan atau tanpa buah hati, " bisiknya.


Hening.


Aruni menangis. Entah menangisi kebenaran pernyataan cinta yang baru saja diungkapkan suaminya. Kalimat keramat yang dia idamkan, entah karena menangisi takdirnya.


.


.

__ADS_1


..._____________________________...


__ADS_2