DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A
BAB 70. CINTA ALMAHYRA


__ADS_3

Cukup lama Hariri salim berada dalam toilet, ia meluapkan segala kesesakannya selama ini. Berusaha mengingkari kondisi mental anaknya sejak pemberontakan yang berujung kaburnya Aiswa dulu.


Ia juga mengingat kilas balik hubungannya dengan sang istri yang kerap bersitegang acap kali Aiswa berulah.


" Ini memang ujian untukku, dan aku terlambat menyadari hingga Engkau yang menegurku langsung ... ampuni aku Ya Robb, " tangisnya menghabiskan sesak yang masih menghimpit dadanya.


Umma khawatir suaminya tak kunjung kembali setelah melihat Hasbi masuk kekamar Aiswa, terlebih menantu menyebalkannya itu menyampaikan bahwa sang Yai lebih dulu meninggalkan mereka di cafetaria.


" Angkat telponnya, Buya. " Umma cemas.


Cklak. Pintu kamar terbuka.


" Darimana Buya? " tanya Umma.


Tak ada jawaban dari mulutnya, hanya tubuh yang melangkah gontai menuju kursi disamping brangkar putrinya yang masih memejam.


" Hasbi, tolong belikan Umma buah apel dan caramel cake di toko bakery seberang rumah sakit, " pintanya pada menantu yang tengah duduk di sofa memainkan handphonenya.


" Beik, Umma. " Dia bangkit keluar ruangan menuju tempat yang ditunjukkan mertuanya.


Setelah kepergian Hasbi, umma menghampiri lelaki yang masih terdiam ditempatnya semula.


" Buya, " tegur Umma menyentuh bahunya.


" Dia dipoligami oleh Hasbi ... dan hatinya hanya untuk pria itu, sementara aku ingin menuntut pun tak bisa, Hasbi akan menjadi ayah, anaknya dari wanita lain ... bukan cucuku yang akan hadir ke dunia. "


" Akhirnya kamu sadar juga, Mas. "


" Kamu tahu, Maryam? " tanyanya heran.


" Tidak, tapi insting seorang ibu tahu ada yang tak beres dengan anaknya ... semua sudah terjadi, kita hanya harus mengikuti yang terbaik dari Allah saja ... andaikan Aiswa diberi kesempatan kedua, aku akan merelakannya hidup menjauh dari kita ... bila itu keinginannya. "


" Aiswa, Buya sadar ... maafkan Buya, bukalah matamu Nak, akan Buya kabulkan keinginan Aish, apapun itu. " air matanya kembali jatuh.


Umma memeluknya. Perlakuan manis yang lama tak dia lakukan untuk suaminya.


" Iya sayang, akan kami kabulkan apapun keinginanmu asalkan kamu sehat kembali ... ya Robb sungguh Engkau Maha Tahu isi hati kami, "


Sebuah keinginan tulus dari kedua orang tuanya tak sengaja di tangkap oleh sepasang telinga dari balik tembok kamar itu.


Baik, akan aku simpan ini. Mungkin Tuhan ingin aku, yang akan menjadi jembatan bagi kebahagiaan Aiswa.


***


Semarang.

__ADS_1


Almahyra tak tenang melihat kondisi suaminya Gamaliel yang masih tak sadarkan diri, paman Rois melarang Alma untuk mengunjungi kedua orang tuanya namun ia indahkan.


Saat Mama mertuanya sibuk meladeni klien bisnis yang membesuk suaminya, Alma mengendap keluar ruangan.


Ia memacu sepeda motor matic merahnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah masa kecilnya. Jarak yang jauh serta membutuhkan waktu hampir satu jam lamanya, tangan kebas menarik tuas gas tak ia hiraukan.


Tujuannya satu, mendapatkan penjelasan atau bahkan penangkal apabila sumpah itu masih tersisa untuk mereka.


Siang itu, setelah satu jam penuh menembus teriknya matahari, ia tiba didepan rumah yang masih sama seperti saat dia meninggalkannya belasan tahun lalu.


Dengan langkah terburu dan nafas menggebu, Almahyra mendobrak paksa pintu samping kediamannya.


Brakk.


" Mba! " Gadis cilik yang duduk di kursi makan itu terlontar dari tempatnya akibat sangat terkejut.


" Mana Ibu? "


" Ada apa? Mba dilarang kesini bukan? mau apa cari Ibu? "


" MINGGIR! " sentaknya.


" Ibu! "


Mendengar keributan di ruang tengah, wanita tua yang berada didalam kamarnya, mendorong kursi roda yang ia duduki menghampiri sumber suara. Terkejut melihat tampilan anaknya yang kian anggun dan sangat mencirikan wanita kaya, dia tersenyum bahagia.


" Bu, tolong ... apa yang harus aku lakukan, jangan bilang kutukan itu belum sirna, aku mulai menyayangi suamiku, " tatap nya nanar pada wajah senja sang bunda.


" Gamal kenapa? "


" Tidak sadarkan diri, bukan koma, hanya bagai mayat hidup yang tak punya keinginan untuk terbangun kembali, otaknya sedang dalam mode zero. "


" Dia akan bangun, bila lolos saat purnama nanti, "


" Innalillahi, jadi benar begitu? " sedu sedan tangisan Alma kian jelas terdengar.


" Saudaranya sangat membenci ayahmu, hingga mereka khilaf mendatangi orang pintar dan memberikan sumpah tambahan ... Alma, banyaklah berdoa pada Tuhan, tersisa malam ini saja, tapi Ibu yakin ... Gamaliel akan siuman karena dia tidak termasuk dalam ciri-ciri sumpah untuk kami. "


" Maafkan kami, Gamal sakit tepat setelah kalian bersama bukan? dan ini hampir tiga puluh hari, "


" Mas Gamal, " Alma histeris, ia jatuh terduduk dilantai. Selain karena tubuh yang lelah setelah memacu sepeda motornya, juga karena hatinya yang kemungkinan akan terluka lagi.


Merasa tiada guna berlama disana, Almahyra meninggalkan begitu saja semua penghuni rumah yang baru saja dia gaduhi. Kembali memacu sepeda motornya laju, menuju dimana suaminya berada.


" Mas, bertahanlah, " isaknya sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Mama Gamal kecolongan, Almahyra tak ada dimanapun setelah ia meminta orang-orangnya mencari. Panggilannya tak kunjung dijawab menantu cantiknya itu. Disaat Mama panik, pintu kamar ruangan Gamal, terbuka.


" Almahyra, darimana sayang? "


Alma tersedu, memeluk mertua wanita yang masih sangat ayu diusianya.


" Mas Gamal, Ma "


" Kenapa? jelaskan Alma, " pinta Mama.


Almahyra tak mengindahkan keinginan mertuanya, otaknya memerintahkan untuk bergegas mengambil wudhu kemudian mengaji disisi tempat tidur Gamal. Hanya aktivitas itu yang dia lakukan sepanjang malam, sholat dan mengaji.


Sesekali terdengar bisikan manis dan manja dari bibir mungilnya yang disertai isakan halus. Kontak fisik yang Alma berikan disetiap bagian tubuh Gamal yang bisa ia sentuh selalu dilakukannya.


" Mas, kamu tahu ga? kalau aku mulai mencintaimu. "


" Kamu tahu ga? mungkin aku juga bisa langsung hamil karena aku baru saja selesai haid dan sudah konsultasi dengan dokter tentang masa subur ... bangun yaa, aku pengen honeymoon. "


Mama yang mendengar keinginan Alma yang dia bisikkan di telinga Gamal, tak kuasa menahan air mata agar tak jatuh.


" Mas, Gamaliel Arbi, katamu kau sayang padaku ... Masaaasss!! " kesabarannya habis, Alma menyerah, luruh memeluk suaminya. Menghujani wajahnya dengan ciuman berharap hanya inilah satu-satunya jalan agar suaminya merespon apa yang dia lakukan.


Sudah lewat tengah malam, baru kali ini aku ingin memaki bulan, ya Allah, andai itu bukan ciptaanMu rasanya ingin aku hancurkan.


Mama sudah terlelap dari tadi. Almahyra mengindahkan rasa perih perutnya yang belum terisi sejak siang tadi. Ia malas makan juga karena netranya tak bisa lagi diajak kompromi.


Tubuhnya lelah pergi pulang tanpa jeda, ditambah sisa menangis separo hari sukses membuatnya terjatuh lemah, tertidur memeluk suaminya.


Tik. Tok. Tik. Tok. Disaat hanya ada suara detak jarum jam.


Perlahan mata yang tertutup rapat itu bergerak. Tangan yang digenggam pun berkedut menggerakkan jarinya.


Hosh. Terdengar helaan nafas berat, layaknya nafas tersenggal meraih kemenangan setelah marathon.


Bagian tubuhnya terasa sangat berat, netranya perlahan terbuka, dan menemukan sosok cantik yang teramat ia rindu tertidur memeluknya dalam posisi setengah berdiri.


" Almahyra ... sayang ... terimakasih telah membawaku kembali. "


" Aku sangat mencintaimu, sayang ... mari kita honeymoon.... "


.


.


...____________________________...

__ADS_1


...Lunas Alma & Gamal...


__ADS_2