
Kedua mata pasangan itu masih saling bersitatap, menyalurkan berbagai rasa lewat pandangan penuh cinta dan memuja. Aruni tak menyangka, sejauh ini meski dengan perjuangan dalam kondisi tubuh yang naik turun stamina, Amir lah yang mendorongnya kuat agar terus tegak berdiri.
Saat para pemenang mulai kembali turun dari atas podium dengan berbagai hadiah ditangan mereka.
Lain halnya dengan Aruni yang meluruhkan segala atribut serta berbagai benda didalam dekapannya jatuh berserakan diatas lantai samping podium kala dirinya mendekati sang suami.
Seakan merasakan hal yang sama, Amir membuka lebar kedua tangannya menyambut kedatangan wanita yang semakin cantik dalam pandangannya.
Brugh.
"Maaaaaasss," Aruni menabrakkan dirinya masuk kedalam pelukan. Dia terisak.
"Congratulations sayang, akhirnya kamu berhasil," Amir mendekap erat, menghujani pucuk kepala yang tertutup hijab panjang itu dengan mesra.
Netranya mulai membasah seiring isakan pelan dalam pelukan. Keduanya saling meleburkan rasa menjadi satu, hanyut dalam suasana syukur hingga suara wanita yang datang dari arah kanan mereka membuat Amir menoleh.
"Mba Aruni, silakan bergabung dengan para juri untuk toast," ucap panitia menghampiri mereka.
"Sebentar ya Mba, istri saya masih euforia haru ... kami akan bergabung segera, terimakasih," jawab Amir kemudian.
"Kami mengerti, baik Pak, sambungnya lagi.
Selepas kepergian panitia, Aruni menengadahkan kepalanya.
" Mas, naik aja, ngantuk, "pintanya manja.
" Haha, sayang kita ke sana dulu sebentar ... ini bagus untuk menjalin relasi biar kamu punya koneksi yang luas ... aku janji, sebentar aja." bujuknya sembari mengusap kedua pipi yang basah oleh lelehan lava dari kelenjar reklimal pemilik manik bulat.
"Janji ya,"
"Iya." Mereka kemudian menuju tempat jamuan khusus di ujung kiri Hall. Ketika keduanya masuk dalam circle perjamuan, langsung disambut oleh jabat tangan dari mereka yang lebih dulu berada disana.
"Mba Aruni, selamat yaa ... aku penasaran makna dibalik motif abstrak series gamisnya ... boleh dijelaskan kembali dengan rinci?" sapa seorang owner sebuah brand hijab.
"Ide suamiku, terinspirasi oleh warna buah kurma matang yang jatuh saat Sayyidah Maryam menggoyangkan pohon kurma. Kisah saat merasakan kesakitan menunggu kelahiran Nabi Isa alaihissalam, dalam surah Maryam ayat 22 - 25," terang Aruni.
"Jadi semua yang Anda gambarkan berkaitan dengan cerita dalam al-quran? "
"Betul ... Mas aja yang jelasin." Lirik Aruni ke arah suaminya.
"Oh ini suami anda? " tanyanya memastikan.
"Iya, saya suaminya ... jadi keabstrakan yang kami coba gambarkan adalah sebuah lukisan perasaan bahagia ketika diamanahkan oleh Allah untuk sesuatu yang besar, kehamilan, kelahiran, memunculkan banyak rasa yang tak dapat diungkapkan. Salah satunya betapa rasa syukur itu nikmat seperti perasaan Sayyidah Maryam, wanita sholihah yang Allah pilih."
__ADS_1
" ... tentunya kami juga menginginkan agar busana seorang wanita meski tertutup, tetap indah serta syar'i ... alasan memilih warna pastel, aksen yang istri saya miliki sebagai ciri khas Brand yang akan kami luncurkan dalam waktu dekat. " pungkas Amir.
"Amazing, makna yang dalam wow.... " para juri kagum saat mengenal keduanya lebih dalam.
Lima belas menit perbincangan merek dengan salah satu juri menggiringnya pada sebuah kesempatan kerjasama.
"Anda memiliki Brand sendiri?"
"Queeny, kami masih pemula, butuh banyak bimbingan serta pengalaman."
"Queeny? milik anda? bukankah ownernya wanita muda?"
"Kolab dengan adik, istri saya tidak menginginkan suaminya famous," Amir terkekeh. Sementara Aruni sudah tidak mood melanjutkan obrolan bisnis.
"Wah, saya beruntung bertemu dengan designernya Queeny jika begitu ... Tuan Amirzain, Mba Aruni, aku undang kalian ke workshop serta kantor Sheila Hijab ... kapan saja anda sempat, simpan nomer saya ya." pintanya.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak Nyonya Sheila, atas kepercayaan anda terhadap kami ... in sya Allah bila takdir kami akan menyambangi workshop anda dalam waktu dekat sebelum kembali ke kota kami."
"Saya tunggu, bener yaa."
"In sya Allah ... kami mohon undur diri, istri saya sedang kurang fit saat ini, kiranya ini tak mengurangi rasa hormat dan terimakasih kami pada penyelenggara, semua juri serta jajarannya."
"Silakan Tuan, selamat beristirahat ... akan kami antarkan semua fasilitas hak pemenang langsung ke kamar anda setelah ini."
Setelah berpamitan, menyalami para hadirin yang masih setia dalam kerumunan, mereka berdua izin undur diri.
"Manja banget moms,"
"Ngantuk ga tahan,"
"Jangan bobok dulu, bentar lagi sampai," usapnya pada kepala istrinya, menahan agar posisi menyandar yang Aruni lakukan tak goyah.
Amir susah payah memasukkan card kunci kamar mereka di panel sebab Aruni yang makin memasrahkan beban tubuhnya untuk dia sanggah.
"Qiyya, maa sya Allah sayang ... sabar, jangan tidur dulu, aku mau tunjukin sesuatu ke kamu."
"Apa Mas, lekas buka iihh, lama, " rajuknya tak sabar.
Setelah pintu terbuka, Aruni langsung menghambur hendak menjatuhkan dirinya ke kasur namun tangannya ditarik Amir hingga dirinya urung menyentuh ranjang.
"Kamu duduk sini," tariknya kepangkuan.
"Lihat," tunjuk nya pada test pack yang dia keluarkan dari saku celananya.
__ADS_1
"Mass!" pekiknya.
"Mulai sekarang hati-hati yaa, dijaga baik-baik ... kita sambut dia sama-sama nanti ... tetap berjuang sehat ya moms," elus nya di perut rata istrinya seraya meletakkan kepala dibahu sang istri yang menghadap ke depan dalam pelukannya.
Suara isakan pelan itu kembali terdengar. Amir hanya dapat menyalurkan kekuatan lewat pelukan, melafalkan banyak doa kebaikan bagi keluarga kecilnya.
***
Mansion.
"Bagaimana kondisinya?"
"Stabil, organ vital kembali berfungsi normal dan baik,"
"Jaga suplai obat-obatan terbaik untuk proses pemulihannya agar secepatnya dia terjaga."
"Baik."
"Aku membutuhkan semua laporan tentang dia, kita siapkan segala yang terbaik untuknya ... aku kini yang akan menjagamu dengan sebaiknya, tak akan ku biarkan semua rencanaku berantakan.... "
"Mahendra bagaimana?"
"Clear,"
"Jangan sampai dia mengendus maksud kita, terlalu dini ... dia punya banyak orang loyall dibelakangnya ... aku tak takut pada Jimsey Exona, bahkan pada Blackshark ... aku justru gentar bila harus menghadapi Shadow Forced milik pria itu."
"Tidak kebalik kah? bukankah Blackshark pioneer?"
"Bahkan Ulfa adalah didikan Mahendra, kau tahu kinerja Ulfa? sangat rapi dan detail bukan? tak pernah sekalipun meleset mengecewakanku ... aku mendapatkan Ulfa harus berjibaku dengan segala penyamaran agar gadis itu memilihku dengan keinginannya sendiri."
"Mahendra Guna, posisinya di Exona bukanlah toko utama namun dibalik itu semua, dia memiliki pasukan elite di seluruh penjuru yang siap mati untuknya."
"Rencana anda?"
"Akan kupikirkan kembali, aku butuh riset ... dimana kelemahan Mahendra selain istri kecilnya yang sulit dijamah itu ... dia terlihat tenang dipermukaan namun kecerdasannya sanggup membuat Jimsey bertekuk lutut membelanya."
"Secemerlang itukah sosoknya?"
"Suami istri sama saja, kau tahu artinya punya kekuasan bukan? Ainnaya, sang cicit emas keluarga Kusuma menjadi rebutan, salah satunya sumber dendam Hasbi, bahkan Anggara Sumitra mengejarnya. Kau tahu asset yang mereka punya? bayangkan bila aku bisa menembusnya."
"Baik Bos, laksanakan."
.
__ADS_1
.
...___________________________...