
Ba'da Isya, Multazam.
Satu jam lamanya Gamal menelpon Amir untuk memastikan serta meminta maaf atas kejadian kurang mengenakkan saat lamaran siang tadi.
Amir menjelaskan semuanya pada Gamal bahwa dirinya mengenal baik Hasbi dan mengungkapkan alasan mengapa persahabatan mereka merenggang bahkan retak beberapa waktu lalu.
Gamaliel merasa bersalah atas turut andilnya dia yang menyulut perkelahian diantara keduanya, sebab unggahan foto awal pertemuannya dengan Amir sewaktu di Jakarta lalu. (bab 20)
" Mir maafin aku yaa, suer nyesel sumpah. "
" Lupain aja Mal, dia sahabatmu juga ... jangan sungkan buat undang dia di walimah nanti ... aku ga masalah. "
" Hm, iya itu juga yang mau aku bicarakan, dia terlanjur memberitahu temen-temen almamater S2 sore tadi padahal aku belum post apa-apa ... maaf ya akhi, aku serba salah jadinya. "
" Ck, ga usah dipikirkan, yang penting acaranya lancar hingga hari H ... kapan ke Solo? mau barengan sama aku dini hari? uyut udah ribut masih kangen soalnya jadi aku ga bisa lama di sini. "
" Lusa, bareng Abah ke Solonya sekalian cari kain untuk seragaman keluarga kita kan. Aruni sanggup ga tuh bikin buat kita semua? "
" Heh, Lu gila apa? dia belum punya asisten, sebanyak itu keluarga kita ... aku ga mau Qiyya sakit, lagian duit Lu buat apa sih? pesen butik aja sana, Qiyya cuma bikin buat aku. "
" Ga usah ngegas juga keles, Bambang ... ciyeee, udah sayang niyee, posesif amat si bapak ampe Runi ga boleh bikinin buat yang lain. "
" Jemari dia luka gegara aku Mal ... dia juga sedang kurang fit, kasihan, " sesalnya
" Ehem, ampe tahu detail ... Qiyya untuk Amir, iyadah, semoga lekas nyusul gue do'ain Lu. " Tutupnya.
Setelah makan malam, Abyan mengajak Amir bicara di ruang baca sementara para wanita beralih ke paviliun.
" Mir, jangan kelamaan ngasih jawaban, teman Mba mu dan tiga lagi dari sahabat Abah. Atau kamu sudah punya pilihan? "
" Teman Mba yang pake niqab itu kan? aku sudah bilang engga untuk dia ... oh ya, aku ingin memastikan tentang Al ahzab ayat 50 ini bersambung dengan An-Nisa ayat 23 kan ya? sama-sama menjelaskan tentang nasab. "
" Alasanmu apa menolaknya? karena dia bercadar? kan bagus, kecantikan dia cuma buat kamu ... bukan bersambung tapi berhubungan, nanti termasuk ke Al-Baqarah tentang ibu persusuan, banyak ayat yang menjelaskan tentang nasab ... kamu mau nikahin siapa memang? "
" Sabar dulu napa Kak ... bukan karena niqabnya, ya karena hatiku ga desir aja, " jelasnya.
" Kan ada tahapannya nanti, bisa lihat dulu foto nya, ketemu di perlihatkan wajahnya sekilas pandang ... jika kamu berkeberatan untuk melihatnya dan mempercayakan pada keluarga juga boleh, nah setelah itu kan ada lagi lanjutannya ... Coba telaah lagi tafsir dari yang kamu bilang tadi. " Balas Abyan.
__ADS_1
" Itu sih aku tahu, aku ga mau lanjut jika tak berasa di qolbu, Kakak pernah ngalamin itu lah pasti paham ... 13 wanita yang harom dinikahi, ibu dan keatasnya ... anak perempuan, saudara perempuan, bibi dan keatasnya dan seterusnya ... aku in sya Allah paham ini ... sekaligus contoh keterkaitan Gamal, tentang anak persusuan atau bukannya. "
" Lalu masalahmu apa? kamu tertarik dengan saudara jauh kita yang satu marga? "
" Bukan, aku hanya ingin memastikan. "
" Memastikan bahwa dia bisa kamu nikahi kan? " Cecar Abyan menampilkan senyuman tipisnya.
" Hadeuh muter mulu, aku balik nanti malam Ka. " Elaknya bangkit dari sofa.
" Mir, tadi Mba mu tak sengaja menangkap signal bahwa Aruni juga punya rasa yang sama denganmu. "
Amir hanya mengendikkan bahu sambil berlalu pergi.
*
Kereta yang membawa Amir, Aruni dan Art nya telah meninggalkan stasiun tepat jam satu dini hari lewat lima menit, menuju Solo. Aruni duduk di seberang kanannya, dan dia telah lelap sedari tadi.
Persis Naya, mudah tidur dimana saja. Tubuh kamu lelah itu namanya Qiyya tapi ga nyadar, wajahnya damai banget sih kalau lagi tidur.
AC di gerbong eksekutif ini terasa semakin dingin. Amir bangkit, meraih selimutnya lalu disampirkan pada badan gadis itu agar lebih hangat, meski Aruni telah memakai selimut.
Nitip ya Dek, jangan lupa mencobanya, lalu memakainya rutin, semoga istiqomah.
Sebenarnya gadis itu belum terlelap, ia tahu Amir menyelimutinya, dirinya memang butuh selimut tambahan hanya saja gengsi meminta tolong padanya. Tubuhnya menggigil sedari tadi, untunglah laki-laki yang duduk diseberang nya itu peka.
Hingga mereka tiba di Solo, Aruni masih dalam mode ngantuk berat. Tak banyak bicara sepanjang perjalanan menuju Joglo Ageng.
Menjelang makan siang, rumah terasa sangat hening. Amir tak melihatnya seharian ini padahal biasanya dia ada dimanapun. Dia berkali dipergoki buyutnya menoleh kesana sini seperti tengah mencari sesuatu.
" Runi pulang karena Wilona dan Abahmu telah tiba di kediaman Wardhani. Sudah mulai kangen ya? " usil Danarhadi saat makan siang bersamanya.
" Aku punya design buat seragaman keluarga kita Yut. " Kecohnya lagi dan ditanggapi Danarhadi dengan senyuman mengembang.
***
Awalnya Wilona menolak saat Abah mengajak nya pulang. Berdalih bahwa Abah sudah mengetahui kisah sebenarnya langsung dari mulutnya, dia meminta agar cukup Abah saja yang menyampaikan pada Buyutnya di Solo.
__ADS_1
Dengan paksaan dan sedikit ancaman, akhirnya Wilona bersedia menemui leluhurnya itu. Disinilah dia dan Gamal, bersimpuh di kaki Wardhani yang tetap bergeming acuh pada cucu durhakanya.
" Bangun, kamu bisa sakit, Lona. "
" Tidak sebelum Uyut memaafkanku, aku sangat berdosa padamu, pada ayah. " Tangisnya kembali pecah hingga kemudian dia hilang kesadaran.
" Mama! " Seru Gamal panik.
" Bawa ke kamar Mal, " Wardhani ikut tegang melihat kejadian diluar prediksinya.
Hingga malam menjelang, Wilona baru mau membuka mata sebab suara berat pria disampingnya melunak, memaafkan dirinya.
" Jika bukan karena Wisesa dan Amir yang terus membujukku, aku enggan Lona. Beruntunglah kamu memiliki saudara seperti mereka. "
" Jangan ulangi lagi, ajarkan Gamaliel banyak nilai kehidupan yang luhur, menjaga trah Kusuma, etika yang harus dipegang teguh. "
" Baik Yut, terimakasih banyak. " Isaknya lagi.
" Uyut, datangkan ke walimah aku nanti? " tanya Gamal kemudian.
" Iya Mas, in sya Allah kalau sehat ya. Aku mau istirahat dulu, besok pergilah ke makam ayahmu Lona ... do'akan dia. " Tegasnya sebelum pergi.
...***...
Kamar Hotel, Semarang.
Seseorang tengah mengetik pesan, sederet kalimat panjang lengkap dengan sebuah foto hasil jepretan jarak jauhnya disertai kata-kata menyudutkan.
" Lihat, lelaki pujaan mu telah mempunyai wanita lain disisinya. Secepat itukah cintanya pudar ... cinta yang kalian agungkan, nyatanya dengan mudah dia melupakanmu ... penuh kepalsuan, dan kamu malah mati-matian menyimpan pria macam itu dalam hatimu, ck bodoh. "
" Aku bodoh, lalu kamu? brengsek bukan? si bodoh menikahi pria brengsek yang tak berani mengungkap simpanannya meski saling mencintai ... kita sama menyedihkan. "
" Setidaknya aku bisa bersamanya. "
" Aku juga bisa jika ingin ... sangat mudah bagiku melepaskan diri darimu, namun aku tak akan bangga berjalan, menegakkan kepala dengan memakai jubah sampah. "
.
__ADS_1
.
...______________________________...