
Setelah kepergian Amir, Aruni semakin larut dan tenggelam dalam kegundahan. Hatinya meragu, pria dambaannya menawarkan surga dunia yang mustahil untuk dia nikmati asbab begitu banyak kekurangan diri.
" Kakak menawarkan air sejuk disaat sukmaku mulai mengering, Tuhan apakah ini yang dinamakan ketidakadilan bagi para wanita sholihah diluar sana yang telah dia tolak demi aku? " Aruni memandang langit biru diatasnya, tak ada awan menggumpal, cerah, secerah rupa lelaki yang baru saja melamarnya.
" Bahkan langit pun seakan menggambarkan bahwa engkau begitu tinggi untukku gapai namun jalan menuju kesana begitu mudah ... aku tidak meragukanmu tapi aku harus meyakinkan diriku. " Masih menikmati potongan buah yang Amir bawakan. Begitu banyak kesamaan dengannya.
Kakak misterius, aku tak mengenalmu dengan baik tapi kamu sebaliknya.
Setelah menghabiskan bekal dari Amir, Aruni beranjak pergi dari sana. Tujuannya satu, menemui seseorang yang bisa membuat hatinya yakin.
Joglo Ageng.
Sejak tiba setengah jam yang lalu, Amir mengurung diri dikamar, pun saat Abahnya menanyakan alasannya, dia hanya menjawab ingin menyiapkan diri sekaligus memperbaiki sistem Web milik Abahnya juga Quenny dengan adik iparnya, Mahendra.
Abah memilih meluruskan pinggang dan kaki rentanya sembari muroja'ah di pinggir kolam koi samping teras rumah, hingga terdengar suara lembut mencari keberadaannya.
" Abah ... Abah.... "
" Di kolam Koi Nduk, sini, " menyahuti Aruni yang mencarinya.
" Bah, Runi mau nanya, " Salimnya pada pria yang sudah ia anggap bagai Abinya itu.
" Emang boleh yaa, sesama saudara menikah? "
Abah terkesiap atas pertanyaan anak gadis yang duduk dihadapannya ini.
" Amir menyampaikan sesuatu padamu, Nduk? "
Aruni menganggukkan kepala seraya menunduk.
" Boleh digambar atau perhatikan baik-baik ... Abah akan merunut kalian dari buyut saja, Bismillahirrahmanirrahim ... Wardhani dan Danarhadi adalah sepupu. Sepupu ini bukan mahram, seandainya keduanya pria dan wanita, maka halal untuk dinikahi. "
" Kamu keturunan Wardhani, dari cucunya yang bernama Anggita ... Cucu satunya, Darusman punya Wilona dan Gamaliel, seandainya kalian menikah pun boleh karena Wilona ibu susu Gamal maka kalian sepupu. "
" Sampai sini, Runi paham? "
" Paham Bah ... lalu aku? "
" Dan Amir maksudnya? " Abah semakin jelas menangkap maksud Aruni.
" Abah adalah cucu Danarhadi dan Amir anakku ... jika kalian berdua menikah, jelas dibolehkan karena sudah jauh nasabnya, berbeda lajur nya. " Abah tersenyum.
__ADS_1
(Lunas ya guys, uraian bab 40 tentang nasab silsilah yang kalian bilang pusing 😂.)
Gadis ini hanya diam, kembali menundukkan kepalanya.
" Nduk, Amir itu ga pernah pacaran, memandang yang bukan mahram pun hampir tidak pernah. Abah sempat watir jika dia tak menyukai wanita hahaha ... dia pernah mengutarakan maksud terhadap Aiswa namun khitbahnya tak disampaikan kakaknya hingga berakhir kekhilafan kedua anak itu dan menyembunyikan Aiswa di pondok Almahyra. "
" Meski begitu, dia tak pernah mengunjunginya, jika saja lelakinya bukan Amir mungkin mereka sudah menikah diam-diam. Abah bersyukur Allah yang menjaganya langsung ... hanya kamu, yang sedekat ini dengannya, yang pernah ia pandang wajahnya setelah Aiswa. "
" Kamu tahu kan di pernikahan Gamal kemarin, dia tak menoleh sedikitpun bahkan menolakmu ... tapi saat dia tahu bahwa yang sampingnya adalah Qiyya, sikapnya berubah hangat dan melembut ... saat di lamaran Gamal, dia cerita, khawatir padamu dan marah saat Hasbi ingin menyentuhmu. "
" Abah, aku ... merasa tidak sekufu dengan kakak. "
" Amir yang memilihmu Nduk ... dia tahu apa yang diinginkannya. Banyak putri para Yai, tapi dia menolaknya. Sejak dia memanggil Qiyya, Abah tahu kamu sudah masuk dalam hatinya ... kamu tahu dia bilang apa tadi saat kembali? "
" Apa Bah? "
" Dia bilang akan menyiapkan diri apabila kamu menolaknya. Dia ga pede Runi, takut tidak bisa membahagiakanmu ... yang mana kamu adalah wanita mandiri dan visioner. "
" Ya Allah kakak ... padahal aku yang minder, ko bisa sih? "
" Kamu sangat menawan Runi, banyak pria mapan yang memintamu pada Abi bukan? ... Mohon petunjuk Allah agar ditenangkan hatimu sebelum memberi jawaban, in sya Allah Amir siap apapun hasilnya nanti ... Abi dan Mamamu serta Aksan akan menginap disini malam ini ... Nduk, selesaikan baik-baik dengan Aksan bila kalian masih punya urusan, jangan menyakitinya. "
" Nanti Amir cemburu sama Abah berabe urusannya ... anak itu kalau sudah marah, dia akan mengunci mulutnya kian rapat sebelum tiga harinya habis.... " Abah membelai pelan kepala gadis itu seraya pamit kedalam.
Saat makan malam.
Aruni memasuki ruang makan megah itu saat mereka mulai menyiapkan menu hidangan ke pinggan masing-masing.
Loh piring kakak masih kosong, dia baru datang kah?
Aruni menarik kursi di sebelah Mama berhadapan dengan Aksan yang duduk disamping Amir. Ia membuka piringnya, mengisi dengan beberapa menu favoritnya lalu bangkit berdiri meraih piring Amir yang masih kosong, mengganti dengan yang telah ia siapkan.
" Kak, ini ... dan minum yang hangat dulu, " serahnya ke hadapan Amir.
" Syukron Qiyya, " jawabnya sumringah.
Tindakannya ini tak luput dari pandangan Aksan serta kedua orang tuanya. Abah dan Danarhadi hanya tersenyum tipis melihat keduanya.
Setelah makan malam, Danarhadi mengajak orangtua Aruni, Abah dan Amir ke ruang baca. Ia meminta Aruni dan Aksan menyelesaikan urusan mereka ditemani Mban di ruang tamu.
" Mas, utarakan maksud tindakan Runi tadi terhadapmu. " Pinta Danarhadi pada Amir.
__ADS_1
" Abah saja Uyut, "
" Ji, silakan ... adakah yang tak kami ketahui? "
" Begini Raden Emran Fauzi, Raden Ayu Anggita Hanum ... aku ingin meminta Roro Aruni menjadi menantuku, istri bagi putra keduaku, Amirzain. "
" Kamu tahu kan Mas, kondisinya Runi ... apa alasanmu? " alih pandang Abi ke Amir.
" Aku punya visi misi yang sama dengannya, dia hadir dalam mimpiku setelah aku istikharah beberapa waktu. "
" Runi sulit hamil, bilamana niatmu nanti berubah, ingin berpoligami misalnya ... bagaimana nasib Runi kami? " tanya Anggita.
" Aku menikahinya bukan karena rasa kasihan, buah hati bukan tujuan utamaku meski tak aku pungkiri keinginan itu ada ... semua atas Kuasa Allah, yang Maha Segala-galanya Mama ... anak adalah amanah, jikalau Allah menitipkan pada kami itu adalah anugrah jikalau pun tidak, itu juga anugrah karena pasti Allah akan mengganti dengan nikmat lainnya. "
" Rosulullah tidak pernah berpoligami saat Sayyidah Khadijah masih hidup ... Baginda Nabi menikah lagi untuk menyelamatkan kehormatan wanita yang suaminya syahid atau untuk menyatukan suatu kaum agar beriman pada Allah, atas perintah Allah, bukan karena nafsu apalagi hanya untuk mendapatkan keturunan ... aku berpegang demikian. "
" Aku pria biasa Abi, Mama, yang lemah hati apalagi menyangkut rasa dan wanita ... Allah membolehkan jika mampu berlaku adil, tapi nyatanya manusia tidak akan pernah bisa seimbang ... seperti yang aku sampaikan pada Qiyya, bahwa akan merayu Allah untuk kami. Ikhtiar maksimal 'ala wajib sebelum tawakkal dan ikhlas, aku akan mengajak Qiyya untuk menggantungkan harapan hanya pada-Nya ... kiranya ini bisa menjadi alasan lamaranku diterima. "
" Allahumma shalli alaa Muhammadin 'abdika wa rosulika nabiyyil ummi wa'alaa aalihii wa sallim. " Abah memeluk putranya, ia terharu.
Anggita terisak dalam pelukan suaminya. Amir sangat bijak menerima kondisi anaknya.
" Abi akan meminta jawaban Runi dulu ya Mas, "
" Sekalian Abi, afwan ... tolong tanyakan mahar yang Qiyya minta jika khitbahku diterima serta adakah syarat yang dia ajukan untukku. "
Abi dan Mama hanya mengangguk samar, mereka kehabisan kata-kata menghadapi keteguhan Amir.
" Ji, dikasih makan apa punya putra begini? pakai dzikir apa sampai hasilnya begini? Maa sya Allah. "
" Anugrah kecil dari Allah untuk keluarga kami ... Allah yang melembutkan hatinya Ji, bukan kami.... " Abah mengusap kepala anak kesayangannya.
Qiyya, aku harap kamu menerimaku.
.
.
...___________________________...
Dari jaman di judul ' Dia pilihan Untukku ' ... Ka Amir itu idola Mama ðŸ˜.
__ADS_1