
Malaysia.
Dewiq tiba tepat saat Aeyza kolaps, semua alat medis yang menempel di tubuhnya satu persatu ditolak dengan berbagai reaksi kontradiktif.
" Aeyza jangan begini, berikan petunjuk bilamana kamu sudah tak sanggup bertahan, " Dewiq menangis saat tenaga medis gencar melakukan tindakan.
Sang ayah yang menenangkan hanya bisa memeluk anak sulungnya itu.
"Akan ada briefing setelah ini sayang, Papa putuskan akan membawa kembali Aeyza ke tanah air. "
" Do the best Pa, dia saudaraku satu-satunya, " pintanya memohon.
" I hope we will get the cures for all the Aeyza diseases that we’re facing now. " (Aku harap kita akan mendapat obat dari segala sakitnya Aeyza yang kita hadapi sekarang.)
" She wishes to be a great lawyer who always defend for justice ... bangunlah Aeyza. " (Dia bercita-cita untuk menjadi pengacara hebat yang selalu membela keadilan. )
" Yes, itu cita-citanya ... but, there is always something that we can learn from it. " (Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa)
Dewiq dan sang ayah saat ini berada dalam ruangan khusus para dokter, setelah reaksi trauma Aeyza muncul.
Keputusan dokter, bilamana kejadian serupa berulang lagi maka tiada hal lebih baik selain kembali pada keluarga. Masa hidup tubuh ditopang oleh alat medis tak bisa selamanya.
***
Jakarta.
Di saat Dewiq jauh sebab fokus dengan keluarga, meninggalkan kuliahnya sementara. Terjadi satu insiden yang memicu reaksi Aiswa.
Tidak ada Umma maupun Buya menemani gadis itu dikamar. Joanna pun entah kemana.
Dua pasang kaki terbalut setelan serba hitam khas pengajar, memasuki ruangan yang didominasi warna putih dengan wangi khas karbol desinfektan serta jangan lupakan backsound alat medis yang bergema.
__ADS_1
" Hallo Aiswa, kenalin aku Serli ... istri Mas Hasbi juga, bangunlah, kita bisa hidup bersama dengan rukun nanti, merawat anak kita sama-sama, " sapanya saat telah berhadapan dengan istri kedua suaminya, di depan ranjang Aiswa.
" Aiswa, sesungguhnya aku ingin melepaskanmu namun Serli mencegahnya, " ujar Hasbi mendekat dan duduk di sisi brangkar istri sahnya itu.
Tuut.Tuut.Tuut. Bunyi detak jantung Aiswa meningkat.
" Sayang, aku panggil dokter dulu, " gusarnya.
" Ada apa ini? siapa dia? " Umma terkejut saat masuk dalam kamar anaknya hampir bertabrakan dengan Hasbi yang tergesa keluar.
Bunyi alat media yang seketika memekakkan telinga, serta kehadiran seonggok daging bernyawa nan berwujud cantik sempurna yang tak dikenalnya membuat Umma limbung.
" Aku Serli, Umma ... istri pertama Mas Hasbi, " jawabnya tanpa ragu hendak menyalami Nyai Maryam.
Jedderr. Umma bagai tersambar petir.
" Pergi, menjauhlah dari Aiswa. " Umma mundur selangkah.
Tak lama berselang.
" Tolong jaga kondisi pasien agar tetap stabil, meski sedang dalam kondisi vegetatif, semua yang kalian katakan masih bisa beliau dengar ... baiknya bangkitkan kenangan yang indah agar memicu semangatnya untuk bangkit. "
" Dokter ... anakku koma, bukan mayat hidup. "
" Koma artinya otak dalam kondisi zero, istirahat Nyonya ... apabila berlangsung lama makan kondisi demikian disebut dengan vegetatif. "
" Apa itu dokter? " tanya Umma cemas.
" Kondisi dimana bagian otak yang mengendalikan perilaku dan pikiran tidak lagi berfungsi secara normal, namun hipotalamus dan batang otak, yakni bagian otak yang mengendalikan fungsi vital masih bisa berfungsi dengan baik, " ucap dokter.
" Lalu apa yang team dokter dapat lakukan dalam kondisi demikian? " sambung Hasbi.
__ADS_1
" Kesembuhan dari seseorang yang mengalami koma intinya ada pada bagian otaknya. Ketika otak sudah bisa kembali normal, maka segala fungsi tubuh kembali seperti semula. Ada beberapa yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengembalikan kondisi seseorang yang mengalami koma seperti mencegah pembengkakan pada otak, menyedot cairan, menyuplai oksigen untuk mencukupi kebutuhan tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak dan mengobati bagian yang sudah rusak cukup parah ... dan itu sedang kami lakukan, Tuan. "
Setelah kondisi pasien kembali stabil, dokter jaga kembali keluar ruangan meninggalkan keluarga yang tengah berselisih tegang.
Disusul Hariri Salim dan Kyai Maksum yang baru saja tiba dan masuk ke ruangan itu, keduanya terkejut dengan kehadiran Serli disana.
" Hasbi, berikan hak Aiswa ... ucapkan, " ujar Kyai Maksum.
" Jangan Mas, jangan ... yakinlah Aiswa sembuh dan aku akan membujuknya, " Serli memohon, menduga suaminya akan melafalkan talak.
" Baik, aku tidak punya pilihan ... menurut kalian, aku telah menyakitinya dalam. Akan aku berikan kebebasan baginya sesuai keinginan kalian meski aku enggan, " ujarnya masih dengan sisa keangkuhan.
" Kepada istriku Aiswa Fajri bintu Hariri Salim, meski tidak sesuai sighat ... aku tidak menyakiti jasmani melainkan ruhani juga aku tidak mendapatkan hakku selama lebih dari tiga bulan, maka aku tidak redho kepadamu hingga jatuh talakku satu padamu. "
Umma menangis menghambur dalam pelukan suaminya. Hariri Salim menghembus nafas kasar menyertai hati nan pedih. Kelenjar raklimal nampaknya tengah memproduksi banyak air mata saat ini terbuktikan oleh netra yang memerih.
Sekuat tenaga dia menahan bendungan dalam kelopak matanya agar tak luruh menganak sungai di depan besannya.
Serli histeris memukuli suaminya, Hasbi hanya diam menerima perlakuan istri sirinya itu sembari merapatkan matanya menahan gejolak emosi yang tak ia mengerti. Ada rasa lega sekaligus sakit yang hadir bersamaan meski tatapan Buyanya melembut, tak lagi menyalak seperti sebelumnya.
Keduanya lalu meninggalkan ruangan itu, disusul Kyai Maksum setelah memohon ampun dan maaf terhadap sahabatnya.
" Aiswa, kamu dengar? kamu bebas Nak, " Umma memeluk tubuh yang terbujur kamu dengan tangisan pilu memenuhi seluruh ruang.
.
.
...__________________________...
Ngebut....
__ADS_1