
Pekan ini Aruni pulang kerumah Buyutnya sendiri. Sejak Amir melamarnya, terhitung sudah dua hari mereka belum pernah bersitatap. Jawaban atas lamarannya telah disampaikan oleh Abinya semalam.
" Kalau ketemu kakak didepan, gimana yaa duh grogi gini sih. " Aruni menyeret koper biru langitnya melewati ruang makan, menuju living room dan ruang baca.
Tok. Tok.
" Masuk saja, tidak dikunci, " suara berat Danarhadi dari dalam.
" Uyut, Runi pulang dulu yaa, jaga kesehatan selalu. Vitamin Uyut udah Runi stock di meja nakas kamar, madunya juga. "
" Nggih Nduk, pamit sama Amir ga? "
" Kakak, ga ada kan? nanti aku kirim pesan. " ujarnya enteng, padahal saat Aruni masuk, Amir ada disana sedang meracik teh hijau permintaan buyutnya pada meja saji dibalik pintu.
" Pergi aja, toh aku ga penting. " Amir sinis menyela.
Degh.
" Eh, Kak ... hmm, itu, aku, pu-lang yaa ... bye Uyut, c-up. " salimnya pada Danarhadi sekaligus mencium pipi pria renta itu lalu berlari keluar ruangan.
Hahaha. Danarhadi tertawa melihat tingkah Aruni.
" Kamu itu, galak amat, dia sampai grogi. "
" Aneh, satu tempat cuma beda atap saja menghindariku sebegitunya, ga keluar kamar tiga hari betah amat ... ya kali kalau ada aku di dalamnya ga keluar kamar satu pekan pun bakalan betah, bener kan Yut. "
" Ga tahu, " sahut Danarhadi sekenanya.
Amir kesal, pesan dan panggilannya kerap diabaikan gadis itu. Apa susahnya mengetik sebaris kata, pikirnya.
Berbeda dengan Aruni, ia merasa canggung setelah menerima lamaran pujaan hatinya. Seakan malu dan menahan diri agar tidak terlalu banyak bersinggungan dengannya.
H-2 Pernikahan.
Keluarga intinya sudah berkumpul di kediaman Danarhadi. Sejak Mahendra tiba, mereka berdua asik berbincang dengan bahasa yang tak Abah pahami, mengerjakan sesuatu didepan laptop masing-masing.
"Ngomong pake bahasa Indonesia aja kenapa sih, biar Abah ngerti, kalian lagi apa? "
" Lagi bikin landing page buat website Meela.Co milik Abah agar lebih mudah melihat katalog dan terhubung dengan admin webnya, sekaligus mempercantik tampilan web Queeny. " Mahen menjelaskan.
" Kak, design Queeny Winters series mana? belum selesai? mau naik cetak ini. " Naya menagih design pada Amir.
" Di tab Nduk, buka file winter, ada 6 warna dengan 2 style motif berbeda. "
Naya adalah pencetus ide brand hijab mereka, karena dirinya pernah bekerja sebagai staff visual merchandise, ia mumpuni dalam mengamati trensetter yang tengah in, juga karena Mahendra tak mengizinkannya bekerja setelah menikah. Dari sinilah brand Queeny lahir.
Naya mempercayakan urusan design pada kakaknya itu karena hasil goresan tangannya selalu booming di semua series yang diluncurkan. Ada saja ide dalam kepalanya hingga akhirnya Queeny didaulat sebagai Brand Rising Star dalam dunia fashion muslim ditahun ini.
" Alex akan di Cirebon menghandle bisnis Abah dengan Mang sapri, selama Abah disini dan kakak pergi ... Naya masih bisa memantau Queeny karena dia hanya menunggu tanggal wisuda turun saja, nanti aku tambah dua admin untuk mengisi support sistem yang kurang ka. Pergilah ... kali ini giliran kami menghandle semuanya. " Mahen menepuk bahu iparnya itu. Ia banyak berhutang budi padanya kala menginginkan Naya dulu, kini saatnya dia membalas jasa sang kakak ipar.
__ADS_1
*
Ba'da subuh.
Kediaman Danarhadi sangat sibuk pagi ini, Amir meminta saat jelang sholat jum'at nanti semua harus sudah siap. Tak banyak seserahan yang mereka bawa sesuai permintaan Aruni.
" Hanya ini ka? ck, milyarder ko ngirit, " ejek Naya.
" Bumil kalau ngomong suka ngenekin ya Mas, Qiyya ga mau bawa banyak barang saat pindahan nanti ... lagian kalau cuma baju sih, aduh gampang, satu toko bisa dibeli ya Mas. " Kelakarnya.
" Bener Kak ... terlihat sedikit tapi bernilai sayang ... ini maharnya 9.092.525 ... lima set perhiasan, kunci studio, ini sebagai hadiah kak? "
" Iya, biar Qiyya fokus saat membuat design, itu juga akan jadi ruang kerja kita nanti disana ... kamu harus lihat interiornya Nduk, pasti pengen punya juga. "
" Au dah ... Kak, souvenir dari Queeny sudah siap kan?
" Done sayang, tinggal berangkat saja ... kita jum'atan dulu ya, " Mahen menimpali.
*
Kediaman Wardhani, Ba'da Jum'at.
Rombongan keluarga Danarhadi telah tiba. Kali ini nuansa biru langit mendominasi keluarga mereka, sedangkan dari pihak Aruni didominasi oleh warna navy gold termasuk kebaya yang dikenakan Aruni untuk akad.
Naya dan Almahyra menemani Aruni dikamar. Sesuai permintaan Amir, dia tak boleh keluar sebelum semua prosesi selesai.
Khutbah nikah oleh Kyai Rois paman Almahyra, mampu membuat suasana haru menguar. Pesan untuk sang mempelai pun trenyuh menyentuh qolbu.
" Ji mau menikahkan sendiri atau di wakilkan? sebab beda cara pelafalannya dan harus serah terima dulu dengan wali nikahnya nanti. " Kyai Jazuli bertanya pada Abi. (sesuai syara')
" Ana nikahkan sendiri, Yai. "
" Ya khayr ... Bismillahirrahmanirrahim, " Kyai Jazuli memulai prosesi, menyilakan Abi Aruni menjabat tangan Amir.
" Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka Raden Roro Aruni Fauqiyya binti H. Raden Emran fauzi bil mahri rubiyah 9.092.525, haalan. "
" Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi. "
" SAH ... SAH ... " riuh suara hadirin.
" Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin. "
Aruni dan kedua wanita yang mendampinginya didalam kamar memeluknya, mengucapkan Alhamdulillah bersamaan dengan Amir yang memasuki ruangan.
" Silakan bacakan surah Ar-Rahman sebagai hadiah nikahmu baginya, serta menyerahkan maharnya. " Kyai Jazuli, Abi dan Abah menyaksikan.
" Sayang, aku hadiahkan kalam Allah bagimu, istriku Aruni Fauqiyya, Bismillahirrahmanirrahim.... " Amir berhadapan dengan Aruni, menggenggam tangannya sembari menatap wajah ayu yang amat dia rindukan.
Ketika tiba di ayat 74, suara Amir tergetar seiring netra Aruni yang membasah.
__ADS_1
" Lam yatmis hunna insun qablahum wa laa jaaann. "
(Tafsirnya : bidadari itu tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin sebelum datang penghuni surga yang menjadi suami mereka. Hanya suami-suami mereka inilah yang berhak menyentuh mereka. Pengulangan ini juga disebutkan dalam ayat 56).
Naya sudah terisak memeluk Abah, menyaksikan kakak kesayangannya telah menemukan tambatan hati.
Amir menghela nafas, menjeda sesak, mensyukuri betapa nikmat Allah sangat banyak baginya.
Menawan, in sya Allah sholihah, istriku.
" Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan. " Amir mengangkat wajah Aruni yang menunduk, menghapus air matanya hingga menciumi jemari istrinya itu. Perlakuan manis yang membuat para wanita iri, termasuk Almahyra.
" Alhamdulillah. " Suara dalam ruangan mengucap syukur saat Amir selesai.
" Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih ... wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih. " Amir melanjutkan dengan mencium kening Aruni, mengusap ubun-ubunnya sembari membacakan doa kebaikan.
" Bismillah ... c-up. " Aruni yang tak siap mendapat kejutan kecil dari sang suami dihadapan banyak sesepuh, netranya membola sempurna menerima perlakuan manis Amir yang mengecup bibirnya.
" Ya ampun Mir! sabar napa. " Abah menepuk bahu anaknya pelan.
" Halal Ji, " sambung Kyai Jazuli seraya menggamit lengan Abah keluar ruangan diikuti Abi.
" Yeee, ga sabaran, nyosor aja, " sungut Naya sebal, dia tetiba kangen suami mesumnya itu. Tangannya lalu menarik Almahyra keluar dari sana.
" Kangen kamu sayang, " lirihnya masih menatap Aruni kala mencium tangannya.
" Udah ah, keluar, ga enak sama yang lain kan nungguin. "
" Biarin, aku ga ada urusan sama mereka. "
" Maass, jangan gitu. "
Hening.
" Mas ... aku suka, thankyou Mrs.Zaidi. " Keduanya menjalin jemari, menempelkan kening mereka, saling memeluk.
" Kaaaaaaaakkkk, bisa nanti ga indehoy nya? tamunya niii.... " teriak Naya sebal.
" Ck, tarzan, Iya iya.... " Amir bangkit seraya membantu Aruni berdiri.
Mimpikah aku, telah sah menjadi istrinya? istri seorang Amirzain Zaidi.
.
.
...____________________________...
...Lega, alhamdulillah....
__ADS_1
...Sudah punya tenaga untuk perang lagi? Leggo.. ...