
Dua A kini sudah berada di Solo memenuhi keinginan sang buyut Danarhadi. Amir sudah melarang istrinya itu untuk ikut event, namun kali ini mereka diundang sebagai tamu kehormatan dalam pagelaran nasional ajang para designer pemula unjuk gigi.
"Rohi, sudah. Gak usah di lanjutkan lagi. Kita bisa mulai kembali saat adek sudah lahir," pinta Amir saat melihat Aiswa masih sibuk dengan tab nya.
"Tanggung Bii, aku simpan ini untuk event minggu depan yang cuma setor outline saja, lagian adek kan kuat. Qolbi lupa, waktu trimester awal itu kita kemana saja? sampai Dubai loh, adek anteng tuh," protes Aiswa.
"Anteng iya, tapi aku gak tega liat kamu itu loh ... Maa sya Allah, Sayang. Ini perut udah buncit, berat bawa kemana-mana," Amir mengelus perut Aiswa lembut, merasakan gerakan bayinya dari dalam sana.
"Hai Sayang, Abi gak sabar ketemu kamu," bisiknya menciumi perut Aiswa.
"Aku nya gak kenapa-kenapa ko, kan dokter bilang bebas ngapain aja. Malah harus banyak gerak jelang kelahiran," wanita cantik ini masih berusaha membujuk suaminya.
"Iya deh iya. Kita dapat undangan tapi sebagai tamu. Karya kamu tetap di masukkan dalam daftar, nanti Santi dan Joanna yang ngatur saat pagelaran ya. Dibantu Mba Warni, Mban nya Uyut," keputusan Amir final.
"Siap Park Bo Jho, lagian baru masuk sembilan Bii. Kan HPL itu masih empat mingguan lagi," Aiswa bersikukuh.
"Allah, iya Sayang iya. Ngebet amat ya Rohi kalau urusan jalan-jalan gini. Kompak berdua sama adek, dia asik aja pula itu," ucap Amir seraya merapikan semua peralatan bekas pakai istrinya yang berserakan.
Aiswa hanya tersenyum menanggapi keluhan suaminya itu. Mengusap pipinya lembut saat pujaan hati berada dalam jangkauan.
Entah karena perasaan yang sangat bahagia menjalani masa kehamilannya. Aiswa hampir tak punya kendala berarti semenjak trimester awal hingga saat ini.
Mungkin, perhatian juga dukungan Amir membuatnya nyaman dan rileks sehingga ia pun enjoy melakukan semua aktivitasnya selama masa kehamilan.
Malam menjelang, Ba'da isya.
Uyut dan Abah masih berada di keraton, ikut sibuk mempersiapkan acara Sinuhun karena event pagelaran mode nasional yang memakai lokasi di alun-alun keraton.
Aiswa bermanja menyandarkan tubuhnya dalam pelukan hangat Amir diatas tempat tidur mereka. Dia mengirimkan pesan di grup chat Trio Labils : LAdy Berbody Indah Langsing dan Seksi.
"Hai guys, lagi ngapain? eh manten baru, sibuk mainan penggaris ya?" tanya Aiswa.
"Lagi lemes Aey, aku gak mood seharian ini. Bear sampai gak kerja ngurusin aku mulu," balas Dewiq.
"Kak, halim kali. Testpack donk," tebak Aiswa.
"Masa? ko aku lupa ya?"
"Maklumin dah Aish, dokter baru lulus," sambung Dwi.
"Eh, bibir tolong di satpamin ... manten anyar tumben on, gak laku apa gimana tuh? atau ini modus biar gak di ledek, Lu, Dwi?" sergah Dewiq.
"Mulut kalau lagi demam emang pedes ya ... Si Aa lagi nemuin rekan dokternya di bawah. Tau dah ngapain ... eh, mainan penggaris, emang buat apa Aish?" sahut Dwiana membalas Dewiq dan Aiswa.
"Ho'o, heran gue. Ada aja Aeyza tu kalau usil, udah ketularan Kusuma," jawab Dewiq lagi.
"Ituloh Kak, Dwi, kalau pengantin baru kan biasa menelusuri setiap inci, penggarisnya ya itu tadi, kalau bukan mulut dan pengikutnya terus apa donk ... haha, gue geli sendiri," Aiswa tertawa mengundang perhatian Amir.
"Haha, Dwi, udah mainan belom? awas penggarisnya jeding bin jontor," sindir Dewiq.
"Mulai ya Sayang, kebiasaan," tebak Amir seraya mengintip chat mereka.
__ADS_1
"Bii, sama kan lagi chat dengan Kusuma daritadi senyum-senyum gitu," balas Aiswa.
"Iya. Ka Abyan kirim foto USG Mba Qonita, Fatima mau punya adek lagi. Pas sih, lima tahun. Kita gak usah ya, kelamaan. Dua tahun lepas asi, nyambung," bisik Amir membelai pipi gembul istrinya.
"Kelamaan gak dua tahun?" tanya Aiswa menengadahkan kepala menghadap Amir.
"Kalau merasa sanggup ngurus batita dan hamil lagi, aku Ok aja Rohi. Karena punya bayi itu bakal merubah semua kebiasaan kamu nanti, Sayang," ujar Amir.
"Ck, Qolbi gak akan biarin aku capek, stres, dan lainnya. Seorang Qolbi gitu, Raden Mas Amirzain, semua tindakannya sempurna. Kecuali kalau marah atau jealous, aku takut," jawab Aiswa.
Amir hanya tersenyum mendengar istrinya mengatakan hal demikian. Baginya, urusan rumah tangga juga adalah tanggung jawabnya.
Dia adalah putri Tazkiya, yang terbiasa di layani dan muliakan, ketika dirinya meminta Aiswa, berarti harus siap dengan semua kebiasaan yang telah mendarah daging. Meski nyatanya, Aiswa tak pernah manja, ia justru sangat ingin mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga namun kerap ia larang.
"Apa sih Bii, liatin aku gitu," lirih Aiswa seraya membalas chat Dwiana.
C-up.
"Princess Tazkiya itu cerdas. Gak pernah gagal membahagiakan suaminya," ucap Amir.
Setelah itu, mereka kembali sibuk dengan gawai masing-masing.
Chat Trio Labils.
"Ciyye Aa, Sunda amat Dwi," balas Aiswa.
"Kan ijab juga Rayyan pake sundaan. Cinta tanah kelahiran," sahut Dewiq.
"Yee, gue manggil Bear kalau di depan Buya pake Mas ... ya emang ga cocok ama bibir Lu, Mas itu buat yang kemayu kek gue, macem Aeyza gitu," sindir Dewiq.
"Lagak Lu, ketinggian kek tower BTS, padahal signal kemayu nol besar...." ejek Dwi pada Dewiq.
"Kudunya Dwi manggil Rayyan itu, Kisanak...." Aiswa tertawa lepas diikuti Dewiq.
"Udah macam film Brama Kumbara," sungut Dwi.
"Kan Lu punya jurus wushu, atau Kakak pertama dah kek Sun Go Kong," samber Aiswa lagi.
Kali ini ketiganya tertawa. Emot terbahak hingga stiker kartun guling-guling bertaburan.
Sudah hampir jam sepuluh malam saat Amir meminta ponsel Aiswa, tanda agar dirinya beristirahat. Wanita alim itu pun pamit pada kedua sahabatnya, mengakhiri chat yang sesungguhnya masih sangat seru.
...***...
Malam Pagelaran, weekend.
Abah dan Uyut berada di barisan kedua setelah para tamu istimewa termasuk para pejabat terkait event nasional, tahunan ini.
Tibalah saat pengumuman pemenang lomba. Tak ada nama Aiswa disebut hingga akhir. Hanya Qiswa yang masuk menjadi top brand favorit pilihan juri juga dari vote para konsumen yang hadir sejak pameran satu pekan lalu sebelum acara inti malam ini di gelar.
Hingga, saat Amir sedang membukakan botol minum untuk istrinya. Nama Aiswa Fajri disebut sebagai The rising star designer of the year.
__ADS_1
"Uhulk... Bii, gak salah?"
"Pelan Sayang ... sini," Amir mengambil botol minum dari tangan istrinya saat Aiswa di sorot lampu.
"Mabruk Sayang," Amir meraih tangan kanan Aiswa, ia menciuminya bolak balik.
"Bii, jangan Bii ... jangan, Bii," ingin menarik, namun cekalan suaminya begitu kuat. Ia malu, sekaligus terharu.
"Pemilik tangan ini pernah membuatku luka, patah hati, sekaligus memotivasi ... kini, tangan ini juga yang selalu membuatku bahagia, merasa menjadi pria teristimewa di dunia. Aku redho dan bangga padamu, Sayang, Aiswa Fajri."
Bahkan Danarhadi sampai bersorak saat nama cicit mantunya disebut para Juri.
"Nduukkk, Aish, keren ... dia cicit mantuku," serunya bangga, Sinuhun sampai menepuk pundak Danarhadi saking ikut bahagia melihat euforia Tumenggung kesayangannya.
Panitia menjemput Aiswa agar naik podium, namun dirinya hanya meminta Amir yang menemaninya saat ia menuju ke sana.
"Bii, ayo," ia menarik lengan suaminya.
Keduanya pun melangkah maju. Amir menggandeng, merangkul pinggang Aiswa erat saat akan menaiki tangga.
"Go ahead. Aku melihatmu dari sini, Sayang," lelaki itu meminta agar panitia wanita mengawal istrinya.
Mungkin Danarhadi sesepuh paling heboh diantara tamu kehormatan. Hingga Abah pun malu melihat tingkah kakeknya itu.
"Astaghfirullah, Kek, udah ah. Amir malu loh nanti," ujar Abah.
"Mana ada, Mas Amir malah adem itu. Kamu aja bawel, Sa," keluh Danarhadi.
"Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, Qiyya, Naufal ... syukron Sayang, aku bahagia. Kalian berdua, istriku ... Kak, Abi titip Mommy, kamu juga akan punya adik," gumam Amir saat melihat istrinya di hadiahi banyak bingkisan juga karangan bunga. Ia melihat Aruni juga Naufal mendampingi Aiswa, melihat ke arahnya.
"Bii, love you," gerakan bibir Aiswa mengisyaratkan kalimat cinta saat kedua mata mereka bertemu pandang.
"Love you too, both of you, Sayang...."
"Kalian telah mencapai mimpi masing-masing ... tugasku sebagian selesai."
.
.
...___________________________...
...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ au aah......
...Visual Aruni, reminder......
...Aiswa Fajri...
__ADS_1