DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A
BAB 66. PRINCESS HERMANA


__ADS_3

Apartemen, Jakarta.


Dalam renungnya, Kyai Maksum memikirkan bagaimana cara yang baik memberitahu sahabatnya bahwa anaknya dipoligami. Mungkin Aiswa tahu Hasbi berlaku demikian, bisa jadi inilah penyebab sakitnya gadis cilik itu.


Salahnya, tak peka. Ia sangka anak bungsunya itu akan tegar namun ternyata sebaliknya. Naya segalanya, tak heran dia jatuh cinta pada putri Kaji Ahmad yang mandiri itu, selain cantik dia juga cerdas dan berpendirian teguh meski dirinya kurang suka sebab gadis itu tak berhijab padahal ayah dan kedua kakaknya seorang alim.


Siapa kira, sekarang gadis itu sangat rapat menutup auratnya setelah menikah, Mahendra memang cakap mendidik istrinya menjadi wanita anggun.


" Yai, mau ditaruh mana mukaku kini ... tapi sebisa mungkin harus disampaikan kebenarannya. Betapa ia sangat menyesal kurasa setelah ini. " Kyai Maksum memaksa netranya memejam sejenak, menghilangkan perih yang menggelayut mengajak luruh butir bening yang sedari tadi ia tahan.


Hasbi meninggalkan apartemennya menuju kediaman Serli, mewanti istri seksinya itu agar berdiam diri disana hingga masalah reda dan dia akan berusaha membujuk Abuyanya agar menerima kehadiran Serli.


Wanita itu hanya mengangguk, mengikuti kemauan suaminya adalah pilihan terbaik saat ini.


" Sayang, tunggu aku ya ... aku tak akan melepaskanmu, " pungkasnya yang hanya disahuti dengan senyuman manis dari sang wanita.


Hasbi meninggalkan dirinya menuju rumah sakit, melihat istri keduanya yang terbaring koma.


*


Hermana Internasional Hospitals.


Dewiq baru saja tiba di Bandara Soetta, kedatangannya menyita perhatian beberapa awak media serta puluhan pasang mata yang memindai penampilan perlente, arogan serta misterius dari sang putri penguasa kerajaan medis negeri ini meski usianya baru menginjak 21 tahun.


" Ulf, handle media. Aku tak mau kasus lakalantas akibat kecerobohan Aeyza ini blow-up, jangan sampai identitas adikku yang tak terjamah khalayak malah terbuka akibat kejadian ini karena aku dikenal sebagai pewaris tunggal Papa ... minta Joanna clear area saat aku akan tiba di rumah sakit. " (bab.12)


" Baik Nona, " Ulfa membagikan instruksi pada teamnya.

__ADS_1


Aeyza sayang, kakak pulang.


Tiga puluh menit kemudian, Dewiq yang telah berganti setelan blazer serba hitam memasuki pelataran rumah sakit mewah milik keluarga nya.


Semua jajaran management panik saat sang Putri Mahkota demikian gesit berkunjung padahal mereka memprediksi esok hari gadis itu tiba ditanah air.


" This way, Nona Arzu Hermana, " sambut kepala hospital.


Ck, kenapa aku masih saja tak suka bila dipanggil Arzu, meski itulah namaku Dewiq Arzu Hermana.


" Bagaimana kondisi Aeyza, " tanya Dewiq kemudian.


" Nona Danesh Aeyza masih dalam kondisi yang sama seperti kemarin, Nona muda. "


Srek. Dewiq berhenti.


" Papa sudah siapkan fasilitas medis di negara tetangga bukan? segera urus kepindahan adikku, dokter, " pintanya tegas.


" Nona Aiswa, sudah dua hari disini, report meluncur lima menit lagi Nona. " Dewiq sedikit terkejut namun sedetik kemudian ekspresinya kembali ke semula, tegas dan dingin.


" Aku ingin rekam medis adikku, " kembali melangkah menuju ruangan VVIP kamar adiknya berada.


" Baik Nona Muda, "


Dewiq hampir saja limbung terjatuh bila Ulfa tak menyangga tubuhnya. Ia terpana melihat kondisi Aeyza terbujur lemah diranjang serba putih dengan berbagai alat medis menempeli tubuh putih mulusnya.


" Adek, Aeyza, sayangku.... " tangisnya pecah. Ulfa yang gesit, meminta semua orang diruangan itu agar memberi ruang bagi Nona majikannya.

__ADS_1


Diranjang samping kirinya, tak kalah miris kondisi sang Mama yang juga tak lebih baik dari adiknya itu.


" Moms, apakah begini caramu menarik perhatian kami lagi? tak cukupkah aku dan Aeyza mengalami situasi mental yang kacau akibat ulah kalian? "


" Kak, Dewiq, kamu sudah sampai Nak? " suara Hermana Arya memecah kesedihan.


" Paa, " Dewiq memeluk ayahnya.


" Maafkan Papa yang tidak bisa mengendalikan diri dahulu ya Kak, karena Papa kalian bertiga terpisah dan Aeyza mengalami guncangan mental hingga Papa terpaksa menyembunyikan keberadaannya ... maafkan Papa. "


" Bisakah Aeyza pulih Pa? "


" Entahlah, kita lakukan yang terbaik. Papa sudah menyiapkan semuanya, kita berangkat sore ini dan Papa akan menjadi bagian team medis untuk Aeyza ... tenanglah Kak, berdoa pada Tuhan seperti yang temanmu ajarkan itu. " Pertemuannya dengan Aiswa banyak membawa perubahan baginya dan Papa.


Sosok sahabatnya yang bersahaja dan sholihah itu, sedikit demi sedikit diceritakan pada Aeyza. Sayang keduanya belum pernah berjumpa, bila saja mereka dipertemukan mungkin orang akan mengira mereka kembar.


" Nona, medical check-up dan nama team dokter yang menangani beliau. "


" Kumpulkan team dokternya diruangan ku Ulf, aku ingin mendengar langsung, " titahnya kemudian.


" Milik siapa sayang? " tanya Papa masih memeluknya.


" Aiswa Fajri, sahabatku dan Dwiana, yang kerap ku ceritakan pada Papa. "


.


.

__ADS_1


...____________________________...


...😌 😌 😌...


__ADS_2