DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A
BAB 29. NASIHAT ABAH


__ADS_3

Bagi Amir, ponsel tak begitu penting saat ini. Karenanya lah ia mengabaikan keberadaan benda pipih itu sejak pulang dari kediaman Gamal.


Bila ada sesuatu hal yang urgent, tentulah akan banyak notif panggilan yang masuk, namun sayangnya dering ponsel miliknya semakin sunyi senyap saja bagaikan tak punya kuota.


Ketika ia tiba di Al Multazam, Abah sedang bercengkrama di teras dengan Fatima, cucu Abah satu-satunya.


Ada kehangatan yang menelusup dalam hatinya, semoga ia juga kelak bisa memberikan cucu yang menggemaskan untuk Abahnya.


" Astaghfirullah, lawannya aja belum ada udah bayangin yang engga-engga. "


Amir memarkirkan kembali Brio merah itu ke garasi samping rumah kakaknya. Setelah memastikan mobil terkunci dengan baik, ia pun menghampiri sang Ayah.


" Assalamu'alaikum, Abah maafin Amir tadi ga ke Abuya dulu malah langsung pergi. " Ucapnya seraya menggamit tangan Abahnya untuk salim.


" Wa'alaikumussalam, darimana Mir? "


" Gamaliel, temen aku dulu ... Abah ingat? yang Babanya orang minang, rumahnya di belakang kantor Kecamatan. "


" Kayaknya ingat kalau ketemu langsung ... kamu gimana? udah baikan?... Nduk, ke Umma yaa, Eyang mau ngobrol dulu sama Om. " Abah menurunkan Fatima dari pangkuannya dan meminta anak itu masuk.


" Kecewa sih Bah tapi ya gimana lagi, sudahlah ... aku berusaha ikhlas saat ini. " Sambungnya seraya duduk di sebelah Abahnya.


" Raden Mas Amirzain, kamu ga salah, sudah sesuai alur hanya saja nasib ga memihak kamu saat ini. Kyai Hariri berkali minta maaf sama Abah kemarin ... Abah juga pernah merasakan bagaimana rasanya menginginkan Ummi mu dulu, mungkin seharusnya kita tidak menikah tapi karena fitnah jadilah kita menikah ... nasib namanya, sampai akhirnya punya kamu yang Maa Sya Allah. " Abah melihat putra keduanya itu dengan tatapan bangga.


" Nasib juga Bah? "


" Bukan, karena doyan itu sih. " Abahnya tergelak bersamaan dengan Amir yang tertawa lepas.


" Aku minta maaf ya Bah, sudah bikin malu. Juga belum bisa nyenengin Abah, nyusahin malah iya. "


" Mas, jodoh itu saat dipertemukan dengan seseorang yang sekarang sudah menjadi istri misalnya, yaitulah jodohmu. Lantaran hal itu telah digariskan oleh Allah, kenapa telah digariskan? Karena siapa pun yang ada di samping Mas sekarang pasti bukan karena kebetulan, melainkan sudah takdir dari Allah yang dituliskan atau digariskan di lauhul mahfud. Jadi mau gimana juga yaa pasti bakalan nyampe. Jangan pernah lagi melakukan kesalahan yang sama. "


" Nggih Abah, in sya Allah. " Abahnya memanggil dirinya dengan sebutan Mas, tanda bahwa beliau sedang menasehati dengan tegas.


" Satu lagi, Almahyra, jangan di beri harapan juga jangan mencari tahu tentangnya. Niatan kamu kesini itu awalnya cuma ngembaliin hape dia kan Mas? nah ingat itu ... setelah tugasmu selesai di Al Islah, pergilah ke uyut. Di sana lebih tenang. "

__ADS_1


" Nggih, aku tadinya mau umroh habis ini. "


" Ajak uyut, beliau juga ingin umroh tapi belum ada niatan. Bisa jadi bila kamu yang ajak beliau bersedia. Uyut mu itu butuh piknik juga, sudah sepuh tapi masih kerja, ngabdinya luar biasa makanya Sinuhun itu justru segan sama keluarga kita berkat Uyut. Sekalian mampir ke Turky, ke saudara jauh Kusuma. "


" Siapa Bah? memang ada keluarga kita yang tinggal di sana? bukannya cuma di Belanda yaa? "


" Ada satu. Namanya Anggita Kusuma, cucu keturunan dari Kusuma Wardhani adik sepupu uyut. Setelah dia menikah langsung pindah ke Turky karena ikut tugas suaminya sampai saat ini. Anggita, mempunyai putri bernama Aruni kalau tidak salah dengar usianya diatas Naya satu tahun, kabarnya sakit-sakitan sejak belia, entah sekarang bagaimana kabarnya hanya uyut yang tahu. "


" Pusing Bah ... yang jelas Kusuma itu kuat yaa? lihat uyut saja begitu. "


" Iya Mas, hati-hati makanya, kamu membawa salah satu nama baik di Solo. Apalagi sejak identitas kita di ketahui kembali oleh umum, unggah-ungguh itu wajib. " (sopan santun dan tata krama)


Obrolan hangat yang mampu meringankan hati Amir malam itu di akhiri Abah dengan memeluk anak keduanya itu dengan sayang sebelum keduanya masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


*


Setelah masuk ke kamar dan membersihkan diri, Amir bersiap untuk tidur sembari mengecek ponselnya.


Sekuat tenaga ia menahan jemarinya agar tidak stalking postingan di media sosial, takut hatinya belum siap apabila sesuatu tanpa permisi melintas begitu saja dari sana.


" Assalamu'alaikum Alma. Afwan aku kurang paham maksudnya? mohon jelaskan singkat, boleh? "


" Intinya ana minta waktu sama kakak buat bicara, kapan ada luang? "


" Entahlah, aku lama ga masuk tentulah pekerjaan banyak. Malu sama Yai Rois karena sudah lepas tanggung jawab kemarin. "


" Ana sabar menunggu Kak. Yang jelas, mohon baca dengan benar pesanku. "


" Ya khayr, nanti aku baca (bila sempat) . " Pungkasnya.


Amir lalu meletakkan kembali ponselnya diatas meja nakas. Sambil berbaring, ia melantunkan bacaan surah per surah dari juz 27 hingga tuntas dan perlahan ia pun memejam.


***


Sementara di kamar lain.

__ADS_1


Gamal gelisah, ia hampir tak bisa memejamkan matanya meski jarum jam telah menunjukkan pukul satu dini hari.


Ia mulai khawatir akan kesehatan Mamanya, namun disatu sisi ia juga khawatir tidak menemukan rasa suka pada gadis yang disodorkan oleh Mama nya itu.


" Gimana kalau ga suka? nolaknya gimana yaa? " Hatinya gamang.


" Tanya Amir ah, mungkin paham bagaimana menolak secara halus. Eh tapi, dia aja belum pernah pacaran yaa gimana punya pengalaman? "


" Kalau di lihat lagi, meski tampak samping gadis ini cantik juga. Sarjana sastra Arab dan mengajar di pesantren pamannya. Kenapa juga ngasih foto ga jelas gini, tampak depan kek biar enakan dikit di lihatnya. Depan belakang samping kanan kiri juga bagus, lah ini cuma separoh pula. Niat banget ngerjain orang. "


" Kalau besok aku nyasar gimana? apa jangan-jangan dia udah tua yaa makanya foto buram begini. "


Gamaliel terus bermonolog panjang hanya karena tampilan sebuah foto buram yang masuk ke ponselnya.


Hingga pada akhirnya, ia pun lelah dan tertidur begitu saja dengan sejuta jawaban yang masih mengitari kepalanya karena belum menemukan titik terang.


***


Saat yang sama, di tempat lainnya.


" Ya Allah, adakah keajaiban untukku? apakah kali ini dia yang datang tak kau renggut lagi? "


Gadis dengan nasab baik meski akhirnya harus menanggung getah akibat perbuatan yang tak pernah di lakukannya.


Segala kenangan buruk tentang masa lalunya seakan kembali di putar dalam ingatannya kala ia kehilangan seorang yang terlanjur ia cinta.


.


.


..._______________________________...


..." Hardest thing in the world is fixing a heart you didn’t break by yourself. "...


..." Hal yang tersusah di dunia ini adalah memperbaiki hati yang bahkan tidak kamu patahkan sendiri. "...

__ADS_1


__ADS_2