
Jakarta.
Aruni tiba di Bandara Soetta tepat pukul sembilan pagi. Setelah mengambil bagasi, ia melangkahkan sepasang kaki ramping yang berbalut celana kulot putih dengan atasan tunik toska berlengan tiga perempat, tak lupa syal rajut panjang dengan warna lebih gelap dari tuniknya melilit leher jenjangnya.
Dia melangkah elegan menuju ruang tunggu eksekutif Bandara di sebelah utara terminal kedatangan. Sepatu heels nya beradu dengan lantai granit menimbulkan suara khas, yang sialnya justru menarik perhatian beberapa pasang mata yang lebih dulu duduk di ruangan itu.
" Cantik, bule Bro, " bisik sebuah suara.
" Indonesia kayaknya, " sahut suara lainnya.
Aruni melepas kacamata coklat dengan frame poligon, menariknya ke atas hingga menyibak sebagian kecil rambut panjang hitam legam miliknya.
Giwang silver panjang yang menggantung di daun telinga nampak berayun cantik akibat gerakan itu.
Menampilkan hidung bangirnya, bola mata hitam, sekaligus menegaskan sekitar bahwa dia gadis cantik Pribumi made in Indonesia.
" Mba, bisa tolong lemon tea hangat? sekalian sandwich gandum yang itu. " Tunjuknya pada sebuah paket menu breakfast. Saat ia menyodorkan kartu kreditnya, seseorang menghampiri dan menyerahkan beberapa uang cash pada kasir.
" Sekalian dengan bill ku, " sahutnya.
" No thanks, aku tak membuka pintu hutang terlebih sambutan perkenalan disini. Please pisahkan Mba, " pinta Aruni kemudian yang di angguki oleh kasir.
" Miss, anda percaya diri sekali. "
" Anda tidak? " Aruni berlalu meninggalkan pria sarap sok eskaesde di sana, melangkah ke mejanya di sudut ruangan.
Cantik dan sombong. Type-ku.
Pria ini mendapatkan kekehan dari sahabatnya yang mengamati dari meja mereka.
Baru saja sarapannya tiba, dan ponselnya telah sempurna menyala kembali. Seorang pria memakai setelan jas hitam menghampirinya. Pemandangan ini tak luput dari kedua pasang mata pria yang mengamatinya sedari tadi.
" Nona. Aku mencari Anda, maaf terlambat. Aku Dino utusan Raden Mas Wardhani, penerbangan Anda selanjutnya 90 menit dari sekarang, setelah ini Anda dapat check-in kembali, " jelasnya rinci.
" Dino punopo? senin, selasa ... silakan pesan makan Pak, temani aku makan. " Aruni tersenyum hingga lesung pipinya nampak kala mendengar nama ajudan Buyutnya, Dino dalam bahasa Jawa artinya hari.
" Dinten Jum'at Ndoro, lahirku ... sampun, matursuwun Ndoro, " jawab pria muda ini sopan lalu menepi berdiri disamping tak jauh darinya.
Ga nyambung, hihi. Batin Aruni.
Aruni mengamati dengan ekor matanya, pria yang sopan, cukup tampan dan rapi. Ckck buyutnya ternyata masih belum berubah, nampaknya keluarga Kusuma suka akan penampilan kaku dan kedisiplinan.
Pantas saja, ibundanya memilih menetap di Turki daripada harus kembali ke tanah air meski masa jabatan sang Ayah telah usai. Mama bilang, penuh aturan.
" Hasbi, Gery, maaf sudah lama menunggu yaa? " sapa seorang pria tinggi tegap yang baru saja masuk ke ruangan itu.
" Kita belum lama ko, " jawab Hasbi.
" Eh, cakep tuh. Siapa? anak pejabat yaa, ada ajudannya. "
" Ga tau, tapi sikapnya menantang insting gue buat menaklukkannya, lagipula seperti bukan dari keluarga sembarangan. " Sambung Gery.
" Bi, udah punya Bini, masih lirik yang lain aja. " tegur temannya yang baru saja tiba.
" Ck, daritadi aku hanya diam liat Gery berusaha pedekate. Punyaku lebih hot daripada dia lah. " Hasbi menimpali.
__ADS_1
" Yang mana? yang disangkar emas apa yang di piara? " Tawa mereka pecah.
" Enak aja piara, halal Bro, " jawab Hasbi lagi.
" Buset, du-a lu? " Gary terheran.
" Rahasia Brostie. " Bangkitnya meninggalkan kedua temannya disana.
" Jiah, Pak Dosen alay ... Brostie apaan? " tanya keduanya kompak.
Hari ini Hasbi baru saja tiba dari luar pulau untuk melihat bisnis baru yang dia kembangkan dengan kedua temannya itu.
Brugh.
Dua orang pria bertabrakan di depan pintu ruang tunggu.
" Lho Raden Ahmad Hasbi? dari luar Mas? " tanya Kusno Kalani, ajudan Danarhadi yang hendak masuk.
" Pak Kusno, mau jemput siapa? atau sedang menemani Raden Arya Tumenggung? " tanyanya.
(karena ini sekuel, jadi tokoh di judul sebelumnya beberapa aku tarik ke sini sebagai bumbu >> othor).
" Aku sedang ada tugas. Maaf sudah menghalau langkah Anda, silakan lanjutkan perjalanan, salam untuk Kyai Maksum. " Bungkuknya sopan.
Hasbi menunduk sopan, kembali melanjutkan langkahnya yang kemudian di susul kedua sahabatnya.
Kusno memasuki ruang tunggu eksekutif dan mencari keberadaan Aruni. Matanya menangkap Dino yang sudah berdiri disamping gadis itu.
" Ndoro, mau ikut Dino atau saya? Raden Arya Tumenggung Danarhadi menawarkan pilihan, saya Kusno. "
" Jangan. Bisa mati kami. " Sahut kedua ajudan buyutnya bersamaan.
Aruni tertawa.
" Aku ikut Dino saja, Pak Kusno, maaf yaa sudah merepotkan jemput ke sini ... nanti aku ke Joglo Ageng setelah dari buyutku. "
" Dino, tolong jaga Ndoro. Bagasinya jangan lupa, " ingat Kusno.
" Nggih Pak Kusno, saya jalan sekarang. " Pamitnya pada Kusno.
Mereka berpisah di gate berbeda karena maskapai yang digunakan oleh kedua majikannya tak sama.
Gadis cantik yang bernama Aruni Fauqiyya, cicit kesayangan Wardhani Kusuma, akhirnya menginjakkan kakinya kembali di Indonesia.
Sederet kegiatan positif telah Wardhani siapkan untuknya. Termasuk kejutan guru privat yang akan menemaninya belajar mendalami tentang fashion.
***
Orchid, Jakarta.
Setelah Abahnya mengirimkan pesan, Mahendra memforward semua data pada Rey malam itu juga. Tak lupa caption tegas mengiringi.
" Segera! " tulisnya.
Tepat dini hari, Rey telah selesai mengirimkan semua informasi yang diperlukan oleh Bosnya itu.
__ADS_1
Mahendra yang terjaga akibat pergerakan gelisah istrinya, meraih ponsel diatas meja nakas samping ranjangnya lalu membuka notif email yang berbunyi.
" Darusman, sepupu Ayah Abah? Galuh, Wisesa, Wilona dan Anggita. Galuh dan Wisesa (Abah) cucu Danarhadi sedangkan Wilona dan Anggita, cucu Wardhani ... Wilona, anak Darusman yang di hapus dari trah silsilah keluarga karena menjadi istri simpanan sejak masih sekolah? ... aku pusing, wait kertas mana, " Mahen melepaskan dekapan Naya pada tubuhnya, turun dari ranjang menuju meja kerja di sudut kamar.
Meski masih mengantuk ia penasaran dengan semua ini. Abah bilang ada hubungannya dengan keluarga besar yang terpisahkan.
Setelah selesai membuat bagan, mata Mahendra sukses membola.
" Gamaliel, anak Wilona? apa?! ... jadi, Ka Amir dan Gamaliel saudara beda buyut? Aruni, Arjuna anak Anggita. " Mahen sukses terperangah di tempatnya. Rumit.
Ting.
" Bos, pusing ya? aku juga haha ... Aruni anak Anggita baru saja kembali hari ini. Dugaanku, mertua Anda akan menyelamatkan Gamaliel dari sebuah perjodohan berdarah. " Rey mengirim pesan.
" Perjodohan apa Rey? "
" Tanyakan saja pada beliau nanti. Tugasku selesai Bos, jangan lupa bonus nya. "
" Rey, bilang pada Alex laporkan semua kegiatan Abah, aku ga mau beliau ikut celaka. Jangan beritahu Naya ataupun ka Amir tentang ini, " perintahnya lagi.
" Ok Bos, copied. So tired... aku butuh pelukan hangat, jangan menggangguku lagi. "
" Jajan sembarangan bisa kena penyakit kere, Rey. "
" Tidak akan, selama Nona masih menjadi istri Anda, aku bisa menjual info tentang Anda padanya. Haha..... "
Mahen ingin membalas pesan Rey, memakinya namun urung karena istri kecilnya itu mencari keberadaannya.
" A-bang, lagi selingkuh ya? jangan dibelakangku, bilang saja sini didepanku, besok wanita yang Abang pacari itu akan jadi jasad. "
" Fitnah, aku datang sayang, sini.... " tariknya Naya kembali ke pelukan, menciumi wajah mungil istrinya yang masih terpejam namun mulutnya mengoceh tak jelas.
" Aku punya uang, tinggal jentik jari, Rey pun takluk pada perintahku.... "
" Seramnya wanita bila berkuasa ... besok aku cerita tapi ini harus ditidurkan dulu. " tarik tangan Naya menuju sesuatu yang mulai terbangun di bawah sana.
" Aku ngantuk. Kerjakan saja, aku memilih gaya gedebog pisang.... "
Mahen tergelak, kosakata yang dipakai Naya kerap membuatnya tertawa lepas.
.
.
...________________________________...
Pusing yaa? normal 😂
Lagi mau bahas nasab karena kan berhubungan dengan gelar nanti, jadi di uraikan, ga lucu juga kalau ujug2 ga tau asal usul main samber aja.
Ada cara instan biar ga pusing di bab ini, tapi aku harus mangkas draf awal, malah rancu jadi let it flow... akan diuraikan satu2... 🥰
So sorry jika tak sesuai ekspektasi, but aku ga pernah membuang tokoh atau bahkan narasi. Semua akan dimunculkan lagi pada saatnya..
...Luv you guys ❤...
__ADS_1