DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A
BAB 198. BERPACU DENGAN WAKTU


__ADS_3

Australia.


Kemarin Dwiana mendapat kabar dari Aiswa bahwa kakaknya akan melaksanakan lamaran pada Dewiq namun seiring niat, rencana awal itu kemudian berubah menjadi sebuah pernikahan.


"Dwi, pulang ga? Kak Dewiq nikah dengan kakakku, " Aiswa mengirimkan pesan padanya.


"Aku pulang esok namun jangan bilang pada Rayyan yaa Aish," pinta Dwiana saat itu.


"Why?"


"Dia sangat manis padaku, aku tak kuasa menghadapinya. Nervous lah Aish, apa yang akan aku lakukan nanti. Seorang Dwiana salting, gitu?" keluh nya enggan menemui Rayyan.


"Dokter Rayyan tulus, apa salahnya? kan niatan beliau memang ingin minta kamu kan?" balas Aiswa lagi


"Pokoknya jangan dulu, aku belum siap," tulis Dwiana mengakhiri chat malam itu.


Pagi ini, Soetta Indonesia.


Dwiana baru saja tiba di airport menjelang tengah hari saat melihat salah satu lokasi di pasangi spanduk : For more information SIG Airways London - Singapore.


Degh.


Dewiq.


Dwi segera mengaktifkan ponselnya. Ia duduk di salah satu bangku outlet fast food di sana.


"Halo Aish, gimana akad nya, lancar? aku baru saja datang," serunya.


"Hah! oh God, aku masih di Bandara, akan aku cari tahu, bye." Dwiana bergegas menuju pusat informasi yang ternyata sangat penuh dengan para keluarga yang mencari kepastian seperti dirinya.


Setelah menunggu satu jam, konferensi pers pun di gelar pihak maskapai.


"Penyebab belum diketahui secara pasti, namun pesawat hilang kontak pada pukul empat dini hari waktu setempat di atas perairan Hindia ... faktor cuaca dapat menyebabkan terjadinya turbulensi hingga microburst," ujar staff.


(turbulensi : angin yang berembus dari atas, belakang atau samping bisa membuat pesawat terbalik karena angin punya kemampuan untuk menghilangkan udara dari sekitar sayap pesawat. Dalam kasus seperti ini, pesawat akan kehilangan kecepatan saat berada di ketinggian tertentu. Microburst, aliran udara yang mendadak, kuat, dan terlokalisasi)


"Signal terakhir pilot melakukan usaha pendaratan darurat agar tidak jatuh dengan kecepatan tinggi," imbuhnya lagi.


(Jika terjadi kondisi Stall_pesawat kehilangan daya untuk terbang, Pilot biasanya melakukan segala upaya agar semua penumpang dan kru pesawat tidak meninggal lebih dahulu, sebelum pesawat menyentuh permukaan laut. Hal itu bisa terjadi, karena seluruh darah dalam tubuh, naik ke kepala.)


Dwiana merekam semuanya lalu ia mengirimkan pada Aiswa. Ia berpesan agar Ahmad jangan ke Bandara, percuma. Hanya ada kepanikan, lebih baik mengatur strategi upaya penjemputan korban jika lokasi telah diketahui pasti.

__ADS_1


"Aiswa, tahan Ahmad ya, aku ke Mansion." Tulis Dwiana pada pesan grup mereka bertiga.


Mansion.


Dwiana tiba empat puluh lima menit kemudian di saat sebagian tamu telah kembali. Hanya tersisa keluarga besar dan staff EO.


Ia langsung menghampiri Aiswa yang duduk di sebelah Naya.


"Aish," Dwiana datang memeluk sahabatnya.


"Dwi, kakak," tangis Aiswa pecah, sedari tadi ia tahan namun tetap tak bisa kala melihat Dwi datang, pertahanannya jebol sudah.


"Pasti Papa punya cara Aish, sabarlah. Berdoa semoga Dewiq baik saja," ujarnya masih memeluk.


Hariri salim meminta semua anggota keluarga untuk sholat dzuhur berjamaah. Memohon keselamatan bagi kedua keluarga mereka.


Sementara Mahendra menyampaikan apa yang dirinya ketahui pada Hermana Arya.


"Baiknya siapkan heli, Tuan. Kita susul ke lokasi, aku sudah mendapatkan posisinya. Rey memindai laut namun tidak ditemukan serpihan. Meski belum dapat dipastikan karena kedalaman laut serta kondisi cuaca mempengaruhi daya tangkap satelit citra yang kami gunakan," ungkap Mahendra.


"Mas, tolong ya," pinta Hariri salim dan Abahnya.


"Tuan Mahen, koordinat nya? akan aku sampaikan pada pilot ku agar bersiap. Anda ikut denganku? jika tidak keberatan," pinta Hermana Arya.


"Aku mengirimkan Adnan dan bertemu di lokasi, untuk menemani Anda di sana. Aku akan melakukan semua upaya dari sini termasuk info yang tak di sebar media," jawab Mahen.


"Baiknya begitu, jangan pergi semua. Biar menantuku di sini," ujar Abah menengahi.


Semua keluarga lalu melaksanakan sholat dzuhur. Siang itu suasana Mansion di liputi kabut nestapa. Ahmad terus menghubungi semua kawan yang dia kenal demi sekedar mendapat sebuah kabar baik, ditemani Amir dan Gamal.


Mahen menepi dengan keluarga kecilnya serta agent Quennaya, ia nampak memberikan instruksi.


Pria maskulin nan kalem itu membuka benda sakti miliknya. Laptop dengan semua kelengkapan. Earphone telah standby, artinya Mahen tengah serius dengan pasukan shadow miliknya.


"Baby, makan dulu. Aku suapi ya," bisik Mahen pada Naya yang duduk lemah disampingnya. Maira tidur ditemani oleh Umma dan baby sitter.


"Berdua ya dengan Abang," pintanya lemah.


"Iya sayang, aku minta Candi ambilkan dulu." Mahen mengirim pesan agar Candi mengambilkan beberapa menu untuknya serta Kak Amir yang nampak lupa akan kondisi Aiswa.


Sejak kejadian antara Aiswa dan Amir kemudian Dewiq dan Ahmad, rasa syukur Mahen bertambah berkali lipat memiliki Naya di sisinya.

__ADS_1


Perjuangannya dulu seorang diri, hanya di dukung Kak Amir. Kini waktunya ia membantu agar keluarganya memiliki kisah manis seperti dirinya.


Semua memang panik hari ini. Pihak maskapai telah melakukan konferensi pers dan mengirimkan team sar menuju lokasi tragedi jatuhnya pesawat.


Rooftop.


Rey terus berkoordinasi dengan Pras dan Mahen untuk memindai penampakan satelit agar lebih tegas.


"Jika tidak dapat di temukan serpihan, gunakan micro cam Rey, sanggup masuk hingga kedalaman berapa?" pinta Mahen.


"Hanya mampu 100 meter Bos, akan rusak sebelum mengirim gambar pada kita, percuma. Yang penting aku dapat koordinat nya," imbuh Rey.


"Rey, kemungkinan terburuk dari temuanmu?"


"Pesawat meledak sesaat setelah menabrak laut Bos. Namun karena aku belum melihat adanya puing radius satu kilometer, kemungkinan body pesawat masih utuh," ungkap Rey.


"Semoga ... Adnan come in, temani Hermana Arya mencari keluarganya, koordinat aku kirimkan by e-mail, dan semua kebutuhanmu untuk jalur aman akan disiapkan oleh Pras," ujar Mahen, melakukan multi call.


"Copied, Bos. Aku sampai Bandara tiga puluh menit lagi menuju sayap kiri utara langsung ke Helipad," ujar Adnan diujung panggilan.


"Pras, standby untuk plan B dan saat kedatangan mereka, clear area with Candi ... Rey, stay di sana and Theo ... Go, aku percaya kemampuan shadow seperti biasanya, hati-hati, kepentingan ku tidak lebih utama dari nyawa kalian ... we loved All of you guys, aku dan Naya sangat berterimakasih," ujar Mahen menutup multi call.


...***...


Marsha ... Sha ... beri aku kesempatan. Kuatlah, bertahanlah....


Bear ... is that you, Bear? kau mencariku?


Suara siapa? darimana? ah ya, Ahmad Hariri, kau menungguku? maaf Bear, aku lelah...


"Marsha, allahumma sholli ala sayyidina Muhammad ... Marsha sayang, bertahanlah hingga bantuan datang, ingatlah Tuhanmu, ingatlah aku, Marsha," Ahmad bersimpuh memanjatkan doa.


Bear? My Bear...


.


.


..._________________________...


...Berpacu dengan waktu, kek kuis 🙄. Kenapa Ahmad ga boleh nyusulin? tebakan......

__ADS_1


__ADS_2