
Nathan kini berdiri diantara ketidak pastian, hatinya terluka dengan sikap kedua orangtua yang mengabaikannya. Baiklah dia akan mengakui bahwa dia memang bukan pria yang baik, menghamili gadis orang dan mengabaikannya selama 9 bulan, karena itulah Nathan menyadari dengan betul bahwa Nathan memang pantas untuk diberikan sikap seperti itu.
Orangtua mana yang mau melihat putrinya menderita, atau sudah menyadari dia lah penyebab dari kesedihan yang dihadapi saat ini, kalau bukan karena dia yang membuat Lee mengandung, Lee tidak akan terusir dari keluarga, kalau bukan karena dia, tidak akan mungkin Lee jatuh dan kehilangan bayinya. Nathan sadar betul kesalahan yang begitu fatal sehingga wajar saja itu membuat kedua orangtua Lee begitu kesal padanya.
Tiba-tiba saja seseorang datang ke dalam ruangan tersebut dan memberitahukan kepada keluarga untuk segera datang ke ruang Perawat. Perihal administrasi dan juga obat yang harus di bekali ke rumah. Akhirnya Ayah Lee Ji An segera menuju ke ruangan perawat dan sang Ibu pun segera mengambil resep untuk ditebus di apotek bawah.
Kini sih sekarang Nathan dan Lee berdua kembali. Nathan terlihat begitu pucat, wajahnya sedih dan dia tidak bisa lagi untuk menorehkan senyum saat itu.
"Sayang ... aku mohon maafkanlah aku, maafkanlah kedua orang tuaku, mereka memang belum bisa memaafkanmu, semoga saja mereka segera memaafkanmu dan membukakan pintu hati mereka untukmu," kata Lee Ji An kepada Nathan Nathan pun mengangguk lalu dia merangkul sang kekasih dan mengecup keningnya.
"Aku tahu kesalahanku begitu besar terhadapmu, Sayang. Jadi wajar saja sebagai orangtua mereka marah kepadaku, aku harusnya sadar diri. Kalau bukan karena kecelakaan itu aku sudah menemukanmu sejak dahulu, tetapi Tuhan menakdirkan aku harus kecelakaan terlebih dahulu," Nathan memperlihatkan wajah sedihnya, pria itu bersungguh-sungguh ingin bertanggung jawab kepada kekasihnya, karena itu kali ini dia tidak akan pantang menyerah, walaupun sikap kedua orang tua Lee Ji An seperti itu.
"Tidak apa-apa aku sudah memaafkanmu, yang penting sekarang kamu ada di hadapanku, kita akan bersama selamanya, berjanjilah padaku sebesar apapun cobaan yang kita hadapi di masa depan, kita harus bisa melewatinya bersama, ini demi buah hati kita, demi Ryu Jin membutuhkanmu, Sayang.. Dia membutuhkan sosok Ayah dalam hidupnya," kata Lee Ji An kepada kekasih hatinya.
__ADS_1
Nathan pun mengangguk dan tersenyum begitu manis, pria itu tidak bisa lagi menahan semua kegelisahannya sendiri saja, tapi dia memang harus tersenyum di hadapan kekasih hatinya, karena dia tidak mau Lee Ji An tambah sedih karena sikapnya.
"Aku akan berusaha untuk menjadi pria yang bertanggung jawab, sebagai seorang laki-laki aku akan menikahimu. Aku ingin menjadikanmu sebagai istriku, sebagai seorang laki-laki aku harus memberikan rumah untukmu, dan untuk buah hati kita. Karena itulah aku tidak akan menyerah walaupun kedua orangtuamu memang tidak menyukai aku, sepertinya," ungkap Nathan dengan menggenggam tangan sang kekasih.
Lee Ji An tersenyum manis mendengar perkataan dari sang kekasih, lalu dia pun menyandarkan kembali tubuhnya di dada Nathan, mereka benar-benar menikmati suasana santai mereka berdua.
"Bukan seperti itu. Sikap kedua orangtuaku begitu mungkin karena mereka belum bisa menerima kenyataan bahwa putrinya akan diambil oleh kamu Sayang, dan memang mereka berdua mungkin masih mengingat bahwa kamu adalah pria yang sudah membuat aku terusir dari keluargaku. Karena itulah mereka bersikap dingin seperti itu kepadamu, tetapi aku mohon kamu harus memaafkan mereka, bagaimanapun mereka berdua adalah kedua orangtuaku, orang yang sangat aku sayangi, aku tidak akan bisa menerima dan pastinya akan sangat sedih jikalo kalian terus-menerus seperti ini," kata Lee Ji An kepada Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku maafkan mereka, tetapi mereka mungkin yang tidak memaafkan aku, aku harus seperti apa agar mereka memaafkanku. Aku ingin segera melamarmu, tapi tidak ada respon dari mereka," ungkap Nathan kepada Lee. Lee J An menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu harus berbuat apa agar kedua orang tuanya memaafkan Natan, akan menerima Nathan dengan segera, agar mereka bisa secepatnya melangsungkan pernikahan.
"Aku pun sama, aku pun tidak bisa berjauhan darimu, aku mohon bersabarlah, bersabar sampai kedua orang tua ku mau memaafkanmu. Bersabarlah tentang sikap mereka, mereka sebenarnya orang yang baik. Tetapi entah kenapa terhadapmu mereka memberikan sikap seperti itu. Aku sebenarnya sangat sedih, mereka bersikap seperti itu. Aku ingin kalian itu akur dan bisa bekerjasama dengan baik layaknya seorang menantu dan mertua," kata Lee Ji An sambil memeluk sang kekasih. Nathan pun membalas pelukan Lee dengan erat, tidak hentinya pria itu membelai lembut rambut sang kelasih lalu mengecup keningnya. Karena rasa cinta yang dia rasakan saat ini begitu besar.
Kecupan yang Nathan berikan pada Lee Ji An membuat Lee begitu tenang, dan Lee bahagia bisa mendekap tubuh kekasihnya seperti itu. Ketukan pintu tiba-tiba saja terdengar dan itu adalah Dokter Yuan. Dokter itu langsung mengajak Nathan untuk keluar dari ruang rawat inap Lew Ji An. Karena Nathan harus segera diperiksa oleh Dokter.
__ADS_1
"Sayang, aku harus diperiksa dulu sebentar, karena kalau aku tidak periksa, aku mungkin tidak akan diperbolehkan pulang, aku ingin pulang bersamamu, Sayang," ungkap Nathan kepada Lee Ji An, dan Lee pun tersenyum manis.
"Ya sudah kamu pulang dulu ke kamar kamu, nanti kalau kamu sudah diperbolehkan untuk pulang, maka beri kabar padaku ya, agar aku tidak cemas memikirkanmu, Sayang," ungkap Lee Ji An kepada Nathan, pria itu pun tersenyum manis, lalu dia mengecup kembali kening sang kekasih dan langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan rawat inap kekasihnya itu.
Kini Nathan dan Dokter Yuan keluar dari ruangan itu, dan berjalan menuju ke ruang rawat inap miliknya, memang jarak kamar mereka begitu jauh, karena Lee sendiri berada di kamar VIP khusus ibu bersalin, sedangkan Nathan khusus pasien umum, jadi pasti jarak mereka sangat jauh.
"Ada apa dengan wajahmu pucat seperti itu? Apa ada masalah?" tanya Dokter Yuan kepada Nathan.
"Kedua orang tua Lee sepertinya tidak menyukai aku, mereka belum bisa memaafkan semua kesalahanku. Aku harus membi mereka suka kepadaku kali ini, bagaimanapun caranya, aku tidak bisa diabaikan seperti ini terus," ungkap Nathan kepada sang sahabat, wajahnya terlihat begitu sedih. Nathan memang tidak bisa berbohong kepada Dokter Yuan. Dokter Yuan adalah satu-satunya orang yang bisa mengerti isi hati Nathan.
"Sabarlah karena orang sabar akan disayang oleh Tuhan. Yang penting kamu selalu bersikap baik dan berniat baik kepada Lee Ji An, walaupun kedua orangtua Lee tidak melihat, tetapi Tuhan melihatmu, tunggulah sampai Tuhan memberikan semua kehendaknya kepadamu," ungkap Dokter Yuan kepada Nathan.
🎀🎀🎀
__ADS_1
kak ayo jangan lupa like... kalo yg like sedikit, aku malas untuk update.