Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Bertemu Buah Hati


__ADS_3

"Lee apa kamu sudah bisa turun dari tempat tidur Lee?" tanya sang ibu kepada putri kesayangannya.


"Sepertinya aku sudah bisa Eomoeni, lihat aku sudah bisa bergerak ke kiri dan ke kanan, walaupun harus dengan sangat pelan," jawaban Lee Ji An sambil menatap sang ibu dengan senyum manisnya.


"Baiklah ayo kita belajar untuk berjalan, kalau kamu sudah bisa berjalan kan kamu bisa pindah dari tempat tidur ke kursi roda, agar kamu bisa melihat bayimu di ruang perinatologi," Ibu Lee Ji An tersenyum manis lalu mencoba membantu dang Putri untuk berdiri.


Lee Ji An pun mengikuti ucapan sang Ibu dia menuruti perintah ibunya untuk belajar berjalan, akhirnya Lee Ji An kini berdiri dan mencoba untuk berjalan pelan-pelan, benar sekali kalau tidak ada benturan apa pun tidak terlalu sakit dan dia sekarang bahkan sudah bisa berjalan walaupun dengan sangat pelan.


"Ya Tuhan aku sudah bisa berjalan, Eomoeni aku senang sekali," Lee berkata dengan senyum bahagia, wanita itu begitu senang karena akhirnya dia bisa berjalan walaupun seperti semut.


"Selamat anakku Sayang, kamu harus lebih sehat dari pada ini, kamu pasti kuat kalau kamu sudah bisa berjalan seperti ini, kita bisa melihat Ryu Jin kita," sang Ibu benar-benar merasa bahagia tatkala melihat senyum yang merekah di wajah dan bibir buah hati tercinta.


"Lee kamu tahu anakmu begitu tampan, benar-benar tampan sangat mirip dengan Ayahnya, tadi Ayah sempat mampir ke ruang perinatologi melihat keadaannya dan sekarang dia sudah tidak lagi diberikan selang dia sudah meminum susu dari pipet dan Ayah harap kamu akan segera sehat dan memberikan ASI kepada bayimu kelak," ucap sang Ayah sambil tersenyum bahagia melihat Putrinya sudah bisa berjalan.


"Aboeji membuat aku menjadi sangat penasaran ingin sekali berjumpa dengan dia aku sudah tidak tahan yang berjumpa dengan bayiku sudah enam hari aku belum bisa menemuinya," Lee Ji An berkata dengan mata yang berkaca-kaca, dia sangat berharap bisa segera berjumpa dengan Putra kesayangannya.


"Baiklah tunggu sebentar Aboeji akan membawakan kursi roda ke ruangan Perawat. Kamu tunggu di sini ya," ucap sang Ayah kepada ada Putri kesayangannya. Lalu Ayah pun segera keluar dari ruangan rawat inap Lee Ji An menuju ke ruangan Perawat untuk meminta kursi roda.


Lee Ji An begitu senang, beberapa saat kemudian sang Ayah datang sambil membawa Kanya kursi roda.

__ADS_1


"Ayo duduk nak! Ayo kita berangkat ke ruang bayi," kata sang Ayah kepada putrinya, wanita itu begitu bahagia lalu sang Ibu membantu Lee Ji An untuk berjalan secara perlahan menuju ke kursi roda tersebut, dan akhirnya kini Lee Ji An duduk di kursi roda.


Ayah Lee langsung mendorong kursi roda Lee menuju ke ruang perinatologi didampingi oleh sang ibu. Hati Lee berdebar begitu kencang, ia benar-benar tidak menyangka bahwa hari ini akan tiba, hari dimana dia akan melihat buah hatinya. Buah hati yang sudah sangat ia rindukan semenjak melahirkan Lee Ji An belum sempat bertemu dengan buah cintanya.


"Apakah masih jauh Aboeji?" Wanita itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan jagoan kecilnya.


"Tunggu Nak, sebentar lagi. Apa kamu merasa sakit?" tanya sang Ayah.


"Tidak ayah. Lee hanya ingin cepat-cepat sampai di ruangan Perinatologi, Lee ingin bertemu dengan Ryu Jin, tidak sabar sudah sangat mendebarkan," Wanita itu tersenyum dengan wajah yang sangat bahagia, hatinya berdebar kencang dia akan bertemu dengan buah hati yang selama ini dia kandung dan belum sempat dia lihat.


"Hatimu pasti berdebar ya. Tenang saja sebentar lagi juga sampai Ryu Jin kita sangat imut dan lucu. Dia begitu putih dan tampan. Dia tampan seperti ayahnya," kata sang ibu kepada Lee Ji An. Lee Ji An begitu senang dia akan berjumpa dengan buah hatinya.


Dan kini mereka sudah sampai di depan pintu perinatologi dan langsung saja sang Ibu meminta izin kepada Suster untuk masuk ke dalam ruangan perinatologi.


"Sayang, jagoan kecil kamu berada di ruangan Intensif. Ayo kita ke sebelah sana, kita lihat si kecil," kata Sang Ibu menorehkan senyum yang manis kepada putrinya.


"Sabar, sebentar lagi juga kamu akan segera melihat jagoan kecilmu," sang Ayah terus mendorong Lee menuju ke depan pintu ruang Intensif .


"Itu lihatlah Lee, itu adalah ruangan Neonatal Intensive Care Unit, lihat lah kamu bisa berdiri tidak kita hanya bisa melihat dari kaca ini," kata sang ibu kepada putrinya.

__ADS_1


Lee perlahan bangun dari tempat duduknya dia lalu berdiri dan berjalan melangkah dengan perlahan menuju kaca yang memperlihatkan ke sebuah ruangan yang bernama NICU Neonatal Intensive Care Unit.


"Mana bayiku Eomoeni?" Wanita itu bertanya kepada sang Ibu karena ternyata di ruangan itu ada tiga bayi. Lee melihat satu persatu bayi itu, tetapi tiba-tiba saja dari kejauhan sudah terlihat ada bayi yang sangat mirip dengan Nathan seolah-olah bayi itu adalah cerminan dari Nathan kecil.


"Itu Ryu Jin, nomor tiga," ucap sang Ibu kepada Lee Ji An.


"Ya Tuhan benar sekali. Dia memang sangat mirip dengan Nathan. Wajahnya benar-benar seperti Nathan sewaktu kecil, matanya hidungnya mulutnya semuanya sangat mirip Nathan, benar sekali apa yang kalian katakan. Ryu Jin memang anak yang sangat mirip dengan Ayahnya," Lee meneteskan mata air matanya, ketika dia melihat buah hatinya. Walaupun dia belum bisa menyentuh dan memeluk buah hatinya, tidak apa-apa melihat wujud jelas anak yang dilahirkan sudah cukup untuknya.


Kini dia masih berharap semoga saja buah hatinya cepat sehat cepat pulih, agar dia bisa segera menyusui buah hatinya, mendekapnya dalam pelukan sebagai seorang ibu, anaknya adalah hal yang paling utama melebihi apapun. Lee Ji An kini merasa sangat bahagia, melihat bayinya ternyata masih hidup, apa yang dikatakan Sehun waktu itu ternyata hanya sebuah kesalah pahaman. Wanita itu begitu bahagia tidak ada kebahagiaan lain selain melihat buah hatinya masih hidup dan sehat.


"Lihatlah Aboeji Eomoni di adalah Cucumu. Apakah Aboeji dan Eomoeni tidak menyayangi Ryu Jin dia sangat tampan sangat lucu. Ya Tuhan terima kasih banyak, karena ternyata bayi ku masih hidup dan selamat," Wanita itu terus menangis dalam pilu, dia sebetulnya sangat bahagia air mata yang dikeluarkan adalah air mata kebahagiaan, andai saja hari ini Nathan bisa menemaninya, ke ruangan bayi pasti Nathan pun akan merasa bahagia melihat seorang bayi kecil sangat mirip dengan dia.


Sayangnya Nathan belum mengetahui bahwa ternyata ada bayi lain, Nathan masih mengira bahwa Ryu Jin adalah bayi fiktif saja. Semoga saja suatu saat Nathan bisa segera mengetahui kebenarannya. Lee Ji An sendiri kini hanya bisa menatap sang buah hati dengan tetesan air mata yang terus mengalir tanpa bisa dibendung lagi.


Kebahagiaannya begitu memuncak, dia sudah tidak sabar ingin memeluk dan mendapat buah hatinya, tetapi apalah daya dia belum bisa untuk memeluk dan bahkan tidak boleh masuk ke dalam ruangan Intensif sama sekali. Hanya dari jendela kaca Inilah dia bisa melihat buah hatinya, cerminan seorang bayi yang sudah dia kandung selama sembilan bulan dia pertahankan, dalam kesakitan. Akhirnya dia begitu puas bisa melihat bayi itu terlahir tampan seperti yang dia lihat saat ini.


"Bagaimana, bagaimana rasanya menjadi seorang ibu, Sayang?" tanya Eomoeni kepada sang buah hatinya.


"Aku begitu bahagia Ibu, tidak menyangka rasanya seindah ini, menjadi seorang ibu tidak menyangka bahwa rasanya sebahagia ini menjadi seorang ibu," Lee memeluk sang Ibu dengan dekapan penuh kasih sayang, dia begitu bahagia bahkan kini dia sudah menjadi seorang ibu, dan ada ibunya di sampingnya, mendukung dia dan memaafkan seluruh kesalahannya.

__ADS_1


"Sayang selamat ya. Putramu begitu tampan, semoga kelak putramu akan menjadi penerus keluarga kita, dan akan mengharumkan nama baik keluarga kita. Semoga dia tidak mengikutimu, nakal seperti ibunya," ucap sang ibu kepada putri kesayangannya, Lee mengangguk sambil menyeka air matanya. Kebahagiaan kini sudah terkumpul di wajah mereka, mereka begitu bahagia saat ini.


🎀🎀🎀


__ADS_2