
Indonesia, 2 juni 2020
Dokter sudah berhasil melakukan operasi kepada Nathan, pria itu kini masih ada di dalam ruangan intensive care unit. Dia masih belum sadarkan diri, kepalanya masih terlilit perban. Sungguh sangat menyedihkan.
Yuan Chuan dengan setia menunggu Nathan bersama Agatha Chuan, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi, selain berdo'a kepada Tuhan demi kesembuhan sang sahabat tercinta.
"Gege istirahat saja, biar aku yang menggantikan Gege menjaga Nathan Gege," kata Agatha Chuan kepada sang kakak. Gadis itu tidak tega melihat kakaknya bahkan tidak tidur semalaman hanya demi menunggu kondisi Nathan.
"Tidak, kamu saja istirahat, kamu juga tidak tidur dari tadi, kamu belum istirahatkan. Gege akan di sini, Nathan tidak punya siapa-siapa selain aku," kata Dokter Yuan Chuan kepada sang adik.
"Kali ini Gege sepertinya harus menurut sama aku, kalau tidak Yuan Gege akan sakit, kalau Yuan Gege sakit siapa yang akan mengurus semua kebutuhan Nathan gege, bahkan sekarang nenek pun belum bisa bergerak, nenek belum bisa berbicara walaupun ini memang nenek sadar sepenuhnya," kata-kata gadis itu kepada sang kakak.
"Pasti nenek Liao akan sembuh, stroke memang seperti itu, kadang tidak bisa berbicara dan anggota badan seperti lumpuh, aku masih berharap nenek bisa pulih seperti sediakala," Yuan Chuan menatap sang adik dengan tajam.
"Gege harus menurut kepadaku. Ayo sekarang istirahatlah, pulang ke hotel yang terdekat dengan Rumah Sakit, tidur sejenak, bangun tidur makan lalu kembali ke sini," kata Agatha Chuan sambil menarik tangan sang kakak, keluar dari ruang intensive care unit. Dengan terpaksa Yuan Chuan pun menuruti sang adik, karena memang ada benarnya dia harus beristirahat sejenak.
"Baiklah-baiklah Agatha. Aku akan segera tidur di hotel terdekat, tetapi ingat kalau ada sesuatu Kamu harus meneleponku, sesuatu walau itu hanya sedikit, sekecil apapun kamu harus memberikan informasi kepada aku," kata Yuan Chuan kepada sang adik.
"Tentu saja kau akan memberitahukan semua informasi tentang Nathan Gege kepadamu, Kak. Tidak mungkin akan aku pendam sendirian. Apalagi itu bisa membahayakan nyawa Nathan Gege kakak tahu sendiri aku sangat mencintainya, tidak akan ada satu pun yang akan membuat Nathan berada dalam bahaya," kata agatha sambil menolehkan senyum yang manis, kepada sang kakak.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya padamu, kalau begitu Gege pulang dulu ya, nanti setelah tidur akan segera datang ke sini, kita gantian tidur ya," kata Yuan gehe kepada sang adik. Agatha pun hanya tersenyum manis dan mengangguk, dia tidak mau kakaknya sampai sakit.
Akhirnya Yuan Chuan pun pergi dari rumah sakit tersebut, meninggalkan Nathan dan Agatha berdua di ruangan intensive care unit. Gadis itu tidak henti memandangi wajah tampan Nathan yang sekarang terbujur kaku dengan mata yang terpejam. Pria itu sungguh tidak berdaya, kesadarannya belum pulih dengan benar.
"Kakak kamu sudah selesai dioperasi dan kamu pasti akan segera bangunkan Tenanglah aku akan selalu berada disampingmu menemanimu sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkanmu, Dokter mengatakan kamu akan kehilangan semua ingatanmu, karena dampak dari operasi ini, tidak apa-apa kamu melupakanku. Baguslah kamu pun akan melupakan dia walaupun kamu melupakanku aku akan menjalin membuat sebuah kenangan baru untuk kita berdua, Tuhan telah menyatukan kita berdua, tapi malah menyatukan kita berarti kita memang berjodoh gege," kata gadis itu sambil menggenggam tangan Nathan Liao dengan begitu lembut.
Tiba-tiba saja seorang Perawat masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Bisakah anda ke kantor sekarang," ucap Perawat itu kepada Agatha.
"Sebetulnya ada apa, Suster?" kata Agatha heran kenapa Suster tersebut ingin memanggilnya ke kantor.
"Ada yang harus dibahas, saya kepada anda Nona," kata Suster tersebut dengan menorehkan senyum yang manis kepada Agatha chuan.
Lalu Agatha Chuan pun langsung pergi mengikuti Suster tersebut. Sampainya di kantor Agatha Chuan langsung tersenyum kepada Dokter.
"Silakan duduk mana. Apakah anda keluarga pasien yang bernama Nathan Liao dan Nyonya Liao?" tanya Dokter dengan menorehkan senyum yang manis.
"Betul sekali saya memang kerabatnya. Ada perlu apa ya Dok memanggil, saya untuk datang ke sini," tanya Agatha Chuan kepada Dokter tersebut.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Dokter Heri saya yang merawat dan sebagai dokter penanggung jawab untuk saudara Nathan dan nyonya Liao, begini perihal Kedua pasien, ada yang harus saya sampaikan." Dokter berkata dengan pelan namun jelas.
"Apa itu dok?"
"Untuk nyonya Liao sendiri, beliau mengalami pecah pembuluh darah dan menyebabkan beberapa syarafnya terganggu, diperkirakan mengalami kelumpuhan dan belum bisa bicara, tetapi seiring berjalan waktu beliau akan sembuh, namun entah kapan kesembuhan itu terjadi hanya mukjizat Allah yang akan menjawabnya," jelas Dokter Heri kepada Agatha.
"Jadinya nenek akan mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berbicara, lantas bagaimana dengan kondisi Nathan gege?" tanya Agatha Chuan dengan kening yang mengerut, ia takut Dokter berkata yang buruk tentang laki-laki yang sangat dicintai.
"Untuk Nathan, selain dia kehilangan ingatannya, tetapi Nathan pun belum bisa sepenuhnya pulih, dia akan merasa sakit kepala sebelum ingatan Itu kembali padanya, tetapi ingatan Itu akan datang secara tiba-tiba, jadi yakinlah bahwa amnesia yang di derita oleh pasien yang bernama Nathan itu hanyalah sementara tidak akan permanen," kata sang Dokter menjelaskan kepada Agatha cuan.
"Selebihnya apakah ada lagi?" Agatha mencoba untuk bertanya kembali
"Jelas aja ada jadi saudara Nathan harus sering diingatkan tentang masa lalunya, apalagi dengan orang-orang yang terdekat dengannya, agar dia bisa pulih secara cepat dan amesianya bisa sembuh," kata Dokter tersebut.
"Baiklah Dokter. Terima kasih atas penjelasannya, tetapi saya mau bertanya sampai kapan Nathan gege akan berada di ruangan intensive care unit. Bisakah jika Nathan dan nenek disatukan dalam suatu ruangan agar kami bisa merawatnya bersamaan," tanya Agatha dengan penuh harap.
"Bisa saja, anda nanti anda tinggal ke pendaftaran untuk memilih kamar yang sesuai dengan pilihan anda. Kami punya kamar Super VIP yang memang diperuntukkan untuk 2 orang dan sangat nyaman jika anda menunggu disana," kata Dokter itu menorehkan senyum yang manis dan Agatha pun mengangguk.
"Baiklah Dokter, kalau begitu saya permisi dulu," Agatha tersenyum lalu pergi meninggalkan Dokter tersebut. Wanita itu berjalan perlahan menelusuri lorong rumah sakit dia tiba-tiba terduduk di bangku yang berada di lorong tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan Nathan gege mengingat wanita itu, tidak boleh ada yang mengatakan tentang masa lalu Nathan dan wanita tersebut, beruntunglah hal ini nenek tidak bicara dan lumpuh. Tuhan sepertinya berpihak kepadaku, aku akan mendapatkan Nathan di sampingku, Nathan gege. Aku sangat mencintaimu ini adalah jalan untuk kita selalu bersama. Terima kasih Tuhan, terima kasih karena telah memberikan jalan untukku mendapatkan cinta Nathan gege."
🎀B🎀e🎀r🎀s🎀a🎀m🎀b🎀u🎀n🎀g