
Pria itu dengan segera tancap gas, di perjalanan dia sudah sangat tidak sabar ingin bertemu dengan kasihnya, dia akan merasa sangat bebas bersama dengan sang kekasih hati. Dan tidak ada lagi yang akan memusuhi dia selama satu minggu kedepan, satu minggu yang sangat berarti untuknya.
"Sopir cepatlah sedikit, karena aku sudah tidak sabar untuk menjemput calon istriku," kata Nathan kepada sopirnya tersebut.
"Iya Tuan Muda," Sopir itu berkendara lebih cepat dari biasanya, dan perjalanan juga begitu lancar karena tengah malam dan mobil sudah berkurang. Orang-orang sudah tertidur dengan lelap sedangkan Nathan sendiri malah melajukan kendaraannya menuju ke apartemen sang kekasih.
Sesampainya di apartemen tersebut, benar saja Satpam langsung menghampirinya, pria itu langsung diberondong pertanyaan oleh Satpam tersebut, tetapi Nathan sendiri tidak mengerti bahasa Indonesia. Nathan hanya bisa menggunakan bahasa Inggris jadi yang menjawab semua pertanyaan adalah sopirnya.
Akhirnya sopirnya menjawab semuanya dengan jelas. Satpam pun mengerti dan memperbolehkan nathan untuk masuk ke dalam apartemen tersebut.
Harusnya Satpam berpikir dengan jernih, mana ada maling ganteng dan menggunakan mobil yang mewah. Tapi satpam itu tetap menjalankan prosedur sesuai tugasnya.
Nathan dengan segera berlari memasuki gedung apartemen tersebut. Melewati satu demi satu lantai apartemen, dan akhirnya sampai di depan pintu apartemen sang kekasih. Pria itu dengan segera melakukan panggilan telepon kepada sang kekasih dan akhirnya beberapa saat kemudian Lee Ji An pun menerima panggilan telepon tersebut.
Lee sangat senang Nathan sudah ada di depannya, dengan segera Lee Ji An mengendap-ngendap berjalan keluar dari kamarnya menuju ke keluar, supaya tidak membuta suara kencang, dia takut salah satu orangtuanya terbangun dan melihat dia sedang menjinjing koper. koper sangat besar tapi, Lee bisa untuk menarik koper tersebut karena akan mengeluarkan bunyi, karena itu dengan sekuat tenaga wanita itu mencoba untuk mengangkat koper tersebut dengan kekuatan yang dia miliki.
__ADS_1
Sampai akhirnya dia berada dihadapan pintu, dengan perlahan pula dia membuka pintu apartemen, saat pintu itu terbuka terlihat Nathan sudah menunggunya di depan wajah wajah cerah yang terlihat di gambaran keduanya. Nathan dengan segera mengangkat koper tersebut dan Lee menutup pintu apartemennya dengan perlahan, mereka lalu masuk ke dalam lift dan meninggalkan lantai apartemen mereka.
Tanpa mereka sadari kini mereka sudah sampai dalam mobil. Sepanjang perjalanan Nathan menggenggam tangan sang kekasih dengan erat, tidak mau melepaskan genggaman tangan itu.
"Pak apakah kita akan ke bandara langsung, atau pulang dulu ke rumah?" tanya sopir Nathan kepadanya.
"Jelas saja kita akan pulang ke rumah, kita akan berangkat ke bandara sekitar jam 8 pagi," ucap Nathan kepada sopirnya, terus sopir itu pun tersenyum dan mengangguk. Supir itu melajukan kendaraan dengan santai tetapi tiba-tiba saja Nathan memberikan kode bahwa sopirnya harus melajukan kendaraan dengan lebih cepat.
Nathan sudah tidak sabar ingin tidur, dia pun sudah mulai mengantuk dan beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di rumah Nathan. Sebuah rumah yang sangat mewah berada di kota B. Lee Ji An takjup dengan rumah tersebut, dia merasa senang bisa masuk ke dalam rumah itu.
Pak satpam kini membantu mengeluarkan dan mengangkat barang dan mengantarnya ke kamar Nathan. Nathan sendiri menggendong sang kekasih hati masuk ke dalam rumahnya.
"Karena kekasihku tidak boleh kelelahan dan harus cepat tidur, karena itu aku akan memberikan ojek gendong," kata Nathan dengan senyuman yang manis, Lee Ji An terkekeh mendengar ojek gendong dia dengar, tidak menyangka bahwa Nathan hari demi hari semakin mirip dengan orang Indonesia, sikap nathan ada-ada saja karena mendengar lagunya Mbah Surip Tak Gendong, maka Nathan mengucapkan ojek gendong dengan bahasa Indonesia.
Sampailah mereka di kamarnya, Nathan dengan segera merebahkan tubuh sang kekasih di atas tempat tidurnya yang empuk dan nyaman. Nathan pun langsung membuka pakaiannya dan mengganti dengan pakaian tidur. Dia sendiri sudah merasa sangat lelah lalu dia bergabung dalam satu kasih tidur diatas kasur kesayangannya.
__ADS_1
"Kita sudah lama tidak tidur seperti ini, terakhir kita tidur seperti ini di Rumah Sakit seminggu yang lalu," kata Lee Ji An kepada Nathan. Nathan pun tersenyum dan mengangguk. Kini nathan sudah mendekap erat tubuh sang kekasih seolah-olah dia enggan melepaskan tubuhnya itu.
"Pelukna ini yang sangat kurindukan. Aku hanya ingin memelukmu seperti ini dan tertidur dalam pelukanmu, tetapi bahkan kita tidak bisa melakukan hal itu," kata Nathan kepada sang kekasih hatinya sambil memejamkan kedua matanya.
"Aku pun sama seperti dirimu, merindukan saat-saat kita, hanya berdua saja tetapi harus kamu ingat, aku baru saja melahirkan," ungka Lee Ji An kepada sang kekasih.
"Sayang kamu tidak perlu memperingatkan seperti itu, aku sudah mengerti bahwa kita tidak boleh melakukan hal lebih dari pada ini, aku sudah berjanji kepada kakakmu aku akan menjagamu. Aku tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan," kata Nathan sambil membelai lembut rambut sang kekasih.
Lee Ji An hanya bisa tersenyum, mereka lalu bertatapan mata, mata yang sangat mereka rindukan, tubuh dan aroma yang sangat mereka dambakan. Kini mereka bisa bermanja seperti itu. Setelah beberapa lama.
"Aku tidak bisa membayangkan aku hidup tanpa dirimu, jangan pernah pergi lagi dariku. Aku tak sanggup harus berjauhan denganmu, walau hanya sesaat," kata Nathan kepada Lee Ji An. Pria itu langsung memeluk sang kekasih, ucapan Natha membuat dia terharu karena perasaannya pun sama. Apa yang dirasakan oleh Nathan dirasakan olehnya pula.
Mereka sepasang kekasih yang saling mencintai, saling merindukan, saling ingin bersama tetapi selalu saja ada kendala untuk mereka bersama. Semoga setelah ini tidak ada aral melintang untuk hubungan mereka berdua, dan semuanya akan berjalan dengan lancar.
"Sayang ayo kita tidur, besok kita harus bangun pagi. Lihatlah ini sudah jam 1 malam, kita hanya punya waktu beberapa jam saja untuk mengistirahatkan tubuh kita," kata Lee Ji An kepada Nathan dan Nathan pun menganggukkan wajahnya dia itu tersenyum begitu bahagia dan mereka berdua pun berpelukan kembali, lalu mereka mencoba untuk memejamkan mata masing-masing.
__ADS_1
Malam itu kedua jantung berdegup begitu cepat, tidak menyangka mereka bisa bersama lagi setelah sekian lama, walaupun tidak terjadi apapun. Hanya tertidur saja sudah membuat mereka bahagia. Kedua insan yang sedang jatuh cinta itu kini sudah terlelap dalam mimpi. Mereka tertidur dengan hati yang bahagia dan tenang. Sesaat mereka melupakan kegaduhan yang akan terjadi pada hari esok, di saat kedua orangtuanya Lee mengetahui bahwa Lee Ji An tidak ada di rumah.
🎀🎀🎀