Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Sakit kepala


__ADS_3

Saat itu hari sudah mulai larut, Lee Young Joon sebenarnya sudah mengusir Sehun dan juga Nathan, tapi kemudian kedua pemuda itu bersikeras untuk tinggal di sana. Apalagi Nathan walaupun diusir seperti itu dia tidak akan mau untuk pergi meninggalkan Lee Ji An lagi.


Nathan benar-benar tidak bisa meninggalkan kekasihnya untuk kedua kali. Padahal sudah seharian lebih tidak ada makanan sedikit pun yang bisa dia makan, dia terus-menerus duduk di depan ruang rawat intensif care unit.


Tidak bisa memasukkan apapun dengan kondisi cemas seperti itu, padahal kepalanya sudah berdenyut begitu hebat dan perutnya sangat lapar. Lee Young Joon jelas-jelas tidak mempedulikan kedua pemuda yang keras kepala itu, dia hanya duduk bersama sang istri dengan kecemasan yang teramat dalam, karena sampai saat ini adiknya belum juga siuman.


Nathan sendiri benar-benar merasakan denyutan yang sangat hebat. Kepalanya kan belum sembuh secara total, setelah kecelakaan. Dia seharusnya tidak boleh berpikir terlalu keras. Dan pada akhirnya kini Nathan merasa sangat lemah. Dokter pribadinya merasakan kecemasan yang begitu besar melihat kondisinya seperti itu, sebagai seorang Dokter Yuan memang begitu protektif terhadap pasiennya.


Kondisi Nathan menurutnya belum sembuh secara total, bisa saja suatu hari kepalanya kambuh lagi dan fatal untuk kehidupan Nathan. Tetapi Nathan sangat keras kepala, dia tidak mau untuk meninggalkan tempat itu, hanya sekedar untuk makan l, padahal Yuan Chuan Sudah membawakan nasi bungkus untuk Nathan. Tapi pria itu dengan keras hati menolak semua makanan yang dibawakan oleh Dokter Yuan.


"Makanlah makanannya Nathan, jangan seperti ini, jangan menyiksa diri seperti itu. Kesehatanmu juga penting melebihi apapun!" kata Dokter Yuan kepada Nathan, pria itu tidak menghiraukan ucapan sang Dokter yang kini bersandar ke tembok dengan denyutan kepala yang dirasakan begitu hebat.


"Wajahmu begitu pucat, aku takut kamu drop lagi Nathan," Dokter Yuan mencemaskan keadaan sahabatnya, dia akan dapat amukan besar dari sang Nenek, kalau sampai terjadi suatu hal kepada Nathan. Sebenarnya bukan cuma itu sih, kecemasannya. Tetapi ada kecemasan lain yaitu kondisi Nathan yang benar-benar belum pulih, bisa dibayangkan, beberapa bulan Nathan koma setelah mengalami kecelakaan yang sangat hebat. Nathan sendiri bisa saja kehilangan ingatan secara tiba-tiba, karena gangguan di kepalanya.

__ADS_1


Dulu Dokter bedah pernah mengatakan bahwa Nathan memang belum pulih secara total, karena operasi pada kepalanya juga bisa saja membekas dan menjadikan problema untuk dirinya. Nathan memang termasuk manusia yang beruntung. Karena setelah kecelakaan itu, ia masih mengingat semuanya dengan kondisi kepala yang benar-benar terbentur keras.


"Apa kamu sakit Nathan, apa yang terjadi dengan kepalamu, kamu benar-benar merasakan kesakitan kan. Ya Tuhan aku takut sekali Kamu drop. Ayolah ini makan dulu makanannya, setidaknya kamu makan kue ini, setelah itu minum obatmu," sekali lagi Dokter yang Yuan merasakan kecemasan terhadap apa yang dilihat saat ini.


"Sudahlah Yuan jangan berisik, kepalaku memang sedikit sakit, tapi ini masih baik-baik saja!" sangkal Nathan kepada Dokter Yuan, lalu Nathan pun dengan perlahan membuka bungkusan kresek yang Dokter Yuan yang berisi berapa makanan untuknya.


Nathan memang sudah sangat tidak tahan menanggung kesakitan di dalam kepalanya. Nathan merasa sangat lemah saat ini, dia pun terpaksa mengambil roti dan kue untuk dia makan beberapa suap. Setelah itu dia pun langsung meminum obatnya. Berharap setelah minum obat denyutan di daerah kepalanya segera menghilang.


Wajah Nathan masih sedikit pucat, pria masih bersandar di tembok dengan mata yang menutup. Dia merasakan kesakitan itu semakin cepat dan semakin berdenyut saja. Obat yang diminum belum bereaksi secara total. Sehingga dia harus bersabar menanti obat itu bereaksi untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya.


"Jangan perlakukan aku seperti orang sakit, perlakukan aku biasa saja, jangan membuat reputasiku menurun Please, aku baik-baik saja!" kata Nathan berbicara pelan kepada Dokter Yuan. Dia tidak mau dirinya terlihat begitu loyo dan tidak kuat. Jika dia terlihat lemah seperti itu maka dia tidak bisa melindungi Lee Ji An, dan akan mendapat nilai minus di mata Lee Young Joon.


"Aku benar-benar mencemaskanmu, bukan sebagai sahabat tapi sebagai Dokter!" Dokter Yuan melihat Nathan dengan sangat tajam, pria itu iba dengan apa yang di lakukan Nathan kali ini, ini tidak benar. Dia harus makan di harus beristirahat, sudah hampir sehari semalam dia tidak beristirahat.

__ADS_1


"Kecemasanmu tidak sebanding dengan yang aku rasakan, kecemasanku terhadap wanitaku, aku benar-benar membuat aku tidak bisa pergi kemanapun dan melakukan hal apapun. Sudahlah Yuan yang terpenting sekarang bukanlah diriku, bukanlah sakit kepalaku, tetapi kesehatan Lee yang aku utamakan, Lee harus terbangun pulih seperti sedia kala," tutur Nathan kepada sang sahabat. Iya sendiri tidak bisa lagi untuk menenangkan pikirannya, jika wanitanya belum siuman dari komanya.


"Aku tahu kamu begitu cemas, tapi jangan menyiksa diri, kamu harus makan!" kata Dokter Yuan Chuan mengerutkan dahinya, dia bener-bener kecewa dengan sikap Nathan yang seperti itu. Sebagai Dokter ia merasa sangat sedih melihat perilaku pasiennya seperti itu.


"Baiklah aku tidak mau makan, tapi nanti saja. Aku sudah makan roti dan kue. Bagaimana aku bisa memakan makanan lainnya. Kamu berisikan seperti perempuan, sudahlah aku punya tubuh yang kuat, bukan pria selemah itu, aku bukan pria lemah yang seperti kamu takutkan, aku tidak seperti itu!" Nathan benar-benar tidak bisa lagi mendengar celotehan Dokter Yuan.


Menurutnya Dokter Yuan benar-benar terlihat berisi seperti perempuan


"Kamu yang seperti perempuan, aku ini laki-laki, aku memperhatikan kesehatan. Bagaimana kalau kamu sakit, bagaimana dengan Lee Ji An. Karena itulah kamu harus sehat!" Dokter Yuan kembali membela dirinya.


Sesaat Nathan pun berpikir, benar juga apa yang dikatakan oleh Dokter Yuan Chuan. Bagaimana kalau sampai dia ngedrop dan terlihat oleh sang kakak ipar, dia pasti akan sangat malu disebut pria yang sangat lemah. Sedangkan dia tahu sendiri kakaknya Lee Ji An, saat itu memarahi Sehun karena tidak bisa menjaga adiknya.


"Sebaiknya kamu beristirahat di hotel yang terdekat!" pinta Dokter Yuan kepada Nathan. Nathan berpikir sesaat, tetapi dia menggelengkan kepalanya lagi.

__ADS_1


"Aku tidak boleh tidur sepertinya, aku bisa tidur di sini, kamu bawakan saja aku nasi atau makanan lainnya!" pinta Nathan kepada Dokternya. Pria itu memang sangat lemah sekarang, kepalanya semakin sakit dia tidak tahu sampai kapan dia akan merasakan sakit kepala seperti itu, padahal dia sudah berusaha meminum obatnya.


Bersambung.


__ADS_2