Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kebingungan


__ADS_3

"Dokter Lee bersyukurlah anda sudah bangun, tadi anda pingsan selepas anda menyelamatkan pasien apnea. Bukankah sudah saya bilang anda harus beristirahat, tubuh anda tidak kuat dan lemah, tapi anda terus saja ngeyel seperti itu, tahu rasakan sekarang pingsan di depan pasien," kata Suster Ino kepada Dokter Lee Ji An.


"Benarkah, apa iya aku pingsan. Ya Tuhan memalukan sekali, aku tidak mendengarkan perkataanmu sister Ino maafkan aku," lirih Lee Ji An sambil mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya.


"Eh jangan bangun dulu Dokter, anda masih lema,h mau kemana lagi, sudah istirahat dulu, nanti ada kalau terus-terusan seperti ini bisa-bisa anda keguguran," tangkis Suster Ino kepada Lee Ji An.


"Apa maksudmu keguguran, kamu jangan bercanda, aku tidak sedang mengandung." Wanita itu terkekeh, dia menyangka bahwa Suster Ino sedang bercanda kepadanya.


"Dokter Lee. Anda memang sedang mengandung, dan tadi Dokter Yamazuki sudah memeriksa anda karena ternyata ada kontraksi Braxton Hicks dan aku pun segera membantu Dokter untuk melakukan USG pada perut anda, ternyata usia kehamilan anda sudah 9 minggu," tutur Suster Ino kepada Dokter Lee Ji An.


"Apa Suster Ino? Kamu tidak berbohong kan kepadaku. Apa benar bahwa aku sedang mengandung? Kenapa aku tidak menyadari hal ini, pantas sekali aku memang belum datang bulan, aku pikir karena stres aku jadi terlambat datang bulan, tapi aku masih tidak percaya bahwa aku hamil, gimana ini? Haruskah aku mengutarakan ini kepada keluargaku, bahwa aku hamil anak kedua kami," lirih Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa tidak jujur saja, itu bahkan yang terbaik," punya Suster Ino kepada Dokternya.


"Keluargaku tidak menyetujui hubungan aku dengan dia, bahkan kami sudah memiliki 1 orang anak pun, tidak membuat keluargaku menyukainya begitu saja. Bagaimana ceritanya kalau sampai mereka tahu aku hamil lagi, aku sudah membuat keluarga malu dengan gagal menikah, sekarang aku harus membiarkan keluarga menanggung malu kembali?" Lee Ji An mulai meneteskan air matanya. Dia tak kuasa dengan semua kebimbangan dan rasa bingung yang menyentuh hatinya.

__ADS_1


"Tapi anda sekarang sedang mengandung, ini hasil USG-nya. Lihatlah anda sedang mengandung 9 minggu," kata Suster Ino dengan mata yang sendu.


"Kenapa ini harus terjadi, jika aku katakan pada keluargaku. Apakah aku harus berbicara kepada Nathan bahwa aku sedang mengandung bayinya. Ya Tuhan tolong beri aku jalan keluar, atas semua kebingunganku ini," lirih Lee Ji An dengan mata yang basah, wanita itu terus menangis dengan tersedu dan mengelus perutnya dengan lembut.


"Sudahlah Dokter ini sudah terjadi. Sebaiknya anda segera beritahu kan ayah si bayi, agar kalian bisa mendapatkan restu dari kedua orangtua," kata Suster Ino sambil menyentuh tangan Lee Ji An dengan lembut.


"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, tapi aku tidak mau membuat orang tuaku menanggung malu untuk kesekian kalinya. Ya Tuhan kenapa aku selalu mendapatkan anak di saat yang tidak tepat," tangis Lee Ji An meledak, dia benar-benar kebingungan tentang kehamilannya tersebut. Harus berkata apa kepada keluarganya. Haruskah dia berkata kepada Nathan atau haruskah dia menggugurkan kandungan. Ya Tuhan Kasihan sekali wanita itu, terlihat begitu pucat dan depresi.


"Sabar ya sabar, sekarang ditidurkan dulu ya, anda harus tenang, tidak boleh histeria seperti ini, tidak baik untuk kandungan anda," lirih Suster Ino kepada Dokter Lee Ji An.


Suster Ino begitu sedih, setelah melihat Dokternya menangis seperti itu, dia sendiri tidak bisa membantu apa pun selain mendukung semua perbuatan sang Dokter.


"Kasihan sekali Dokter Lee menangis seperti itu, sekarang dia sudah mengetahui bahwa dia sedang hamil. Pasti sangat terpukul. Bagaimana kalau ini terjadi padaku. Ya Tuhan aku tidak bisa membayangkan semua ini, melihatnya saja aku sudah merasa sangat ngeri, apalagi mengalaminya sendiri. Semoga Dokter Lee bisa sabar menghadapi semua cobaan dalam hidupnya," kata Suster Ino sambil menatap Lee Ji An dengan tatapan mata yang Iba.


Wanita itu menangis tersedu, dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, sekarang dia akan memiliki seorang bayi lagiz dan kali ini pun tanpa sebuah ikatan pernikahan. Lagi-lagi dia menjadi penyebab keluarga menanggung malu.

__ADS_1


"Aku selalu saja menjadi aib untuk keluarga, aku selalu saja menjadi pencetus kesedihan keluarga, takut tidak boleh hidup seperti ini terus, aku tidak boleh menyakiti keluargaku lagi. Aku harus pergi jauh meninggalkan keluargaku agar mereka tidak merasa tersakiti lagi, karena perbuatanku. Lagi-lagi aku telah mencoreng nama baik mereka untuk kesekian kalinya. Ya Tuhan kenapa aku begitu bodoh, kenapa aku tidak memakai kontrasepsi waktu itu, kenapa aku percaya saja kepada Nathan bahwa dia tidak sehat, ternyata dia begitu sehat sampai bisa membuat aku hamil kembali," lirih Lee Ji An di dasar hatinya, dia terus menangis dalam diam, air matanya menetes tanpa henti.


Di sisi lain tiba-tiba saja Dokter Yamazuki datang kembali masuk ke dalam ruangan tersebut, dan terlihat Lee sedang menangis bersama dengan Suster Ino.


"Dokter Lee anda sudah bangun?" tanya Dokter Yamazuki sambil menyodorkan beberapa buah vitamin untuk Lee Ji an minum.


"Iya Dokter Yamazuki, aku sudah bangun, dan aku terkejut dengan hasil pemeriksaan, apakah benar kalau aku sedang mengandung?" tanya Lee Ji An kepada Dokter Yamazuki.


"Benar sekali, aku tadi yang memeriksa, kamu sedang hamil 9 minggu, dan ada kontraksi Braxton Hicks itu sangat bahaya buat kandungan, ya sudah aku langsung pergi untuk membawakan kamu beberapa vitamin. Ayo minum vitaminnya agar kamu cepat pulih dan cepat memiliki tenaga. Tenang saja aku akan merahasiakan semua ini, dari semua orang. Percayalah padaku, karena sekarang kamu udah pasienku bukan temanku," kata Dokter Yamazuki sambil menorehkan senyum yang manis kepada Lee Ji An.


"Terima kasih banyak Dokter Yamazuki, sebenarnya aku pun tidak mengetahui bahwa aku sudah mengandung, beruntunglah aku membatalkan pernikahanku, karena kalau tidak akan sangat rumit, karena aku ayah dari adalah bayi ini sama dengan Ayah anak pertamaku," lirih Lee sambil menatap Dokter Yamazuki dengan sendu.


"Jadi ayah anak pertamamu sama dengan ayah anak yang kamu sekarang?" tanya Dokter Yamazuki dengan kening yang mengerut.


"Iya, ini anak kedua kami, tetapi keluargaku sangat membencinya, karena itulah aku merasa sangat kebingungan," kata Lee Ji An dengan tangisn yang meledak.

__ADS_1


Dokter Yamazuki terlihat sedih. Dan dia hanya bisa diam saja. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dan kini hanya bisa jadi penonton saja.


__ADS_2