Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Tangis Baby Ryu


__ADS_3

"Halo Mi So, sebenarnya ayah dirawat di Rumah Sakit mana?" tanya Lee Ji An di dalam sebuah panggilan telepon.


"Apa kamu sudah sampai di Indonesia? Kamu di mana sekarang, kamu ke Rumah Sakit langganan kita, disana Aboeji sudah masuk ruang Intensive Care Unit ruang bekas perawatanmu dulu," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.


"Aku sudah sampai di Bandara, kami baru saja sampai, kalau begitu aku akan langsung berangkat ke rumah sakit' sebelum ke rumah, aku sangat mencemaskan kondisi ayah sekarang. Terima kasih Kim Mi So," tutur Lee Ji An dengan senyumannya, Kim Mi So pun tersenyum pula, walaupun mereka berada di dalam sebuah panggilan telepon, mereka seolah sedang berbicara berdua saling berhadapan.


Tiba-tiba saja baby Ryu seolah-olah mengerti bahwa sang Ibu sudah pulang, dua hari lebih sampai 3 tiga hari dia ditinggalkan oleh ibunya tersayang, karena itu ketika Lee Ji An menelepon kepada Kim Mi So, seolah tembus rasa dan baby Ryu seketika itu menangis dengan kencang.


"Ya Tuhan anak Ibu, kenapa menangis seperti ini, Eonny apa yang terjadi kepada baby Ryu?" tanya Lee Ji an kepada Kim Mi So.


"Jian baby Ryu sepertinya tahu aku sedang meneleponmu, lihatlah dia tiba-tiba menangis seperti ini, ingin diajak bicara juga olehmu. Ayo kamu sapa dulu anakmu ini, kasihankan sudah tiga hari kamu tinggalkan dia," kata Kim Mi So kepada sang adik ipar.


"Ya Tuhan kasihan sekali, halo baby, Halo anak Ibu. Ibu sedang berada bersama Ayah di sini," kata Lee Ji An dengan suaranya yang lembut, lalu Lee membesarkan speaker telepon tersebut sehingga kini suara tangis baby Ryu bisa terdengar oleh Nathan dan oleh nenek Liao.


"Ya Tuhan bayi itu seolah mengerti bahwa Ibunya sudah pulang ke Indonesia,"' kata nenek Liao di dasar hatinya, nenek Liao tersenyum manis ke arah Lee, dia tidak menyangka ikatan batin ibu dan anak bisa sekuat itu. Padahal mereka hanya ibu dan anak angkat saja.

__ADS_1


"Anak Ibu jangan menangis lagi sayang, di sini ada Ayah, ada Nenek juga Sayang, Nathan berbicaralah kepada anak kita, dengarlah dia menangis seperti ini," Lee menyarankan Nathan untuk berbicara, tetapi dan pun tersenyum saja. Dia seolah enggan untuk berbicara kepada putranya.


"Ayolah Sayang, ucapkan halo atau apapun kasihan bayi kita!" kata Lee Ji An kepada sang kekasih hati.


"Baiklah. Halo baby, halo ini ayah Sayang. Bagaimana kabarmu nanti ayah akan segera menjemputmu, kita akan segera tinggal bersama," kata Nathan Malaka dalam panggilan telepon tersebut.


"Ya Tuhan ajaib sekali tiba-tiba baby Ryu terdiam, dia tidak menangis lagi, baby Ryu benar-benar ini merindukan kalian berdua," kata Kim Mi So merasa takjub dengan ikatan batin bayi tersebut.


"Tentu saja, karena dia tahu di sini ada Ayah dan Ibunya, kami akan segera menemuinya. Tapi maafkan Ibu baby ibu harus menjenguk kakek terlebih dahulu, tunggu sampai Ibu pulang ya, Nak. Kalau begitu Kakak aku tutup dulu panggilan telepon ini, agar secepatnya aku berangkat ke Rumah Sakit. Aku sudah tidak sabar dan sangat gelisah untuk melihat kondisi ayah saat ini," kata Lee Ji An kepada Kim Mi So.


"Ya Tuhan. Iya sampai lupa. Cepatlah ke Rumah Sakit jangan sampai terlambat semoga saja ayah sudah siuman, pada saat kamu datang," kata Kim Mi So dengan segera menyarankan pada Lee untuk berangkat ke Rumah Sakit.


Lee Ji An begitu tidak sabar ingin mengetahui kondisi sang ayah, kecemasannya masih tidak berujung, karena dia belum melihat sendiri kondisi ayahnya seperti apa pada saat ini. wanita itu berharap ayahnya baik-baik saja ia tidak mau kalau sampai ayah kritis dan koma, seperti dirinya terdahulu, karena menurut cerita teman-temannya dulu, ketika orang yang terkena serangan jantung dan koma, maka dia tidak akan bertahan lama karena itu Lee begitu ketakutan.


Selama di perjalanan Lee sama sekali tidak berbicara apapun, kepada Nenek Liao atau pun Nathan. Lee ingin segera sampai di Rumah Sakit dan melihat kondisi ayahnya untuk saat ini.

__ADS_1


Nathan tiba-tiba saja menggenggam tangan Lee JiΒ An dengan begitu lembut, Pria itu memberikan semangat kepada kekasihnya agar tidak terpuruk dalam kesedihan seperti ini. Lee merasa tenang tatkala tangannya digenggam oleh Nathan dengan begitu erat dan penuh kehangatan, dia merasa ada seseorang yang menemaninya karena itu Lee senang dan hatinya begitu hangat untuk saat ini.


"Tenanglah Sayang, jangan khawatir seperti itu ya. Sebentar lagi kita akan segera bertemu dengan ayah," kata Nathan mencoba menenangkan kekasihnya, dia melihat Lee begitu cemas dan gelisah, ia tidak tega melihat sang kekasih seperti itu, setidaknya dia harus menjadi penguat untuk Lee Ji An.


Akhirnya beberapa saat kemudian mereka pun sampai di depan Rumah Sakit, dengan segera Lee Ji An keluar dari mobil tersebut, dan membayar ongkos taksi, yang mereka naiki, karena Lee memiliki uang cash Rupiah sedangkan Nathan tidak memiliki.


Mereka berjalan menuju ke ruangan ICU, Lee Ji An sudah tidak tenang, sudah tidak sabar ingin melihat kondisi ayahnya yang tercinta. Sesampainya di depan ruangan ICU ternyata Lee Young Joon bersama sang ibu sudah duduk di sana dengan wajah yang pucat.


"Ibu, ini aku pulang," kata Lee Ji An kepada sang Ibu. Nyonya Lee terlihat begitu senang melihat kedatangan putrinya. Wanita itu langsung menghampiri putrinya langsung marah kepada sang putri.


"Kamu masih ingat pulang setelah kejadian ini, setelah membuat ayahmu sakit, kamu masih ingat, kamu masih memiliki seorang ayah yang sangat mencemaskanmu. Ayahmu kondisinya seperti itu. Lihatlah," tangisan ibu pecah, dia memeluk Lee dengan begitu erat, Lee Ji An pun memeluk sang ibu sambil menangis pula.


"Maafkan aku Ibu, maafkan aku, aku mau kamu terima maafku, aku selalu membuat kalian merasa cemas, dan sekarang malah membuat ayah menjadi sakit. Aku menyesal karena menjadi gadis membantah," Lee Ji An menangis tersedu. Iya sekarang menjadi tontonan oleh orang yang ada di sekitarnya.


"Setiap hari kami selalu memberimu kasih sayang putriku, tetapi kenapa kamu selalu membantah kami, kurangkah kasih sayang kami untukmu?" kata sang ibu dengan tetesan air matanya, Lee menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tidak bisa lagi menahan air mata, dia tidak mau membuat ibunya sedih seperti itu.

__ADS_1


"Tidak ibu, tidak. kasih sayang kalian begitu besar, tetapi aku saja yang selalu bodoh selalu membantah kalian. Tolong maafkan aku Ibu, maafkan aku, anakmu ini yang selalu membantah." Lee menangis dengan tersedu sambil memeluk ibunya. Nyonya Lee belum menyadari bahwa Lee membawa serta Nathan dan nenek Liao.


πŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒ


__ADS_2