
"Ya ampun kalian tuh manis sekali ya, berfoto-foto, benar-benar sudah seperti keluarga. Kalian tinggal meresmikan pertunangan kalian. Eh pernikahan kalian maksudku, Kak Nathan dan kak Lee aku berharap banyak padamu. Aku berharap kalian bahagia selamanya," kata Kim Nana kepada Nathan dan Lee Ji An. Wanita itu benar-benar sangat setuju melihat mereka bersama.
"Terima kasih Nana kamu memang sudah menjadi adik terbaikku. Nana apakah kalian sudah mau berangkat ke Rumah Sakit?" tanya Lee Ji An kepada Kim Nana dan Kim Mi So.
"Kak Mi So sudah siap dengan masakannya, aku sudah belajar banyak tadi di dapur. Jadi aku pamit dulu ya Kak," kata Kim Nana sambil bersiap-siap.
Kim Mi So pun datang dari dapur sambil membawa beberapa rantang yang berisi makanan yang sudah dia masak. Wanita itu tersenyum kepada adik ipar dan calon adik iparnya,"Lee ... Nathan kalian bisa makan bersama ya, aku sudah sisakan makanan untuk kalian berdua, aku dengan Nana akan segera berangkat ke Rumah Sakit, nanti kalau ada kabar tentang ayah aku akan langsung memberikan kabar kepada kalian oke," kata Kim Mi So sambil menolehkan senyum yang manis.
"Terima kasih banyak kakak ipar," ucap Nathan kepada Kim Mi So dan Kim Nana. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Nathan dan Lee serta baby Ryu Jin di apartemen tersebut.
"Sayang, sebaiknya aku tidur kan dulu anak kita, karena dia terlihat sangat pulas, kasihan kalau digendong terus menerus," kata Lee Ji An kepada Nathan, lalu Nathan pun mengangguk, dia langsung menggendong buah hatinya dan berjalan menuju ke kamar untuk menidurkan putra tercintanya di box bayi kesayangannya.
Setelah itu Lee langsung kembali. Lee lalu mengajak Nathan untuk makan bersama. Nathan pun mengangguk kebetulan memang mereka belum makan semenjak mereka pulang dari Cina. Setelah mereka makan mereka menghabiskan waktu dengan menonton televisi saja, itu sudah membuat Nathan begitu tenang mereka benar-benar bisa berduaan selama itu.
Mereka seolah tidak ingin terpisahkan. Nathan berharap bahwa hari-hari bahagia seperti ini akan selalu mereka rasakan setiap hari. Karena kini hidup Nathan sudah berada di dekat Lee Ji An dan putranya, tidak tahu apa yang akan terjadi jika sampai berpisah dengan Lee Ji An dan buah hati mereka.
🎄🎄🎄
__ADS_1
Kim Mi So dan Kim Nana langsung bergegas menuju ke Rumah Sakit, setelah sampai di Rumah Sakit Kim Mi So langsung menyarankan untuk ibu dan suaminya segera makan. Karena mereka terlihat sangat sedih, mata Young Joon bahkan bengkak, begitu pula dengan mata ibu, sepertinya mereka sangat sedih karena Ayah masih belum kunjung siuman.
"Sayang, maafkan aku ya baru datang, tadi aku masak dulu, yuk sekarang makan, lihatlah kamu terlihat begitu kelaparan, matamu bengkak seperti itu. Kamu sudah tidak ganteng lagi kalau gitu." Kim Mi So berkata begitu manja kepada sang suami, dia sebenarnya ingin mencoba menghibur sang suami dengan kata-katanya.
"Iya Sayang, tapi aku sepertinya tidak makan, hari ini aku tidak nafsu makan, biar Ibu saja yang makan," kata Lee Young Joon kepada sang istri tercinta, Kim Mi So tidak mengerti dan tidak tahu bahwa sebenarnya Lee Young Joon begitu sedih karena dia baru mengetahui identitas kelahirannya.
"Sayang kenapa berkata seperti itu? Kamu tidak boleh sakit, kamu harus makan sayang," kata Kim Mi So mencoba untuk membujuk sang suami, agar suaminya mau makan walaupun sedikit, tetapi ternyata suaminya sama sekali tidak mau makan.
"Young Joon kamu harus makan, Nak! Ibu juga akan berusaha makan, kita harus sehat, kita akan menjaga ayah, kalau kita sakit siapa yang akan menjaga ayah?" kata sang ibu kepada putra kesayangannya, dia tetap merasakan sayang dan cinta kepada buah hatinya, walaupun Lee Young Joon bukan anak kandungnya, karena Lee Young Joon adalah kesayangannya putra dan pewaris untuk keluarganya.
"Anakku Sayang, kamu tidak boleh seperti ini. Kamu mau buat Ibu sedih," ucap nyonya Lee benar-benar merasa sedih, dia sadar dengan jelas bahwa putranya memang terluka karena dirinya, karena dia tanpa sengaja telah membocorkan rahasia yang selama ini dia simpan bersama sang suami dan keluarga besarnya.
"Tidak Ibu, aku hanya ingin tidur di samping ayah, aku belum mau makan, nanti kalau aku sudah lapar aku pasti makan," ucap Lee Young Joon kepada sang ibu.
"Tidak bisa, sebelum masuk ke ruangan ayahmu aku bertugas memberikan kamu makan, sedari kecil kamu ibu suapi sampai sekarang. Apakah sekarang kamu ingin aku suapi nak?" Nyonya Lee benar-benar merasa sangat sedih, wanita itu terlihat terpukul seperti itu. Ini semua adalah kesalahannya.
"Terima kasih banyak Ibu, karena sedari kecil ibu selalu menyayangiku, tetapi aku sudah besar sudah tidak pantas untuk ibu, sebentar lagi sebaiknya cepat ibu makan. Aku tidak mau Ibu sampai sakit," ungkap Young Joon kepada sang ibu kesayangannya.
__ADS_1
"Tidak bisa sepertinya Ibu. Tidak akan makan kalau kamu tidak makan, Nak," kata nyonya Lee dengan sangat tegas.
"Ibu tidak boleh seperti itu, aku pasti akan makan tapi tidak sekarang." Lee Young Joon berusaha meyakinkan sang ibu agar ibunya mau makan tanpa dirinya.
"Kalau kamu mau makan nanti, ya sudah. Ibu juga akan makan nanti saja," kini nyonya Lee pun bersikeras tidak mau anaknya sampai kelaparan.
"Ibu sudah yang jujur, akan makan bersama ibu di sini," kata Pria itu sambil memberikan sedikit senyuman untuk sang ibu.
"Nah begitu dong kamu itu adalah putraku, kamu harus menuruti semua ucapanku, karena semua ucapan yang aku keluarkan dari mulut ini, semuanya demi kebaikanmu, nak," tutur sang ibu sambil tersenyum kepada buah hatinya.
Akhirnya mereka pun mulai makan di piring masing-masing. Kim Mi So bisa merasakan keanehan. Kenapa bisa sang suami dan ibu mertuanya berbicara dengan nada seperti itu, dia memang merasa bingung. Kenapa tiba-tiba suaminya mogok makan seperti tadi.
Kim Mi So yakin bahwa ada sesuatu yang mereka rahasiakan darinya. Wanita itu tidak mau bertanya karena itu memang sudah pasti untuk mereka berdua, jadi sudahlah mungkin lain waktu dia akan mengetahui pokok bahasan tersebut.
Kim Nana sendiri sekarang sudah masuk ke dalam ruangan. Nana dia sedikit berbincang dengan Tuan Lee padahal, Tuan Lee masih tertidur. Kim Nana berceloteh sendiri menceritakan tentang dirinya belajar memasak bersama Kim Mi So. Tujuan Kim Nana memang baik, agar Tuan Lee mendapatkan semangat hidup. dimana ternyata banyak orang yang menyayanginya, yang menanti kesehatannya berharap dia bangun dan sehat seperti sedia kala.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
__ADS_1