Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Ryu Jin Liao


__ADS_3

"Nathan tolong berikan nama untuk putra kita!" kata Lee Ji An dengan penuh harap, apalagi yang diharapkan selain pengakuan dari Nathan dan keluarganya perihal kelahiran Putra kesayangannya.


"Baiklah aku akan memberikan nama untuk putra kita, nama yang bagus menurutku adalah Ryu Liao, bagaimana, Sayang," ucap Nathan dengan menorehkan senyum yang manis kepada sang kekasih hati.


"Ya Tuhan, namanya bagus, tetapi Joon Oppa sudah memberikan nama Lee Wu Jin, jadi kita gabungkan saja namanya," Wanita itu begitu bahagia dan senang tatkala mendengar sang kekasih memberikan sebuah nama belakang untuk buah hati mereka.


"Lee Wu Jin?" Nama yang bagus, Nathan benar-benar tidak tahu harus mengambil Wu atau Jin untuk menggabungkan Ryu.


"Nathan, Lee Wu Jin jadi kita akan mengambil Wu atau Jin?" Wanita itu sungguh bersemangat tatkala kini mereka sedang membuat nama.


"Ryu Jin Liao, Ryu Wu Liao?" kata Nathan perlahan, keningnya begitu berkerut saat itu. Ia berpikir dengan keras nama mana yang akan dia pilih, lalu sesaat dia menoleh kepada sang Nenek tercinta. Kenapa Nathan menoleh kepada Nenek, itu karena Nathan memberikan kode kepada sang Nenek agar Nenek segera memotong percakapan Lee dan Nathan agar tidak membicarakan soal bayi lagi.


Namun Nenek Liao tidak bisa berkutik saat itu, dia tidak ingin melukai sang cucu menantu lebih dar jadi Liao hanya akan tetap diam saja.


"Sayang, jadi kamu akan memberikan nama yang mana buat jagoan kita?" Sekali lagi Lee Ji An bertanya kepada Nathan dan Nathan begitu terkejut Ia pun langsung tersenyum kepada sang kekasih.

__ADS_1


"Baiklah Sayang, sudah aku putuskan bahwa bayi kita itu akan aku beri nama Ryu Jin Liao," kata Nathan dengan menorehkan senyum manis pada calon istrinya berharap istrinya terus tersenyum seperti itu. Walaupun dia harus terus bersandiwara didepan semua orang, bersandiwara agar bisa terus tersenyum tanpa diketahui oleh Lee.


"Ryu Jin Liao bagus sekali. Apakah kita akan ambil ini saja?" tanya Lee Ji An kepada sang kekasih, nathan pun hanya bisa tersenyum manis sambil mengangguk. Nathan sebenarnya ingin memberikan nama itu untuk bayi lainnya, yang masih hidup kelak, Jika dia menikah dengan Lee Ji An dan memiliki Putra yang lain, tetapi dia terpaksa harus memberikan nama tersebut kepada bayi yang sama sekali bukan miliknya kepada bayi yang sama sekali hanya ada dalam pikiran Lee Ji An.


Nenek Liao sendiri merasa begitu sedih melihat Lee Ji An mempertanyakan nama tersebut, padahal beliau begitu sedih karena baru pulang dari pemakaman sang cicit tercinta. Wanita paruh baya itu hanya bisa terdiam dengan air mata yang menetes tanpa bisa dibendung, air mata yang menetes tanpa dia sadari.


"Nenek bagaimana bagus kan nama Ryu?" tanya Lee Ji An kepada sang Nenek dan Nenek pun langsung mengangguk, Nenek Liao langsung menyeka air matanya, dia tidak mau membuat Lee Ji An curiga dan memberitahu bahwa sebenarnya anak laki-lakinya itu telah tiada, dan memang tidak ada anak laki-laki.


"Bagusnya, dia adalah penerus keluarga kita. Tenang saja dia akan menjadi seorang pria yang sangat tangguh dan kuat. Nenek yakin dengan nama itu dia akan menjadi sangat spesial," Nenek Liao berkata dengan senyuman dan tetesan air matanya, dia sesekali menyeka dan menghirup nafas agar tidak menetes lagi air matanya.


"Aku tidak mau menyembunyikan apapun cucuku, aku hanya terharu melihat kalian berdua bersatu, bahkan kalian memiliki seorang bayi seharusnya kalian menikah sedari dulu, bukannya setelah memiliki bayi bahkan sekarang kalian belum sah menjadi suami istri, aku ingin segera menikahkan kalian berdua, makanya aku merasa menyesal karena terlambat mengenalimu, Nak," Nenek Liao berbohong tentang ucapannya. Padahal dia sangat sedih melihat Lee Ji An seperti itu, dalam pikiran Nenek Lee Ji An begitu menyedihkan karena dibohongi oleh keluarga tentang anak laki-lakinya, padahal sebenarnya itu memang bayinya Lee Ji An.


"Tidak usah menyesali sesuatu hal yang sudah terjadi. Yang lalu biarkanlah berlalu, yang terpenting kita sekarang sudah bersama, Nathan sudah berada di sampingku dan aku yakin kami akan bisa bersatu selamanya, begitukan Sayang?" kata Lee Ji An dengan senyuman yang begitu manis. Gadis itu begitu cantik menuturkan semua isi hatinya membuat anda semakin merasa bersalah.


"Tentu saja kita akan bersatu selamanya, tidak akan ada yang memisahkan kita akan aku akan selalu menjagamu menemanimu, mencintaimu, seumur hidupku, kamu hanya tinggal diam menerima semua rasa cintaku untukmu," kata Nathan tersenyum manis terhadap sang kekasih.

__ADS_1


Mereka memang begitu bahagia karena bisa berjumpa bersatu, dalam ikatan cinta walaupun mereka masih belum bersatu dalam ikatan pernikahan, tetapi Nathan pun berjanji akan segera menikahi Lee. Dia tidak akan membiarkan Lee membesarkan bayinya sendirian, Nathan yakin bahwa keluarga Lee telah mengadopsi bayi lain untuk dijadikan bayi Lee Ji An sebagai bayi pengganti yang sudah meninggal.


"Makasih Sayang, aku sangat mencintaimu. Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi, demi aku dan demi bayi kita Ryu Jin Liao," Lee Ji An meneteskan air matanya, dia mengatakan semua perasaannya kepada sang kekasih. Wanita itu tidak sanggup kalau harus berpisah kembali bersama kekasih hatinya.


"Sayang, aku mencintaimu sangat mencintaimu, jadi aku tidak mungkin bisa berjauhan dengan kamu, Sayang," Nathan pun menganggap lembut dengan kekasihnya.


"Sayang, aku ingin sekali bertemu dengan Baby Ryu, kira-kira Kapan Dokter mengijinkan bayi kita keluar dari ruangan Intensif?"


"Apakah bayi kita berada di ruangan Intensif?" Nathan pura-pura tidak tahu.


"Benar Sayang, bayi kita berada di ruang Intensif. Karena itulah kita tidak bisa memeluk bayi kita sekarang, tapi aku mohon tolong tanyakan kepada Dokter kapan bayi kita bisa keluar dari ruang Intensif, aku sudah tidak sabar ingin memeluk dia," Wanita itu merengek begitu manja dia berharap sangat banyak, berharap dia akan segera memeluk sang buah hati.


Nathan hanya bisa menelan salivanya, Nathan merasa begitu susah, dia harus berkata apa kepada Lee Ji An, sedangkan dia sendiri tahu bahwa memang bayi yang Lee maksud itu sebenarnya tidak ada, setidaknya itu yang ada di dalam pikiran Nathan. Nathan benar-benar tidak percaya bahwa keluarganya Lee, bisa membohongi Lee Ji An seperti itu.


"Nanti ya Sayang, nanti aku akan datang ke ruangan Dokter untuk bertanya soal bayi kita, bayo kita itu pasti sangat lucu. Akupun ingin segera memeluknya," ungkap Nathan sambil menggenggam lembut tangan kekasih hatinya.

__ADS_1


🎀🎀🎀


__ADS_2