
"Jadi maksudmu apa, Lele?" tanya Lee Young Joon kepada Lele.
"Nona Lee tidak pernah terbuka, baik soal kehamilannya tentang bayi kembarnya tentang tuan Nathan dan tentang Sehun juga," Lele menjelaskan kepada Boss-nya tentang sikap Lee Ji An selama ini.
"Aku pikir sembilan bulan tinggal bersama kalian bisa dekat?" Lee Young Joon menghela nafasnya sambil menatap kearah asistennya tersebut.
"Tidak juga Boss sudah saya katakan bahwa memang Nona Lee Ji An sangat tertutup," Lele berkata dengan pelan.
"Lee ini memang seperti itu sedari dulu, dia hanya berteman dekat dengan Kim Mi So saja, tapi jika dia sudah jatuh cinta atau boleh jatuh hati kepada orang tersebut maka dia akan terus menempel kepadanya seperti halnya kepada Kim Mi So sudah terlanjur sayang kepada sahabatnya tersebut, sehingga aku pun harus menjadikan dia istriku, tetapi bersyukurlah karena bahkan aku sekarang sangat mencintai istriku," kata Lee Young Joon kepada Lele mengatakan semua isi hatinya.
"Perihal kejadian di Cafe tersebut pun aku sendiri tidak tahu Boss, bisa jadi memang Nona Lee mengejar pria itu, tetapi kita bisa lihat di CCTV-nya, kita jangan dulu mempercayai Sehun Karena bagaimanapun Sehun adalah saingan berat Nathan, jadi bisa saja Sehun menjelekkan Nathan karena itu sebaiknya kita lihat CCTV saja," kata Lele kepada Lee Young Joon.
"Kamu sudah mendapatkan CCTV tersebut?" tanya Lee Young Joon kepada Lele.
"Saya belum sempat ke Cafe tersebut, karena setelah mendengar kabar Nona kecelakaan saya langsung datang ke Rumah Sakit dan menemani Nona di sini," kata Lele kepada Boss-nya.
__ADS_1
"Baiklah kalau bisa hari ini atau besok pagi kamu segera datang ke kafe tersebut dan meminta CCTV tersebut, karena aku ingin melihatnya kalau bisa copy saja file video tersebut. Aku Ingin melihat kejadian yang sebenarnya, apa iya Nathan adalah penyebab dari semua kekacauan yang telah menimpa Lee Ji An," Lee Young Joon merasa sangat penasaran ketika mendengar ucapan Sehun kemarin bahwa Nathan adalah penyebab dari semuanya.
"Iya saya akan segera berangkat, tetapi besok pagi, karena sekarang malam sudah sangat larut, sebaiknya Boss dan istri Boss tidur saja di Hotel atau di Apartemen, biar saya saja yang menemani Nona Lee Ji An di sini," Lele menawarkan diri untuk menjaga Lee dan membiarkan Lee Young Joon dan Kim Mi So untuk menginap di Hotel terdekat dengan Rumah Sakit.
Karena Lele telah mengetahui betul bahwa mereka itu memiliki satu malam yang belum mereka lalui. Yaitu malam pertama.
"Tidak perlu khawatir tentang aku dan Istriku, kamu saja mengajak istriku pulang ke Hotel, aku yang akan menemani adikku disini, aku tidak ingin meninggalkan dia sendirian, dia hanya memiliki aku di sini, karena bahkan Aboeji dan Eomoeni belum datang," kata Lee Young Joon kepada Lele.
"Tentu saja saya tidak bisa tidur dengan tenang di saat Nona Lee dan anda berada di Rumah Sakit, kenapa saya seenak itu bisa ongkang-ongkang kaki dan tidur nyenyak sementara kalian berdua merasakan kedinginan berada di Rumah Sakit ini. Saya tidak berhak untuk merasakan kehangatan dan tidur lelap di saat Boss dan adik Boss berada di dalam kepedihan," kata Lele mengungkapkan kesetiaannya kepada Lee Young Joon.
Lee Young Joon tersenyum mendengar ucapan dari sekretaris pribadinya tersebut. Seorang sekretaris yang kini berubah menjadi asisten pribadi dari adiknya. Lee Young Joon, dia memang sangat tepat memilih Lele untuk menemani Lee Ji An di sini. Karena tidak dipungkiri dia adalah orang yang bisa dipercaya selain lele.
"Tidak apa-apa Boss, kalaupun memang anda marah itu wajar saja, karena harusnya Waktu itu saya ikut bersama Nona, tapi hari itu saya malah sibuk mempersiapkan baju-baju bayi. Itu adalah kesalahan terbesar saya sehingga saya tidak bisa mengetahui perihal kejadian tersebut dengan mata kepala saya sendiri," kata Lele dengan memberikan senyuman yang manis kepada Boss-nya tersebut.
"Tapi tetap saja aku berterima kasih kepadamu. Kamu rela berangkat ke Indonesia dan yang menemani adikku, meninggalkan keluarganmu di Korea," kata Lee Young Joon dengan menorehkan senyum yang manis kepada sekretarisnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Boss. Lagian aku sudah sangat berterima kasih kepadamu karena kamu banyak membantu keluargaku, waktu itu. Ini adalah saatnya untuk aku membalas semua hutang budiku padamu, anda sudah selalu baik kepadaku dan keluargaku. Terima kasih banyak ya Boss!" Lele tersenyum dengan manis dia berterima kasih kepada Boss-nya yang begitu baik hati.
"Jangan pernah salahkan soal itu, itu hal yang wajar, sudahlah. Sekarang ayo kita kembali ke ruangan tunggu tapi bolehkah antar aku ke ruangan bayi itu?" tanya Lee Young Joon kepada Lele.
"Tentu saja boleh Boss. Tapi anda tidak bisa masuk, anda hanya bisa melihat dari ruang kaca saja, kalau ada yang masuk kedalam harus meminta ijin dulu kepada Dokter dan harus pada siang hari," kata Lele dengan menorehkan senyum yang manis kepada Boss-nya.
"Baiklah, tidak masalah yang penting antarkan aku ke sana sekarang juga!"
"Iya Boss ayo kita kesana sekarang!"
Lalu Lele dan Lee Young Joon pun berjalan menelusuri tempat tersebut, menuju ke sebuah ruangan khusus pada bayi tetapi ada dua ruangan khusus yang satu ruangan khusus bayi sehat dan didalamnya terdapat ruangan khusus bayi yang sakit, bayi yang emergency dan butuh pertolongan lebih.
Akhirnya mereka sudah sampai di depan ruangan perinatologi. Lele tersenyum lalu menunjuk ke arah tempat Nicu itu berada.
"Itu Boss ruangannya ruangan khusus untuk bayi sakit, Neonatal Intensive Care Unit namanya, kita tidak bisa sembarangan berkunjung kesana karena itu adalah untuk bayi-bayi yang membutuhkan keadaan yang steril di dalam cuma ada tiga bayi termasuk bayi milik Nona Lee," kata Lele menjelaskan kepada Lee Young Joon betapa ruangan tersebut tidak bisa dijamak oleh sembarang orang.
__ADS_1
Lee Young Joon pun mengangguk dia mengerti apa yang anda katakan kepadanya. Yang penting dia sudah mengetahui dimana keponakannya berada. Yang penting dia sudah tahu bahwa keponakannya itu hidup dan bernafas, walaupun kondisinya saat ini bayi kecil itu tidak seperti bayi lainnya normal dan bisa menangis dengan kuat.
Bersambung.