Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rasa Kecewa


__ADS_3

Korea Selatan


Seoul City.


Seorang pria sudah turun dari pesawat. Melangkah dengan sangat berat menuju ke sebuah Taxi. Pria itu pun kini sudah masuk ke dalam taksi tersebut membawa semua barang bawaannya dari Indonesia.


Ia adalah Sehun. Pria itu nampak kecewa karena akhirnya sang kekasih dan sang pujaan hati malah memilih pria lain daripada dirinya. Sehun tidak bisa membayangkan bahwa kini Nathan sedang berbahagia bersama Lee Ji An dan menyisakan dirinya dalam keterpurukan dan terputus asaan yang tidak bisa dia tanggung.


Pria itu kecewa, tersiksa, menderita karena penolakan yang diberikan oleh gadis pujaan hatinya. Sangat sakit sangat perih hatinya seolah teriris pisau. Dia benar-benar merasakan hal itu begitu jelas nyata terasa oleh dirinya.


Sampai akhirnya dia sampai di mansion keluarganya. Sehun disambut hangat oleh sang ibu. Tetapi ia sendiri tidak menorehkan sebuah senyuman untuk ibunya, karena saat ini benar-benar tidak bisa tersenyum karena rasa sakit hatinya sudah menjalar ke seluruh sukmanya.


"Apa yang terjadi kepadamu, Nak? Kenapa kamu pulang dengan wajah semasam itu?" kata sang ibu kepada Putra tunggalnya.


"Eomoeni, aku tidak apa-apa, sudahlah jangan hiraukan soal aku. Bagaimana kondisimu apakah sehat selama aku pergi?" tanya Sehun kepada ibunya sang Ibu langsung menghampiri Putra kesayangannya.


"Eomma sehat nak tetapi, Eomma sungguh merindukanmu. Kenapa kamu lama sekali tinggal di Indonesia. Sebenarnya apa yang telah terjadi di sana? Bagaimana, apa gadis mu itu mau menerima lamaran mu, Sayang?" tanya sang ibu kepada Putra kesayangannya.

__ADS_1


"Sudahlah tidak usah bahas soal itu lagi, saat ini aku hanya ingin tidur, perjalanan dari Indonesia ke Korea sangatlah jauh, membuat tubuhku begitu lelah dan lemah, rasanya aku tidak sanggup untuk berkata lebih dari pada ini," kata Sehun kepada ibunya tersayang.


"Apa begitu lelah sampai tidak memeluk Ibumu sama sekali," kata sang Ibu sambil membuka kedua tangannya supaya sang putra memeluknya. Sehun sampai lupa untuk memberikan pelukan kasih sayang pada ibunya, biasanya mereka suka berpelukan setiap hari, mereka sudah lama tidak berjumpa. Tetapi apa yang Sehun lakukan sekarang ini membuat dia lupa kebiasaan lamanya, rasa sakit yang Sehun rasakan sudah teramat dalam sehingga Sehun seolah-olah melupakan semua rasa bahagianya.


"Maafkan aku Eomoeni aku melupakan hal itu," ungkap Sehun kepada sang Ibu lalu Sehun pun segera memeluk sang ibu dengan dekapan lembut penuh kasih sayang.


"Putra tercinta, sepertinya sedang patah hati. Ya sudah sekarang kamu tidur di kamar biar Ibu siapkan makan malam untukmu, Nak!" kata sang ibu kepada Sehun, dan Sehun pun mengangguk. Sehun langsung berjalan menuju ke kamarnya dia kini sudah berada di dalam kamarnya tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Rasa sakit di dasar hatinya membuat dia tidak karuan, membuat dia percaya bahwa dia benar-benar telah terluka. Kekecewaan yang Sehun rasakan saat ini teramat dalam bahkan bisa terlihat di raut wajahnya yang tanpak kelam.


"Lee kamu sudah membuat aku begitu kecewa, kamu membuat aku merasakan kesakitan yang teramat dalam seperti ini, kenapa rasanya begitu sakit padahal aku sudah sangat berusaha memberikan yang terbaik kepadamu Lee. Ternyata semuanya berakhir dengan sia-sia," kata Sehun sambil menatap ke arah layar ponselnya. Ponselnya terpampang gambar Lee Ji An yang begitu cantik dengan perutnya yang gendut, memang pada saat itu Lee Ji An masih mengandung dan usia kandungannya telah menginjak 9 bulan.


"Bagaimana caraku untuk bisa mendapatkan hatimu Lee, aku tidak bisa terpuruk dalam kekecewaan seperti ini, aku harus bisa memilikimu apapun dan dengan cara bagaimana pun, aku tidak bisa kehilangan hidupku, aku kehilangan arah tanpamu aku harus mendapatkanmu secepatnya," Sehun benar-benar merasa sedih dia benar-benar merasa kecewa dia ingin segera mendapatkan Lee Ji An, tetapi pada kenyataannya dia bahkan tidak bisa mendapatkan itu semua.


Tiba-tiba saja ketukan pintu terdengar begitu nyaring itu adalah ketukan dari orang tuanya Sehun.


"Sehun, ayo makan," ajak sang ibu kepada putranya tercinta.

__ADS_1


"Baiklah Eomma aku akan segera turun. Tunggulah sebentar," kata Sehun menjawab pertanyaan sang ibu.


Beberapa saat kemudian lalu Sehun pun segera beranjak dari tempat tidurnya. Dia keluar dari kamarnya dengan wajah yang terlihat begitu lesu. Sehun sekolah sangat malas untuk melanjutkan hidupnya dia sangat terpuruk dia merasa sangat kecewa, rasa kecewa itu telah berhasil meremukan sukmanya.


Entah apa yang harus dia lakukan untuk mengobati rasa sakit dalam hatinya, tapi kalau dipikir lagi tidak ada obat yang bisa menyembuhkan lukanya selain Lee Ji An sendiri, tetapi kini bahkan Lee sudah menolaknya dan malah menerima pria lain dia benar-benar tersingkir dengan cepat.


"Ayolah makanlah yang banyak! Lihatlah wajahmu begitu pucat. Kamu terlihat kelelahan, apa lelah sekali perjalanan dari Indonesia ke Korea sampai kamu seperti mayat hidup seperti itu. Seharusnya kamu bahagia sudah sampai di rumah," kata sang ibu kepada Putra kesayangannya sedangkan Sehun hanya terdiam, dia benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan sang Ibu.


"Ibu sudah banyak masakkan lauk untuk kamu, semua ini adalah lauk kesukaanmu. Lihatlah!" kata sang Ibu kepada Sehun, namun lagi-lagi Sehun tidak menjawab perkataan sang Ibu, dia mencoba untuk menyuapkan nasi ke dalam mulutnya, tetapi rasanya teramat begitu pahit, tidak ada rasa enak sekali pun, padahal itu adalah masakan sang ibu yang ibunya masak dengan penuh cinta dan kasih sayang, tetapi semua terasa pahit di lidahnya.


Kekecewaan yang dirasakan amat perih entah apa yang harus dilakukan agar hidupnya kembali seperti semula, agar lukanya cepat cepat sembuh dan mengering. Ia masih saja membayangkan ucapan Lee, ucapannya itu membuat ia begitu hancur dan tersakiti. Rasa ingin memiliki yang dirasakan saat ini semakin menggebu dan semakin besar membuat jantungnya seolah berpacu begitu kencang.


"Makanlah yang banyak. Kamu itu sebenarnya ada apa, lihatlah kamu bukan Sehun yang biasanya, Ibu takut kamu malah jadi sakit maagh, setelah makan nanti ceritakan semuanya pada Eomma agar Eomma bisa mengetahui semua masalahmu. Siapa tahu Eomma bisa membantu," kata sang Ibu kepada putranya, sedangkan Sehun hanya menatap makanan dengan tatapan yang kosong, dia pun sama sekali tidak menatap sang Ibu. Tetapi dia mendengarkan ucapan ibunya dengan jelas.


Perkataan sang Ibu tidak dia Indahkan, dia hanya tetap menatap makanan dengan tatapan yang kosong tanpa bayangan. Kini hanyalah Lee Ji An yang ada di dalam pikirannya.


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2