
"Eomma. Yakinlah bahwa tidak akan terjadi sesuatu hal kepada Lee, Lee akan baik-baik saja," ucap Lee Young Joon meyakinkan sang ibu.
"Hati kecilku sebagai seorang ibu mengatakan ada sesuatu yang tidak beres di sana, hati kecil seorang ibu tidak bisa dibohongi, firasat buruk sudah mulai ibu rasakan," tangis sang ibu melirih.
"Selalulah berpikir dengan positif Eomma jangan pernah berpikir hal yang negatif karena hal yang negatif akan sangat menyiksa hati dan pikiran kita," kata Lee Young Joon.
"Kamu bukan seorang ibu, Joon. Perasaan seorang ibu tidak akan salah, sesuatu hal telah terjadi dan itu sangat sangat buruk nak," kata Eomoeni dengan peluh.
"Yakin Eomma yakin. Yakinlah kepada Tuhan!" kata Lee Young Joon sang ibu dengan mata bahasanya.
"Eomma, kami juga mengetahui betapa sedihnya Eomma saat ini, tetapi sebaiknya Eomma tunggu kabar baik saja dari kami, tidak usah ikut ke Indonesia, ini semua demi kebaikan kita semua," kata Kim Mi So membujuk sang ibu mertua.
"Kalian tidak pernah memikirkan perasaanku, kalian hanya memikirkan perasaan kalian sendiri," Eomoeni kembali berkata dengan suara yang bergetar.
"Eomma harus berapa kali Joon katakan, bahwa semuanya akan baik-baik saja dan ini semua demi kebaikan kita semua, setelah pesta ini usai dan para tetua pulang ke kediamannya masing-masing, maka Joon akan kembali menjemput Eomma kemari. Joon akan menjemput Eomma dan mengajak Eomma ke Indonesia untuk menemani Lee di sana," tutur Lee Young Joon kepada sang ibu.
Namun sang ibu begitu tergesa-gesa, saking cemasnya ingin berjumpa dengan Putri yang sekarang sedang bertaruh nyawa di tempat yang jauh disana.
"Lantas Eomma harus bagaimana Joon, Eomma tidak bisa berdiam diri saja, Eomma harus segera menemani dia,"
"Eomoeni hanya cukup berdo'a saja kepada Tuhan. Pasrahkan saja semuanya kepada Tuhan karena Mi So yakin semuanya akan baik-baik saja!" kata Kim Mi So dengan harapan bahwa sang ibu bisa mengikuti semua keinginannya, karena ini memang yang terbaik semuanya, harus berjalan dengan baik. Baik itu pesta atau operasi Lee Ji An.
__ADS_1
Karena itulah Joon tidak ingin para tetua mengetahui soal kejadian yang menimpa Lee Ji An apalagi soal kehamilan Lee Ji An. Kalau saja sampai para tetua mengetahui hal itu, maka tamatlah riwayat keluarga mereka.
Joon tidak mau hal itu sampai terjadi. Bagaimanapun juga keluarganya adalah tanggung jawabnya, karena dia adalah Putra tertua di keluarga itu.
"Benar sekali, apa yang dikatakan oleh Mi So kita hanya harus pasrah kepada Tuhan," tangkas Lee young Joon kepada sang ibu.
"Baiklah jika mengingat nama Tuhan, maka tidak bisa berkata apapun lagi. Eomma menunggu kabar dari kalian berdua dan terus berdo'a kepada Tuhan demi kebaikan Lee dan buah hatinya, jangan sampai terjadi sesuatu hal yang membuat Lee merasa bersedih lagi," kata sang ibu dengan matanya yang bahasa karena air matanya tidak berhenti menetes walaupun sudah ia coba untuk menahan.
"Benar sekali Eomma do'a Eomma akan dikabulkan oleh Tuhan dan berdo'alah demi kebaikan Lee dan anak yang dilahirkan. Jangan sampai terjadi sesuatu hal kepada mereka berdua, karena memang tidak dipungkiri bayi yang dilahirkan Lee adalah penerus dari keluarga kita walaupun memang belum diketahui asal-usul dari Ayah si jabang bayi, kita hanya perlu menyayangi mereka saja," kata Lee Young Joon kepada sang ibu.
"Untuk do'a tidak perlu kamu ajarkan, ibu setiap hari mendoakan kalian Putra-Putri Ibu. Kesehatan kalian, kebahagiaan kalian, dan usia kalian yang panjang, Ibu sudah mendo'akan banyak hal untuk kalian, dan ibu hanya meminta sesuatu hal sekarang, tolong ajak ibu Indonesia, itu saja," kata sang ibu dengan begitu pilu.
"Tentu saja, Joon akan mengajak Ibu ke Indonesia dan bertemu dengan Lee tetapi bukan sekarang, setelah pesta ini selesai baru Joon akan menjemput Eomma ke sini," ucap Lee Young Joon sambil menyeka air mata yang menetes di pipi sang Ibunda.
"Maafkan Joon, Eomma! Tolong maafkan putramu ini, semua ini demi kelangsungan keluarga kita, tolong maapkan. Eomma sendiri tidak boleh melupakan hal itu," kata Lee Young Joon dengan mata yang berkaca-kaca pria itu hendak menangis kembali.
Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan yang datang adalah Aboeji.
"*Aboeji?"
"Aboeji*?"
__ADS_1
Joon dan Mi So berkata berbarengan ketika melihat Aboeji membuka pintu dan langsung masuk ke dalam kamar tersebut.
"Kenapa kalian berkumpul di sini terus, ada apa dengan wajah kalian semuanya, mata merah yang basah seperti itu. Apakah ada hal yang terjadi sampai kalian tidak menerima tamu seperti ini?" tanya sang Ayah kepada Putra dan menantunya.
"Aboeji, sebetulnya ada sesuatu hal yang telah terjadi yang menimpa Lee di Indonesia," tutur Lee Young Joon kepada sang Ayah.
"Apa yang telah terjadi pada anak itu, Anak nakal. Apa anak nakal itu mengalami hal yang sulit di Indonesia?" tanya Aboeji dengan kening yang mengerut.
"Betul sekali Aboeji, Lee telah terjatuh dan sekarang ada di Rumah Sakit tadi seseorang telah menelepon Joon dan mengatakan bahwa ia akan segera dioperasi," kata Lee Young Joon.
"Apa terjatuh?" Aboeji mengerutkan keningnya. Mendengar kabar Lee yang kini bahkan sedang sakit. Aboeji benar-benar merasakan sesuatu menusuk hatinya.
"Iya sebuah insiden yang terjadi di dalam Cafe Dan Lee mungkin mengejar seseorang lalu tergelincir. Dan sekarang kita semua sedang menunggu kabar dari Indonesia, Lele orang yang diutus untuk menjaga Lee di sana mengatakan bahwa memang sudah dilakukan operasi," tutur Lee Young Joon kepada sang Ayah.
"Kenapa nasibmu selalu saja tragis? Apakah aku salah memberikan dia nama Lee Ji An?" ujar sang Papa sambil menatap kabur ke halaman depan yang seolah-olah tidak bisa dijangkau.
"Tidak-tidak Lee Ji An adalah anak yang baik dan selalu bersikap manis kepada kita, dia pun bersikap baik kepada semua orang di sekitarnya, Lee hanya salah memilih pasangan saja cuma itu," kata Eomoeni kepada Aboeji.
"Benar sekali Joon. Jika Joon bertemu dengan pria brengs*k itu, maka Joon akan segera mengusir dia, agar dia tidak membuat hidup Lee menderita lagi," ucap Lee Young Joon di hadapan kedua orang tua dan istrinya.
"Karena itulah Aboeji, bolehkah misalkan Eomma ikut bersama Joon ke Indonesia!" pinta sang ibu dengan harapan yang sangat. Semoga air mata Ibu bisa segera terobati.
__ADS_1
Aboeji terdiam sesaat. Sambil menatap sang istri dengan tatapan kebingungan.
🌺🌺🌺