
Tanpa terasa sebulan sudah Lee meninggalkan Korea. Dan kini dia tinggal di Indonesia bersama Lele asisten pribadinya. Kemarin Lee sempat memeriksakan kondisi kandungannya ke rumah sakit, dan ternyata kini usia kehamilannya sudah menginjak 11 Minggu.
Dokter mengatakan bahwa kondisi janin dalam kandungan Lee itu sehat, dan kini bahkan sudah mulai berbentuk tangan dan kaki serta organ tubuh lainnya. Walaupun hanya seluas rambut. Lee Ji An merasa senang mendengar hasil pemeriksaan dari sang Dokter. Dokter Haikal memang begitu baik.
Tetapi Lee masih saja malu ketika melihat Dokter Haikal. Karena masih mengingat apa yang telah Dokter itu lakukan bersama Kim Nana. Yang berbuat adalah Dokter Haikal dan Kim Nana, tapi entah kenapa Lee merasa malu. Karena menonton adegan itu secara live.
"Ayo makanlah, jangan terlalu banyak melamun aku sudah membuatkan kamu nasi goreng!" Ucap Lele kepada Lee. Lee sangat malas saat melihat nasi goreng yang telah Lele masak. Rasa malas itu tiba karena setiap masakan yang Lele masak pasti rasanya tidak enak.
"Lele sebaiknya kamu tidak usah masak lagi, berikan saja aku uang untuk aku beli makan-makanan di luar, Sampai kapan kamu akan meracuniku dan anakku dengan makanan yang tidak enak itu?" Sahut Lee kepada Lele. Lele hanya terkekeh mendengar ucapan dari Lee.
"Sudah bagus kamu aku buatkan makanan, agar kamu tidak kelaparan. Aku sudah berbaik hati membuatkan kamu masakan spesial. Selama ini aku tidak pernah memasak untuk siapapun. Aku hanya bisa merakit bom. Apa kamu tahu itu," sahut Lele dengan senyuman miringnya. Wanita itu benar-benar membuat Lee merasa pusing dengan setiap kata-katanya yang benar-benar aneh.
"Memangnya kamu bekerja di mana dulu, kenapa bisa merakit sebuah bom. Aku aneh padamu, sekarang kamu bahkan seorang pembantu di sini, tapi pembantu yg tidak bisa masak apa pun, yang rasanya enak. Aku tidak suka makan-makanan buatan tangan mu," wanita itu benar-benar tidak suka masakan dari asistennya tersebut. Karena rasanya benar-benar membuat orang pingsan saking tidak enaknya.
"Kenapa kamu begitu cerewet, selalu mempertanyakan hal itu kepadaku. Aku kerja di mana pun itu urusanku, yang penting sekarang aku yang melayani kamu, dan kamu harus tahu, kamu harus bersyukur karena aku melayanimu. Selama ini aku menjadi Ratu bukan menjadi pembantu seperti ini," ucap Lele sambil meminum jus jeruknya. Wanita itu benar-benar tebal muka walaupun sudah di kata-katain oleh Lee. Tetapi Lele benar-benar tidak merasa sakit hati.
__ADS_1
Dengan terpaksa Lee makan masakan yang telah lele buatkan padahal rasanya benar-benar sangat tidak cocok di lidahnya. Tapi di paksakan juga tetap saja, Lee merasa mual dan akhirnya muntah. Sebulan Sudah mereka tinggal bersama dan mereka mulai saling mengenal satu sama lain.
Lele sudah seperti perangko menempel kepadanya setiap hari, ke kiri ikut. Ke kekanan pun juga ikut. Tujuannya yaitu untuk menjaga Lee agar Lee aman dan selamat sentosa. Tetapi Lee merasa sangat kikuk karena wanita yang bernama Lele itu mengikutinya kemanapun Lee pergi. Terkadang ingin sekali menyendiri. Terkadang juga Lee terhibur, masih ada Lele yang menemaninya.
Kegalauan Lee hidup seorang diri di Indonesia, telah benar-benar membuat Lee merasa sepi dan sendirian. Kehadiran Lele kini telah mengubah hidupnya. Lee menjadi lebih merasa, memiliki seorang kakak perempuan. Karena Lele sangat over protektif kepadanya.
Lee sudah bosan dengan kegiatannya sehari-hari, tidur makan, tidur makan dan jalan-jalan. Dia merasa bosan terkadang dia ingin sekali bekerja atau kuliah kembali. Tetapi untuk melanjutkan kuliah tidak sanggup untuk membayar biayanya. Mungkin satu-satunya cara yaitu dengan melamar bekerja di perusahaan milik Ayahnya Kim Nana. Bukan lain itu adalah perusahaan pamannya sendiri.
Tapi konsekuensinya sangat gawat jika sampai diketahui oleh Ayah dan kakeknya. Kalau sampai mereka tahu bahwa Lee diterima kerja di perusahaan Kim Nana, maka kakek pasti akan marah kepada paman. Karena itu Lee begitu pusing memikirkan hal itu semua. Tetapi Lee tidak bisa berdiam diri saja, hanya duduk menunggu sampai baby-nya lahir.
Di sisi lain kini Nathan sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Tiba-tiba sang Nenek meneleponnya. Mengatakan bahwa dia harus membantu Nenek untuk mengikuti rapat penting di perusahaannya yang berada di Indonesia. Nathan begitu kesal pada perintah sang Nenek.
Indonesia bukanlah Negara yang dia sukai, jadi Nathan kurang suka berada di sana. Nathan memang sempat tinggal beberapa hari di sana. Tapi Nathan tidak betah. Karena itu pada saat Nenek menugaskan sesuatu kepadanya. Dia benar-benar kesal, kenapa harus pergi ke Indonesia.
Tetapi karena itu adalah perintah dari sang Nenek dan itu juga demi kemajuan perusahaan, maka mau tidak mau Nathan harus pergi ke Indonesia, untuk mengurus bisnisnya di sana, selama beberapa hari. Nathan kini sudah tidak terlalu mual dan muntah lagi, karena dia sudah lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
Tanpa menunggu waktu lagi Nenek langsung memberikan tiket untuk pergi ke Indonesia Nathan bersama sekretaris Neneknya pun langsung terbang ke Indonesia. Akhirnya Nathan pun memutuskan untuk mampir di sebuah toko kacamata. Nathan ingin sekali membeli sebuah kacamata baca.
Pria itu sangat ingin mengenakan kacamata, karena agar terlihat seperti eksekutif muda di TV-TV. Maklumlah Nathan masih 23 tahun. Dia pun masih kuliah, Jadi dia masih terobsesi dengan esmud esmud yang ada di TV. Saat Nathan sedang memilih sebuah kacamata. Nathan tiba-tiba merasa seseorang memperhatikan dia.
Tetapi sebenarnya tidak ada yang memperhatikan dia. Nathan begitu sibuk dengan kacamata yang dia pilih. Tetapi tiba-tiba tanpa dia sadari seseorang lewat di belakangnya. dia adalah Lee Ji An. Lee sudah membeli beberapa kantong makanan untuk makan malamnya. Dia lewat ke toko kacamata dan hendak membeli sebuah parfum di samping sebuah toko kacamata.
Sayangnya takdir belum bisa mempertemukan mereka berdua. Lee melintas begitu saja tanpa Nathan ketahui. Dan tidak tahu bahwa orang yang sedang memilih kacamata itu adalah Ayah dari bayinya. Andai saja saat itu mereka berjumpa mungkin akan lebih bahagia karena dia bertemu dengan Ayah dari bayinya.
Tetapi memang mereka belum waktunya untuk berjumpa. Padahal mereka sudah sangat dekat tetapi Tuhan masih mempermainkan mereka. Lee sedang asyik mencoba parfumnya. Ketika itu Nathan pun pergi meninggalkan toko kacamata, dan mereka pun berpisah kembali.
Mereka berpisah tanpa mereka sadari bahwa mereka sebenarnya dekat. Tetapi takdir Tuhan mengatakan bahwa belum saatnya mereka berjumpa. Nathan kembali masuk ke dalam mobil, setelah Nathan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Lee menoleh ke belakang, tanpa Nathan sadari Nathan melihat wajah Lee sekilas.
"Lee," ucap Nathan dalam hatinya sambil memperhatikan Lee dari kejauhan.
Bersambung.
__ADS_1