
Aku tidak menyangka Bahwa saat ini akan tiba di mana aku menjadi orang tersangka, seorang anak baik-baik yang kini telah berusaha menghancurkan keluarga dan nama baik keluarga. Tidak pernah terpikir olehku bahwa aku akan mengalami ini, aku hamil di luar nikah dan harus di usir dari rumah dan dicoret dari kartu keluarga.
Tahukah kamu ini adalah mimpi buruk untukku. Aku bahkan tidak mengetahui hal-hal seperti ini bisa terjadi dalam hidupku. Jangankan berhubungan dengan seorang laki-laki, jatuh cinta pun aku belum pernah tetapi kini aku bahkan sedang mengandung bayi dari seorang pria yang tidak aku ketahui siapa dirinya.
Nathan kamu ada di mana, Sebenarnya kamu itu siapa? Kenapa kamu datang hanya untuk menitipkan anakmu saja di rahimku. Kenapa Tuhan sangat tidak adil padaku, orang lain melepaskan masa perawan mereka bersama kekasih mereka, mereka sungguh bahagia tersenyum dengan sangat Riang.
Tapi apa yang terjadi pada diriku semua miris. Aku bahkan melepaskan keperawananku dan memberikannya kepada pria yang tidak aku kenal sama sekali. Aku bahkan kini lupa dengan wajahnya. Aku tidak tahu dia dari mana. Aku tidak tahu siapa marganya. Aku hanya tahu namanya Nathan. Dan itu yang selalu menghantuiku. Bagaimana dengan nasib ku, buah hatiku, walaupun anak ini memang tidak di kehendaki oleh semua orang, tetapi anak ini tumbuh di dalam rahimku, cuma aku yang bisa membantu anak ini supaya tetap hidup.
Bayi ini adalah milikku, milikku seseorang, jika orang lain ingin membunuhnya, kenapa aku tidak bisa membelanya, aku akan terus membelamu walaupun aku tidak bisa memberikan seorang Ayah, tapi aku bisa memberimu kasih sayang sebagai ibu tunggal.
Tuhan memberikan aku jalan kehidupan yang seperti ini, sungguh membuat hatiku terasa hancur, sakit bagaikan teriris pisau yang begitu tajam. Aku mengandung seorang bayi tanpa tahu siapa Ayah dari bayi itu. Aku memberikan keperawanan ku padanya tanpa tahu siapa pria itu. Aku begitu bodoh, aku begitu bodoh, aku begitu bodoh, aku tidak ingin kebodohanku ini membunuhku dengan perlahan
Aku tidak ingin mati dengan kesengsaraan dan penyesalan. Aku ingin tetap hidup walaupun dengan penuh derita seperti ini. Aku tahu Kakek begitu menyayangi aku, sehingga kakek mengusir aku, kakek ingin nama baikku tetap baik di depan teman-teman ku. Aku tahu aku semua menyayangiku, walaupun pada kenyataannya aku telah diusir dari rumah, aku tahu tujuannya baik untukku agar aku bisa melahirkan bayi ku tanpa sepengetahuan siapapun.
__ADS_1
Kepedihan yang kurasakan ini, semua yang aku adalah sebuah mimpi buruk, yang ingin segera aku akhiri. Aku membenci kenyataan ini, karena kenyataan ini begitu pahit sehingga aku tak sanggup untuk menelannya. Aku bersumpah bahwa aku ini adalah orang baik-baik. Aku wanita baik-baik Bukan wanita perayu ataupun seperti yang lainnya.
Tetapi kenapa Tuhan mengujiku seperti ini, kenapa Tuhan mempertemukan aku bersama pria itu, kenapa aku harus bertemu dengan Nathan, kalau hanya untuk menitipkan benihnya, Kenapa tidak wanita lain, kenapa harus aku. Ketika aku bertemu dengan atas semuanya telah hancur lebur dan telah mengambil semua milikku, kehidupanku, ketenangan dalam hidupku, dan juga keluargaku, semua ini karena dia, aku benci, aku benci
pria itu.
Aku sungguh gila. Bahkan aku tidak tahu sedang di mana sekarang dia sekarang, jika aku bisa menemuinya mungkin hatiku tidak akan sesakit ini, jiwaku tak akan seperti iniĀ Aku mohon Aku ingin bertemu denganmu. Aku ingin mengatakan bahwa aku sedang mengandung bayimu, aku mohon kamu datanglah kepadaku, aku tak sanggup menjalani semua derita ini sendirian.
Aku mau ngucek mata, mencoba melihat kembali, tetapi dia itu sudah pergi, itu hanya ilusiku saja ternyata, dia sengaja menyentuhku, meniduriku, mengambil madu dari tubuhku, mengambil keperawananku, setelah itu dia pergi meninggalkan aku dalam kelukaan seperti ini.
Andai saat ini dia ada, aku ingin sekali membuat dia terluka, mencakar wajahnya, memotong semua rasa sombongnya, dan mengatakan akibat perbuatannya hidupku hancur, hidupku tak tersisa, hanya tersisa sebuah deraian Air mata saja.
Seperti halnya saat ini, aku sungguh tidak bisa berbuat apa-apa lagi, yang aku tahu aku harus pergi dari rumah ini, kakek telah mengusirku, tidak ada yang berani membantah kekuatan kakek, perkataan Kakek masih seperti tongkat sihir yang bisa menyulap apa pun.
__ADS_1
Akhirnya dengan langkah yang berat dan hati yang sakit. Aku Melangkah dengan pelan, aku keluar dari istana dan mansionsku, dari rumahku, tempat aku di lahirkan, aku keluar. Kini aku bukan lagi anggota keluarga ini. Bagaimana dengan hidupku kini, kini semuanya sudah tak ada arti lagi.
Aku berjalan perlahan sambil sesekali menatap ke belakang. Aku menoleh. Aku ingin melihat apakah kakek akan memanggilku? Apakah Mama akan ikut mengejar, apakah akan membutuhkanku, aku melangkah semakin jauh, namun mereka tidak memperhatikan, aku terbuang dengan sia-sia oleh keluargaku sendiri.
Tuhan tolong lancarkan semuanya, Aku sangat takut, Aku sangat takut hidup sendirian, aku tidak bisa kalau harus menanggung semua derita ini sendiri, aku harus apa, aku harus bagaimana?
Bahkan saat ini aku hanya bisa menangis, aku menelusuri langkah menjauh meninggalkan keluargaku, akhirnya aku pun berangkat ke Indonesia dan hendak menetap di sana, sesuai dengan perintah kakek. Aku tidak akan menyia-nyiakan semua kebaikan kakek yang membiarkan aku mengandung bayiku, Aku mencintai bayi ini, bayiku tidak berdosa, yang berdosa adalah ayahnya. Aku sungguh mencintai bayi ini Tuhan, berikanlah aku seorang bayi yang bisa mengerti perasaanku, menyayangiku, dan menurut kepada aku.
Karena sampai saat ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain berdo'a kepadamu. Perjalanan dari Korea ke kota Bandung Indonesia sungguh sangat jauh. Tetapi sepanjang jalan aku merasa banyak orang yang memperhatikan kami. Aku memang selalu berdandan sesuka hati tapi bukan berarti aku tidak cantik, aku sangat cantik, tetapi Kini kecantikanku pun bahkan tidak membuat Nathan mencariku.
Sangat menyedihkan. Bahkan aku yang mencari Nathan, sedangkan Nathan tidak mencariku.
Bersambung.
__ADS_1