Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Masa Kecil vol 2


__ADS_3

Lee Ji An begitu sedih ketika Nathan memperlihatkan wajah yang tanpa harapan seperti itu, wanita itu menyesal telah bertanya terlalu banyak kepada Nathan. Nathan menceritakan perihal kedua orangtuanya, Lee Ji An tahu Nathan selama ini tidak mau menceritakan kedua orang tuanya mungkin karena rasa sakit seperti ini, Nathan mengalami rasa sakit ketika mengingat kedua orangtuanya telah tiada, setelah mendengar cerita dari kekasihnya, Lee Ji An semakin menyayangi Nathan, wanita itu merasa kasihan pada anak seperti Nathan yang hidup tanpa kasih sayang kedua orangtua dan dibesarkan oleh Nenek saja, sedangkan dia sendiri di besarkan oleh kedua orangtua dengan penuh kasih Sayang, sangat jauh dengan apa yang aku rasakan.


"Maafkan aku karena telah bertanya sedalam ini, hingga membuatmu melihat kembali rasa sakit itu, maafkan aku!" ungkap Lee dengan matanya yang berkaca-kaca, wanita itu memperlihatkan sesal di wajahnya membuat Nathan tersenyum lalu mencubit pipinya. "Aw! Apaan sih Sayang, kan sakit," Lee merengek sambil memegang pipinya dengan tangan kanannya.


"Tidak usah menyesal seperti itu. Wajahmu sangat kacau. Harusnya kamu menghibur aku aku sudah menceritakan semua kejadian tentang tragedi di masa kecilku. Aku tidak akan berhenti, aku ingin kamu mengetahui semuanya karena kamu adalah calon istriku," ucap Nathan kepada Lee Ji An, wanita itu begitu bahagia ketika Nathan mengatakan hal itu, Lee langsung memeluk kekasih hatinya dan mencium kening kekasihnya dengan lembut.


"Terima kasih Sayang, karena sudah berbagi. Aku sungguh bahagia aku tidak menyangka bahwa kamu bisa sangat menceritakan itu kepadaku," kata Lee Ji An dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Kamu adalah wanita yang sangat aku sayangi, tentu saja kamu harus tahu semua tentang aku, tentang kedua orangtuaku, tentang kejadian yang menimpaku di masa kecil, setelah keduaorang tuaku meninggal aku masih belum mengerti bahwa kedua orangtuaku sudah tidak akan lagi kembali, hanya kasih sayang nenek yang aku dapatkan selama ini, tetapi aku masih mengingat kenangan-kenangan yang indah walaupun cuma sekilas saja, " Nathan mencoba menatap kekasihnya dengan mata sendunya.


"Kamu harus menjaga kenangan itu. Jangan sampai hilang. Bukankah kenangan itu sangat berharga untukmu," kata Lee Ji An.


"Jelas aja aku hidup dengan kenangan itu, aku bahagia mengenang kenangan itu, sekilas tapi tampak nyata, masa kecilku sebelum kejadian itu sangat bahagia. Ada papa dan mama yang selalu menyayangiku, mereka tidak pernah membuatku sedih atau menangis, apapun keinginanku selalu mereka kabulkan. Tetapi setelah kecelakaan itu semua yang aku miliki hancur. Aku masih belum mengerti tetapi saat usiaku 5 tahun aku baru sadar bahwa mereka tidak akan kembali, selama itu aku bertanya kepada Nenek kapan mama dan papa pulang. Kapan mereka akan kembali, dan setiap aku bertanya kepadanya, nenek langsung menjawab dan mengatakan suatu saat aku akan mengerti, betapa pentingnya pekerjaan kedua orangtuaku tidak mengatakan kalau mama dan papa meninggal, hanya mengatakan mama dan papa sedang bisnis ke luar Negeri. Sampai usia 5 tahun aku baru sadar bahwa memang kedua orangtuaku tidak akan kembali, aku mengumpulkan ingatan bersama dengan mereka dan itu menjadi sebuah cahaya untuk jalan kehidupanku. Aku mencintai mereka begitu dalam, kasih sayang yang mereka berikan padaku masih bisa ku ingat, selama bertahun-tahun setelah aku mengetahui bahwa mama papa tidak akan kembali. Aku menjadi anak yang pendiam, aku tidak punya banyak teman dan saat itulah Yuan Chuan menjadi sahabatku sampai saat ini, kehadiran Yuan sangat berarti dalam hidupku, dia suka bermain, mengajak aku bermain bersama adiknya, menghiburku membuat aku merasa sangat hangat, tidak merasa kesepian lagi. Perihal Agatha dia memang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, walaupun aku tahu selama ini Agatha menyukaiku. Aku selalu tidak pernah memberikan respon apapun kepadanya. Aku bahkan memberikan wajah yang kecut untuknya, agar dia tidak menyukaiku lagi, padahal aku menyayangi Agatha seperti aku menyayangi Yuan Chuan, karena dari kecil kami bersama, dan kenangan itu kenangan masa kecil kami, kenangan masa kecilku bersama keduaorang tuaku, yang selalu aku ingat pada saat hari ulang tahunku," tidur Nathan dengan tetesan air matanya itu tak bisa menahan tangis, karena saat ini ketika dia menceritakan semua tentang kedua orangtuanya dia merasa sangat sedih dan merindukan mama papanya begitu dalam.


"Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Awalnya aku tidak ingin melepaskan air mataku, karena malu harus menangis dihadapanmu, Lee aku adalah seorang laki-laki tetapi ketika aku mengingat kembali perihal kedua orangtuaku rasanya aku tidak tahan, untuk menahan semua air mata ini. Kamu tidak bersalah, tidak ada yang salah di sini, hanya mataku saja yang terlalu cengeng. Aku selalu merindukan kedua orang tuaku," kata Nathan dengan senyumannya dan mencoba menyeka air mata yang menetes dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Lee Ji An langsung memeluknya dengan erat. Wanita itu tidak mau Nathan bersedih terus menerus, dia tidak mau lagi bertanya perihal kedua orangtuanya. Sebenarnya dia sangat penasaran tentang orang yang telah menabrak kedua orangtuanya, tapi dia tidak mau mengungkit lagi, Nathan pasti akan sedih jika itu diungkit kembali.


"Baiklah giliranku menceritakan masa kecilku," ungkap Lee mengalihkan pembicaraan, agar suasana lebih hangat, dia tidak sanggup melihat Nathan sedih seperti itu.


"Ceritakanlah semuanya, aku ingin mendengar masa kecilmu," kata Nathan dengan menorehkan senyum yang manis pada sang kekasih.


"Masa kecilku begitu bahagia, aku memiliki kedua orangtua yang lengkap, ada kakek dan nenek di rumah kami dan sampai sekarang mereka masih sehat. Aku hanya punya satu kakak. Dia sangat baik kepadaku aku memang sedikit pemalu. Aku jarang bergaul dengan anak lainnya dan aku memilih untuk diam di rumah dan bermain di rumah saja bersama pengasuhku. Kakakku begitu menyayangiku, hanya demi menemaniku Kakak selalu membatalkan rencananya bersama teman-temannya, aku sangat bahagia memiliki Kakak seperti dia, tidak ada satupun kesedihan yang aku alami selama aku kecil, hidupku berkebalikan dengan kehidupanmu Sayang, kedua orangtuaku begitu memanjakan aku karena aku adalah seorang putri bungsu, punya kakak yang begitu perhatian dan nenek yang begitu penyayang membuat aku begitu dimanjakan oleh kasih Sayang," tutur Lee Ji An menceritakan betapa bahagianya masa kecilnya, jauh berbeda dengan masa kecil yang Nathan alami. Dan Nathan hanya tersenyum mendengar masa kecil sang kekasih yang penuh dengan kebahagiaan.

__ADS_1


🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄


__ADS_2