Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Bayi Kedua


__ADS_3

"Baiklah Nona kalau begitu biarkan perawat kami untuk pembungkus rapih bayi ini, mari sekarang ikutlah denganku ke dalam!" ajak Dokter tersebut dengan menorehkan sebuah senyum manis. Lele pun meninggalkan bayi tersebut dan mengusap air matanya.


"Kita mau ke mana Dokter?" tanya Lele dengan kening yang mengerut dia tidak mengerti kenapa Dokter mengajaknya masuk ke ruangan perinatologi yang penuh dengan bayi-bayi hidup yang menangis dengan kencang dan terlihat begitu lucu.


Ada banyak sekali bayi sekitar dua puluh bayi, ada yang gemuk ada yang kurus, ada yang sangat kecil. Bayi-bayi itu telah dilahirkan dengan sehat dan selamat oleh ibu mereka. Sesaat Lele kembali menitikan air matanya dia menghela napas begitu dalam, lalu menatap bayi itu satu persatu.


"Kalian bayi yang sehat, kalian bayi yang beruntung. Ibu kalian pasti bahagia melihat tangis kalian seperti ini!" kata Lele dengan begitu bahagia sekaligus begitu perih, karena dia sendiri tidak bisa mendapatkan bayi menangis untuk Lee Ji An.


"Lihatlah bayi ini!" ucap Dokter anak tersebut sambil menunjuk ke arah inkubator tempat dimana seorang bayi tertidur dengan pulas. Bayi itu terpasang sebuah selang yang menempel ke dadanya lalu terpasang sebuah impusan yang menempel ke kaki dan jalur nadi yang ada di kakinya. Sebuah alat pernapasan menempel pada hidung bayi tersebut. Terlihat bahwa bayi itu kesulitan bernapas.


"Kasihan sekali bayi itu. Kenapa bayi itu Kenapa dengan bayi itu, terlalu banyak alat yang menempel pada tubuhnya?" tanya Lele sambil menatap Dokter tersebut, dia sungguh bertanya-tanya mengapa ada bayi yang menyedihkan seperti itu.


"Bayi ini dalam kondisi yang sangat kritis, berat badannya bahkan lebih kecil daripada kakaknya, sekitar 1900 gram. Bayi ini adalah bayi laki-laki dengan panjang badan 42 cm,  kita sangat berharap bahwa bayi ini akan segera keluar dari masa kritisnya, setidaknya bayi ini masih bisa bernapas dengan alat bantu pernapasan, dan berbagai alat lainnya. Sayangnya bayi ini belum bisa dibawa ke ruangan tempat Nyonya Lee Ji An beristirahat," kata Dokter tersebut sambil tersenyum, namun sesaat kembali menatap bayi tersebut dengan mata sedihnya.


"Apa maksud Dokter, kenapa harus dibawa ke ruang rawat Lee Ji An?" tanya Lele dengan kening yang mengerut.


"Iya seharusnya, jika bayi sehat setelah persalinan maka harus disusukan kepada ibunya, tetapi karena bayi ini terlahir dengan keadaan tidak sehat, dan tidak stabil bahkan kondisinya sangat kritis maka bayi ini hanya bisa dirawat di ruangan ini, tetapi setelah nyonya Lee bisa duduk dan bisa berjalan beliau bisa datang ke ruangan bayi ini untuk menyusui bayinya," ujar Dokter tersebut.


"Apa? Jadi ini adalah anaknya Lee Ji An?!" Lele berteriak benar-benar merasa sangat bahagia ketika mendengar ucapan Dokter tersebut. Ternyata Lee Ji An memiliki sepasang bayi kembar.

__ADS_1


"Benar sekali Nyonya Lee memang mengandung bayi kembar. Apakah anda tidak mengetahui?" ucap Dokter itu dengan mengerutkan dahinya.


"Sungguh aku tidak tahu, aku pikir Lee melahirkan bayi satu saja, Lee tidak pernah berbicara apapun. Dan dia bahkan merahasiakan jenis kelamin bayinya," kata Lele dengan senyuman yang manis menatap kearah bayi yang kini sedang tertidur.


"Bersyukurlah kepada Tuhan. Bahwa salah satunya memang selamat. Bukankah Dokter kandungan sudah mengatakan kepada anda bahwa Dokter hanya bisa menyelamatkan salah satu saja, maksud Dokter tersebut menyelamatkan salah satu yaitu menyelamatkan salah satu bayinya," Dokter itu tersenyum melihat ekspresi Lele yang benar-benar membuatnya terlihat lucu.


"Ya Tuhan kami gagal fokus. Kami pikir salah satunya itu adalah bayi dan ibunya ternyata salah satunya itu bayi dua-duanya, tidak ada sedikitpun tersirat di pikiran kami bahwa Lee Ji An mengandung bayi kembar," Lele tersenyum dia menertawakan kebodohan yang sendiri, kali ini dia sangat bersyukur bahwa ada bayi lain yang bisa dia peluk dan bisa dirawat, serta bisa dia serahkan kepada Lee Ji An nanti.


"Ya Tuhan berarti keluarga yang lain juga salah paham?" Dokter lalu tersenyum manis menertawakan Lele yang terlihat linglung.


"Betul sekali, bukan cuma aku tetapi yang lainnya juga bahkan Ayah si jabang bayi pun tidak tahu kalau bayinya masih hidup, mereka pikir bayinya sudah meninggal," kata Lele dengan senyumannya, terlihat ekspresi yang begitu bahagia tampak di wajah cantiknya.


"Pikiran kami tadi seolah terbang karena mendengar dan melihat Lee dalam kondisi kritis, aku sendiri bahkan tidak berhenti menangis ketika mendengar Dokter mengatakan hanya bisa menyelamatkan salah satu saja, dan kami berharap salah satu itu adalah bukan bayinya, ternyata kami salah tanggap, Dokter ternyata mengatakan salah satu yang hidup itu adalah bayi dan salah satu yang meninggal itu pun bayi juga, bodohnya kami tidak berpikir sampai sejauh itu," tutur Lele menyesali perbuatannya.


"Tidak apa-apa mungkin ini sebuah Plot Twist dari yang maha kuasa untuk keluarga," Dokter tersebut tersenyum dengan begitu manis. Sedang Lele pun ikut tersenyum.


"Jadi bayinya itu laki-laki dan perempuan ya, Dok?"


"Betul sekali Nona, bayinya laki-laki dan perempuan, bayi yang tidak selamat itu yaitu bayi yang perempuan, bersyukurlah karena bayi yang laki-laki kini masih bernapas walau dalam keadaan yang belum stabil sepenuhnya," Dokter berkata sambil menatap pilu ke arah bayi tampan itu.

__ADS_1


"Kapan bayi ini bisa keluar dari ruangan ini, dan dari inkubator?" tanya Lele sambil terus menatap ke arah si bayi yang dalam kondisi memprihatinkan.


"Entahlah saya sendiri tidak bisa mengatakan kapan itu akan terjadi. Saya hanya akan memantau semua kondisinya, semoga saja semua baik-baik saja, berdo'alah kepada Tuhan semoga bayinya cepat besar dan cepat bisa keluar dari ruangan bayi ini," tutur Dokter tersebut sambil menatap kearah Lele.


Lele pun mengangguk dengan senyum yang manis, dia yakin kepada Tuhan bahwa bayi Lee yang satu ini pasti akan selamat dan panjang umur. Karena bayi ini adalah satu-satunya harapan agar Lee Ji An terus tersenyum. Karena Lele sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana Lee menyikapi dirinya sendiri, dengan luka hati yang sedalam itu. Dia pasti akan terluka dengan begitu dalam ketika mendengar kabar kematian bayinya.


"Dokter saya ucapkan terima kasih banyak atas semua yang telah Dokter lakukan bersama tim di ruangan operasi, saya akan segera memberitahukan kabar bahagia ini kepada seluruh keluarga, agar keluarga tidak terlalu bersedih, mereka pasti akan sangat senang dan bahagia ketika mendengar bahwa ada salah satu bayi yang masih bisa bernapas, walaupun kondisinya memang seperti ini," tutur Lele dengan memberikan sebuah senyuman yang manis kepada Dokter tersebut. Lalu Dokter itu pun mengangguk sembari menorehkan senyum.



Bersambung.


Catatan kecil author


Ahhh siapa yg kemaren marah-marah karena bayi Lee meninggal ayok ngakuuuu....


makanya sabar saja membaca, jangan marah-marah di dahulukan hehehe...


heheheh...

__ADS_1


__ADS_2