
Luka hati yang masih basah, terasa sangat sakit dan perih, jiwa yang melara dan kesakitan yang teramat dalam. Kini dia rasakan sudah. Wanita itu menangis dalam kesehariannya. Meratapi semua nasib buruknya.
Luka itu seolah sangat basah, seolah mengeluarkan banyak darah. Tak ada yang bisa dia lakukan selain menangis dan merintih. Jangankan makanan, minuman pun tak bisa dia telan, karena kesakitannya sekolah mencekik leher, membuat dia tak berdaya untuk melakukan semua aktivitas dalam hidupnya kini.
Tangisan Lee begitu lirih, membuat keluarga semakin sedih. sangat memilukan dan itu membuat sang kakak tak tega melihat adiknya merana dalam Lara.
Pria itu kembali masuk ke dalam kamar yang kini begitu gelap, tanpa rona dan cahaya yang yang masuk ke dalamnya. Semuanya terlihat begitu pengap udara pun masuk hanya untuk menyapa kepedihan.
"Sudahlah, sudah Oppa katakan Jangan lagi menangissi pria itu, kamu harus kuat. Sebenarnya ada yang lebih sedih dari pada kamu. Lee kamu bisa mendapatkan laki-laki lain yang bisa menggantikan Nathan di hatimu, tapi Oppa-mu tidak bisa melakukan hal itu.
"Apa maksud Oppa? Memangnya apa yang akan Oppa cari?" Lee Ji An menoleh kepada sang kakak, wanita itu menyeka air matanya, dia tidak mau kakaknya melihat dia basah dengan air mata. Tapi sekaan itu tidak terlihat dengan jelas, sehingga rona merah di pipi yang basah masih terlihat jelas.
"Kamu harus tegar. Semua ini karena kejadian masa lalu," kata sang kakak kepada adik kesayangannya.
"Sebenarnya Oppa bicara tentang apa?" Lee Ji An mulai mengerutkan dahinya, wanita itu tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh sang kakak.
"Ini tentang kesedihan kita, kita harus berusaha melawan semua kesedihan itu, setiap orang punya kesedihan masing-masing, termasuk aku dan dirimu. Mari kita bersama melupakan organ-orang itu, orang yang sudah membuat kita tersakiti," kata sang kakak dengan suara yang rendah.
"Oppa sedang membahas apa, aku tidak mengerti," Lee Ji An masih kebingungan.
"Beginilah, ini tentang hubungan ayah dan nyonya Liao, hubungan mereka yang terdahulu telah mengubah hidup kita sekarang, termasuk hidupku dan hidupmu," kata Lee Young Joon dengan wajah yang sendu.
__ADS_1
"Oppa jangan bertele-tele, katakan secepatnya jangan membuat aku kebingungan," ucap Lee Ji An merasa tidak sabar.
"Begini Lee, dengarkan Oppa baik-baik, semua ini adalah sebuah kesalah pahaman di masa lalu, mungkin saja memang apa yang dikatakan ibu itu adalah benar, bahwa Nathan merencanakan semua ini untuk membalas sakit hati keluarganya, karena ayah yang telah menabrak kedua orangtua Nathan sampai mobilnya masuk ke jurang," kata Lee Young Joon dengan suara yang rendah.
"Apa? Apakah Oppa tidak salah bicara, ini bohong kan?" Lee Ji An menitikkan air matanya, dia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kakak tersayangannya.
"Itu adalah sebuah kenyataan, tetapi ayah pun melakukan itu tidak disengaja, dulu ayah dan ibu mengalami tragedi penculikan dan mereka akhirnya bisa berhasil lari dari penculikan itu, walau dalam keadaan pengaruh alkohol, sampai akhirnya ayah menabrak mobil kedua orangtua Nathan, sampai Nathan kehilangan kedua orangtuanya. Karena itulah kenapa ayah dan ibu mati-matian ngelarang kamu berhubungan dengan Nathan, karena takut hal ini terjadi," kata Lee Young Joon kepada Lee Ji An.
"Oppa bohong, kan?" Lee bertanya pada sang kakak dengan mata yang sendu.
"Sebuah kenyataan. Karena itulah kenapa pernikahan ini bisa sampai gagal," kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Tapi yakinlah semuanya sudah selesai, gagalnya pernikahanmu adalah pembahasan mereka yang seimbang, kita tidak punya lagi hutang kepada mereka," kata Lee Young Joon kepada sang adik.
"Jadi selama ini dia sengaja mendekatiku untuk membalas dendam?" Lirih Lee Ji An.
"Oppa pikir tidak seperti itu, mungkin saja memang Nathan mencintaimu, tetapi setelah neneknya berkata jujur kepada Nathan, bisa saja dia kebingungan dan dihadapkan dengan pilihan, memilih kamu atau memilih Neneknya, itu saja," kata Lee Young Joon dengan nada yang rendah.
"Apa Nathan pernah mencintaiku. Benarkah apa yang Oppa katakan, bahwa Nathan jatuh cinta kepadaku, dia menyayangiku, baik kami tetapi dia harus memilih antara aku dan nenek itu, Oppa katakan semua itu benar, aku mohon katakan bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan," Lee Ji An meronta kepada sang kakak, wanita itu menangis sejadi-jadinya, rasa cintanya kepada Nathan, kini begitu membuat dia tersakiti.
"Bisa saja memang seperti itu, tetapi walaupun dia mencintaimu sekarang, semuanya sudah selesai, dia memilih neneknya dari pada dirimu," kata Lee Young Joon sambil memeluk adiknya. Pria itu tidak kuasa melihat Lee bersedih seperti itu.
__ADS_1
"Jadi semuanya sudah usai dan selesai, se-selesai?" wanita itu berkata dengan bibir yang bergetar, dia merasa tersakiti dan mendengar kata-kata selesai.
"Tabahlah dan menjadi kuat, karena ada bayi yang harus kamu jaga, dan kamu rawat. Yakinlah bayi itu adalah cinta kalian. Kalau kalian tidak bisa bersatu tetapi darah yang menyatu dalam tubuh Ryu Jin keturunan keluarga Lee dan keluarga Liao. Bayi itu adalah segalanya buat keluarga kita, walaupun keluarga Nathan mengabaikannya, kita harus tetap menjaga titipan Tuhan dan menyayanginya dengan sepenuh hati," diam-diam berkata kepada sang adik agar Lee Ji An bisa kuat dan tabah.
"Tidak ada harapan lagi untuk cintaku?" Wanita itu terisak aku enggak butuh itu lirih.
"Cintamu, sebaiknya kamu berikan untuk bayimu ... lupakan dia. Ayo kita mulai hidup baru. Carilah kebahagiaanmu di sini dan lupakan semua kesedihanmu disana," ucap Lee Young Joon dengan pilu.
"Untuk saat ini aku belum bisa, ini masih sangat menyakitkan."
"Sabarlah Lee, hanya itu yang bisa kakak ucapkan kepadamu," kata Lee Young Joon.
Lee Ji An terus menangis, menitikan air matanya. Dia sangat sedih, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Tapi kini semua sudah selesai, dia harus memulai semuanya dari awal. Lee harus hidup bahagia dia harus meneruskan hidupnya kembali, tidak boleh terpuruk terus-menerus.
Walaupun memang wanita mana yang tidak sakit hati, ketika di hari pernikahan calon suaminya tidak datang, dan meninggalkannya. Itu pula yang dirasakan oleh Lee Ji An. Dan tidak semudah itu. Dia melupakan rasa sakitnya. Dia harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa melupakan kesakitan dalam hidupnya.
"Lee kamu harus selalu kuat, karena kami akan selalu bersamamu," kata Lee Young Joon sambil menolehkan senyum yang manis.
"Baiklah Oppa, Lee janji," ucap Lee dengan isak tangisnya.
🌺B🌺e🌺r🌺s🌺a🌺m🌺b🌺u🌺n🌺g
__ADS_1