Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Menyusul


__ADS_3

"Apa?


Wanita itu terkejut karena bahkan sang kakak belum berhasil mengambil buah hatinya dari tangan Nathan.


"Iya, Lee. Bisakah kamu menyusul kakakmu ke Cina, dan ambil Ryu Jin dengan segera?" Kata Kim Mi So dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tapi aku hanya mendapatkan izin 1 hari. Sedang aku harus izin selama 2 atau 3 hari untuk berangkat ke sana, bagaimana ini? Apakah aku harus minta izin lagi. Lagian aku tadi mendapatkan izin sakit bukan izin untuk bepergian. Haruskah aku berbohong kepada pihak Rumah Sakit. Apakah tubuhku akan kuat jika aku berangkat ke Cina sekarang?" lirih Lee Ji An di dasar hatinya.


"Kenapa kamu diam saja, kalau bisa kamu harus secepatnya mengambil keputusan, susullah Kakakmu di sana, karena dia terlunta-lunta di sana menunggu Nathan yang tidak kunjung menemuinya, kasihan sekali dia sampai melewatkan makan siang hanya sekedar menunggu di kantornya Nathan," kata Kim Mi So kepada sang adik, dengan harapan adiknya mau segera menyusul sang suami ke Cina.


"Baiklah kalau begitu aku akan berangkat sekarang juga, bisakah kakak ipar bantu aku membereskan beberapa pakaian, yang bisa ke bawa, karena entah kenapa aku begitu lemas," kata Lee dengan suara yang rendah.


"Tentu saja aku akan menyiapkan beberapa pakaian yang bisa kamu bawa, kamu istirahat saja dan kalau bisa kamu makan dulu ya. Ayo kamu makan sekarang, kamu mungkin lemah karena belum makan," kata Kim Mi So sambil beranjak menuntun adiknya ke meja makan.


"Apa-apaan ini, aku kan bukan orang sakit, harus dituntun seperti ini. Kamu itu bercanda Kim Mi So." Wanita itu terkekeh, ketika kakaknya memperlakukannya seperti orang sakit, itu karena Mi So begitu senang Lee Ji An mau menyusul Young Joon ke Cina, Kim Mi So tidak tega jika melihat suaminya terlunta-lunta di Cina.


"Aduh maaf ya, ini kan aku jadi gugup, mendengar kamu yang mau ke Cina rasanya aku sangat senang. Ya sudah kamu makan sendiri, dan aku mau menyiapkan baju kamu," ucap Kim Mi So sambil pergi menuju ke kamar Lee dan menyiapkan beberapa baju untuk dimasukkan ke dalam koper kecil.


"Aduh aku lapar sekali, tapi kenapa rasanya sangat mual, tetapi jika aku tidak makan aku pasti akan pingsan lagi, Sayang bekerjasamalah dengan Ibu, kamu harus bisa membuat Ibu makan, kalau tidak Ibu tidak bisa menjagamu dengan baik, makan ya dan jadilah anak yang pintar seperti kakakmu. Kakakmu bahkan tidak memiliki keluhan apapun saat ia berada di dalam kandungan Ibu," lirih Lee Ji An sambil mengelus perutnya, wanita itu berkata di dalam hatinya, ia tidak mau keluarganya mengetahui dulu soal kehamilannya, sebisa mungkin dia akan menutupi kehamilan tersebut, karena dia harus menyusun rencana dulu, tidak bisa sekonyong-konyong dia berkata bahwa dia sedang mengandung anaknya Nathan.

__ADS_1


Sesuap demi sesuap akhirnya Lee bisa memasukkan makanan, walaupun tidak sebanyak biasanya. Tetapi dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menahan rasa mual tersebut dan tidak lupa meminum obat mualnya.


Dengan cepat wanita itu ke bandara dan memesan tiket untuk berangkat ke Cina. Setelah itu dia pun langsung berangkat ke Cina dan sekitar beberapa jam kemudian. Akhirnya sampai ke Cina dengan selamat.


"Oppa di mana?" Lee menelepon sang kakak. Dia menuju ke perusahaan Nathan


"Halo Sayang, Oppa sedang berada di perusahaannya Nathan. Ini sudah hari ketiga tetapi Nathan tidak kunjung menemui Oppa, dia bilang dia sedang berlibur bersama Ryu Jin dan itu sangat menyebalkan, Oppa ingin bertemu dengan dia dan menghajarnya," kata Lee Young Joon di balik telepon.


"Oppa aku sekarang sudah berada di Cina, Lee mau ke perusahaan Nathan, sekarang tunggu sebentar lagi, aku akan segera sampai," tutur Lee Ji An kepada sang kakak.


"Untuk apa kamu datang ke sini, apa bisa membereskan semuanya sendirian, kan harusnya beristirahat saja, dan tidak patut kamu bertemu dengan pria yang bernama Nathan itu," bentak Young Joon dengan kekesalannya karena dia takut terjadi sesuatu hal kepada adiknya.


"Tidak apa-apa Oppa. Lagian Ryu Jin adalah putraku, jika Nathan tidak mau bertemu dengan Oppa dia pasti ingin bertemu denganku, karena itulah aku harus datang ke sini untuk mengambil buah hatiku," tutur Lee Ji An kepada sang kakak.


"Baik Oppa ini juga sudah mau sampai. Tunggu aku di sana," kata Lee sambil menutup sambungan telepon tersebut, wanita itu lalu duduk dalam mobil taksi tersebut. Dia masih saja merasa sangat bingung apa yang harus dia katakan kepada Nathan. Haruskah dia memberi tahu bahwa dia sudah mengandung lagi, apa yang akan terjadi jika Nathan sampai tahu dan keluarga mengetahui perihal kehamilan itu.


Wajah Lee Ji An semakin pucat saja. Dia hanya bisa memakan sedikit makanan. Kasihan sekali wanita hamil itu tersiksa dan depresi dengan keadaan.


Beberapa saat kemudian Lee Ji An pun sampai di kantor dan langsung menuju ke ruangannya Nathan, tempat dimana Lee Young JoonΒ  menunggu Nathan selama beberapa hari ini.

__ADS_1


πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„


Sebuah telepon kembali berdering ketika kini bahkan Nathan sedang mencoba bermain kuda-kudaan bersama putranya.


"Sebentar ya Ryu sayang, Ayah ada telepon dulu ya, siapa tahu telepon penting," kata Nathan sambil melepaskan Ryu dari punggungnya.


Anak itu hanya mengangguk lalu berlari menuju kearah sang nenek, yang kini sedang menatapnya dengan senyuman manis.


Nathan lalu menerima panggilan telepon tersebut.


"Ada apa Sekretaris Chen? Kenapa kamu meneleponku lagi. Sudah ku katakan jika tidak penting kamu tidak boleh menelponku, kamu itu mengganggu waktu main putraku aku saja," kata Nathan dengan kekesalannya, karena Sekretaris Chen meneleponnya.


"Tuan ini adalah hari ke-3 Tuan Lee Young Joo dia menunggu anda di kantor, dan ternyata sekarang ada seseorang yang menemani dia di kantor," kata Sekretaris Chen pada Nathan.


"Siapa lagi ya Tuhan. Sampaikan pada mereka bahwa aku tidak akan menemui mereka sampai kapan pun, katakan bahwa kau sedang berlibur jauh dan akan pulang 3 hari lagi," kata Nathan dengan kekesalannya.


"Tapi di sini ada Nyonya Lee Ji An Tuan," kata Sekretaris Chen dengan suara yang rendah.


"Apa? Dia ada di sana, dia ada di Cina. Baiklah-baiklah aku akan segera datang ke kantor, setidaknya aku harus melihatnya. Aku sangat merindukan dia. Ya sudah tutup dulu teleponnya, aku akan bersiap-siap dan menemui mereka," kata Nathan dengan hati yang hangat, karena dia akan bertemu dengan kekasih hatinya, walaupun entah sikap apa yang akan kalian berikan kepada Nathan kali ini.

__ADS_1


"Baik Tuan saya juga akan menyiapkan beberapa Pengacara untuk membantu anda, bicara nanti bersama Tuan Lee Young Joon, bukti-bukti tes DNA pun sudah ada di Pengacara," kata Sekretaris Chen kepada Nathan.


"Baiklah terima kasih untuk semuanya, tunggu saya, dan perlakukan mereka dengan baik," kata nathan lalu menutup panggilan telepon tersebut.


__ADS_2