Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Harus Beristirahat


__ADS_3

"Tangan kamu dingin seperti ini. Ayo cepat kita makan dulu!" kata Dokter Yuan menarik tangan Nathan menuju ke kantin dengan perlahan Nathan pun mengikuti langkah kaki sang sahabat.


Mereka pun kini sudah sampai di kantin Rumah Sakit. Dokter Yuan memesan beberapa makanan untuk Nathan Anda sepertinya Nathan sangat kelelahan. Semenjak terjadi kecelakaan waktu itu daya tahan tubuh Nathan memang sering kali menurun, karena itulah Dokter Yuan Chuan sengaja ditugaskan oleh Nenek untuk merawat Nathan di sampingnya.


Sebagai seorang sahabat dia tidak mau Nathan sampai sakit. Ia bertanggung jawab atas kesehatan Nathan jika sampai Nathan sakit atau ngedrop, dia pasti akan kena amukan Neneknya. Dokter Yuan bukan takut karena Nenek mengamuk, karena dia sebagai sahabat Nathan sendiri takut kalau nathan sakit.


"Ini aku sudah pesankan beberapa makanan untuk kamu, setidaknya kamu mencicipi beberapa suap tidak usah semua pun tidak apa-apa!" kata Dokter Yuan kepada sahabatnya.


"Kamu memesan makanan sebanyak ini, untuk apa? Aku tidak akan bisa memakan semua ini, memangnya perutku perut karung?" kata Nathan sambil memicingkan matanya kepada Dokter Yuan.


Dokter Yuan terkekeh mendengar ucapan Nathan seperti itu.


"Sudah kukatakan cicipi saja setiap makanan, tidak usah menghabiskan semuanya, kamu itu tidak mendengarkan ucapanku dengan benar,"


"Apa sih sebenarnya maumu? Kenapa kamu cerewet sekali?" kata mengatakan kepada Dokter Yuan.


"Mungkin aku titisan dari ibu peri mu," ucap Yuan Chuan tersenyum.


"Yuan, aku pikir kamu sudah dewasa, ternyata kamu masih berada di dunia mimpi, di dunia khayalan, dunia fantasi," kata Nathan sambil memakan makanannya dengan perlahan. Dia terlihat pucat dan berkeringat banyak.


Pria itu tidak bisa makan dengan cepat. Entah kenapa tubuhnya melemah rasanya lemas sekali. Dengan perlahan ia meneguk air putih yang ada di hadapannya. Tetapi tiba-tiba saja, Nathan kehilangan kendali akan tumbuhnya sendiri.


Brugh.

__ADS_1


Nathan terjatuh dari kursi karena dia tiba-tiba tidak sadarkan diri.


"Nathan?Apa yang terjadi?" Dokter Yuan begitu terkejut setelah kini melihat sang sahabat tergeletak di atas lantai. Dengan segera pria itu menghampiri sang sahabat dan mencoba untuk menepuk-nepuk pipi sahabatnya.


Tetapi Nathan tidak kunjung bangun pula, lalu Dokter Yuan berteriak meminta tolong kepada orang yang ada di sekitar kantin tersebut. Akhirnya kini banyak orang yang sudah menonton keadaan itu. Dokter Yuan dengan segera menggendong Nathan di belakang punggungnya di bantu oleh beberapa orang. Dia berlari dengan sekuat tenaga membawa Nathan ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Pria itu benar-benar memiliki kekuatan ekstra yang mendadak dan tiba-tiba. Karena ketakutan dan kecemasannya membuat dia mendadak kuat. Dia menggendong temannya sampai akhirnya sudah sampai akhirnya ia sampai di ruangan IGD.


Direbahkannya tubuh Nathan dengan perlahan lalu dia pun langsung memanggil Dokter dan perawat yang ada di ruangan tersebut. Yuan sendiri sebagai seorang Dokter. Tetapi dia tidak membawa peralatan medis atau tidak memiliki alkohol untuk membuat Nathan sadar. Karena itulah memang harus segera di bantu oleh Dokter yang berjaga di sana.


"Apa yang terjadi?" tanya seorang Dokter perempuan kepada Dokter Yuan.


"Tiba-tiba saja pingsan, saya berpikir dia dehidrasi atau kelelahan," jawab Dokter Yuan kepada Dokter wanita itu.


Akhirnya Dokter memerintahkan beberapa perawat untuk melakukan pemberian cairan infus untuk Nathan. Setelah itu Dokter Yuan diperkenankan untuk segera mendaftar ke pendaftaran. Yuan Chuan dengan segera mendaftarkan atas nama Nathan di pendaftaran Nathan harusnya tidak dirawat kondisi fisiknya melemah selama tiga hari ini, dia tidak beristirahat dengan cukup dan tidak makan dengan baik setelah kecelakaan Nathan memang tidak semua normal orang lainnya.


Selain suka mengeluh sakit kepala, Nathan pun menjadi sangat mudah lelah dan daya tahan tubuhnya sangat mudah menurun. Setelah mendaftar akhirnya Nathan dengan segera dipindahkan ke ruang rawat inap di ruangan super VIP. Dia pun memutuskan untuk segera memberitahu sang Nenek di China. Karena ini tidak bisa dibiarkan.


Dokter Yuan Chuan pun memutuskan untuk menelepon Nenek Liao.


Dokter Yuan chuan : " Nǐ hǎo nǎinai nǐ hǎo ma," (Halo Nenek, apa kabarmu?) ucap Dokter Yuan di balik telepon.


Nenek Liao : "Halo Yuan, Nainai baik-baik saja. Ada apa? apakah ada hal yang penting?"

__ADS_1


Dokter Yuan Chuan : "Benar sekali Nek, ini sebetulnya ada sesuatu yang terjadi di Indonesia yang tidak naik ketahui,"


Nenek Liau : "Apa itu apakah itu sangat mendesak? Apakah itu sangat berbahaya. Coba jelaskan kepadaku sekarang juga!"


Dokter Yuan Chuan : "Sebaiknya Nainai cepat datang ke Indonesia ke Rumah Sakit Husada karena sekarang Nathan sedang dirawat dia mengalami anemia,"


Nenek Liao : "Ya Tuhan cucuku dirawat lagi. Kenapa kamu baru memberitahukan hal ini sekarang?"


Dokter Yuan : "Nainai Nathan baru saja dirawat, dia baru masuk ruangan jadi aku baru sempat menelepon Nainai, sebaiknya Nainai cepat datang!"


Nenek Liao : "Anak nakal,selalu saja membantah ucapan nenekmu. Ya sudah sekarang tutup dulu teleponnya, Nainai akan bergegas berangkat ke Indonesia bersama dengan Sekretaris Han,"


Dokter Yuan Chuan : Baiklah Nenek terima kasih banyak, Yuan akan menunggu Nenek datang, kami berada di ruangan super VIP 1 lantai 7," ucap Dokter Yuan Chuan sambil menutup saluran telepon tersebut.


Setelah melakukan panggilan telepon, lalu Dokter Yuan Chuan pun dengan segera duduk di samping Nathan. Nathan masih tertidur dia memang tadi sempat sadarkan diri tetapi karena pengaruh obat akhirnya Nathan tertidur kembali.


Dokter Yuan memang sangat mencemaskan keadaan Nathan akibat dari kecelakaan waktu itu, kepalanya memang sering mengalami rasa sakit hasil, operasi dahulu mengatakan Nathan memang masih trauma atas benturan pada kepalanya dan menyisakan gumpalan darah di otak yang sulit untuk di ambil.


Karena itulah dia ada di Indonesia untuk memantau kondisi kesehatan Nathan. Sakit kepala yang kerap Nathan rasakan akibat gumpalan darah di otaknya yang belum sepenuhnya bisa dioperasi oleh Dokter. Harusnya memang gumpalan darah tersebut segera diambil karena memang mengganggu kondisi fisik Nathan sendiri, rasa sakit yang dialami Nathan sangat luar biasa, tetapi jika dilakukan operasi untuk kedua kalinya cenderung akan berakibat fatal untuk Nathan sendiri karena bisa saja Nathan kehilangan ingatannya. Karena itulah Nathan tidak mau untuk mengoperasi kepalanya, karena dia takut akan kehilangan ingatannya dia takut akan melupakan Lee Ji An. Demi mengingat memorinya bersama Lee Ji An, Nathan rela untuk menanggung rasa sakitnya.


Bersambung.


kakak jangan Lupa like dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2