Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Melanjutkan Sekolah


__ADS_3

Wanita itu kini berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Nathan di dalam pikirannya. Lee harus melanjutkan hidupnya. Tidak bisa dia terpuruk terus menerus, semua teramat sangat sulit, melupakan memang tidak semudah membalikan telapak tangan.


Sore itu Lee Ji An sedang santai sambil membuka laptop kesayangannya. Dia mencoba untuk Mendaftar secara online ke kampus yang sudah dia tuju. Dan ternyata besok adalah ujian masuk, Lee berhasil mendapatkan surat pendaftaran secara online. Setelah itu dia langsung mencetaknya.


Siang itu Lee langsung belajar agar dia besok bisa lulus tes masuk kedokteran. Dan pada akhirnya sudah sampai larut malam Lee masih belajar dan melupakan rasa laparnya. Lee Ji An benar-benar tidak menyangka bahwa dia harus belajar mata pelajaran serumit ini.🎃


Wanita itu pun belajar secara online. Semua yang ada di rumah memberikan banyak dukungan kepada Lee Ji An. Semuanya benar-benar membuat bertambah semangat.


Sehari kemudian akhirnya berangkat menuju ke tempat ujian. Dengan hati yang berdebar wanita itu melangkah, semoga saja dia bisa mendapatkan nilai yang bagus, sehingga bisa lulus tes ini. Pada akhirnya ternyata semuanya begitu lancar. Test masuk yang ditakutkan sangat mudah dan bisa dia jalani dengan baik.


Dia harus menunggu satu minggu lagi agar bisa mendapatkan hasilnya, Lee Ji An menunggu pengumuman penerimaan. Akhirnya wanita itu mendapatkan kabar bahwa dia lulus testing tersebut.


Lee Ji An begitu senang ketika dia mendengar bahwa usahanya tidak sia-sia. Dia terus-menerus belajar siang dan malam agar bisa masuk ke dalam Universitas tersebut. Tidak tanggung-tanggung Lee Ji An mendapatkan beasiswa di fakultas kedokteran itu.


Sampai pada waktunya Lee Ji An pun sudah memulai aktivitasnya sebagai mahasiswa baru. Untuk sementara dia harus tinggal jauh dari rumah karena ada beberapa hal yang harus dia kerjakan di dekat kampus. Jika dia berangkat dari rumah maka dia tidak akan sampai dengan tepat waktu.


Wanita itu udah berkemas dengan ransel yang sudah terisi penuh dengan pakaiannya. Sesaat ia melihat ke arah bayi yang kini sudah menatapnya, bayi itu kini sudah berusia 3 bulan.

__ADS_1


"Nak baik-baik di rumah bersama ibu dan ayah ya. Ibu akan pulang minggu depan, semoga baby Ryu Jin mengerti bahwa ini juga untuk masa depan kita," kata Lee Ji An kepada bayinya, sebenarnya wanita itu tidak kuasa meninggalkan bayinya begitu saja, tetapi apalah mau dikata ini adalah sebuah tugas.


Sebagai mahasiswa baru dia harus mengikuti aktivitas orientasi mahasiswa baru, dan mengharuskan dia menginap di dekat kampus.


"Tidak apa-apa kamu jangan terlalu khawatir, aku akan menjaganya dengan sebaik mungkin, kamu fokus saja belajar, ya," ucap Kim Mi So kepada sahabatnya tercinta.


"Baiklah aku titipkan baby Ryu Jin kepadamu Kak, sebenarnya sangat berat, karena aku belum terbiasa untuk jauh darinya, tetapi harus bagaimana lagi, harus meninggalkannya selama satu minggu ini.


"Kamu tenang saja, bukan cuma kakakmu yang merawat baby Ryu Jin, ada ibu, oppa-mu dan kakek nenek. Kamu hanya harus fokus pada pekerjaanmu, jangan terlalu banyak pikiran, kamu bisa menelepon dan video call Jika kamu sudah pulang dari kampus," kata Sang ibu sambil memberikan semangat untuk sang putri.


Menjadi seorang mahasiswa baru tidak mudah, pada usianya 22 tahun seharusnya dia sudah kuliah tingkat 3, tapi dia harus mengulangi masa kuliahnya, dimulai dari tahap nol lagi dari semester awal.


Wanita itu fokus dalam pelajarannya, masa orientasi mahasiswa baru sudah selesai, dan dia harus terus berusaha untuk mendapatkan beasiswa setiap tahunnya. Pada akhirnya memang selama ini Lee Ji An menjadi mahasiswa terbaik di kampus tersebut.


Sebagai seorang calon Dokter, dia sekarang sudah mulai mempraktekkan kegiatan medisnya di rumah, sekarang Lee Ji An begitu sibuk, dia pulang sebulan sekali ke rumahnya, karena memang kegiatannya sebagai koas sudah sangat membuat dia sibuk.


Masa perkuliahan yang sudah dilalui beberapa tahun kini dia tinggal melalui tahap residen, wanita itu berharap bahwa dia bisa segera menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.

__ADS_1


Setiap bulan Lee Ji An pulang ke rumah karena dia sangat merindukan baby Ryu Jin. Bayi itu sudah sangat lucu, kini sudah berubah menjadi balita yang sangat menggemaskan. Ia sudah pintar berceloteh dan juga memanggil nama orang dengan sangat jelas.


Baby Ryu Jin memanggil Lee dengan sebutan Ibu kecil, dan memanggil Mi So dengan sebutan ibu besar. Anak itu tumbuh penuh dengan kasih sayang, semua orang di Jepang tidak mengetahui silsilah dari kelahiran baby Ryu Jin, sehingga mereka hidup tenang damai tanpa ada satu orang pun yang menghalangi mereka untuk hidup bahagia.


Lee Ji An menatap baby Ryu Jin dari kejauhan. Ia tidak menyangka bayi itu tumbuh begitu pintar menjadi balita yang sangat kuat dan juga cerdas, sesaat ia mengingat kembali bayangan sang kekasih, di mana ayah baby Ryu Jin adalah pria yang sempat membuat dia jatuh cinta dan terpuruk dalam cinta tersebut.


"Anakku Sayang, beruntunglah kamu menjadi anak adopsi dari Kim Mi So, dan Lee Young Joon. Ayah dan ibumu itu telah memberikan kamu banyak kasih sayang, bahkan begitu melimpah untukmu, sehingga kamu tidak kekurangan kasih sayang sedikitpun, keputusan untuk memberikan hak asuh kepada Oppa dulu sangat tepat, karena dengan begitu kamu tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ayah," ungkap Lee Ji An di dasar hatinya, sambil memperhatikan baby Ryu Jin yang terus berlari ke sana dan ke sini.


"Kapan kamu akan kembali ke tempat kost mu?" tanya sang ibu sambil membereskan beberapa pakaian yang sudah dicuci. Di rumahnya memang tidak ada pembantu, semua pekerjaan mereka kerjakan bahu membahu.


"Sebentar lagi Ibu, Lee belum berkemas sama sekali," kata Lee Ji An kepada sang ibu.


"Ya sudah, kamu berkemas secepatnya, jangan sampai ada yang tertinggal satu pun, lumayan jarak tempat kostmu ke rumah harus menempuh waktu 1 jam, kamu akan lelah jika bolak-balik terus," ungkap Nyonya Lee kepada putri kesayangannya.


"Baiklah Bu. Lee akan mempersiapkan semuanya," kata Lee Ji An, dia pun bergegas masuk ke dalam kamarnya, untuk menyiapkan semua kebutuhannya selama 1 bulan. Karena wanita itu pulang 1 bulan sekali. Dia sudah sangat terfokus pada kuliahnya, dia tidak mau kuliahnya terganggu karena masalah keluarga, dia ingin segera menyelesaikan kuliahnya tepat waktu tanpa harus ada penambahan semester.


🎄🎄🎄🎄 Bersambung 🎄🎄🎄🎄

__ADS_1


__ADS_2