
Setelah meninggalkan Lee Ji An di kafe tersebut, Nathan benar-benar merasa kecewa dan sakit hati karena ternyata Lee tidak setia menurutnya. Hati Nathan begitu teriris ketika melihat gadis yang selama ini dia cari telah datang bersama pria lain.
Tetapi Nathan sendiri begitu galau dan kebingungan karena saat dia menoleh kebelakang dan melihat ternyata Lee telah terjatuh. Nathan benar-benar merasa bersalah karena dirinya bahkan kekasihnya sampai terjatuh seperti itu. Nathan pun berlari berbalik arah menuju ke tempat Lee. Akan tetapi di sana sudah ada Sehun yang memeluknya dan Sehun sudah menggendongnya ke mobil milik Dokter Yuan Chuan.
"Ya Tuhan. Apa yang terjadi, kamu sampai terjatuh seperti itu, gara-gara aku. Gara-gara mengejarku kamu seperti itu, ya Tuhan. Tidak boleh dibiarkan aku harus segera menemui mu," ucap Nathan dalam hatinya dengan kecemasan yang terus menusuk ke dalam relung jiwanya.
Pria itu menitikkan air mata tatkala melihat ada bercak darah di lantai bekas Lee terjatuh tadi.
"Ya Tuhan. Anakku--anakku! Apa yang terjadi, selamatkan mereka, Ya Tuhan!" Nathan begitu ketakutan terjadi sesuatu hal kepada Lee Ji An dan anaknya yang ada di perut Lee Ji
An.
Karena Nathan sudah sangat yakin bahwa Lee tengah mengandung bayinya. Sesuai dengan prediksinya bahwa memang sekarang adalah bulan kelahiran untuk putra-putrinya. Nathan memang belum sempat menemui Lee Ji An karena dia masih merasakan kecemasan tentang perasaannya.
Tetapi kini perasaannya sudah bulat, bahwa dia memang mencintai Lee Ji An begitu dalam, dan ingin membawa Lee Ji An ke keluarganya. Tetapi tidak disangka bahwa terjadi hal seperti ini, sebuah kecemburuan membuat petaka untuk dirinya dan untuk kekasih hatinya.
"Apa yang terjadi, apa yang terjadi aku harus bagaimana?" Nathan merasa sangat kebingungan hatinya bergejolak tidak tentu arah, dia begitu tidak tega melihat Lee Ji An seperti tadi, terjatuh dan perdarahan. Nathan tak berdaya, ia ingin mengejar dan memeluknya, namun dia terlalu pengecut untuk bisa membiarkan Sehun pergi dari kekasihnya.
__ADS_1
Kecemburuan Nathan berdampak begitu besar kepada kelangsungan kehidupan buah hati mereka, bahkan kini Nathan sendiri tidak tahu harus bagaimana, dia menanti informasi tentang nasib kekasih dan anaknya.
Tiba-tiba saja suara ponsel berdering ternyata itu adalah telepon dari Dokter Yuan Chuan.
"Halo Nathan. Kenapa kamu tidak mau menyusul, kamu sedang berada di mana? Cepatlah menyusul ke Rumah Sakit sebentar lagi Lee Ji An akan segera dioperasi, bayinya dalam bahaya!" kata Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.
"Aku masih berada di parkiran Cafe. Tubuhku masih bergetar. Aku tidak percaya Lee bisa terjatuh seperti itu. Aku ketakutan melihat apa yang terjadi dengan Lee, dan itu semua gara-gara aku!" ucap Nathan dengan tubuh yang bergetar. Pria itu benar-benar merasakan kebingungan tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dia ingin bertemu dengan Lee dan mendapatkan kabar tentang mereka.
"Kamu harus segera datang ke rumah sakit, karena kalau tidak kamu akan menyesal selamanya!" ucap Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.
"Apa--apa maksud kamu, kenapa aku harus menyesali, apa yang akan terjadi pada mereka-mereka pada Kekasihku dan pada anakku?" Tubuh Nathan semakin bergetar saat itu, ketika Dokter Yuan Chuan bahkan ingin menyatakan sesuatu tentang keadaan dan kondisi dari kekasih hatinya.
"Aku aku akan segera kesana, akan segera pergi ke rumah sakit, tetapi sepertinya aku tidak bisa mengemudi sendirian, aku akan menunggu supir, tubuhku bergetar tanganku tidak bisa memegang setir mobil, aku takut terjadi sesuatu hal!" ucap Nathan masih dengan tubuhnya yang bergetar. Pria itu benar-benar ingin segera pergi ke rumah sakit. Menemukan kekasih hati yang selama ini dia rindukan, selama ini Nathan bahkan tidak pernah memberikan kasih sayang yang lebih untuk Lee dan bayinya.
Tetapi tidak menyangka bahwa pertemuannya bersama Lee berakhir begitu tragis, karena insiden jatuhnya Lee di cafe tadi.
"Kalau bisa cepatlah, 30 menit lagi operasi Lee akan segera selesai,, kamu pasti akan sangat menyesal ketika sebuah kehilangan menyapamu, kamu akan kehilangan mereka Jika kamu terlambat datang ke sini. Ingatlah kondisi Lee sedang kritis saat ini!" ucap Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.
__ADS_1
Dan itu sontak membuat Nathan semakin ketakutan, dan semakin merasakan sebuah Sesal yang mendalam. Pria itu ingin segera menyusul ke Rumah Sakit tempat Lee dioperasi. Tetapi sayangnya dia masih menunggu sopir datang. Karena dia sendiri tidak sanggup mengemudikan kendaraannya dalam pikiran kalut seperti itu.
"Baiklah Yuan. Aku akan segera berangkat ke sana. Tunggu aku-aku mohon berikan kabar terbaru tentang mereka, tentang kekasih dan anak-anakku, aku sungguh mencemaskan mereka!" kata Nathan masih dengan getaran dalam tubuhnya.
"Baiklah... Cepatlah datang, kami berada di depan ruang operasi sedang menunggu Lee Ji An di tindak.
"Oke aku akan segera kesana!" ucap Nathan. Lalu pria itu pun menutup sambungan telepon selulernya, dia masih menunggu kedatangan sopir pribadinya yang akan segera mengantar dia menuju ke rumah sakit.
Pikirannya pun melayang kemana-mana, dia tidak bisa tenang sama sekali, mengingat apa yang terjadi, semua itu adalah kesalahannya. Andai saja dia tidak pergi meninggal kan Lee, mungkin Lee Ji An tidak akan mengejarnya. Dan mungkin Lee tidak akan terjatuh seperti itu.
Dia adalah biang keladi yang telah membuat Lee dalam kondisi kritis seperti ini. Penyesalan hanyalah sebuah penyesalan. Tetap saja datang di akhir sebuah tragedi. Jika saja penyesalan datang di awal maka semua orang tidak akan merasakan kepedihan karena sesal.
"Lee Sayang... semoga Tuhan menyelamatkan kamu dan anak kita. Aku mohon bersemangatlah, sehatlah. Kuatlah dan tunggulah aku datang, aku akan segera datang padamu. Aku akan segera berlutut di kakimu memohon maap kepadamu, tentang apa yang terjadi karena kecemburuanku. Akhirnya kamu merasakan sebuah kesakitan yang tak terkira. Tolong maafkan aku Sayang. Aku sayang sama kamu. Aku sekarang berdo'a semoga kamu tetap sehat, jangan terjadi sesuatu hal kepada kalian!" Pria itu berkata dalam hatinya, sebuah kecemasan dan rasa takut ini sudah berkumpul menjadi satu.
Bersambung.
Haloo kak kangen engga sama Nathan dan Lee... ayo like' dan Vote setelah membaca, agar aku bisa semangat meng update Novel ini.
__ADS_1
Salam sayang dariku Evangelin Harvey Lee.