
Lee Young Joon masih menatap adiknya dengan pilu, dia ingin segera adiknya bangun dan memeluknya dengan memberikan senyuman manis dan hangat untuknya. Pria itu merindukan keceriaan sang adik seperti dahulu kala.
Adiknya adalah sumber kebahagiaannya, adiknya begitu polos dan ayu. Tidak ada yang menandingi kecantikan adiknya di matanya, walaupun kini memang dia sudah ber-istri dan sudah menikah dengan Kim Mi So, tetapi tetap saja menurutnya adiknya adalah wanita paling cantik yang ada di dunia ini.
Rasa sayang Lee Young Joon kepada sang adik benar-benar besar melebihi apapun. Bahkan dia rela untuk memindahkan gunung jika bisa, agar sang adik bisa berjalan bebas tanpa harus menaiki gunung tersebut. Tentu saja itu hanya perumpamaan, tetapi pada kenyataannya hanya pria seperti Lee Young Joon seorang kakak yang benar-benar menyayangi adiknya, bertanggung jawab kepada adiknya, dan benar-benar mencintai adiknya.
"Kapan kamu akan bangun Lee? Kamu tahu tidak aku dan Mi So berencana untuk membelikan kamu sebuah baju bayi, dan beberapa sepatu yang lucu, ternyata anak kamu laki-laki, kamu harus bangun, kamu harus memberikan ASI untuk dia, si Baby juga butuh nama, apa boleh Oppa memberikan dia nama karena Oppa menunggu kamu untuk bangun dan memberikan nama untuk dia, Oppa ingin memberikan dia nama Lee Wu Jin tapi Oppa takut kamu tidak setuju, jadi Oppa benar-benar ingin kamu sendiri yang memberikan nama kepada bayimu ka kelak," Lee Young Joon bercerita kepada sang adik, dia terus-menerus mengelus rambut sang adik dengan penuh kasih sayang.
Pria itu berharap adiknya cepat siuman, cepat bangun dari masa komanya. Sebagai seorang kakak dia merasa amat kesepian jika sehari saja tidak bercanda dengan adiknya tercinta, dulu waktu Lee masih dalam kondisi sehat, dalam kondisi hamil Lee Young Joon bahkan menelepon sang adiknya setiap hari. Tetapi kini Joon hanya bisa menatap tubuh sang adik yang terbaring lemah tak berdaya, Joon merasa tidak berguna menjadi seorang kakak karena tidak bisa melindungi adiknya.
__ADS_1
Kamu tahu tidak banyak sekali baju bayi di toko online, rasanya aku ingin memborong semua baju tersebut.Topi bayi, jaket bayi, celana bahkan ada celana yang sangat lucu, celana bayi yang bermotif kura-kura, tahu tidak? Ada baju bayi yang berbentuk seperti badut, seperti kelinci jadi nanti jika dikenakan sama bayi kamu, akan sangat lucu, aku suka penasaran ingin segera kamu bangun dan memakaikan bayimu itu baju yang aku lihat di online shop tersebut, Mi So apalagi sudah tidak sabar, dia tadi mau ngajak aku belanja tapi aku bilang nunggu kamu dulu deh, tunggu sembuh dulu, kamu bangun baru kita akan belanja bersama-sama, Mi So tidak mau belanja online shop, dia hanya ingin belanja ke toko yang ada di dekat sini, maklumlah dia kan sangat suka berbelanja sama seperti dirimu, tidak apa-apa yang penting kamu bangun dulu, lalu kalian berangkat untuk belanja, tidak apa-apa aku di Rumah menjaga bayimu, menjaga keponakanku yang ganteng. Asal kalian berdua hati-hati di jalan, belilah semua yang kalian suka. Nanti kalau kamu sudah bangun ya," Pria itu benar-benar mengajak ngobrol adiknya seolah-olah adiknya itu benar-benar bangun.
Lee Young Joon merasa tenang walaupun adiknya masih tertidur, masih dalam kondisi koma. Tetapi adiknya sudah keluar dari masa kritis. Dokter mengatakan setelah tekanan darah Lee stabil pasti dia akan segera siuman. Kini Lee Young Joon menatap sang adik dengan matanya yang pilu, dia melihat Lee tertidur lelap dengan wajah yang pucat, wajah putihnya benar-benar terlihat sangat pucat, maklumlah darah yang keluar kemarin sangat banyak dan sekarang Lee Ji An sudah di berhentikan transfusi darahnya hanya terpasang dua jalur infus saja di tangan kiri dan tangan kanan, kata Dokter Lee Ji An akan segera dipindahkan ke ruang rawat biasa nanti jam empat sore.
Lee Young Joon begitu senang mendengar kabar dari Dokter bahwa Lee akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. Itu berarti Lee sudah dalam kondisi baik, walaupun belum sadar. Sehingga nanti di sana dia bisa bebas menemani adiknya walaupun adiknya masih terlelap.
"Tahu tidak? Aboeji dan Eomoeni sangat mencemaskan keadaanmu, mereka akan segera datang ke sini untuk melihat keadaanmu, kamu harus sudah sehat, kamu harus sudah bisa tersenyum ketika mereka datang, karena ternyata mereka sudah memaafkan kesalahanmu, kamu sudah boleh pulang ke Korea, kamu sudah bisa kembali sekolah, tetapi menurutku, kamu tidak usah ke sekolah dul, rawatlah bayimu dengan baik, rawatlah Wu Jin dengan baik, karena walau bagaimanapun, dia itu adalah keturunan keluarga kita yang berharga, dan Oppa mau tanya, menurut kamu siapa yang paling tampan. Apakah itu Nathan atau Sehun, Oppa sendiri kurang tahu kamu akan memilih pria yang mana, karena sedari kemarin mereka itu di luar menunggu, sampai kamu siuman, kamu benar-benar harus bersyukur ternyata ada dua pria yang menyayangimu termasuk sibrengs*k itu. Ternyata sekarang sudah kembali katanya dia akan bertanggung jawab dan menikahimu, sebagai seorang kakak Oppa hanya ingin mengikuti semua keinginanmu, siapapun yang kamu pilih baik itu Sehun atau Nathan, Oppa tidak akan mempermasalahkannya. Pilihlah pria yang benar-benar membuatmu nyaman dan pria yang benar-benar kamu sukai," Lee Young Joon terus bercerita kepada sang adik, dia sengaja melakukan hal itu agar adiknya terpancing untuk bangun.
"Sebentar ya Oppa dipanggil dulu sama kakak iparmu yang cantik itu, sebentar Oppa tidak akan lama, Oppa pasti akan datang lagi ke sini!" ucap Lee Young Joon kepada sang adik, Pria itu pun langsung berdiri berjalan melangkah menjauhi tempat tidur Lee Ji An. Joon kini sudah berada di hadapan sang istri.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya Lee Young Joon kepada istri cantiknya.
"Makanlah terlebih dahulu. Aku tadi udah makan duluan, sekarang kamu harus makan. Lele tadi bilang katanya kamu bahkan belum makan Sayang. Cepat makan dulu, sudah makan baru kembali lagi ke kamar ini!" kata sang istri memberitahukan suaminya agar tidak telat makan.
Lee Young Joon bahkan belum makan dari kemarin, dia melupakan rasa laparnya karena sangat mencemaskan keadaan adik dan keponakannya.
"Tapi aku tidak lapar, Sayang," kata Lee Young Joon kepada sang istri.
"Jangan seperti anak kecil, lapar tidak lapar harus makan, dengarkan baik-baik kalau kesehatanmu itu harus dijaga, kalau kamu sakit bagaimana dengan adik kita?" kata Kim Mi So kepada sang suami yang ternyata dia udah mengerti apa yang dikatakan oleh sang istri, Joon pun mengangguk dan memutuskan untuk pergi ke kantin Rumah Sakit.
__ADS_1
Bersambung.