Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rencana


__ADS_3

"Lantas kapan pesta pertunangan itu akan segera dilaksanakan, Sehun sudah tidak sabar, dia bahkan sudah memborong banyak perhiasan untuk Lee Ji An kenakan," tanya ibu Sehun kepada ibu Lee Ji An.


"Baiknya kapan, apakah kita harus mengadakan pesta pertunangan yang begitu mewah?" Nyonya Lee bertanya kembali kepada ibunya Sehun.


"Bagaimana kalau pestanya tidak usah terlalu mewah, ini kan hanya pesta pertunangan, kita adakan pesta yang sederhana saja, yang dihadiri oleh keluarga dekat nanti setelah pesta pertunangan, baru kita rencanakan pesta pernikahan yang sangat mewah, dan tentunya semuanya harus sempurna, karena Sehun adalah anak tunggal saya, jadi saya ingin Sehun mendapatkan yang terbaik," kata ibu Sehun sambil menolehkan senyum yang manis.


"Betul sekali, kita adakan acara pertunangannya secara sederhana saja, kita tidak usah mengundang banyak orang. Cukup keluarga, Bagaimana Young Joon? Apakah kamu setuju nak?" tanya sang ibu kepada putra sulungnya.


"Itu sebuah rencana yang bagus Bu, kita adakan seperti itu saja, jadi pesta pertunangannya tidak boleh lebih dari 50 orang, kita undang saja keluarga dekat, kita adakan di sebuah hotel yang dekat dengan rumah kita, kita mengundang tetangga dekat pula, tetapi tidak boleh terlalu banyak, cukup tetangga kiri, kanan depan, dan belakang," ucap Lee Young Joon sambil menolehkan senyum yang manis kepada sang ibu.


"Nah, begitu saja. Jadi selain untuk menghemat biaya, kita pun bisa menyimpan biaya tersebut untuk biaya pernikahan, karena jujur saya sudah sangat tidak sabar ingin segera menikahkan Sehun dengan putri anda. Pantas saja selama ini Sehun tidak mau saya kenalkan kepada wanita manapun, ternyata dia sudah memiliki pujaan hatinya, Lee Ji An yang secantik bidadari. Ibu sangat senang bahwa kamu begitu cantik dan begitu sopan. Selamat datang di keluarga ibu, semoga kamu bisa berbahagia bersama Sehun selamanya," kata ibu Sehun kepada Lee Ji An, wanita itu pun tersenyum manis, dia tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengangguk saja.


"Ibu ayo kita perlihatkan perhiasan yang sudah kita pilih di Korea," kata Sehun sambil memberikan senyum yang manis kepada sang ibu.


"Iya ini, Ibu dan Sehun sudah berkeliling di Korea, untuk mencari beberapa perhiasan yang cocok denganmu, tetapi ternyata semua perhiasan itu begitu cantik, akhirnya ibu membeli sebuah perhiasan cantik itu. Cobalah nak," kata Sang Ibu sambil memberikan beberapa kotak perhiasan kepada Lee Ji An.


"Ibu, Sehun apa-apaan ini, ini terlalu banyak, ada 5 kotak perhiasan, tanganku cuma dua dan jari-jariku tidak bisa menampung semua cincin yang banyak ini," kata Lee sambil menatap Sehun, lalu beralih menatap kepada ibunya Sehun.


"Tidak apa-apa, Nak. Ibu suka, pakailah bergantian. Kamu tahu tidak, bawa kamu itu adalah menantu Ibu satu-satunya. Sehun kan anak tunggal, kalau bukan kamu dan Sehun lalu siapa lagi yang harus ibu bahagiakan yang harus Ibu belikan?" tangkas ibu kepada calon menantunya.


"Wahh itu banyak sekali, lihat LeeΒ  kamu beruntung, kamu coba satu-satu,Β  aku iri sekali," kata Kim Mi So sambil menatap Lee Ji An dengan senyumannya.


"Sayang kamu tuh apa-apaan sih, bukannya dulu juga aku memberikan perhiasan sebanyak itu ya, kamu sekarang mau beli lagi, tinggal beli," kata Lee Young Joon kepada sang istri tercinta.

__ADS_1


"Harusnya kamu membelikan aku saj,a tidak usah bertanya apakah aku mau beli atau tidak. Bukankah begitu ibu?" ungka Kim Mi So dengan mulut yang manyun, nyonya Lee hanya bisa mengangguk dengan senyuman yang manis, melihat tingkah putra dan menantunya yang begitu mesra. Dan itu membuat dia begitu bahagia karena putra dan menantunya sangat rukun harmonis.


"Lihatlah cincin ini, pas sekali Sehun. Bagaimana kamu bisa menebak bahwa cincin ini 1 ukuran dengan jariku?" tanya Lee Ji An sambil menatap kearah Sehun dan calon ibu mertuanya.


"Padahal aku dan ibu hanya mengira-ngira saja, ya Bu. Tetapi ternyata begitu pas, bersyukurlah," kata Sehun sambil tersenyum manis.


"Ibu sangat cantik mengenakan cincin itu," kata anak berusia 5 tahun itu, sambil tersenyum manis ke arah ibunya.


"Benarkah? Apakah Ryu suka, ibu mengenakan ini?" tanya Lee Ji An kepada sang buah hati.


"Suka ibu," tukas anak itu sambil tersenyum dengan begitu menggemaskan.


"Ryu sini duduk, Nak. Sekarang panggil Paman dengan sebutan Ayah," pinta Sehun menorehkan senyum yang manis kepada putranya.


"Tidak apa-apa, kamu akan memiliki dua Ayah. Seperti halnya kamu memiliki dua ibu," kata Lee Young Joon sambil tersenyum manis ke arah putra sulungnya.


"Cepat Nak, panggil paman dengan sebutan a-y-a-h," kata Sehun sambil mengecup kening baby Ryu Jin.


"Ayah," kata Ryu Jin.


"Coba katakan sekali lagi!" Sehun mendekatkan telinganya ke mulut baby Ryu jin.


"Ayah."

__ADS_1


"Wahh ... anak Ayah pintar sekali," tukas Sehun buah hatinya, dengan begitu lembut penuh dengan kasih sayang.


"Ya sudah kalian sudah akrab seperti itu, sepertinya tidak usah diadakan lagi pesta pertunangan, apa langsung menikah saja?" tanya ibu Sehun kepada Lee Ji An dan Sehun.


"Tidak."


"Iya."


Lee Ji An dan Sehun berkata bersamaan, sayangnya perkataan mereka berbeda. Lee mengatakan tidak, sedangkan Sehun mengatakan iya. Lalu semua keluarga pun tertawa melihat ketidakseragaman jawaban mereka.


Setelah makan malam Sehun pun dan ibunya memutuskan untuk kembali ke hotel. Mereka tidak nyaman harus menginap dirumah Lee Ji An. Mereka memutuskan untuk pulang besok lagi, karena ini sudah larut malam.


Rencana pertunangan sudah diputuskan, bahwa satu minggu dari sekarang mereka akan melangsungkan acara pertunangan di sebuah hotel, di dekat rumah mereka. Dengan tamu undangan yang hanya 50 orang saja, dan itupun hanya orang terdekat, 25 keluarga Sehun dan 25 tetangga Lee Ji An.


Hal ini membuat Sehun begitu bahagia, akhirnya Sehun bisa mendapatkan wanita impiannya selama ini, Sehun yang sudah bersabar menanti Lee Ji An untuk bisa menerima dirinya, tetapi ternyata harus menunggu sampai 5 tahun lebih agar Lee Ji An mau menerimanya.


Lee sendiri kini harus bisa pasrah dengan keadaannya, mencoba untuk mencintai Sehun dan melupakan semua masa lalu, demi keluarga danΒ  buah hatinya. Dia tidak boleh terus menerus terpuruk dalam duka lara yang telah dirasakan selama ini.


Wanita itu berharap bahwa dengan menikah dengan Sehun, dia akan mendapatkan kebahagiaan seperti wanita lainnya. Dia pun berharap bahwa kejadian Sehun dalam hidupnya, hatinya yang tersakiti bisa sembuh dan kering dengan perlahan.


"Semoga langkahku ini sudah benar, terlihat senyum bahagia di bibir seluruh keluarga, aku tidak ingin mengecewakan mereka, aku hanya harus bersabar sampai cinta itu datang menghampiriku," ungkap Lee Ji An di dasar hatinya. Sambil mencoba melihat semua perhiasan yang sudah diberikan Sehun dan ibunya untuk dia.


πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„ Bersambung πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„

__ADS_1


__ADS_2