
Sore itu semuanya hancur. Sehun mengamuk mengacak-ngacak semua tempat di gedung itu, dia benar-benar marah terhadap Lee yang memutuskan pernikahan begitu saja.
"Jangan begini. Aku sangat mencintaimu tapi kenapa kamu memutuskan pernikahan seperti ini?" Sehun menangis sejadi-jadinya, dia seorang laki-laki tetapi jika berhubungan dengan pembatalan pernikahan dia tidak kuat lagi, tak kuasa dia menahan semua tangisnya.
"Sudahlah kamu harus mencari wanita lain yang lebih baik dari wanita itu. Sehun carilah wanita yang masih single jangan yang sudah memiliki anak seperti itu. Kamu tahu kan risikonya seperti ini sekarang Ibu benar-benar tidak menyetujui pernikahanku dengan Lee Ji An, apalagi melihat sikap keluarganya seperti itu, sudah lupakan jangan menangis demi wanita murahan seperti itu," kata ibu Sehun kepada Sehun.
"Lee bukan wanita murahan Ibu, dia sangat baik tetapi seseorang telah menodainya hingga membuat dia hamil, ibu Sehun sangat mencintai Lee, dan tidak akan menikah selain menikah dengan Lee, karena hanya dialah orang yang sangat Sehun sayang. Tidak ada wanita lain ibu." Sehun masih menangis dalam lirih.
Pria itu benar-benar merasa sangat sedih dia tak mau kehilangan Lee Ji An. Hanyalah wanita yang dia cintai selama ini tidak ada wanita lain lagi jika itu bukan Lee maka Sehun tidak menginginkannya sama sekali.
"Kamu masih aja membela wanita itu pada wanita itu sudah membuat kita kecewa, sudah membuat keluarga kita menanggung malu. Untunglah ini di Jepang bukan di Korea, setidaknya kita bisa bersembunyi di rumah kita, lihatlah seluruh tamu undangan sudah tidak ada, mereka pulang dan membicarakan tentang keluarga kita. Apa kamu tidak merasa bahwa harga diri kita sudah dipermainkan oleh wanita itu," kata ibu Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bukan Lee yang permainkan kita Bu, tetapi si brengsekk Nathan itu, dan aku akan membuat perhitungan pada pria itu karena sudah menghancurkan pernikahanku, lihat saja suatu saat nanti aku akan datang kepadanya dan meminta pertanggung jawaban kepada pria brengsekk itu, aku membencinya dan aku rasanya ingin membunuhnya," teriak Sehun dengan sangat lantang.
__ADS_1
"Jangan sekali-kali kamu berbicara sekasar itu, Nak. Jangan berniat membunuh orang, Negara ini adalah Negara hukum, kamu bisa dipenjara dengan ancaman saja, apalagi dengan perbuatan, sudah sekarang lupakan saja wanita itu, dan juga pria yang jahat itu, kita harus move on masih banyak perempuan di luar sana yang cantik dan baik, kamu tinggal memilih mereka, Ibu akan membantu mencarikan perempuan yang kamu sukai," kata Ibu Sehun dengan mata yang berkaca-kaca, sambil memeluk putranya dengan erat.
"Tidak bisa Ibu, tidak bisa. Ibu pikir mudah untuk menyukai seseorang. Aku hanya menyukai Lee saja, aku tidak mau orang lain, selama 8 tahun ini aku sudah mencoba untuk move on tapi tidak bisa Ibu, aku tidak mungkin mencintai wanita lain, kalau itu bukan Lee Ji An bukan," tangkas Sehun dengan tetesan air matanya. Ibu Sehun sangat sedih mendengar perkataan sang putra, tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menghibur putranya.
"Ini tidak adil untukmu, Nak. Betapa besar rasa cintamu untuk wanita sialan itu, tetapi ternyata kamu hanya dipermainkan saja, semakin Ibu membenci wanita itu, karena sudah membuatmu menangis seperti ini. Ibu benci rasanya kenapa putra Ibu begitu mencintai wanita murahan itu, kenapa putra Ibu yang baik begitu tersakiti dengan kejadian ini. Dia mungkin senang dan kejadian tersebut, ibu harus apa kalau seperti ini. Ibu harus bagaimana untuk membuatmu melupakan dia?" tangis ibu Sehun dengan sangat lirih.
Tiba-tiba saja keluarga yang lain ikut mendekati dan menyemangati mereka, benar saja Sehun datang bersama rombongan dari Korea menuju ke Jepang, untuk pernikahan. Tetapi ternyata pernikahannya gagal, pesta pernikahannya hancur, semua rencananya berantakan, dan itu membuat seluruh keluarga merasa kecewa, tersakiti dan bersedih.
"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, jujur saja aku pun sangat kecewa dengan hancurnya pesta pernikahan ini, tetapi kamu tidak boleh terus-terusan terpuruk seperti ini. Apa kamu tidak kasihan kepada Ibumu. Lihatlah Ibumu menangis seperti itu, Sehun," kata sang Bibi dengan tetesan air matanya, sambil menatap Sehun dengan iba.
"Maafkan aku Bibi, bukan maksud aku untuk membuat Ibu bersedih, dan kalian juga bersedih. Tetapi bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, dan kini aku hanya bisa berdiri dalam kegelisahan, aku harus apa supaya rasanya tidak sesakit ini?" tanya Sehun dengan air mata yang terus mengalir deras tanpa bisa dibendung sama sekali.
"Sebaiknya langkah pertama kita yaitu pulang ke rumah, lupakan masalah kita di Jepang. Anggaplah tidak terjadi apa-apa, lupakan semuanya dan kamu harus hidup baru, serta mencari perempuan lain yang benar-benar tulus mencintaimu, benar kata Ibumu, kamu harus mencari wanita yang single wanita yang tidak memiliki seorang anak, agar tidak lagi terjadi kejadian yang memalukan seperti ini," kata sang bibi dengan mata yang iba. Dia sangat sedih keponakannya terlihat begitu hancur dan terpuruk.
__ADS_1
"Benar apa yang Bibimu katakan Sehun. Ayo kita pulang dan lupakan kejadian di Jepang, kejadian yang sangat memalukan ini harus segera kita hapus dari ingatan kita," kata Ibu Sehun sambil menyeka air matanya.
Sehun sendiri hanya bisa mengangguk, pria itu mencoba untuk berdiri dari posisi duduknya. Dan mereka melangkah menuju ke hotel tempat mereka menginap.
Lalu mereka membereskan semua barang mereka dan segera memesan tiket lebih awal, untuk pulang ke Negeri Korea. Semoga saja langkah mereka itu benar, meninggalkan Jepang dan kesedihannya, pulang ke Korea dengan hati yang hancur, namun mereka tutupi karena tidak ingin membuat Sehun berlarut-larut.
Di sisi lain.
Lee Ji An dan keluarga sudah sampai di rumah. Lee masih menangis dengan lirih. Karena terus mengingat baby Ryu Jin. Wanita itu tak kuasa menahan semua kerinduan untuk buah hatinya.
"Lee ini minumlah, supaya hatimu agak tenang," kata Kim Mi So, sambil menyodorkan segelas air mineral dingin kepada sang adik ipar. Tiba-tiba saja Lee Young Joon datang. Dan langsung memeluk adik kesayangannya. Lee Young Joon baru pulang dari bandara. Dan dia baru tahu ternyata semua sudah hancur. Tidak ada pernikahan yang terjadi. Dan sebagai seorang kakak dia sangat sedih.
Pelukan Lee Young Joon malah membuat Lee Ji An makin bersedih. Tidak tahu dia harus bagaimana lagi, selain menangis. Kakak beradik itu terisak dalam pelukan erat. Dan Kim Mi So kini hanya bisa menjadi penonton saja.
__ADS_1