Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Sebuah Ancaman


__ADS_3

"Aku tidak akan pergi dari sini Kak. Aku akan menemani Lee Ji An sampai dia siuman, aku yakin Lee akan memaapkanku, aku mohon Kak, biarkan aku tinggal di sini untuk menemaninya!" ucap Nathan dengan suara yang pelan, berharap Lee Young Joon mau mengerti perasaannya dan tidak mengusirnya lagi.


"Tidak mungkin, aku tidak akan mengizinkan kamu mendekati adikku lagi, kamu sudah cukup membuat adikku menderita, membuat adikku berderai air mata, membuat hatiku tersiksa aku tidak ingin membiarkan adikku kembali menderita, dan menangis lagi karena kamu, sudah cukup kamu membuat adikku terjatuh, aku tidak akan membiarkan kamu mengulangi kesalahan lagi. Aku ingin kamu pergi selamanya dari hidup adikku, selamanya. Aku tidak ingin melihat kalian dekat selamanya, selama aku hidup aku tidak akan pernah memaafkanmu!" kata Lee Young Joon dengan semua amarah yang menyelimuti tubuhnya.


Seolah udara menjadi begitu panas, hembusan angin pun seolah menjadi sebuah gas yang hendak membakar mereka. Pikiran Lee Young Joon saat ini hanya ada sebuah kebencian saja. Tidak ada sedikitpun rasa iba Lee Young Joon kepada Nathan. Lee Young Joon yang sudah dibutakan dengan amarahnya yang memuncak, tidak mau mendengar alasan apapun yang diberikan oleh Nathan saat itu.


"Kakak harus mendengarkan alasanku, aku sudah mengucapkan alasan itu kepadamu Kak, bahwa selama ini aku pun bahkan mencari keberadaan adikmu, tetapi kami bahkan tidak menemukan adikmu," kata Nathan membela diri karena memang kenyataannya seperti itu.


Namun Lee Young Joon seolah tidak mau mendengar alasan yang diucapkan oleh Nathan. Wajah pria dari Korea itu benar-benar marah, merah padam dan seolah-olah ingin melahap habis orang yang di hadapannya. Tidak ada satupun yang bisa menghentikan amarahnya selain kesadaran sang adik.


"Jangan katakan apapun di hadapanku. Aku muak dengan semua ucapanmu, berdo'alah bahwa adikku cepat sembuh. Cepat siuman dan sehat, seperti sedia kala. Jika sampai terjadi sesuatu kepada adikku maka aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, aku tidak akan pernah mengingkari ucapanku!" kata Lee Young Joon kepada Nathan.


Tubuh Nathan bergetar dengan seketika, mendengar ancaman dari sang Kakak dari kekasihnya tersebut. Bukan karena Nathan diancam, bukan juga karena kemarahan atau hendak dibunuh oleh Lee Young Joon. Tetapi karena Nathan benar-benar ketakutan Lee tidak bisa bangun kembali. Entah apa yang akan dilakukan ketika itu terjadi, ketika sang gadis pujaan hati tidak bisa lagi menyebut namanya atau menatap pantulan wajahnya.

__ADS_1


Ketakutan yang seperti itu, dan kecemasan yang begitu dalam, dia rasakan bukan karena takut sebuah ancaman tapi takut akan Kehilangan. Wajah Nathan tiba-tiba pucat dengan seketika membuat Lee Young Joon memicingkan matanya. Lee Young Joon berpikir Nathan ketakutan dengan ancamanya, padahal itu semua bukanlah alasan, wajah Nathan berubah pucat.


"Kamu ketakutan hanya dengan ancaman yang seperti itu saja, sungguh pria yang sangat memalukan!" Lee Yong joon terkekeh dengan seketika saat melihat wajah pucat Nathan yang sangat ketaran.


"Kakak, aku sungguh tidak takut sama sekali dengan ancamanmu, yang aku takutkan hanya satu saja, yaitu kehilangan kekasihku," kata Nathan dengan tubuhnya yang masih bergetar.


Lee young Joon memicingkan matanya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Nathan tidak takut dengan ancamannya.


"Kakak tidak usah repot-repot membunuhku, nanti jika saat yang menyeramkan itu tiba, aku bahkan akan mati dengan sendirinya, karena tersiksa kehilangan orang terkasih. Aku akan mati merana dan tersika dalam duka nestapa," kata Nathan dengan mata yang berkaca-kaca, pria itu berkata dengan suara yang bergetar namun penuh dengan kayakinan.


Lee Young Joon yang mendengarkan ucapan dari Nathan seketika terdiam. Pria itu merasa ragu apakah benar Nathan mengatakan hal yang sebenarnya. Ataukah Nathan hanya berpura-pura untuk mengelabuinya. Pikiran Lee Young Joon berkecamuk antara percaya dan tidak. Walaupun sebenarnya hatinya sudah tersentuh ketika Nathan mengatakan hal itu. Dia kini tak bisa berucap apapun tetapi tiba-tiba saja.


"Jangan dengarkan ucapan pria tidak berguna itu Kak, pria itu hanya berpura-pura saja menyayangi Lee Ji An, padahal pada kenyataannya semuanya hanyalah kebohongan semata, Kalau memang dia mencintai Lee sudah sejak awal dia menemani Lee Ji An tidak akan meninggalkannya begitu saja," kata Sehun dengan mata yang memicing sambil menatap Nathan dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Sehun selalu saja membenci Nathan karena Nathan adalah saingan utamanya. Sehun tidak akan membiarkan Nathan mengambil hati Lee Young Joon begitu saja, seperti halnya Nathan yang sudah mengambil hati di Lee Ji An.


"Diamlah tidak usah ada yang bicara lagi!" tangkis Lee Young Joon kepada Sehun. Lee Young Joon memiliki pikirannya sendiri. Dia kali ini begitu marah kepada Nathan, dia tidak mau menambah marahnya. Dia bisa saja membunuh seseorang ketika amarannya memuncak. Karena itulah ucapan Sehun yang membuat dadanya terasa bergemuruh panas membuat Lee Young Joon benar-benar tidak bisa menahan emosinya.


"Terserah Kakak mau mempercayai aku atau tidak, mungkin dimata kalian semua kejelekan sudah ada di hadapanku, tetapi Kakak Harus tahu satu hal, tidak ada yang menginginkan kejadian ini terjadi, aku sangat mencintai Lee Ji An, walau dahulu kala aku sempat ragu tentang hal itu. Tetapi setelah kami berpisah aku sudah yakin bahwa kerinduanku memuncak itu disebabkan oleh rasa cintaku untuknya. Aku sangat mencintai adikmu Kak. Aku tidak mau pergi jauh darinya, aku tidak akan pernah mau kakak memisahkan aku dengannya, aku akan terus mendekatinya walaupun Kakak menolak dan melarangku, Nathan Liao sangat mencintai Lee Ji An," tutur Nathan dengan keyakinannya.


Lee Young Joon kembali terdiam mendengar ucapan dari Nathan. Hatinya kembali tergerak, terusik, dan tersentuh. Rasa marahnya benar-benar memuncak ketika itu. Tapi saat mendengar ucapan terakhir dari Nathan dia kembali mereda. Dia itu masih diliputi di seribu kebimbangan, seribu kebingungan, dan seribu keputusasaan yang hinggap di dalam pikirannya.


Tetapi sebenarnya yang sangat dia cemaskan hanya satu saja, yaitu keselamatan sang adik tercinta yang kini sedang lemah terbaring tak berdaya, bahkan tidak bisa mengingat apapun selain tertidur di ruangan ICU tersebut. Keadaan adiknya yang sangat memprihatinkan membuat dia begitu kacau.


Walaupun memang dia begitu marah kepada Nathan, karena perbuatannya meninggalkan adiknya sendirian, di dalam kesusahan yang diterima oleh Lee Ji An. Sesungguhnya itu hanya hal yang yang bisa di abaikan tetapi keselamatan Lee tidak akan pernah bisa dia abaikan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2