
"Nenek Maaf saya kalau menyela pembicaraan anda, tetapi sepertinya tidak mungkin ngajak Lee Ji An untuk datang ke sini apa lagi bersama putranya Tuan muda Ryu Jin," kata Sekertaris Chen.
"Kenapa bisa seperti itu, siapa tahu Lee Ji An akan iba melihat Nathan sakit," ungkap nenek kepada Sekretaris Chen.
"Karena sesuai dengan mata-mata yang selalu memberikan informasi kepada saya, Nona Lee Ji An akan segera menikah 1 bulan lagi," kata Sekretaris Chen dengan suara yang rendah.
"Ya Tuhan dengan siapa Lee akan menikah, apakah Nathan sudah mengetahui tentang hal ini?" kata nenek Liao dengan kegelisahan yang dia rasa.
"Pria itu bernama Sehun, pria yang sudah dekat dengan Nona Lee sebelum dia berkenalan dengan Tuan muda kita, dan bahkan keluarga pria tersebut sudah sangat menyayangi Tuan muda Ryu Jin, mereka akan menikah bulan depan," ucap Sekretaris Chen sambil menatap sang nenek.
"Ini tidak bisa dibiarkan, Lee tidak boleh menikah dengan pria mana pun selain Nathan. Cucuku pasti akan sangat terluka, jika mengetahui hal ini," kata nenek Liao dengan mata yang berkaca-kaca, wanita paruh baya itu tidak tega jika putranya kelak akan sedih dan menderita lagi, karena kehilangan Lee Ji An dan putranya.
"Tuan Nathan sudah tahu, mungkin karena itulah Tuan besar tidak menghubungi nona Lee. Walaupun dia mengatakan sangat merindukan nona Lee," kata Sekretaris Chen dengan rendah.
"Kalau Lee Ji An nikah setidaknya kita harus membawa di Ryu Jin bersama kita, nenek tidak akan membiarkan Ryu Jin tinggal bersama orang yang bukan keluarganya," kata nenek Liao dengan cemas.
"Tidak semudah itu Nyonya, karena ternyata Tuan muda Ryu Jin terdaftar sebagai anak adopsi dari tuan Lee Young Joon dan nyonya Kim Mi So. Jika kita ingin mengambil Tuan muda Ryu, maka kita akan berhubungan dengan hukum," kata Sekretaris Chen dengan sangat jelas.
"Sangat membingungkan, harus bagaimana?" kata nenek Liao sambil berdecak kesal.
"Kemarin Tuan Nathan pun mengatakan bahwa dia tidak bisa menghubungi nona Lee, karena sudah janji kepada nona Lee, bahwa Tuan muda kita tidak akan mengganggu nona Lee dan pernikahannya," kata sekertaris Chen dengan suara yang rendah.
__ADS_1
"Apa-apaan? Kenapa juga Nathan berjanji hal yang seperti itu, harusnya cucuku tidak berjanji, aduh kepalaku sakit kalau seperti ini caranya," ungkap nenek Liao sambil memegang kepalanya, wanita tua itu benar-benar merasa bingung tentang situasi cucunya saat ini.
"Tetapi saya mempunyai ide," kata Sekretaris Chen kepada nyonya besarnya.
"Ide apa itu sekretaris Chen?" tangkas sang nyonya.
"Apa yang anda sarankan untuk memberitahu nona Lee Ji An itu memang ada benarnya, dan janji Tuan Nathan untuk tidak menghubunginya lagi itu juga ada benarnya, karena itu akan menyangkut masa depan nona Lee bersama suaminya, tapi kalau memang saya yang memberitahukan, bukankah tidak melanggar janji dengan nona Lee. Wanita itu memberitahukan kepada Tuan untuk tidak menghubunginya, tetapi tidak kepada saya kan, jadi saya akan memberitahukan kondisi tuan Nathan saat ini kepada nona Lee," kata Sekretaris Chen dengan senyuman yang manis.
"Benar sekali Sekretaris Chen, apa yang menjadi idemu sungguh luar biasa, cepat kamu beritahukan informasi ini kepada Lee Ji An, agar dia secepatnya datang ke sini membawa cicitku, aku pun sangat merindukan Cicitku itu, balita yang sangat lucu dan menggemaskan, yang menjadi pewaris keluarga Liao," kata nenek Liao dengan memberikan senyuman semangat kepada Sekretaris Chen.
"Baiknya saya akan segera menghubungi beliau, sebaiknya kita semua diam, Nathan tidak ada yang tahu bahwa kita sudah merencanakan hal ini," kata Sekretaris Chen kepada nyonya besarnya.
"Baiklah saya akan mencoba menelepon nona Lee Ji An sekarang "
Tut tuuut tuut.
Suara dering ponsel tidak dihiraukan, karena saat ini Lee Ji An bahkan sedang tertidur di ruang jaga para Dokter.
"Dokter, ada telepon masuk," kata Suster Ino kepada Lee Ji An tertidur dengan lelap. Karena dia benar-benar kelelahan sehabis menolong beberapa pasien, kecelakaan di IGD.
"Aku lelah sekali Suster Ino. Haruskah aku menerima panggilan telepon itu," kata Lee Ji An sambil menatap kearah ponselnya yang berdering terus menerus.
__ADS_1
"Itu tergantung Dokter saja, tetapi takutnya itu penting, karena itulah saya membangunkan anda," Suster Ino menorehkan senyumannya.
"Kamu betul juga, aku harus menerima panggilan telepon tersebut. Siapa tahu memang penting," kata Lee Ji An sambil mengambil ponselnya, lalu menerima panggilan telepon tersebut dengan suara rendah, wanita itu pun berkata," Halo maaf ini dengan siapa?"
"Nyonya muda maaf saya mengganggu aktivitasnya anda, saya adalah Sekretaris Chen Sekretarisnya Tuan Nathan dari Cina," kata Sekretaris Chen merasa senang tatkala panggilan telepon itu pun tersambung.
"Sekretaris Chen, ada apa kamu neleponku. Aku sedang tidak enak badan sebenarnya, malas sekali untuk menerima panggilan telepon," kata Lee Ji An kepada Sekretaris Chen.
"Apakah anda sakit Nyonya?" tanya Sekretaris Chen merasa cemas, tentang kondisi yang dialami oleh nyonya Lee Ji An.
"Tidak apa-apa, aku hanya kelelahan, terlalu banyak pasien di sini. Sebenarnya ada apa tujuan anda menelepon saya, tidak biasanya ada nelpon seperti ini?" tanya Lee Ji An to the point kepada Sekretaris Chen.
"Begini Nyonya sebenarnya saya mendapatkan nomor anda dari ponselnya Tuan Nathan.Tuan Nathan sekarang dalam kondisi sakit, beliau dirawat di Rumah Sakit dan sekarang sedang tertidur, dia tidak tahu bahwa saya telah melakukan panggilan telepon kepada anda," kata Sekretaris Chen kepada Lee Ji An.
"Apa Nathan sakit? Dia sakit apa Sekretaris Chen, apakah itu sangat parah?" Lee Ji An merasa sangat cemas, saat dia mendengar kabar bahwa orang yang sangat dia rindukan telah mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit.
"Tuan muda tidak bisa makan apa pun, melihat seminggu ini tidak bisa makan dengan teratur, sehingga asam lambungnya meningkat dan akhirnya tadi dia ngedrop, saya berpikir anda harus tahu dan datang ke sini serta membawa putra anda Tuan muda Ryu, agar memberi semangat kepada Tuan Nathan, karena sedari tadi beliau memanggil nama anda dan putranya," tutur Sekretaris Chen kepada Lee Ji An.
"Benarkah Nathan memanggil namaku dan putraku, tetapi aku tidak bisa ke sana, sekarang ini aku sangat sibuk," tolak Lee Ji An dengan suara yang rendah.
"Tidak apa-apa Nyonya, kalau memang anda tidak bisa datang kemari, karena kesibukan anda tidak apa-apa. Jangan sampai mengganggu aktivitas anda, saya hanya memberi tahu saja. Kalau Tuan besar saya sedang sakit hanya itu," kata Sekretaris kepada Lee Ji An. Wanita benar-benar merasa kebingungan. Apa yang harus dia lakukan apakah di harus datang atau tidak.
__ADS_1